tumblr_mkac3lo1p91qd89zjo1_500

If I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms 

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

Almost is Never Enough -Ariana Grande-

***

Note: Gak bisa janji jika meng-update denken konsisten ^^

Anak Kambing Atau Anak Harimau?

Sebuah tangan menepuk bahu Sehun, “Tidak! Tidak! Jangan sekarang! Kumohon! Tunggu….. aku tidak ingin meninggalkannya sekaraaaang!”

 

.

.

.

Siapakah Engkau?

Aku seperti mengenalmu. Aku seperti tahu akan dirimu.

Suara mu selalu menggema di sanubariku.

Ingin ku menjawab, tapi aku masih bertanya di mana aku.

Dimana aku yang terjebak di tempat yang gelap.

Jangankan tempat, siapa aku?

Jika aku kembali, dapatkah aku mengetahui diriku?

Jika aku kembali, akankah aku melihatmu?

Jika aku kembali, bisakah kau tetap berada di sisiku?

 

***

Dengan perlahan-lahan ia membuka matanya. Krystal langsung memejamkan matanya kembali ketika sebuah cahaya putih menyilaukan masuk ke matanya. Kemudian, ia membuka matanya kembali.

Putih.

Belum selesai ia melihat keadaan atas, Krystal menyadari jika seorang sedang memeluknya. Orang tersebut memeluknya erat sambil menangis terisak-isak. Dengan sekuat tenaga, ia mengangkat tangan kananya dan menepuk bahu kanan orang tersebut.

“Tidak! Tidak! Jangan sekarang! Kumohon! Tunggu…. Aku tidak ingin meninggalkannya sekaraaaang!” Teriak orang tersebut. Orang tersebut semakin mengeratkan pelukannya. Dengan tubuh yang lemah, Krystal merasa tidak bisa menahan tenaga orang tersebut dan mulai merasakan sesak.

“Aaa.. Aaakuuu Tiidak.. Bii.. Saa… Ber.. Na… Fas…”

“Krys?!” Sehun segera melepaskan pelukannya.

“Sehunniee?!”

Dan Sehun merasa tidak bisa bernafas. Dadanya terlalu berat. Rasa sesak menggerogoti dirinya.

Kenapa Krystal mengingat dirinya?

.

.

.

Sehun menarik nafasnya. Ia menatap pintu di depannya dan akhirnya memutuskan untuk masuk. Baru beberapa langkah memasuki ruangan nafasnya kembali tercekat. Dia mengepal kedua tangannya, berusaha untuk tidak kehilangan kesadaran lagi. Sehun kemudian membuang nafasnya dan duduk sedikit menjauh dari ranjang Krystal.

Gadis itu sedang tertidur pulas, dan Sehun tidak ingin menganggunya. Sebenarnya ia bahkan tidak punya keberanian untuk melihat gadis itu bangun dari tidurnya. Tidak setelah Krystal masih mengingat dirinya. Walaupun kata orangtuanya, Krystal telah kehilangan separuh ingatannya, ingatan sekitar dua tahun yang lalu, ingatan masa-masa SMA.

“Ehm…” Terdengar lenguhan Krystal.

“Krys….” Kata Sehun pelan. Dia mengenggam kedua jari Krystal.

“Heeh…” Krystal masih belum sadar. Dia menggerakan kepalanya.

“Krys…” Kata Sehun lagi.

Krystal seperti tidak mendengarnya. Dia terus menggerakan ke kanan dan kiri kepalanya.

“Aaaah….” Bersamaan dengan itu, Krystal terbangun dengan nafas terengah-engah.

Sehun masih di samping, masih mengenggam tangan Krystal, “Krys…. Krys kau tidak apa-apa?”

Krystal menoleh ke samping, “Sehunniee…”

Sehun menelan ludahnya. Kenapa Krystal mengingatnya? Kenapa?

“Iya. Ini aku Sehun.” Kata Sehun dengan susah payah.

“Aku mimpi buruk.   Aku mimpi buruk.” Suara Krystal bergetar. “Aku mimpi buruk… Sangat buruk…” Tangisan Krystal keluar.

Sehun memeluk Krystal, “Tenanglah…. Aku berada di sisimu…”

“Apakah kau akan terus berada di sisiku?”

“Apa?” Sehun langsung melepaskan pelukannya. Dia menatap Krystal curiga.

Krystal tersadar ucapannya. Entah kenapa dia merasa bingung dengan ucapannya. Kata-kata itu langsung meluncur dari mulutnya, tanpa ia sadari.

“Aa…. Aku tidak tahu apa yang ku maksud. Hanya meluncur saja dari mulutku.”

Sehun menghela nafasnya dan mengulas senyum, “Tidak apa-apa.” Ia kemudian duduk kembali di kursi, “Apa yang kau mimpikan?”

Krystal terlihat mengingat-ingat, “Entahlah. Aku tidak tahu darimana asalnya. Tapi yang jelas aku berada di dalam air. Ada yang menahan kepalaku. Aku tidak bisa bernafas. Aku mencoba untuk melawan tetapi tidak bisa. Dan itu terus berlangsung sampai aku bangun.”
Nafas Sehun langsung tercekat, apa yang Krystal katakan? Apakah dia sudah ingat? Apakah ini hanya sebuah acting untuk menjebaknya?

Tentu saja Sehun mengingat jika Krystal selalu di bully oleh Suzy. Dan Suzy selalu merendam kepala Krsytal di wastafel toilet. Kenapa Krystal memimpikannya? Atau…. Atau ini hanya jebakan? Krystal ingin balas dendam kepadanya?

“Sehunnie, apa yang kau pikirkan? Apakah kau mengetahui sesuatu?”

Suara Krystal kembal menghentakan Sehun. Sehun menatap Krystal, “Tidak. Aku sama sekali tidak mengetahui hal itu. Mungkin itu hanya mimpi buruk.”

.

.

.

Didalam kebingungannya, Sehun berusaha untuk mencari jalan keluar. Butuh beberapa hari untuk meyakinkan dokter Krystal agar berbicara kepadanya. Sehun akan mencari tahu. Mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Krystal. Dia tidak boleh terus-terusan didera rasa ketakutan, dia harus kembali memegang kendali lagi.

Tok! Tok! Tok!

Sehun mengetuk pintu ruangan dokter Krystal, Dokter Kim Jong Nam.

Cklek~

Seorang perawat membukakan pintu ruangan, “Dokter Kim sedang beristirahat. Mohon temui beliau ketika istirahatnya selesai.”

Sehun segera menahan perawat yang akan menutup pintu, “Saya punya janji dengan Dokter Kim. Bilang jika Oh Sehun sudah datang.”

Perawat tersebut menatap Sehun bingung, “Tunggu sebentar.” Kata perawat tersebut. Perawat tersebut kemudian menjauh dari pintu, membiarkan pintu ruangan sedikit terbuka.

“Oh Sehun?” Tak butuh waktu lama, perawat kembali lagi ke pintu, “Dokter Kim sudah menunggu Anda.” Perawat tersebut mengulas senyuman. Ia membukakan pintu untuk Sehun dan saat Sehun masuk, perawat tersebut keluar dari ruangan.

“Jangan memasang raut wajah curiga seperti itu.” Suara Dokter Kim membuat Sehun menoleh menatap dokter tersebut setelah sebelumnya menatap pintu yang ditutup oleh perawat. “Ini adalah pertemuan rahasia. Hanya kita berdua yang mengetahui apa yang dibicarakan.” Lanjut Dokter Kim dengan senyum manisnya. “Silahkan duduk.”

Sehun mengangguk dan duduk di kursi, yang terletak pas di depan Dokter Kim, “Maaf jika saya menganggu istirahat Anda.”

Dokter Kim tertawa, “Sama sekali tidak. Saya malah menunggu kedatangan Anda.”

“Untuk?”
Dokter Kim membenarkan posisi duduknya. Kali ini dia benar-benar dalam posisi yang sangat serius, “Saya yakin Anda bisa membantu Krystal mengembalikan ingatannya.”

Bagus! Apa Krystal benar-benar berencana menjebaknya?

“Kenapa Anda berpikir seperti itu?” Tanya Sehun dengan suara yang ditahankan. Agar suara tidak terlalu terlihat tidak suka.

“Karena Anda sangat serius mencari apa yang terjadi dengan Krystal. Anda percaya jika keadaan Krystal bukan hanya kehilangan ingatan seperti biasa.” Dokter Kim kembali berbicara, “Ini saya simpulkan karena kegigihan Anda. Selama empat hari ini Anda terus mengejar saya. Mengatakan jika pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Krystal. Saya yang awalnya hanya menganggap angin lalu mulai memperhatikan Anda ketika orangtua Krystal bilang jika Anda adalah sahabat Krystal. Sebagai sahabat, Anda pasti tahu jika ada yang tidak beres dengan sahabat Anda. Maka dari itu saya meninjau keadaan Krystal kembali. Dan saya berkesimpulan jika keadaan Krystal bukan hilang ingatan semata.”

“Bukan hilang ingatan semata?”

Dokter Kim kembali menjelaskan, “Amnesia biasa terjadi kepada orang yang kepalanya terbentur. Ini terjadi karena hippocampus (re: hɪpə(ʊ)ˈkampəs) atau bagian otak yang menyimpan perasaan dan emosi terkena guncangan. Dalam kasus Krystal, entah apa yang terjadi pada dirinya, otaknya menunjukan tidak ada kerusakan tetapi dia mengalami anemia.

“Sebelum hasil otaknya keluar, saya memvonisnya mengalami Post-traumatic Amnesia. Yaitu jenis amnesia yang biasa dialami pasien sehabis kecalakaan. Ketika saya sudah bisa menanyai, dia hanya melupakan kejadian dua tahun dalam hidupnya, sayapun memvonisnya dengan Lacunar Amnesia. Jenis Amnesia yang hanya melupakan sebagian kejadian, tetapi tetap sama, karena Hippocampus terkena guncangan. Tetapi setelah menerima hasil tes otaknya saya memiliki simpulan. Saya yakin jika Krystal mengalami Repressed Memory.”

Repressed Memory?”

Dokter Kim mengangguk, “Repressed Memory atau dulunya dikenal sebagai Psychogenic Amnesia. Itu adalah hilang ingatan yang disebabkan oleh keadaan stress atau keadaan trauma akibat sesuatu. Ingatan itu masih ada tetapi tidak bisa diakses karena merupakan pertahanan psikologi orang tersebut.   Seperti orang yang mempunyai kepribadian ganda dimana baru muncul sebagai pertahanan terhadap dirinya. Keadaan yang dialami Krystal sama, cuman dalam kasusnya ingatan yang menyakitkan ini terkunci tidak bisa di akses.”

“Dan…. Dan ada menyimpulkannya setelah mengetahui ia bunuh diri?”

Dokter Kim kembali mengangguk, “Ketika orang memutuskan untuk bunuh diri, pasti sesuatu yang besar telah terjadi kepadanya. Bagaimanapun juga, meskipun negeri kita masih membudidayakan bunuh diri, hal ini tetap menjadi langkah yang besar.”

Sehun langsung berdiri dari kursinya, “Saya tidak bisa membantunya.”

Ya. Dia tidak bisa membantunya. Karena dialah yang menyebabkan Krystal bunuh diri. Ia tidak bisa. Rasa takut kembali menyelimuti dirinya.

Dokter Kim juga iktu berdiri, “Tenanglah nak… Saya mengerti jika Anda belum siap menghadapi hal ini-“

Sehun menggelengkan kepalanya. Dokter Kim memegang tangan Sehun, “Tenanglah… Anda tidak harus memutuskannya sekarang. Saya memberikan Anda waktu atau saya harus membicarakan ini dengan orangtua Anda dan Krystal.”

Sehun menghela nafasnya, “Tidak usah. Berikan saya waktu untuk berpikir.”

Dokter Kim tersenyum dan menganggukan kepalanya, “Pikirkanlah dengan baik-baik nak….”

.

.

.

Jam menunjukan pukul satu malam. Semua orang sudah terlelap. Kota Seoul menjadi sangat damai pada jam-jam segini.   Hanya beberapa mobil yang melintas. Suara angin lembut terdengar.

Tapi Sehun masih terjaga. Dia tidak bisa terlelap. Hatinya resah tak ada satu tempat tersisa untuk ketenangan. Segala macam hal-hal yang buruk melintas di otaknya, dan semuanya bergemuruh di dalam sanubarinya.

Apa yang harus ia lakukan?

Ia tidak bisa lari dari masalah ini.

Tapi ia takut untuk menghadapinya.

Oh, bukannya ia pengecut?

Ya, ia adalah seorang pengecut.

Jika ia bukan seorang pengecut, ia tidak akan berada disini.

Mendapatkan kasih sayang dari orang tua Krystal padahal dia membunuh anak mereka.

Sehun mengusap mukanya kasar. Sepertinya dia tidak akan menemukan penyelesain malam ini.

.

.

.

“Maaf saya terlambat.”

Sehun segera menoleh, dengan lusuh diapun tersenyum, “Tidak apa-apa.”

Bibi Kwon mengangguk dan duduk di depan Sehun. Ia menatap Sehun dengan aneh, “Anda tidak apa-apa Tuan muda?”

Sehun menggelengkan kepalanya, “Entahlah.”

Bibi Kwon hanya mengangguk. Pura-pura tidak peduli padahal berbagai pertanyaan melintas di dalam benaknya. Kenapa Tuan muda terlihat sangat… Sangat tidak bersemangat? Lingkaran mata, rambut acak-acakan.

“Saya harap saya tidak menganggu pekerjaan Anda.” Suara Sehun kembali menghentakan Bibi Kwon.

Bibi Kwon kembali mengangguk, “Tentu saja tidak. Ada apa?”

“Ini tentang Krystal.”

Dan entah kenapa perasaan tidak enak kembali menyerang. Walaupun Krystal sudah sadar, tetapi tetap saja keadaannya masih simpang siur. “Ada apa dengan Nyonya muda?”
“Krystal mengalami Repressed Memory. Keadaan dimana dia tidak bisa mengingat kejadian tertentu yang dianggap menyakitkan. Ini disimpulkan oleh para dokter karena tidak ada kerusakan pada otaknya tetapi ia mengalami hilang ingatan. Dan juga karena ia melakukan bunuh diri. Yang terakhir adalah dia melupakan masa-masa SMAnya.” Sehun terdiam sejenak, “Bibi tahu bukan alasan dia bunuh diri dan juga apa yang terjadi ketika masa SMA Krystal. Tapi bukan itu yang akan saya bahas.” Sehun kembali terdiam.

Bibi Kwon semakin khawatir. Apa yang akan dibahas Sehun? Apakah Sehun akan melakukan hal-hal yang aneh? Sama seperti Nyonya mudanya?

“Krystal akan melakukan perawatan. Saya ingin dia mengingat dengan perlahan, tidak ada unsur rasa sakit. Bagaimanapun juga mengembalikan sebuah ingatan memberikan rasa sakit yang luar biasa. Apalagi membiarkan ingatan menyakitkan kembali hadir. Maka dari itu, saya mohon kepada Anda agar menyembunyikan buku diary Krystal.”

.

.

.

Krystal tidak dapat berhenti untuk tersenyum. Ia merasa sangat bahagia. Hari ini, dia diizinkan untuk pulang ke rumah. Berbagai macam hal-hal sudah terlintas di otaknya. “Krystal-ssi…” Dokter Kim tersenyum hangat kepada Krystal.

Krystal membalasnya, “Anyeonghaseyo Dokter…”

“Bagaimana keadaan mu? Sudah siap untuk pulang?”

Krystal menganggukan kepalanya, “Tentu saja. Aku sudah bosan di rumah sakit.”

Dokter Kim tertawa, “Ya, saya mengerti apa maksud Anda. Siapa yang betah tinggal di sini?”

“Hai, Krys!”
Sapa riang membuat Dokter Kim dan Krystal menoleh. Dokter Kim sedikit terkejut tetapi ia segera menampilkan senyuman ramahnya. Sedangkan Krystal semakin tersenyum lebar.

“Sehunniee..”

Sehun ikut tersenyum dan melambaikan tangannya.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Krystal riang. Dia benar-benar tidak dapat menghilangkan senyum kebahagiaan dari wajahnya.

“Menjemput mu. Kau ingin pulang bukan?”

Krystal kembali menganggukan kepalanya, “Iya. Kau menjemput ku? Apa ini tidak merepotkan mu?”

“Sepertinya saya akan keluar untuk berbicara dengan orangtua Anda.” Dokter Kim memotong pembicaraan Krystal dan Sehun. Ia menatap Krystal dan Sehun bergantian, tersenyum kepada mereka, dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.

Sehun mengangkat kedua bahunya, “Kenapa aku harus merasa keberatan?”

Kemudian Dokter Kim mendengar suara tawa Krystal dan beberapa kata yang tidak terlalu dapat ia dengar karena jarak tidak dekat. Dokter Kim belum menghilang dari kamar, ia masih berada di depan pintu, dan dia dapat dengan jelas melihat Krystal dan Sehun berbicara.

“Dokter Kim!” Dokter Kim menoleh. Ibu Krystal telah datang. Lagi-lagi dia tersenyum dan menjabat tangan Ibu Krystal. Mereka berbicara tentang apa yang harus ibu Krystal lakukan ketika Krystal di rumah. Sebelum perawatan Krystal dimulai.

Ketika Ibu Krystal pergi menjauh untuk mengangkat telepon, Dokter Kim kembali mengarahkan pandangannya ke Krystal dan Sehun. Krystal sedang melihat sesuatu dari hp dan Sehun, Sehun menoleh dan sedang menatapnya. Dan laki-laki itu tersenyum kepada Dokter Kim dan menganggukan kepalanya.

Sehun menganggukan kepalanya? Ia menyetujui permintaannya? Dia tidak bodoh. Dia yakin sekali jika Sehun menyetujui permintaannya. Dokter Kim mengulas senyumannya. Dan senyumannya terukir arti yang mengucapkan terimakasih.

“Ah, tadi sampai mana Dokter Kim?”

Dokter Kim kembali menoleh, “Ah, sampai makanan bukan?” Dan ia kembali menjelaskan kepada Ibu Krystal.

.TBC.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s