State of Grace (Chapter 1)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

***

Love is Ruthless Game

Unless you play it with good and right

-State of Grace by T.S-

Seoul, ibukota dari Korea Selatan. Pusat dari Negara Korea. Kota yang tidak pernah tidur. Selalu ramai. Apalagi pada saat jam lima sore. Jam pulang kerja dan jam pulang anak sekolah. Jalan yang melempang kosong sekarang terisi oleh mobil-mobil. Trotar rasanya tidak cukup menampung pejalan kaki. Semuanya terlihat seperti semut berjalan.

Seorang perempuan merapatkan jaketnya. Ia menghelakan nafasnya. Udara terasa sangat dingin. Padahal baru memasuki musim gugur. Ia mempercepat langkah kakinya. Sudah pukul lima lewat limabelas. Ia harus cepat atau terlambat bekerja.

Tap!

Langkah perempuan terhenti ketika melihat sebuah kedai kopi. Diudara yang sangat dingin ini menyesap kopi merupakan ide yang bagus bukan? Ia pun melangkahkan kakinya ke kedai kopi tersebut.

“Selamat datang di kedai kopi kami. Anda ingin memesan apa?” Pelayan ber-name tag Shikyung tersenyum ramah kepadanya.

Caffe Latte-nya satu.”

Pelayan tersebut kemudian menggambil gelas kopi, “Siapa nama anda?”

“Krystal.”

Pelayan tersebut menuliskan namanya di gelas kopi, “Baiklah tunggu sebentar. Jika sudah selesai, saya akan memanggil anda.”

Krystal hanya mengangguk. Ia meminggir dari kasir. Udara sangat dingin kali ini. Itulah yang dipikirkan oleh Krystal. Bisa ia pastikan jika bibirnya sudah pucat pasi.

“Nyonya Krystal.”

Krystal tersentak kemudian menuju ke arah kasir, “Terimakasih.” Ucapnya ketika mengambil pesanannya.

Ia melangkahkan kakinya kembali dan menuju stasiun terdekat. Krystal menghela nafas lega ketika memasuki stasiun. Udara di stasiun lebih hangat daripada udara di luar. Krystal membeli tiket kemudian menunggu kereta datang. Tidak sampai limabelas menit kerata datang. Krystal segera masuk dan ia menghela nafas lega-untuk kedua kalinya karena ada tempat duduk yang kosong.

Krystal merasakan kehangatan diseluruh tubuhnya ketika ia menyesap Coffe Latte-nya. Ia menyesap kembali Coffe Latte untuk kedua kalinya.

Krystal merasakan jika kereta melambat, sudah memasuki stasiun baru rupanya. Ia pun kembali menyesap Coffe Latte-nya tanda jika ia tidak peduli.

“Hosh…Hosh..Hosh..”

Krystal langsung menoleh ke arah sumber suara. Dan ia melihat seorang laki-laki yang aneh. Itulah yang dapat ia katakan. Maksudnya, dimusim gugur ini dia hanya memakai kaos berlengan panjang dan celana panjang. Pasti ia kedinginan. Dan pasti suara nafasnya tadi karena ia harus berlari supaya bisa cepat sampai di stasiun, yang notabane-nya lebih hangat.

Laki-laki tersebut duduk disebelahnya. Dan mata Krystal terus melihatnya. Laki-laki tersebut menoleh ke arah Krystal, lebih tepatnya ke arah Coffe Latte-nya.

“Kau mau?” Krystal menyodorkan Coffe Latte-nya.

Lelaki tersebut hanya bisa tersenyum malu, “Tidak terimakasih.”

“Tidak apa-apa ini.” Krystal meletakkan Coffe Latte ditangan laki-laki tersebut.

Lelaki tersebut nampak bingung, tetapi ia meminum Coffe Latte Krystal. Dan Krystal harus menahan tawanya melihat ekspresi laki-laki tersebut ketika menyesap Coffe Latte. Seperti orang yang tidak bisa bernafas akhirnya bisa bernafas.

“Terimakasih…” Lelaki tersebut melihat nama yang tertera di cup, “Terimakasih Krystal.”

“Ya. Sama-sama.”

Tangan laki-laki tersebut menyodorkan cup Coffe Krystal ke dirinya. Dan ia mengambilnya.

Deg!

                  Jantung Krystal rasanya berhenti ketika tangan laki-laki tersebut mengenggam tangannya. Dengan cepat ia menarik tangannya. Lelaki tersebut menatapnya dengan aneh, beberapa detik kemudian mukanya memerah, menahan malu.

“Maaf. Aku tidak bermaksud membuat mu takut. Hanya saja tanganmu hangat.”

“Ma-maksudku…” Laki-laki tersebut kembali berbicara ketika melihat ekspresi aneh yang tertera di wajah Krystal, “Tanganku mati kedinginan. Jadi.. Yah…”

“Itu salahmu memakai pakaian seperti ini dimusim gugur.”

Lelaki tersebut menoleh dan raut wajahnya berubah, ia terlihat kesal, “Well… Aku tidak akan memakai pakaian ini jika saja…” Tiba-tiba ia berhenti berbicara, “Lupakan. Kita orang asing.” Lanjutnya.

“Aku tidak bermaksud membuat mu marah. Maafkan aku.”

Laki-laki tersebut terenyuh ketika melihat wajah menyesal Krystal, “Aku yang seharusnya meminta maaf, untuk kedua kalinya. Aku hanya kesal karena mobil ku rusak padahal aku harus menghadiri acara keluarga malam ini.”

Krystal pun melepas sarung tanganya, “Ini. Untukmu.”

Lelaki tersebut tertawa, “Tidak usah. Sungguh aku tidak apa-apa.”

“Kau akan sakit. Aku tidak bisa memberi jaketku karena jujur, aku akan kedinginan. Tetapi aku bisa memberi sarung tanganku. Tanganku memang akan kedinginan, tetapi aku dapat menaruhnya di kantong jaketku.”

Lelaki tersebut menatap Krystal aneh, “Aku tidak mengerti dirimu. Sungguh. Tapi sepertinya dirimu memaksa,” Lelaki tersebut mengambil sarung tangan Krystal, “Jadi aku akan mengambilnya.”

Krystal pun hanya terdiam. Tidak tahu apa yang harus ia bicarakan.

“Aku Oh Sehun.”

Krystal tersentak, “Apa? Maksudku kenapa kau memberi tahu namamu?”

Sehun tersenyum jahil, “Supaya kau dapat mengingatku. “

Krystal merasakan dirinya tidak bisa bernafas. Apa dia jatuh cinta kepada laki-laki disampingnya ini? Apakah Sehun juga merasakan hal yang sama?

“Karena jika kau mengingatku, kau dapat membantu ku. Tentu saja jika kita bertemu lagi.”

Krystal membuang nafasnya, merutuki pikiran bodohnya tadi. Ia menoleh ke jendela dan matanya membulat, “Ya ampun! Permisi aku harus turun sekarang. Senang bertemu denganmu!” Tanpa babibu lebih lama dia langsung keluar dari kereta.

“Oh dear, untung saja stasiun ini tidak terlewat.” Krystal membetulkan letak tasnya dan melangkahkan kakinya kembali.

.

.

.

“Ya ampun sayang! Apa yang terjadi dengan dirimu?” Mrs. Oh syok ketika ia melihat anaknya, Oh Sehun pulang.

Sehun terlihat seperti es batu karena udara yang sangat dingin. Rambutnya berantakan karena angin yang sangat kencang. Mukanya sangat pucat. Bibirnya bewarna ungu.

“Sehun dirimu   sudah pulang? Cepatlah bersiap-siap…..” Seorang pria paruh baya, tepatnya ayah Sehun menghentikan kalimatnya ketika melihat anaknya.

Mrs. Oh segera menghampiri Sehun, “Sayang lihatlah anak kita. Ia sepertinya akan sakit. Bagaimana jika…”

“Tidak!” Mr.Oh memotong ucapan istrinya, “Dia harus tetap ikut apapun yang terjadi.”

Mrs. Oh menatap Sehun dan Mr. Oh bergantian, “Tapi.. Dia…”

Sehun menepuk pundak ibunya, “Aku merasa sehat Mom. Dad tunggulah sebentar, aku akan bersiap-siap.” Sehun langsung melewati kedua orangtuanya.

.

.

.

Kulitnya terlihat tidak terlalu pucat lagi. Bibirnya juga tidak lagi bewarna ungu. Sehun sekarang sedang menyisir rambutnya. Sebenarnya, ia merasa agak pusing. Tapi ia tidak dapat melawan ayahnya yang sangat keras kepala.

“Sayang..”

Sehun menoleh dan mendapati ibunya di ambang pintu kamarnya.

Mrs. Oh terlihat sangat cantik malam ini. Ia mengenakan gaun hitam. Rambutnya disanggul. Terdapat kalung mutiara yang membuatnya semakin bersinar malam ini.

Mrs. Oh mendekati Sehun untuk memasangkan dasi ke anaknya.

“Anak mom terlihat sangat ganteng malam ini.” Mrs.Oh mengelus pelan kepala Sehun, “Ayo kita berangkat.”

Sehun menerima uluran tangan Mrs. Oh dengan senyuman, “Ya. Sebaiknya kita berangkat sekarang atau akan terlambat.”

.

.

.

Selama makan malam Sehun tidak bisa tenang. Sesekali ia melirik jam tangannya untuk memastikan waktu sudah pukul 21.00 KST. Selama di perjalanan ia bisa tidur tetapi sekarang, sejak setengah jam yang lalu, tentu ia tidak tidur lagi. Akibatnya, kepalanya yang tadi pusing, yang sempat hilang ketika tidur, muncul kembali dan sepertinya semakin parah.

Sehun menoleh ke samping kirinya.

“Aku memanggil mu dari tadi. Ada apa Oh Sehun?” Tanya Seulgi, sepupu terdekat Sehun.

Sehun memberengut, “Hanya sedikit pusing.”

“Bukannya dirimu selalu seperti itu? Pusing jika mengikuti acara seperti ini?”

Sehun terdiam. Memang benar yang dikatakan Seulgi, tapi pusing karena terlalu banyak beban yang ia pikirkan bukan pusing karena sakit.

“Aku tadi lupa membawa jaket. Mobilku juga rusak. Jadi aku harus pulang menggunakan kereta. Itulah mengapa aku sedikit pusing.”

Seulgi tertawa, “Kau harus menahan rasa pusing mu itu. Malam ini temanku datang dan ia sangat ingin bertemu dengan mu.”

Sehun memutar bola matanya, “Maksudmu salah satu temanmu lagi? Dulu Seungyeon sekarang siapa?”

“Seunghon.”

Sehun terlihat berpikir ketika mendengar nama tersebut. Seulgi yang disampingnya menarik nafas, “Wendy Seunghon Son. Itu yang ingin bertemu denganmu. Apakah kau lupa siapa itu..”

“Ya. Aku ingat dia. Tunggu dia?!”

Seulgi tersenyum lebar, “Benar. Mantan pacarmu pulang lagi ke Korea. Dia berkata jika ia sangat kangen denganmu.”

Sehun tidak memberi tanggapan lagi. Ia berpura-pura fokus ke makanannya. Entahlah. Ia hanya merasa perasaannya berubah.

.

.

.

Sehun POV

                  Kepalaku benar-benar pusing saat ini. Aku memang selalu pusing jika menghadiri acara makan malam yang disebut sebagai acara makan malam keluarga. Sebenarnya ini adalah acara makan malam keluarga kaya. Mereka mengadakan acara ini untuk menaikkan status sosial mereka. Itulah menurutku.

                  Maksudku mereka benar-benar berusaha yang terbaik ketika datang ke pesta ini. Baju-baju mereka. Dan akting mereka sebagai keluarga yang bahagia.

                  Contohnya adalah diriku. Aku juga bukan seorang anak yang broken home tetapi ini terasa sangat memuakkan. Dipaksa ikut untuk menghindari gosip. Harus baik kepada semua orang agar tidak di cemooh. Ini benar-benar memuakkan.

                  Seulgi, sepupu terdekatku adalah orang yang paling menghibur disini. Satu-satunya teman mengobrol ku dimana aku tidak harus menjaga sikapku.

                  “Wendy SeungHon Son. Itulah orang yang ingin bertemu denganmu. Apakah kau lupa siap…”

                  Wendy…

                  “Ya aku ingat. Tunggu dia?!”

                  Gadis lily..

                  Cinta pertamaku…

                  Pacar pertamaku…

                  Orang yang mencampakanku…

                  Orang yang paling menyakiti ku..

                  Rasanya, pusing di kepalaku hilang. Namanya… Benar-benar membuatku kacau.

                 “Benar. Mantan pacarmu pulang lagi ke Korea. Dia berkata jika ia sangat kangen denganmu.”

                  Aku pun menyantap makananku. Walau aku sama sekali tidak menikmatinya.

                  “Sehun apakah engkau…”

                  Aku meletakkan garpu, “Tidak. Aku tidak ingin bertemu dengannya. Katakan kepada dia jika aku pulang duluan karena harus belajar untuk kuliah esok.”

                  “Tapi tadi katamu, kepala mu pusing..”

                  “Kalau begitu katakanlah jika aku sakit dan butuh istirahat!”

.TBC.

Advertisements

6 thoughts on “State of Grace (Chapter 1)

  1. First chapter, menarik buat aku. 3 main castnya udah keluar semua dalam 1 chapter yang jujur menurut aku pendek sih 😀 . Untuk penulisan ceritanya sih aku suka, tapi jujur aku rada keganggu sama kata “ganteng” dan “kangen” deh kak. Mungkin akan lebih enak bacanya kalo diganti “tampan” dan “rindu”.Itu menurut aku aja sih. Mungkin karena aku terlalu sering baca ff yg bahasanya baku. Jadi kalo ada sedikit bahasa gaulnya jadi rada aneh aja 😀 hehehe. Mian kalo salah ngomong kak. Tapi overall aku suka kok sama ceritanya. Aku juga baru kali ini nemu ff yg buat sehun-wendy jadi couplenya (AtauAkuAjaYangKudet?) 😀 tapi ini, main couple-nya tetep sestal kan? Aku sih berharapnya sestal 🙂 Oh ya, aku sampe lupa memperkenalkan diri 😀 aku 98line kak 🙂 salam kenal

    Like

    1. Thanks ya buat sarannya… Iya, tentang bahasa baku masih harus belajar 🙂 Juga aku buat blog ini dan nulis ff hanya modal nekat aja… Jadi pasti banyak salahnya :). Tapi Saku senang kok kamu suka sama ceritanya…. Sumpah, ceritanya makin lama alay 🙂 . Baru nemu yang ada shun-wendy jadi couple disini? Pastilah, soalnyaa aku yang ngebuat sehun-wendy couple sender… 98 line? Berarti lebih tua dari pada aku… Tapi panggil aku dari tadi kakak…. Iya salam knal juga. Semoga suka dengan ff yang ku buat. Ditunggu kritik dan sarannya laga ya…. 🙂

      Like

  2. First chapter, menarik buat aku. 3 main castnya udah keluar semua dalam 1 chapter yang jujur menurut aku pendek sih 😀 . Untuk penulisan ceritanya sih aku suka, tapi jujur aku rada keganggu sama kata “ganteng” dan “kangen” deh kak. Mungkin akan lebih enak bacanya kalo diganti “tampan” dan “rindu”.Itu menurut aku aja sih. Mungkin karena aku terlalu sering baca ff yg bahasanya baku. Jadi kalo ada sedikit bahasa gaulnya jadi rada aneh aja 😀 hehehe. Mian kalo salah ngomong kak. Tapi overall aku suka kok sama ceritanya. Aku juga baru kali ini nemu ff yg buat sehun-wendy jadi couplenya (AtauAkuAjaYangKudet?) 😀 tapi ini, main couple-nya tetep sestal kan? Aku sih berharapnya sestal 🙂 Oh ya, aku 98line kak 🙂 salam kenal kakak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s