Flipped (Chapter 5)

tumblr_nxtutvlegp1uckjo7o1_500

If I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms 

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

Almost is Never Enough -Ariana Grande-

***

Pungguk Merindukan Rembulan.

.

.

.

Langit mulai mendung.   Beberapa orang di taman mulai memasuki gedung rumah sakit. Menghindar dari serbuan rintik hujan. Kilatan muncul. Disusul dengan suara menggelegar-petir. Sehun melihat semua ini dari jendela kamar Krystal. Ia tersenyum muram. Dia menginginkan jika hari ini cerah. Matahari bersinar terang. Tapi itu seperti mengharapkan angin malam berhembus dari laut ke daratan. Tidak mungkin.

Sama…

Sama seperti ia mengharapkan Krystal bangun.

Flashback start~

          Semua murid kelas XII berteriak senang. Hari Chuseok membuat mereka seperti itu.   Walau cuman satu hari, tapi siapa yang tidak senang?

          Kai memasukkan buku-buku pelajarannya. Ia saat itu terlihat sangat ganteng, karena senyuman mempesonanya. Senyuman yang muncul karena dia telah memikirkan bagaimana menghabiskan satu hari itu. Disebalahnya, Sehun juga seperti itu. Sudah membayangkan bagaimana besok. Satu hari tanpa ia harus belajar. Pasti menyenangkan bukan?

         Kai menepuk bahu Sehun, “Ayo kita ke café Kyungsoo.”

         Sehun menganggukkan kepalanya, “Sudah lama kita tidak kumpul-kumpul bareng.”

        “Kau benar.”

        Mereka berdua kemudian keluar dari kelas. Dengan santai berjalan menuju parkiran mobil.

………

         Sehun mengambil handphonenya. Melihatnya sejenak kemudian menjawab.

        “Nde Oemma.” Sehun diam mendengarkan Oemmanya. Raut wajah kekhawatiran muncul,    “Kenapa? Ada apa?” Oemma Sehun berbicara lagi. “Baiklah. Sehun akan kesana.”

        “Kenapa?” Tanya Kai yang melihat kekhawatiran Sehun.

        “Aku harus pergi sekarang. Ada urusan mendadak.”

        Kai belum menjawab. Sehun sudah pergi meninggalkannya. Kemudian Kai melihat Sehun dan mengangkat kedua bahunya tidak peduli.

.

.

.

        Sehun memasukki rumah sakit dengan langkah yang terburu-buru. Dengan tergesa-gesa ia menuju kamar Krystal.

        “Ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya Sehun ketika ia melihat ibunya. “Oemma ada apa?” Tanyanya lagi karena ibunya hanya menatap dengan tatapan kosong.

       “Masuklah… Masuklah ke kamar Krystal.”

        Krystal kenapa?

        Sehun mengangkat kedua tangannya yang telah bergetar dan meletakan ke dua bahu ibunya, “Apa yang terjadi Oemma?”Tanya Sehun dengan suara yang serak.

Oemma Sehun mengeluarkan tangisan kecil. Dengan terbata-bata ia memegang kedua tangan Sehun yang sudah dingin. Dengan berbisik ia mengatakan sesuatu kepada Sehun.

       Dan sungguh. Kata-kata itu membuat Sehun merasa jika hidupnya telah gagal. Sehun terduduk ke lantai. Ia menangis. Menangis untuk pertama kalinya dalam hidupnya.

.

.

.

        Sehun terduduk di taman rumah sakit dengan tatapan yang kosong. Ditemani dengan perasaan bersalah yang terus menderanya.

“Kemungkinan Krystal sadar sangat sedikit… Dokter sudah menyarankan agar peralatannya dicabut….”

       Sehun mendesis kesal. Mengingat perkataan ibunya.

“Dan orangtua Krystal sudah setuju…”

        Dan perkataan tadi, perkataan yang mengatakan jika orangtua Krystal setuju membuat air matanya kembali turun. Orangtuanya telah menyerah… Tapi kenapa? Tapi, kalau dipikir-pikir Sehun tidak punya kuasa untuk menyanggah omongan orangtua Krystal.

       Sehun menghela nafas. Sial! Sial semuanya! Dia menghapus mukanya dengan kasar. Apa yang harus ia lakukan? Pasti ada yang bisa ia lakukan bukan? Tapi apa?

       “Tuan muda Sehun?”

       Suara Bibi Kwon membuat Sehun menoleh. Sehun menarik bibirnya sedikit, sebagai pertanda ia tersenyum.

       “Bibi… Bibi juga datang?”

       Bibi Kwon duduk di sebelah Sehun. Ia mengangguk. “Anda sedih mendengar kabar ini?”

       Sehun menoleh, “Apa Anda tidak sedih? Anda selalu bersama Krystal sejak ia kecil.”

       Bibi Kwon membuang nafasnya, “Tentu saya sedih.”Jawabnya dengan nada yang teramat sedih. “Tapi Anda pasti juga sedih. Anda teman nyonya muda sejak kecil. Terlebih Anda juga..” Bibi Kwon menghentikan kata-katanya. Dia baru teringat jika dia mengetahui sesuatu yang seharusnya tak boleh diketahui, yaitu Sehun yang menyukai Krystal.

       “Terlebih apa Bi?” Tanya Sehun yang tengah menatap Bibi Kwon dengan tatapan penasaran.

        Bibi Kwon langsung menggeleng, “Tidak apa-apa. Saya hanya salah berbicara.”

        Sehun menatap Bibi Kwon dengan tatapan tidak percaya. Diam-diam Bibi Kwon menelan ludahnya. Gawat!

        “Bi..”

        Bibi Kwon menggigit bibirnya ketika Sehun meminta penjelasan lebih. Sehun masih menatap Bibi Kwon. Dan dilain pihak Bibi Kwon masih berusaha memutar otaknya, mencari alasan.

        “Ah.. Ah..” Bibi Kwon tidak bisa mencari alasan yang tepat. Sedangkan Sehun menatap dengan tatapan yang semakin dalam. “Baiklah.” Kata Bibi Kwon menyerah.

       Bibi Kwon menarik nafasnya dan menghembuskan dengan perlahan, “Saya… Saya tidak sengaja mendengarnya. Sungguh! Saya tidak sengaja mendengarnya!”

       “Mendengar apa Bi?” Tanya Sehun tidak mengerti.

       Bibi Kwon meneguk ludahnya, “Mendengar ketika Anda bilang ke Nyonya muda jika Anda mencintai nyonya muda.” Bibi Kwon terdiam sebentar. Ia benar-benar gugup sampai susah bernafas, “Saya sungguh tidak bermaksud mendengar perkataan Anda. Hari itu saya ingin menjenguk nyonya muda. Dan ketika saya masuk saya mendengar perkataan Anda. Sungguh saya tidak bermaksud lebih! Dan saya benar-benar tidak sengaja!” Jelas Bibi Kwon dengan nada ketakutan.

       Sehun tersenyum geli. Entah kenapa dia merasa tenang Bibi Kwon mengetahuinya. Seperti dia mempercayai Bibi Kwon dan yakin Bibi Kwon tidak akan membocorkannya. “Tenang saja Bi. Saya tidak akan membunuh Anda karena hal itu.”

       Bibi Kwon menghela nafasnya. Ia lega. “Terimakasih Tuan muda.”

       Sehun hanya mengangguk. Hp Sehun berdering. Ada sms masuk. Sehun melihatnya. Dari Oemma.

“Sehun cepatlah ke sini. Kau tidak ingin memberi salam perpisahan kepada Krystal?”

        Sehun menghembuskan nafasnya. Perpisahan?!

        “Bi, kurasa aku harus pergi duluan. Aku akan ke kamar Krystal terlebih dahulu.” Sehun terdiam sejenak, “Untuk memberi salam perpisahan.” Katanya lirih.

       Bibi Kwon mebulatkan matanya. Merasa tidak menyangka hal ini akan terjadi.

       Sehun membungkukan badannya sebelum pergi meninggalkan Bibi Kwon.

Flashback End~

Dan sekarang disinilah Sehun. Masih berdiam diri, belum mengucapkan sepatah katapaun kepada Krystal. Dia sedari-tadi hanya mondar-mandir, mengulurkan waktu, dan berharap Krystal tersadar sekarang juga.

       Cklek~
      Pintu ruangan terbuka. Oemma masuk ke kamar dan menatap anaknya, menatap Sehun yang hanya berdiri menatap kosong Krystal dengan prihatin.

“Waktunya duapuluh menit lagi.” Kata Oemma. Kemudian Oemma berbalik lagi, keluar dari kamar Krystal.

Sehun menghela nafasnya. Duapuluh menit lagi. Dengan gontai dia duduk di kursi dekat Krystal. Dengan perlahan, Sehun mengenggam tangan Krystal.

“Aku mempunyai janji kepada diriku. Aku akan membahagiakan dirimu.” Suara Sehun bergetar. Menahan semua rasa perih di hatinya, “tapi bagaimana aku dapat membahagiakan dirimu, jika…. Jika kau tidak sadar Krys…” Suara Sehun berubah menjadi tangisan.

“Aku tahu, aku tahu, aku berbuat suatu yang salah. Kau boleh marah kepadaku. Kau boleh tidak ingin melihatku lagi. Tapi bangunlah…..” Kata Sehun bersusah payah. Ia bangkit dari kursi dan memeluk Krystal. “Bangunlah… Kumohon…. Bangunlah…”

Suara tangisan Sehun semakin membesar. Pelukannya terhadap Krystal semakin erat.

Dan…

Suara dari layar monitor Krystal menjadi berubah. Sehun tercekat.

Tangisan Sehun semakin menjadi-jadi, “Jangan pergi. Jangan pergi.”

Sebuah tangan menepuk bahu Sehun, “Tidak! Tidak! Jangan sekarang! Kumohon! Tunggu….. aku tidak ingin meninggalkannya sekarang!”

.TBC.

Advertisements

5 thoughts on “Flipped (Chapter 5)

  1. ya ampun….apakah krystal bnar” mninggal????
    moga aja ada keajaiban hingga mmbuat krystal kmbali sadar….
    dtunggu next chapternya kak…
    semangat ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s