State of Grace (Chapter 7)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

    Krystal melihat bayangannya dari cermin. Bagus. Dia tidak terlalu kelihatan habis menangis. Krystal melihat jamnya. Sudah dua puluh menit dia meninggalkan Sehun. Astaga sudah dua puluh menit?! Dengan langkah cepat dia menuju meja mereka. “Maaf membuatmu menunggu lama.” Kata Krystal ketika sudah sampai.

Sehun tersenyum, “Tenang saja.” Jawabnya lembut. Krystal tersenyum kemudian menunduk menikmati makanannya.

“Aku ingin mengajakmu ke satu tempat lagi sehabis ini.” Krystal mendongak. Raut tidak setuju terpancar dari wajahnya ketika mendengar kalimat Sehun. “Hanya satu tempat dan itu searah dengan stasiun. Kau mau kan?” Sehun mencoba membujuk Krystal.

“Baiklah.” Datar dan Krystal menghela nafas.

“Kau pasti akan suka..” Sehun berkata sambil tersenyum. Krystal mengangguk, tersenyum tipis dan kembali menikmati makananya.

.

.

.

Astaga itu benar-benar Oh Sehun?! Seulgi masih diam di tempatnya. Di depan computer yang menayangkan rekaman langsung dari CCTV tempat Sehun duduk. Dia duduk dengan wanita?! Ya ampun…..
“Dia bahkan tidak pernah cerita dengan ku..” Seulgi menopang dagunya. “Aku kembali lagi tidak punya teman dalam urusan jomblo..” Lanjutnya.

“Sayang kau datang..” Ayah Seulgi masuk. Seulgi cepat-cepat mengeluarkan rekaman agar ayahnya tidak melihat. “Apa yang kau lakukan?” Tanya ayahnya melihat perilaku anaknya.

Seulgi kelagapan, “Tidak apa-apa… Bermain game ayah..” Ayah Seulgi cemberut, “Jangan berlaku seperti itu. Bisa memalukan orangtua.” Seulgi tersenyum polos dan mengangguk. “Ayo cepat kita pulang!” Seulgi kembali tersenyum dan berjalan menuju ayahnya.

.

.

Sehun memandang Krystal yang berjalan di belakangnya, “Ayolah kenapa lama sekali..” Gerutu Sehun karena Krystal jauh di belakangnya. Dengan cepat dia memegang tangan Krystal dan menariknya agar sejajar dengannya. Mereka berdua berjalan seperti itu menuju tempat yang mereka tuju.

Hufh.. Untung saja mereka belum pulang..” Kata Sehun ketika sampai di sebuah taman. Krystal mengkerutkan dahinya, “Apanya yang belum pulang? Orang-orangnya?” Pandangan Krystal ke orang-orang yang duduk dan berlalu lalang di taman. Sehun mendecakkan lidahnya, “Bukan. Nanti kau juga akan mengerti.” Sehun menarik tangan Krystal ke taman itu.

   “So lucky, my love so lucky to have you.  So lucky to be your love, i am hmm….”

Krystal menoleh ketika melihat sebuah band menyanyi. “Kau…” Sehun tersenyum lebar, “Ya. Aku ingin mengajakmu melihat ini. Bagaimana? Kau suka?” Seulas senyum terukir di bibir Krystal. Krystal mengangguk.

“Mereka adalah teman-teman kuliahku. Yang ditengah adalah Kyungsoo. Sebelah Kyungsoo adalah Baekhyun. Orang yang bermain gitar adalah Chanyeol. Terakhir, yang bermain cajón (re:kahon) adalah Yixing.”

“Mereka….” Krystal menatap Sehun, “Mereka menakjubkan!” Kata Krystal sambil tersenyum.

Sehun tersenyum, “Di sebelah sana ada bangku kosong. Ayo kita duduk!” Sehun mengajak Krystal duduk di bangku yang letaknya pas di depan band.

Saat duduk, Sehun melemparkan senyum ke orang yang bermain gitar. Siapa namanya? Ah, ya, Chanyeol. Chanyeol membalasnya.

“Apa ini termasuk ke perayaan pekerjaan baruku?”

Sehun menoleh, “Tidak. Ini termasuk ke dalam perayaan tapi bukan untuk pekerjaan baru mu.”
“Jadi apa?”

“Perayaan ulang tahun mu.”
“APA?!” Tenggorokan Krystal tercekat, “Pe-perayaan ulang tahun ku?”
Sehun tersenyum, “Kau terkejut? Apakah kejutanku berhasil?!”
“Apa maksudmu?!” Krystal menatap Sehun tajam. Sehun tersadar dengan tatapan Krystal, “Kenapa kau tidak suka?” Tanya Sehun polos.

Krystal bangkit dari tempat duduknya, “Aku ingin pulang.” Dia langsung meninggalkan Sehun. Sehun bingung. Dia langsung berdiri mengejar Krystal.

“Kenpa kau marah? Kau tidak suka?” Sehun berusaha menyamakan langkahnya kepada Krystal. Krystal sama sekali tidak menoleh. “Hey!” Tanganya sampai di bahu Krystal. Sehun menghadapkan Krysta kepadanya.

Krystal menunduk. Tapi Sehun yakin jika mata Sehun berkaca-kaca. “Krys…” Suara Sehun merendah, “Ada apa? Apa aku salah?” Tanyanya lembut.

Krystal tetap diam menunduk. Pelan airmata Krystal turun. “Aku tidak suka merayakan ulang tahunku….” Lirih… Krystal akhirnya berbicara.

Sehun terkejut. Tidak suka?! Tapi kenapa? Bukannya itu saat-saat yang paling membahagiakan? Sehun bingung. Dia mendekatkan tubuh Krystal ke dirinya dan memeluknya, “Maaf aku benar-benar tidak tahu…” Kata Sehun dengan nada bersalah. Krystal tidak menjawab.

Hening beberapa saat. Hanya tangisan Krystal yang terdengar, “Tapi terimakasih karena sudah merayakannya untuk ku..” Krystal akhirnya berbicara kembali.

.

.

.

Sehun menopang dagunya. Melihat semuanya kosong-sesuai dengan pikirannya yang sedang kosong. Bahkan, buku-buku yang harus dia baca tergeletak tak tersentuh. Pak! Seorang menepuk meja menyadarkan Sehun, dia langsung menoleh dan mengehembuskan nafas ketika melihat siapa yang melakukannya. “Hai sepupu..” Sapa Sehun tak bersemangat.

“Hai juga sepupu..” Seulgi tersenyum dan duduk di depan Sehun, “Terlihat murung. Karena gadis itu ya?”

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Empat detik.

Sehun tetap diam di tempatnya. “Yak!” Seulgi memukul pundak Sehun, “Ya?” Dia tersadar, “Ada apa?” lanjutnya. Seulgi mengeluarkan death-glare, “Kau tidak mendengar apa yang ku katakan?”

Sehun mendesah, “Jika tentang Wendy aku tidak peduli.”

Seulgi langsung mendekat, “Tentang Wendy? Ada apa dengan Wendy? Ah…. Pasti terjadi apa-apa karena dirimu sekarang berjalan dengan gadis baru.” Celoteh panjang lebar Seulgi.
Sehun membulatkan matanya, “Tentu aku tahu. Pelayan yang memberi tahuku.” Seulgi langsung menjawab pertanyaan Sehun yang ia dapat dari tatapan Sehun.

Sehun kembali terdiam. “Aku sudah menyelesaikan masalah ku dengan Wendy. Aku bilang padanya jangan menganggu ku lagi…”

“Dan tentang gadis itu?

“Nama gadis yang kau maksud Krystal Jung. Aku.. Aku menyukainya. Tapi entahlah…. Dia menjauh dari ku…”
Seulgi mengertukan keningnya, “Menjauh? Tapi kalian baru makan malam lima hari yang lalu. Bagaimana bisa menjauh?”

Sudah lima hari ya? Sehun baru tersadar. Dia merasa jika sudah sebulan. Bukan sudah lama sekali dia tidak melihat gadis itu. Tidak mendengar suaranya. Tidak mengetahui bagaimana kabarnya.

Krystal menjauhinya setelah malam dia menangis. Tidak menjawab teleponnya. Tidak menjawab smsnya. Kalau Sehun ke teater penjaganya bilang tidak ada. Dia sudah menunggu di teater ketika malam hari, tapi Krystal tidak muncul juga. Ke gallery ibunya juga sama. Tapi ia sungkan menanyakan dimana Krystal. Takut jika ini mencurigakan orang-orang.

   Tap! Seorang menepuk bahu mereka-Seulgi dan Sehun.

“Tante?!”

Mom?!”

Keduanya terkejut melihat Tifanny yang ada disitu, “Hai Seulgi, sudah lama sekali kita tidak bertemu bukan? Bagaimana kabarmu?” Tifanny memeluk Seulgi. Seulgi tersenyum, “Sangat baik tante..”
“Oh apakah tante menganggu diskusi kalian?” Tifanny menatap kedua orang didepannya. Keduanya menggeleng. “Tidak sama sekali tante. Aku hanya menyapanya. “ Seulgi membuka mulutnya. “Sepertinya kalian butuh waktu jadi aku tinggal dulu.” Dia kemudian bangkit dan sekali lagi memeluk Tifanny. Kemudian menjauhi meja Sehun.

Tifanny menatap lembut anaknya, “Ayo kita makan siang bersama.”

Sehun menggerutkan keningnya. Sejak kapan ibunya mengajak ia makan bersama? Tapi tak apalah dia juga sedang bosan membaca buku-buku, “Baiklah.”

.

.

.

Empat puluh lima menit kemudian Tifanny dan Sehun sudah di restaurant. Tifanny memesan steik sedangkan Sehun memesan Pasta.

Mom dengar sebentar lagi dirimu akan terjun ke lapangan?” Tifanny membuka percakapan di antara mereka. Sehun mengangguk, “Ya. Sekitar dua minggu lagi.”
“Sudah siap?”
Sehun ingin menjawab tetapi ia terpaksa menutupnya kembali. Seorang pelayan membawa pesanan mereka

“Entahlah. Masih banyak masalah yang harus ku selesaikan.” Jawab Sehun jujur sambil memakan pastanya. Terutama masalah dengan Krystal, lanjut Sehun dalam hati.

Tifanny mengangguk. Dia kemudian menatap anaknya. Hendak berbicara tetapi merasa ragu. Tifanny mendesah. “Sehunnie…”

Sehun menatap lurus ibunya, “Tenang saja. Sehun akan menjaga kesehatan Sehun. Makan yang cukup. Tidur yang cukup. Meminum vitamin. Mom tenang saja.” Kemudian Sehun memasukkan pasta ke mulutnya.

Mata Tifanny tiba-tiba melebar, “Ya, ampun…. Benarkah itu Krystal?” Sehun langsung menoleh. Senyumannya melebar.

Mom….   Sehun baru ingat jika ada pertemuan mendadak dengan salah satu professor. Jadi Sehun permisi dulu ya…” Sehun segera bangkit dari tempat duduknya, dengan regesa-gesa mengambil tasnya dan mencium ibunya. Langsung pergi meninggalkan restaurant.

Tifanny membuka mulutnya, tetapi Sehun sudah pergi. Tifanny hanya menghela nafasnya. Anak ini…… Selalu pergi disaat-saat penting.

Dering hp terdengar. Tifanny melihat siapa yang menelepon dan segera mengangkatnya, “Iya Wendy sayang… Ah, tentang itu. Mom belum menyampaikannya. “ Tifanny mendengar omongan dari seberang, “Ya itu benar tadi Mom mengajaknya makan siang. Tetapi sebelum Mom berbicara tentang hal itu dia sudah pergi. Katanya dia lupa jika hari ini harus bertemu dengan salah satu professornya.” Terdiam lagi. Menunggu Wendy selesai bicara, “Tenang saja. Mom akan mengusahakan hal itu.” Dan percakapan mereka selesai. Tifanny memasukkan kembali hp-nya. Dalam hati ia berkata, Malam ini rencananya harus berhasil.

.

.

.

Krystal terkejut ketika ada yang memegang pundaknya. Segera ia memegang tasnya, berputar sambil mengangkatnya tinggi-tinggi, bersiap-siap memukul orang yang memegang pundaknya. “Sehun?!” Kata Krystal tercekat.

Sehun tersenyum lebar, “Benar itu dirimu!” Riang. Nada suaranya sangat gembira. “Kau harus tahu jika aku berlari-lari mengejarmu sedari tadi.” Lanjut Sehun.

Krystal masih diam. Dia masih tidak mengerti apa yang terjadi.

“Oh ya, kau bisa menurunkan tas mu.” Krystal segera menurunkan tasnya dan tersenyum malu.

“Kenapa kau bisa ada disini?” Tanya Krystal.

“Aku baru saja makan siang dengan Mom. Terus aku melihat mu dan aku mengejarmu. Kau tahu, kau seperti menghindar dariku jadi menurutku, kesempatan yang sangat bagus jika aku bisa mengajak mu mengobrol.” Jawab Sehun panjang lebar.

Krystal terdiam sejenak, dengan lirih ia berkata, “Aku tidak menghindari mu… Sungguh.”

“Jadi apa? Kau tidak menjawab teleponku. Kau tidak menjawab smsku. Bahkan aku tidak bisa menemui mu lima hari ini. Di teater, di gallery Mom.” Lanjut Sehun panjang lebar.

Krystal menundukkan pandangannya. Ia menghela nafas. “Aku hanya pergi ke luar kota lima hari ini. Ada urusan mendadak yang harus ku selesaikan.”

Sehun diam, tidak menanggapi. Dia tahu. Dia tahu jika Krystal berbohong.

“Jika aku berbuat salah, maafkan aku.” Krystal langsung menoleh. Sehun menatapnya dengan tatapan memohon. “Aku mencintaimu.” Kata Sehun jujur.   “Oh Sehun telah jatuh cinta kepada Krystal Jung.” Lanjutnya. “Kau tahu, aku suka segalanya tentang mu. Aku jatuh cinta kepada kebaikan hati mu. Ketika kita bertemu pertama kalinya, aku menyukaimu. Kita bertemu kembali, kita berbincang-bincang, itu membuatku yakin terhadap perasaanku.”

Krystal terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Otaknya kosong. Dia belum siap untuk bertemu dengan Sehun lagi. Sekarang, Sehun mengatakan hal itu kepadanya. Bukankah seharusnya ia berbahagia? Sehun juga jatuh cinta kepadanya. Tetapi hatinya nyeri. Tanpa dapat dicegah airmatanya turun.

“Krys…” Sehun menatap Krystal khawatir. Tangannya terangkat inging menghapus air mata Krystal. Tetapi….. Krystal menahan tangannya.

“Aku tidak apa-apa sungguh….” Krystal menghapus air matanya sendiri. Tertawa sumbang. Tetapi terhenti karena tatapan Sehun.

“Kau berbohong. Dan aku harap kau ingin mengatakannya kepadaku. Mengatakan apa alasanmu berbohong.”

Diam. Krystal hanya diam. Tidak membantah. Tidak mengelak. Tidak berkomentar apa-apa.

“Kau tahu, kau juga tidak harus membalas pernyataanku sekarang. Nanti saja. Nanti setelah pikiranmu tenang.” Lanjut Sehun.

Krystal menghela nafasnya, “Aku…” Dia terdiam kembali. Menarik nafas, berbicara lagi, “Jika sudah saatnya aku pasti memberi tahu apa alasanku berbohong.”

.

.

.

Amber langsung berlari memeluk Krystal ketika gadis itu datang ke f(x). “Aku sangat merindukanmu…. Sangat, sangat, sangat merindukanmu!!!”

Krystal terkekeh menerima perlakuan Amber, “Aku juga merindukanmu…” Ia membalas pelukan Amber.

“Aku juga berharap kau merindukanku juga.” Suara dari sebelah kirinya membuat Krystal menoleh, Sulli disana dengan wajah yang imut.

“Oh…. Aku juga merindukanmu. Juga merindukan Luna Oenni dan Victoria Oemma.”

Setelah itu, mereka bertiga, Sulli, Krystal, dan Amber tertawa.

“Krystal sayang…” Victoria yang dari tadi di dapur datang. “Senang melihatmu lagi…” Victoria langsung memeluk Krystal.

Krystal membalas pelukan Victoria sambil tersenyum lebar, “Aku juga senang melihat Oemma…” Victoria terkekeh mendengar panggilan Krystal untuk dirinya. “Dan tentu aku akan datang ke acara pertunangan Oemma dengan Changmin Oppa..” Lanjut Krystal.

“Adik kecilku sudah datang….” Sekarang Lunalah yang datang dari dapur. “Sekarang, cepat bantu kami semua!” Lanjut Luna pura-pura galak.

Krystal pura-pura kesal, “Seharusnya aku tidak datang terlalu cepat.”

Mereka berlima tertawa. Krystal langsung mengikuti Luna untuk membantu persiapan pertunangan Victoria dan Changmin.

.

.

.

Acara pertunangan sukses. Sekarang, para hadirin sedang menikmati pesta yang di sediakan. Menari mengikuti alunan music. Menyanyikan lagu-lagu. Semuanya terliaht gembira. Luna Oenni terlihat tertawa bersama teman-temannya, dan Krystal mengetahui mereka, Jonghyun Oppa, Onew Oppa, Taemin Oppa, dan Key Oppa. Amber sedang menari-nari bersama para hadirin. Sulli, sedang mengobrol dengan seorang tamu yang sangat Krystal kenal, Minho Oppa.

“Mereka putus lagi.” Victoria telah duduk di sampingnya. Memegang segelas minuman.

Krystal menoleh, “Siapa?”

“Sulli dan pacarnya. Mereka putus lagi.”
“Putus lagi?” Kata Krystal tak percaya.

“Dan Sulli yakin jika mereka tidak akan bersama lagi.”

Krystal tertawa mendengar hal itu. Yakin?! Sulli sudah sering mengatakannya, tetapi ia selalu kembali lagi.

“Bagaimana denganmu?”

Krystal menoeh kembali, “Bagaimana apanya?”

Victoria tersenyum penuh arti, “Hubunganmu dengan Oh Sehun?”

Krystal terkekeh, “Amber yang memberitahu bukan?”
Victoria mengangguk. “Bukan hanya kepadaku, tetapi kepada Luna dan Sulli. Dia menceritakan hal ini dengan sangat antusias. Mereka juga antusias mendengarnya.”

Krystal hanya mengangkat kedua bahunya, “Entahlah.”

“Aku juga tahu bahwa kau pergi lima hari ini karena Oh Sehun.”
Kali ini senyuman Krystal memudar. Dia menunduk.

“Aku mengerti masalahmu. Aku mengerti apa yang kau takutkan. Tetapi, mungkin dia adalah jalan keluar dari masalahmu.”

Krystal menoleh, “Dia terlalu sempurna. Pintar, tampan, menawan, berasal dari keluarga kaya. Aku?   Di tinggalkan di panti asuhan. Kemudian lari ketika umur 12 tahun dari panti asuhan itu. Tinggal bersama mu. Sekolah tidak tamat.” Airmatanya sudah turun.

“Yang ku takutkan bukan hanya orang yang kucintai meninggalkan diriku. Bukan karena perilaku Oemma yang meninggalkanku di panti asuhan kemudian pergi entah kemana. Tetapi, aku merasa jika aku tidak pantas untuknya.”

Victoria menarik Krystal kedalam pelukannya, “Kau tahu, pacar Sulli dulu, setiap datang ke sini selalu mengajaknya. Sehun sebenarnya terlihat enggan.” Victoria terkekeh mengingat muka Sehun, “aku mengajaknya mengobrol. Dan aku tahu jika ia orang yang baik. Percayalah, dia tidak akan meninggalimu karena masa lalu mu yang buruk.”

“Ku harap aku bisa mempercayai perkataan Onnie.”

.TBC.

Yuhuu…..  Akhirnya kembali lagi…..  Saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya karena gak sering update….  Semoga liburan ini (Terutama minggu ini) saya bisa segera meng-update FLIPPED

Terimakasih kepada semua orang yang sudah menunggu fanfiction abal-abal saya….  Terimakasih juga atas blog like-nya di fanfiction FLIPPED ^^

Semoga kalian menikmati liburan seperti saya yang menikmati liburan ini…

Warm Regards

Ally ^^