Flowers (24)

If I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms 

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

Almost is Never Enough -Ariana Grande-

***

Permintaan Kedua: Harapan Krystal

.

.

.

Sehun menyandarkan tubuhnya di dinding kelas. Dia menatap serius Suzy, “Aku tidak bercanda.. Aku benar-benar ingin putus denganmu.”

“Tapi kenapa? Apa aku berbuat salah padamu?”

Sehun menggeleng, “Tidak. Aku…. “ Sehun menghembuskan nafasnya, “Akhir-akhir ini aku sedang banyak masalah. Aku butuh menyelesaikan masalahku satu-satu.”
“Jadi kau menganggapku sebagai masalah?” Suzy memotong omongan Sehun.

“Tidak. Tapi dirimu berkaitan dengan masalahku.”

Suzy menatap Sehun tidak percaya. Dia tidak begitu saja menerima alasan Sehun, “Aku tidak mempercayainya. Pasti ada alasan yang lebih rumit!”

Sehun menghela nafas, “Ya. Ada alasan yang lebih rumit. Tapi aku tidak bisa memberitahunya.”
Suzy mendekatkan diri ke arah Sehun, “Katakan kepadaku Oppa.. Mana tahu aku bisa membatumu….”
Sehun menghela nafasnya. Ia terdiam. Ia terlihat memikirkan sesuatu. “Baiklah. Aku telah bertunangan…”

Suzy menatap Sehun dengan alis terangkat. Sedetik kemudian ia tertawa, “Sebegitunyakah dirimu ingin putus denganku Oppa? Tidak adakah alasan yang lebih bagus dari pada itu?” Sehun menatap Suzy tajam. Tentu saja tidak. Sehun telah mengatakan yang sebenarnya.

“Baiklah,” Suzy berbicara kembali, “Dengan siapa dirimu bertunangan?” Sehun terdiam. Dengan siapa? Jika ia bilang Suzy tidak akan percaya. Siapa yang akan percaya dengannya? Mengetahui bagaiamana sikap dia kepada Krystal.

“Ayo dengan siapa?” Tanya Suzy yang sudah tidak sabaran, “Jangan-jangan dengan fans nomor satu mu itu hah? Dengan Krystal Jung?”

“Ya.” Sehun mengucapkannya tanpa berpikir. Tidak ada salahnya mengatakannya. Terserah jika orang-orang ingin percaya atau tidak.

Suzy melongo, “Kau bertunangan dengan Krystal?!” Suzy tertawa, “jika begitu kenapa kau berpacaran denganku? Kenapa diam saja ketika dia di-bully olehku? Kenapa? ” Suzy berhenti sejenak untuk menarik nafas, “Baiklah… Kita putus.”
Sehun menganggukkan kepalanya, “Terimakasih…”

“Untuk?”
Sehun tersenyum lembut ke Suzy, “Terimakasih untuk dua tahun ini. Juga, terimakasih karena sudah ingin putus denganku.”

.

.

.

Bibi Kwon menatap Nyonya mudanya dengan tatapan sedih. Kapan Nyonya mudanya akan tersadar? Sudah tiga bulan ini Bibi Kwon rutin mengunjungi Krystal . Tiga bulan ini juga dia tidak melihat orang sok sedunia-Oh Sehun mengunjungi Krystal sejak Sehun meninggalkannya ketika menangis. Lagi pula kenapa dia mengharapkan Sehun mengunjungi Krystal? Sudah bagus orang bernama Sehun itu tidak mengunjungi Krystal lagi.

Trek! Nyonya Jung terlihat masuk kedalam ruangan. Ia langsung tersenyum melihat Bibi Kwon, “Bibi tidak makan siang terlebih dahulu? Sudah waktunya makan siang dan sebaiknya Bibi makan terlebih dahulu.”

Bibi Kwon tersenyum lembut, “Saya tidak lapar Nyonya. Saya akan makan jika saya ingin.”

“Makanlah terlebih dahulu. Sudah dari pagi anda disini bukan? Sekaligus refreshing… Tidak baik juga di sini terus-menerus. Biarlah saya menjaga Krystal selagi anda makan.”

Bibi Kwon tersenyum kemudian mengangguk. Tidak mungkin lagi ia menolak perintah dari Nyonya-nya. Ini adalah bahasa halus agar dia makan terlebih dahulu. Bibi Kwon tak lupa membungkukkan badannya sebelum pergi.

Ia mendesah.   Menatap kosong ke sekeliling ruangan rumah sakit. Dengan langkah gontai, Bibi Kwon langsung menuju kantin yang terletak di lantai yang paling bawah. Ia memesan ramyun untuk makan siang. Ia meminta ramyunnya di bungkus. Rencananya ia akan makan di taman. Mungkin Nyonyanya benar, tidak baik juga ia terus-terusan di dalam ruangan yang sama.

“Ini pesanannya.” Seorang perempuan berumur 20-an menyerahkan satu kantong plastic ramyun. Bibi Kwon menerimanya dengan senyuman. Dia berbalik. Berbalik menuju taman. Tetapi langkahnya terhenti ketika dia melihat Oh Sehun. Melihat Oh Sehun yang sedang bersama seorang perempuan. Mereka menggunakan seragam sekolah yang sama. Dan namja itu sedang tersenyum lembut kepada perempuan itu.

.

.

.

Sehun tersenyum setengah hati melihat Suzy yang mengajaknya untuk berbicara di taman rumah sakit. Dia menghela nafas. Siapa sangka dia akan menemukan Suzy disini?

Sejak dia memutuskan Suzy, hubungan mereka bisa dibilang biasa-biasa saja. Mereka tidak saling benci-membenci. Malah satu bulan ini Suzy sibuk mengejarnya. Suzy ingin kembali lagi bersamanya. Tentu saja Sehun menolak hal itu. Terlalu banyak masalah yang ada dan dia tidak ingin menambah masalahnya lagi.

Tak disangka dia bertemu Suzy disini. Sehun teringat jika kakeknya Suzy sedang dirawat. Tapi dia tidak menyangka kakeknya dirawat di rumah sakit yang sama dengan Krystal. Akhirnya, dia tidak dapat menghindar lagi dari Suzy.

“Ku dengar Oppa akhir-akhir ini sibuk.” Suzy membuka percakapan ketika mereka sudah sampai di taman.

“Tidak juga.” Jawab Sehun pendek.

Suzy menarik nafasnya, “Aku…”

Sehun langsung memotong, “Aku akan menjawab tidak jika kau ingin berbalikkan lagi.”

Suzy tersenyum miris mendengar omongan Sehun, “Tidak. Aku tidak ingin berbicara itu.”

“Ingin berbicara apa?”

Suzy kembali menarik nafas, “Myungso menyatakan perasaannya kepadaku. Aku hanya bingung dengan perasaanku.”

“Apakah kau menyukai Myungso?” Sehun melipat kedua tangannya.

Suzy mengangguk, “Kurasa. Tapi aku juga masih belum bisa melupakan Oppa.”

“Kurasa? Kau sepertinya tidak yakin.”

“Aku merasa seperti ketika berpacaran denganmu. Menunggu sms-nya. Merasa senang ketika berbicara dengarnya, bukan mendengar suaranya. Selalu mengingatnya. Tapi aku… Ya, Oppa pasti tahu apa yang akan ku katakan.”

“Dengar, aku tidak ingin memutuskan apapun. Itulah adalah pilihanmu. Kau yang menanggung akibatnya.   Lagipula itu bukan urusanku.” Sehun menjawab dengan nada yang tegas.

Suzy menatap Sehun dengan tatapan memelas, “Tidak bisakah Oppa berkata, aku senang jika kau menerimanya?”

Sehun menatap Suzy, “Aku tidak akan pernah mengatakan hal itu. Tapi aku lebih senang jika kau tidak mengharapkan aku lagi.”

“Tapi Oppa-lah yang memberikan aku harapan…” Suara Suzy berubah parau. “Oppa tahu, lupakan percakapan ini. Aku permisi dulu.” Suzy segera bangkit dan meninggalkan Sehun.

Sehun ingin meninggalkan taman ini tetapi dia menangkap jika Bibi Kwon duduk di tempat Suzy tadi duduk.

.

.

.

Bibi Kwon menghela nafasnya. Sesaat tatapannya kosong. Dia melihat makanannya. “Kau ingin anak muda? Tiba-tiba aku tidak selera makan.” Bibi Kwon memberikannya ke Sehun. Sehun memandangnya bingung, “Ku pikir Anda akan langsung marah-marah,” Kata Sehun dengan nada bingung, “tapi terimakasih. Saya sudah makan.” Lanjut Sehun lagi.

“Maaf…” Sahut Bibi Kwon pelan. Matanya masih menerawang ke bawah. Tatapannya masih kosong. “Maaf telah mendengar pembicaraanmu tadi. Aku benar-benar menyesal.”

Sehun menatap orang disampingnya dengan bingung. Ada apa dengan pelayan pribadi Krystal ini? Mengapa dia sangat aneh? Sesaat dia marah-marah ke Sehun. Menyalahkan Sehun. Kemudian merasa menyesal. Meminta maaf ke Sehun. Benar sih jika Bibi Kwon membuat Sehun kesal. Tetapi perminta maafnya bukan karena membuat Sehun kesal. Perminta maaf yang sepertinya memiliki arti yang lebih dalam.

“Saya tidak mengerti apa maksud Anda.” Kata Sehun bingung.

Bibi Kwon tersenyum kecil, “Saya…. Nyonya muda selalu mempercayai Anda. Entah kenapa. Saya juga bingung. Suatau hari, saya pernah bertanya, ‘Mengapa Nyonya Muda sangat mempercayai Oh Sehun?’ Nyonya muda tersenyum. Dengan tenang ia menjawab, ‘Aku selalu bahagia jika di dekatnya. Ia adalah orang yang ramah, lucu, baik, pengertian….. Aku mempunyai harapan jika ia adalah orang yang dapat membahagiakan aku. Aneh bukan? Tapi itulah yang aku harapkan.’ ” Terdiam. Hening. Bibi Kwon tersenyum mengingat kenangan itu.

Masih tersenyum, Bibi Kwon melanjutkan“Aku hanya tertawa ketika mendengar jawaban Nyonya Muda. Yang kupikirkan adalah, Dasar anak muda yang sedang jatuh cinta! Waktu berjalan. Ketika kalian dijodohkan aku tak bisa melupakan betapa bahagianya Nyonya Muda. Tapi setelah itu keadaan berubah. Nyonya muda masih menggantungkan harapannya kepada mu. Entah kenapa ia masih menggantungkannya. Akupun bertanya kembali, ‘Kenapa Nyonya muda masih mengharapkannya? Sedangkan ia melakukan hal yang sangat buruk kepada Nyonya?’ Nyonya muda tersenyum. Tatapan matanya sendu ketika menjawab, ‘Karena aku masih mempunyai harapan kepadanya. Harapan jika dia dapat membuatku bahagia. Entahlah bi…. Aku sendiri lelah membujuk hatiku agar melupakannya. Setelah apa yang ia perbuat kepadaku. Tapi hatiku masih yakin jika ada harapan untuknya.’ Begitulah yang Nyonya muda katakan.”

“Aku masih tidak mengerti apa maksud Anda.” Sahut Sehun yang masih bingung. Jujur, dia memang sangat-sangat bingung. Apa hubungannya dengan permintaan maaf tadi? Hanya cerita tentang Krystal yang lagi-lagi berhubungan dengan dia. “Apa hubungannya dengan perminta maaf Anda?” Tanya Sehun lagi. Tiba-tiba matanya membulat. Ya. Iya teringat kepada sesuatu. “Apakah pembicaraanku tadi mengingatkanmu dengan Krystal?”

Bibi Kwon tersenyum. Dalam hati Sehun tahu dia benar. Tapi Sehun juga bertanya-tanya. Pada bagian apa?

Bibi Kwon menarik nafas dan mulai berbicara lagi, “Perempuan tadi mengingatkan aku dengan Nyonya muda. Sama-sama mempunyai harapan kepadamu. Walau aku tidak tahu apa harapan perempuan tadi. Tapi, situasinya sama dengan keadaan Nyonya muda. Itulah yang membuatku sedih. Hal itu mengingatkanku kepada Nyonya muda.” Terdiam lagi. Hening. Sehun tidak berbicara apa-apa. Sehun tidak berkomentar apa-apa. Ia terdiam dengan pikirannya.

Bibi Kwon menoleh ke kirih. Menatap Sehun, “Mohon maaf jika ini sangat lancang. Sebagai bawahan, seharusnya aku tidak minta dirimu untuk apa-apa. Kali ini saja, kumohon kabulkanlah harapan Nyonya muda. Buatlah Nyonya muda bahagia. Tidak harus menikah dengannya. Putuskan saja perjodohan ini. Jangan membuat Nyonya muda tersiksa dengan perilaku mu yang menolak perjodohan ini. Apakah Anda bisa mengabulkannya?” Bibi Kwon menatap Sehun dalam, “Apakah Anda bisa?” Ulang Bibi Kwon.

.TBC.

Hope you enjoy it….. ^^

 

Advertisements

3 thoughts on “Flipped (Chapter 3)

  1. hmm… Sehun-nya emang nyebelin di sini.. dia sedikit.. hmm plin-plan kasihan Krystal sama Suzy-nya kalo begini… huufftt, kayaknya emang pilihan yang tepat.. bikin Sehun menyesal setelah gak terikat sama Krystal lagi ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s