State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

***

Love is Ruthless Escaped

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

“Jadi.. Kau menerimanya Fanny-chan?”

Tifannya mengangguk, “Tentu. Dia sangat-sangat hebat. Menakjubkan.”

Terdengar suara tawa dari ujung seberang, “Sudah kubilang jika ia menakjubkan. Jadi, apa dia memberi persyaratan yang susah?”

Sekarang Tifanny-lah yang tertawa, “Tidak. Jikapun susah aku akan menyanggupinya, dia sangat berharga. Hanya ingin aku mengizinkannya bekerja di teater sampai panggung selesai dan gaji yang diberi setiap minggu.”

“Ah, begitu. Tifanny-ah, Mmm..   Bukannya dia mirip sekali dengan Jessica? Teknik melukisnya, bukannya mirip sekali dengan Jessica?”

“Iya aku tahu. Mirip sekali. Apa mungkin jika Jessica sempat mengajarnya? Jessica pindah ke Amerika dan dulu dia tinggal di Amerika.”

“Ya, ampun. Amerika itu besar. Terdiri dari 50 negara bagian.”

“Ah, benar juga. Oh, Hyoyeon-ah nanti kita sambung lagi ya… Aku sudah sampai rumah. Bye!” Tifanny kemudian menutup hp dan keluar dari mobilnya.

Trek! Ia membuka pintunya dan berjalan menuju kamarnya. Tetapi langkah Tifanny terhenti ketika ia melihat anak satu-satunya tertidur di ruang keluarga. Tifanny mendekat ke arah anaknya, “Sehun-ah.. Sehun-ah.. Sehun-ah ireonna… Jangan tidur disini…” Tifanny menguncang-guncang bahu anaknya.

Mata Sehun sedikit-sedikit terbuka, “Mom? Mom sudah pulang?”

.

.

.

Keesokan harinya,

Krystal menghembuskan nafasnya ketika keluar dari Cafe tempat dulu ia kerja. Sungguh, ini terasa sangat berat, keluar dari pekerjaan ini. Victoria Oemma-atasannya sekaligus pemilik Cafe tersebut berkata, ia senang Krystal mendapat pekerjaannya yang lebih baik. Krystal menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah Cafe, Cafe tersebut bernama f(x). Aneh bukan? Seperti nama persamaan dalam rumus matematika. Tapi, tempat tersebut menyimpan jutaan kenangan di pikiran Krystal.

Victoria Oemma, sebenarnya dia lahir tahun 1887, tapi Krystal memanggilnya Oemma, sudah seperti sahabat baiknya bahkan ibunya sendiri. Menggantikan peran ibunya yang meninggalkannya di panti asuhan. Kemudian Luna, penjaga kasir yang talk-active, lebih tua dari Krystal tetapi Krystal sangat suka menjahilinya karena Luna sok bisa bahasa inggris. Amber, gadis tomboy yang selalu menjaganya, menghiburnya, menyemangatinya. Yang terakhir Sulli, gadis seumuran dengannya yang sangat cantik, sopan, ramah, dan ceria. Sulli sangat pandai membuat orang tertawa dan mempunyai senyum yang sangat cantik. Krystal akan merindukan mereka semua. Merindukan perhatian Victoria. Merindukan celotehan Luna. Merindukan Amber yang selalu ada disampingnya. Merindukan senyuman manis Sulli. Dia… Dia akan merindukkan apapun yang terjadi di Cafe tersebut.

.

.

.

Sehun terlihat berlari-lari kecil kemudian masuk ke mobilnya Kai.

“Yak babo, kenapa lama sekali?” Sapa Kai ketika Sehun masuk.

“Untung mau datang. “ Sehun merapikan rambutnya yang berantakkan.

Kai hanya mendengus, “Ingat ya..”

“Ya.. Ya..” Potong Sehun, “Aku ingat. Kita akan masuk ke Cafe itu dan aku berpura-pura baik kepadamu supaya pacarmu itu melihat jika dirimu sudah berubah. Mengerti. Ya, ya aku mengerti.”

Kai tersenyum puas, “Baguslah. Oh, dan ingat apa yang akan dirimu katakan.”

Sehun mendesah, “Ya, aku sudah ingat. Aku akan berkata, ‘dirimu pasti Sulli bukan? Kai selalu membicarakanmu.’ Iya, aku ingat..”

Kai kembali tersenyum puas, “Kalau begitu ayo!”

“Tunggu!” Sehun menghentikan gerakkan Kai, “Yang mana pacarmu? Tunjukkan kepadaku. Jangan sampai aku berbicara seperti tadi pada orang yang salah.”

Kai menatap Sehun gemas, “Itu.. Yang paling menarik perhatian.” Tunjuk Kai ke dua orang cewek yang sedang berbicara di depan sebuah Cafe.

“Astaga! Kau.. Kau berpacaran dengan cowok?!”

“Yak! Babo! Yang disebelahnya! Bukannya sudah kubilang jika yang paling menarik perhatian?!” Kai menunjuk cewek yang sedang tersenyum manis.

“Ah, yang itu.” Kata Sehun melirik gadis yang ditunjuk Kai. Sehun kemudian menoleh ke Kai, “Tadi kau bilang yang paling menarik bukan? Yang disebelahnya…”

Kai memotong omongan Sehun, “Yak, cepatlah!” Katanya kemudian keluar dari mobil. Sehun tersenyum geli kemudian mengikuti Kai.

Mereka berdua berjalan dan memasukki Cafe tempat pacar Kai bekerja, Cafe tersebut bernama f(x) seperti rumus persamaan di matematika.

“Selamat datang di Cafe kami..” Sapa perempuan yang beradai di kasir. Kai dan Sehun hanya tersenyum. “Oh, kau Kai Kim bukan? Pacarnya Sulli?” Tunjuk perempuan itu ke… Ke Sehun.

Sontak saja Sehun menahan tawanya. “Anyi-ya.. Ini ora-ng-nya..” Kata Sehun terbata-bata sambil menunjuk Kai. Kai hanya tersenyum pura-pura manis.

Gadis kasir tertawa, “Oh, maafkan aku. Senang bertemu denganmu Kai-ssi. Aku Luna, silahkan duduk.” Gadis bernama Luna tersenyum.

Sehun dan Kai kemudian berjalan ke arah meja-meja yang disediakan. Mereka memilih meja yang berada di pojokkan. Kai mengeluarkan laptopnya, Sehun memerhatikan Cafe ini.

“Maaf lama. Salah satu pegawai kami yang biasa bekerja pagi berhenti. Ingin pesan apa?” Cowok tadi, tunggu, Sehun bingung dia cowok atau cewek karena suaranya seperti perempuan.

“Sehun..” Kai menyenggol Sehun, “Oh..” Sehun mengerjapkan matanya, Ia melirik Kai, “Terserah..”

Kai mengangguk dan memesan dua minuman untuk mereka. Tak lupa juga snack. Pelayan tadi kemudian pergi meninggalkan mereka.

“Jongin-ah..” Sulli menghampiri mereka.

Kai tersenyum sangat manis, “Sulli-yah..” Cukup lama Kai memandangi Sulli hingga membuat Sehun keki karena bingung harus melakukan apa.

“Siapa dia? Temanmu?” Tunjuk Sulli ke arah Sehun.

Kai menoleh dan seakan-akan baru sadar jika Sehun berada di situ, “Ah.. Iya dia temanku. Perkenalkan dia Oh Sehun. Sehun dia Sulli.”

Sehun tersenyum, “Oh, dia Sulli ya.. Hai, Sulli kau harus tahu jika Kai terus-terusan membicarakan tentang dirimu.”

Sulli tertawa, “Benarkah? Pasti dirimu bosan karena ia terus membicarakan diriku?”

“Benar.” Jawab Sehun dan mereka bertiga tertawa, Well sebenarnya Kai lebih ingin menjitak sahabat karibnya daripada tertawa.

“Kai, aku sudah membawa bukunya. Ingin diambil sekarang?” Sulli kembali menoleh ke arah Kai.

Kai yang tetap tersenyum, mengangguk, “Sehun, tunggu sebentar ya..”

Sehun mengangguk. Setelah Kai dan Sulli pergi Sehun menghembuskan nafasnya. Ini pasti sangat lama. Sehun terlalu malas untuk mengerjakan skripsinya, dia masih malas. Apalagi minuman dan snack belum datang, Sehun memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar ruangan agar lebih bisa melihat dekorasi.

Deg! Langkah Sehun terhenti ketika ia melihat pajangan foto di salah satu dinding Cafe. Salah satu foto tersebut terdapat lima orang, Luna, pegawai yang membuat Sehun bingung dia cewek atau cowok, Sulli, salah satu perempuan yang tidak Sehun kenal, satu lagi…. Krystal Jung. Ya, Krystal Jung!

Suatu pemikiran terbesit oleh Sehun, Ah, Krystal pasti bekerja di Cafe ini. Sehun terus memandangi foto mereka berlima. Kemudian ia melihat ke arah pigura yang lain, dan menyadari jika mereka berlima, memiliki foto tersendiri dengan nama mereka dan pekerjaan mereka. Perempuan yang tidak Sehun kenal bernama Victoria Song, dia sebagai manajer disini. Luna bernama Park Sunyoung dan menjadi kasir disini. Pegawai yang membuat Sehun bingung ternyata adalah perempuan, Sehun menyimpulkan berdasarkan namanya yaitu Amber Liu. Amber bekerja sebagai karyawan shift sore-malam. Sulli bernama lengkap Choi Sulli dan bekerja sebagai karyawan shift pagi-sore. Yang terakhir Krystal, gadis itu nama lengkapnya Krystal Soojung Jung, dan bekerja sebagai karyawan shift pagi saja. Sehun juga menangkap foto Krystal dan Sulli disana. Mereka terlihat berpelukkan dan tersenyum lebar. Pasti mereka sangat dekat, pikir Sehun.

“Wow, kau juga menyukai Sulli?” Suara datar dari samping kiri Sehun mengejutkannya.

“Amber-ssi.. Kau mengejetukanku.” Sehun melotot ke arah Amber, “Dan, tidak! Aku tidak menyukai Sulli!” Lanjut Sehun.

Amber tertawa, “Kenapa melihat fotonya?” Tunjuk Amber ke foto Sulli dan Krystal.

Sehun tersenyum, “Aku tidak melihat Sulli. Aku melihat Krystal.” Kata Sehun tenang.

Amber menatap Sehun bingung, “Cara dirimu menyebut namanya seperti bukan yang pertama kali. Kau mengenalnya?”

“Hmm.. Aku mengenalnya. Mungkin aku awalnya mengenalnya dengan nama Krystal Jung. Dia mempunyai enam pekerjaan, 2 menjadi pelayan Cafe, 3 mengajar, dan satu lagi menjadi pekerja di teater.”

Amber menatap Sehun dengan tatapan penyidik bukan, “Kau bukan penguntit bukan?” Tentu pertanyaan ini membuat Sehun terkejut, “Siapa namamu?”

“Oh Sehun, namaku Oh Sehun.”

Mata amber langsung membulat, “Jadi, kau Oh Sehun?” Tanya Amber dengan suara terkejut.

Flashback Start~

Tok! Tok! Tok! Amber yang kedinginan terus-terusan mengetok pintu flat Krystal.

Cklek! Krystal membuka pintunya, “Maaf membuatmu menunggu lama. Masuklah.” Krystal mempersilahkan Amber masuk. “Baiklah nyonya cantik, tolong pasang lampu di kamar mandiku dan sebagai gantinya akan kusajikan sup ayam.”

Amber mengangguk dan memasuki kamar mandi Krystal agar menggantinya. Krystal menuju dapur untuk menuangkan semangkuk sup ayam ke kotak makanan. Tidak mungkin Amber makan disini karena Krystal harus bekerja.

“Kau sudah mandi?” Teriak Amber dari kamar mandi.

“Ya, aku sudah mandi.” Jawab Krystal sambil berteriak.

“Benarkah?! Bagaimana bisa? Kaukan takut kegelapan?”

Krystal tertawa, “Well.. Aku membuka pintunya ketika aku mandi..”

“Astaga Nyonya Jung…” Teriak Amber dan Krystal tertawa.

Lima menit kemudian Amber keluar dari kamar mandi, “Sudah aku kerjakan. Mana sup ku?” Krystal tertawa kemudian memberikan kotak makanannya, “Selamat menikmatinya Nyonya Liu, tentu saja di appaterment-mu karena aku harus bekerja.”

Krystal kemudian mengambil jaket panjangnya dan tasnya, ia ingin berjalan ke arah pintu, tetapi ia mendesah dan berjalan ke kamarnya.

“Ada apa? Melupakan sesuatu?” Tanya Amber yang mengikuti langkah Krystal.

Krystal mengambil sarung tangan bewarna pink, “Sarung tanganku..”

“Tunggu Nyonya Jung, kemana sarung tangan biasamu?”

Krystal tersenyum, “Aku memberikkannya kemarin. Kamu harus tahu jika kemarin ada orang yang tahu jika musim gugur sudah masuk, tapi dia hanya memakai celana panjang dan t-shirt. Jadi aku memberikannya.”

Amber menatap Krystal dengan tatapan terkejut, “Tapi… Kau sangat menyukai sarung tangan itu..” Krystal tidak menjawab dan hanya tersenyum. “Apakah kau menyukainya?” Krystal tetap tidak menjawab, “Well, siapa namanya?” Krystal menoleh, “Oh Sehun. Namanya Oh Sehun.”

Flashback End~

“Krystal berbicara tentang ku?” Tanya Sehun ketika melihat ekspresi Amber.

Amber tertawa kecil, “Tidak.”

Sehun yang yakin jika Krystal membicarakan dirinya bertanya lagi, “Benarkah?”

“Sungguh. Ini berawal ketika aku menemukan dirinya tidak memakai sarung tangan favorite-nya, kaukan tahu sarung tangan bewarna coklat tua? Krystal menjawab jika dia sudah memberikan kepada orang yang kedinginan bernama Oh Sehun.” Jelas Amber dan Sehun mengangguk.

Sehun terlihat berpikir, “Amber-ah, kemana Krystal? Bukannya dia seharusnya bekerja?”

“Dia sudah berhenti.” Jawaban Amber membuat Sehun terkejut. “Karena ia menemukan pekerjaan yang baru, atasannya yang baru menyuruhnya untuk berhenti dari semua pekerjaannya.” Amber memberikan penjelasan setelah melihat ekspresi Sehun.

“Kenapa kalian membiarkannya?”

“Kami bisa apa lagi. Krystal menemukan pekerjaan yang lebih bagus daripada disini.” Amber tersenyum tipis.

Sehun menangguk, “Jadi, dimana dia bekerja?”

Amber menatap Sehun tajam, “Kenapa ingin tahu sekali urusannya! Kalian hanya bertemu sekali!”

“Siapa bilang sekali! Sering malah! Terakhir aku bertemu dengan Krystal dua hari yang lalu!”

Amber langsung terkejut mendengarnya, “Benarkah?! Mengapa Krystal tidak bicara apa-apa. Hey, ceritakanlah kepadaku.”

“Kenapa ingin tahu!” Jawab Sehun ketus kemudian ia tersenyum geli melihat ekspresi Amber, “Beri tahu dulu pekerjaan barunya dan.. Dan nomor hp-nya..”

Amber terlihat berpikir, “Baiklah…”

.

.

.

Krystal menatap bingung sms dari orang yang tak dikenalnya. Pertama kali terjadi saat pagi hari, orang tersebut mengirimkan sebuah SMS yang berisi, “Ku ucapkan selamat atas pekerjaan barumu….”. Yang kedua pada siang hari, “Bagaimana pekerjaan barumu? Aku sangat bosan. Hey, aku ada ide, ayo kita rayakan pekerjaan barumu nanti malam. Bagaimana?”. Yang ketiga dua jam yang lalu, “Hey, kenapa tidak menjawab sms ku?” Sebenarnya Krystal sendiri bingung harus menjawab apa. Dia benar-benar tidak kenal dengan nomor ini.

Krystal meletakkan hp-nya disakunya kemudian memakai jaketnya. Dia akan pulang. Tring! Hp-nya berbunyi lagi, dan ada sms masuk. Krystal mengeluarkan hp-nya dan keningnya semakin berkerut ketika melihat siapa yang meng-sms. Orang yang tak dikenal mengirim sms lagi. Krystal membuka sms-nya, “Aku ada di depan tempat kerja mu. Keluarlah….” Krystal langsung membulatkan matanya. Siapakah orang itu?

“Krystal-ssi galery-nya sudah ingin ditutup.” Suara Sekertaris Ahn mengangetkan Krystal. Dia segera mengangguk dan membawa tasnya. Tak lupa ia membungkukkan badannya.

Krystal menghembuskan nafasnya, dia benar-benar takut jika orang itu akan berbuat buruk kepadanya. Pada saat keluar dari galery, Krystal melihat ke kiri- ke kanan, melihat jika ada orang aneh.

“Kenapa tidak menjawab sms-ku?”

Krystal segera menimpukkan tas ke arah suara, “Yak, ini aku! Ini aku!” Seorang cowok berusaha menangkis tas Krystal. Krystal membulatkan matanya ketika melihat orang tersebut adalah Oh Sehun, “Apa yang kau lakukan disini?”

“Ku lakukan disini? Menunggumu! Kau tidak menjawab sms ku untuk merayakan pekerjaan baru mu jadi….” Sehun berhenti berbicara, “Aku hanya ingin mengajak dirimu.. Mengajak melakukan perayaan kecil.”

“Kau yang meng-sms ku dari tadi? Jangan salahkan diriku karena tidak membalasnya. Kau langsung memberikan pernyataan aneh seperti ‘Selamat atas pekerjaan baru mu…’ Orang-orang lain juga pasti berpikir itu adalah orang asing.” Krystal menarik nafasnya karena berbicara terlalu cepat.

“Memangnya siapa lagi yang tahu tentang pekerjaan barumu itu? Hanya Victoria, Luna, Amber, Sulli , dan diriku. Kau pasti punya contact mereka tapi tidak mempunyai contact ku. Makanya aku tidak menuliskan namaku karena ku pikir dirimu pasti mengetahuinya.”

Alis Krystal berkerut samar, “Tunggu, darimana dirimu mengetahui Victoria Oemma, Lunna unni, Amber, dan Sulli?”

Sehun tersenyum, “Aku ke tempat Cafe mu bekerja tadi pagi. Awalnya aku tidak menyadarinya hingga aku melihat fotomu dengan empat orang yang tak kukenal.”

Krystal mengangguk, “Ah, aku mengerti.” Krystal kemudian tersadar dan mengeluarkan hp-nya untuk melihat jam, “Kurasa aku harus pergi sekarang. Sampai bertemu lagi..” Krystal kemudian berjalan melewati Sehun.

“Kau tidak ingin merayakannya denganku?”

Langkah Krystal terhenti, Merayakan? Oh, merayakan pekerjaan barunya. Ia menoleh, “Malam ini?”

Sehun mendecakkan lidahnya, “Tentu. Kan sudah kubilang ‘Ayo kita rayakan pekerjaan barumu nanti malam,’ tapi dirimu tidak membalasnya.”

Krystal menyengir, “Kurasa aku tidak bisa malam ini. Aku mempunyai kegiatan lain. Aku akan membuatkan hadiah malam ini untuk Victoria Oemma, Luna Unni, Amber, dan Sulli. Jadi aku tidak bisa malam ini.”

“Membuatkan hadiah? Kau akan memasak?”

Krystal terkejut, “Bagaimana kau tahu? Ya, aku akan memasak. Malam ini, aku harus membeli bahan-bahannya jadi aku tidak bisa.”

“Maksudmu malam ini kau akan berbelanja bahan makanan?”

Krystal mengangguk. Dia baru saja akan pamit untuk kedua kalinya, Sehun tersenyum lebar.

“Aku tahu,” Kata Sehun, “Bagaimana jika aku ikut dirimu berbelanja, terus kita akan merayakannya? Bagaimana?”

Krystal mendecakkan lidahnya. Dia belum memutuskan seperti apa hubungannya dengan Sehun, Sehun menyeretnya lebih dekat. Krystal sangat tidak menyukai hal ini. Dia… Dia takut jika ini semua akan berakhir buruk.

“Krystal-ah..” Sehun melambaikan tangannya ke Krystal yang sedang melamun.

“Ah..” Krystal tersadar, “Ara…” Kata Krystal pasrah.

.

.

.

Wendy terus membuntuti Sehun sejak kejadia beberapa malam yang lalu. Dia ingin tahu apakah Sehun dekat dengan perempuan yang membuatnya jealous atau tidak. Hari ini, Wendy mendapatkan jawabannya bahwa Sehun memang dekat dengan perempuan itu.

Wendy membuntuti Sehun sejak pagi-pagi. Pagi hari Sehun ke sebuah Cafe sampai malam. Pada malam harinya, Sehun ke galery ibunya dan itu membuat Wendy bertanya-tanya. Rupanya, perempuan itu bekerja di galery ibunya Sehun. Mereka berbincang-bincang, cukup lama, bagi Wendy. Mereka-Sehun dan perempuan itu – berjalan bersama.

“Tolong ikuti mereka.” Perintah Wendy ke supirnya.

Mobil Wendy mengikuti mereka yang menaikki bus, mereka turun di sebuah supermarket. Wendy mengkerutkan keningnya. Untuk apa?

Satu jam. Satu jam dan mereka belum keluar. Wendy yang sudah tidak sabar memutuskan untuk keluar. Dia memasukki supermarket tersebut. Wendy berlari-lari agar dapat menemukan Oh Sehun. Hal yang tidak mungkin karena supermarket ini lumayan besar.

Tapi, dewi fortuna sedang berpihak kepadanya. Wendy menemukan Sehun dibagian bumbu dapur, tentu saja bersama perempuan itu. Melihat kedekatan mereka membuat Wendy kembali jealous. Ide terlintas di benak Wendy. Dia berjalan mendekati mereka berdua yang sedang berdebat sesuatu.

“Sehun-ah itukah dirimu?”

Mereka berdua terkejut dan menoleh ke arah Wendy, Krystal menatap Wendy bingung dan Sehun menatap Wendy terkejut.

“Apa yang dirimu lakukan disini? Bukannya dirimu bilang tidak bisa ikut kami makan-makan karena harus mengerjakan skripsimu?”

Sehun tambah terkejut. Apa maksud Wendy? Perempuan satu ini pasti tidak mempunyai akal lagi.

“Ah benarkah?” Krystal mengeluarkan suaranya. Wendy dan Sehun menoleh kepadanya. Krystal menoleh ke Sehun, “Kenapa harus bilang kepada teman-temanmu harus mengerjakan skripsi padahal kita ingin makan bersama malam ini?”

Wendy sekarang seperti orang bodoh. Dia.. Dia ingin membuat perempuan di depannya merasa jika Sehun ada yang memiliki, ingin membuat perempuan di depannya berpikir dua kali jika ingin mendekati Sehun, ingin membuat perempuan di depannya CEMBURU. Faktanya, dialah yang cemburu disini.

Sehun dan Wendy sama-sama terdiam, “Sepertinya kalian mempunyai masalah yang harus diselesaikkan segera. Aku tinggal kalian berdua ya…” Krystal mengambil bumbu karinya kemudian mendorong troli-nya, hanya beberapa langkah, Krystal berbalik lagi, “Makannya besok saja. Sehabis aku pulang kerja.” Katanya untuk Sehun dan sehabis itu dia terus mendorong trolinya, menjauh dari Sehun dan Wendy.

Sehun menatap Wendy tajam, “Apa yang kau lakukan disini?” Desis Sehun.

Oppa..” Hanya kata itu yang keluar dari mulut Wendy. Wendy berusaha mengontrol dirinya, “Ak-Aku hanya ingin berbicara denganmu.. Tapi kau terus menjauh, jadi..”

“Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan.” Potong Sehun. “Hubungan kita sudah berakhir. Aku juga tidak ingin berbaikkan denganmu.” Sehun mendekati dirinya ke Wendy dan ia berbisik ke telinga Wendy, “Aku bukan bonekamu.” Ia kemudian menjauh kembali, “Menjaulah dariku. Ingat, ini semua adalah salahmu bukan?” Sehun kemudian meninggalkan Wendy.

Lagi-lagi, Wendy harus menerima dirinya, tersakiti oleh Oh Sehun.

.TBC.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s