State of Grace (Chapter 10)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

WARNING: Ide cerita mainstream + alay

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Flashback Start~

Krystal terdiam, menundukan kepalanya.

“Kau tidak harus mengatakannya, kau tahu itu.”

Suara dari samping membuat Krystal menoleh, Ia menatap Sehun kemudian tersenyum tipis, “Tapi aku harus mengatakannya.”

“Kenapa?”

Iya, kenapa? Kenapa dia harus mengatakannya? Sehun bukan siapa-siapa baginya. Walau laki-laki itu mengharapkannya.

“Karena…. Karena aku ingin jujur kepada mu.”

Sehun tersadar. Ia salah telah menekan Krystal. “Krys-“

“Dengarkan aku,” Potong Krystal. Ia memejamkan matanya dan berbalik, membelakangi Sehun, menghadap ke arah lsuar jendela, “Aku…. Aku lahir di San Francisco, Amerika. Tumbuh besar dari keluarga yang bahagia, setidaknya itu yang kurasakan sampai aku berumur delapan tahun. Entah dari mana masalahnya, ayahku dan ibuku bertengkar pada suatu malam. Dan pada pagi harinya ayah hilang, entah kemana. Aku bersama ibuku pergi, pergi ke Korea Selatan. Tentu pada awalnya aku tidak mengetahui akan kemana, yang aku rasakan adalah aku akan pergi jauh sekali, jauh dari Amerika. Di Korea Selatan, aku bertambah bingung, karena kami bertukar bus entah beberapa kali. Dan ketika senja, tanggal 19 Desember, ibu ku pergi sendiri. Meninggalkan ku.”

Krystal berhenti berbicara, bulir-bulir air mata meluncur bersamaan dengan kenangan buruk yang meluncur di otaknya, “Butuh beberapa waktu, hingga akhirnya aku mengerti jika Oemma tidak akan pernah kembali. Di panti asuhan aku tidak mempunyai teman. Aku tidak bisa berbahasa Korea ketika waktu itu. Aku hanya diam saat mereka menunjuk ke arahku. Hingga Amber mendekati ku. Dia berkata kepadaku jika awalnya dia berpikir jika aku bisu, karena memang aku sama sekali tidak pernah berbicara sepatah katapun. Amber menjadi sahabatku sejak saat itu. Yang mengajarkanku bahasa Korea. Yang mendengar celotehanku.

“Aku mulai bahagia. Apalagi ketika aku menemukan melukis. Menemukan dunia mengambar.” Krystal tertawa sendiri. Mengingat hal yang membuat dia bahagia, sangat bahagia, “Aku menghabiskan waktu ku untuk mengambar, mewarnai, dan sebagainya. Hanya itu yang membuatku tertarik. Aku hampir melupakan semua pelajaran. Bahkan nilai pelajaranku dibawah rata-rata karena hal itu. Dan karena itu aku tidak melanjutkan SMA-ku. Aku merasa tidak betah lagi sekolah. Lagi pula tidak ada gunanya aku sekolah, jika di sana yang kulakukan hanya mengambar, mengambar, dan mengambar.

“Saat teman-temanku pergi ke sekolah, aku pergi untuk bekerja dan belajar melukis. Disitulah aku bertemu dengan orangtua angkat ku. Mereka adalah guru melukis di tempat belajarku. Aku dan Amber akhirnya diambil menjadi anak angkat mereka dan kami pindah ke Busan.

“Bagi ku Busan adalah kampung halaman ku. Disanalah aku benar-benar merasa bahagia, benar-benar merasa mempunyai keluarga lagi.” Krystal berhenti berbicara dan menghadap ke Sehun, “Setiap kali aku merasa ada masalah aku selalu ke sana. Dan itulah yang ku lakukan lima hari yang lalu. Mencari ketenangan.”

“Karena aku?”

Krystal mengangguk, “Tapi tidak apa-apa. Sungguh…”

Sehun menghela nafasnya.

“Kenapa?” Raut wajah Krystal mulai memunculkan kekhawatiran. Apa yang akan Sehun katakan? Apa Sehun akan menjauh darinya?

“Aku tidak menyangka… Ku pikir kau berasal dari keluarga sempurna. Maksudku dari masa lalu seperti itu, bagaimana bisa kau terlalu baik?”

Krystala menyikut kedua bahunya, “Entahlah. Aku sendiri tidak menganggap diriku terlalu baik.”

Sehun tertawa geli, “Orang yang mengatakan dirinya baik sebeneranya adalah orang yang tidak baik.”

“Maksudmu?”

“Itu adalah kata-kata yang sering ku dengar dari teman-teman ku.”

“Apa nyambungnya dengan masalah ini?”

“Tidak ada.” Jawab Sehun sedikit kesal, “Aku hanya mengatakannya.”

“Ah, begitu.” Respon Krystal dengan polos, tidak melihat kekesalan Sehun.

“Tapi, dimana orangtua angkatmu sekarang?” Tanya Sehun tiba-tiba.

“Orangtua angkat ku? Mereka sekarang di Jepang. Ketika tahun 2011 mereka memutuskan pindah ke Jepang. Ada pekerjaan bagus di sana. Mereka mengajak ku dan Amber tetapi kami berdua menolaknya. Kami senang berada di Korea. Tapi hubunganku dengan mereka tetap baik kok. Setiap dua kali dalam setahun mereka mengunjungi kami.” Jelas Krystal panjang lebar.

“Kau belum menghubungi mereka?”

“Apa?” Tanya Krystal yang tidak mengerti maksud Sehun.

“Kau tahu…” Sehun terdiam sejenak, “Ahhh… Tidak jadi. Aku hanya salah bicara.”
“Kenapa aku harus menghubungi mereka?”

Sehun menggeleng, “Tidak jadi. Aku baru ingat jika…. Jika kita tidak berpacaran.”

“Ah..” Respon Krystal mengerti. “Tapi…” Krystal terdiam sejenak, berpikir apakah ia harus mengataknnya atau tidak, “Apakah belum terlambat jika aku menjawab perasaan mu?”

Flashback End~

“Kau benar-benar mengatakan semuanya?” Tanya Amber tidak percaya, “Semuanya?” Tanyanya lagi. “Apakah kau tidak takut… Kau tahu… Dia menyakiti mu?”

Krystal menggelengkan kepalanya, “Dia percaya kepadaku. Aku bisa melihatnya.”

Amber masih tidak percaya, “Tetapi tetap, kau harus waspada Krys…. Lihatlah yang terjadi kepada Sulli. Hari ini saja keadaannya masih belum baik.”
“Yang menyakiti Sulli adalah Kai Amber… Bukan Sehun. Terlepas mereka berteman tetapi Sehun tetaplah Sehun.”

“Aku bukan Kai. Jangan samakan aku dengan Kai. Ya, kami berteman. Ya, kami mempunyai beberapa kesamaan. Tapi aku adalah Sehun, Oh Sehun. Dan Kai adalah Kai Kim. Kami tidak sama. Kami adalah diri kami masing masing!”

Amber menggelengkan kepalanya.

“Kau kenapa?” Tanya Krystal melihat kelakuan sahabatnya.

“Hanya teringat kepada sesuatu.” Jawab Amber jujur.

Krystal hanya menganggukan kepalanya. Ia kemudian melihat jam tangannya, “Ya, ampun sudah jam sepuluh malam.”

Amber yang tidak percaya langsung melihat jam, “Oh, ya benar. Kau harus pulang nanti terlalu malam. Sebenarnya ini sudah sangat malam. Ayo ku antar ke stasiun.”

Krystal menganggukan kepalanya. Ia segera mengambil piring yang tadinya berisi makan malam mereka.

“Tinggalkan saja piringku di dapur. Ini sudah terlalu malam.”

Krystal menuruti perkataan Amber. Ia hanya menaruh piring di dapur dan segera mengambil jaketnya.

“Oh, ya Krys…..” Perkataan Amber kembali menghentikan aktivitasnya, “Jika Sehun menyakitimu bilang kepadaku. Walau aku cewek tetapi auraku bisa lebih mengerikan daripada preman-preman.”

“Hahahaha… Yang benar saja Amber…” Krystal kembali melanjutkan aktivitasnya tanpa menghiraukan perkataan sahabatnya.

.

.

.

.

Krystal kembali terjaga ketika ia mendengar hp-nya berdering.

Anyeonghaseyo…..” Krystal menjawab teleponnya.

“Anyeonghaseyo…. Sudah mau tidur?”

Krystal langsung tersenyum. Sehun…. Sehun meneleponnya.

Belum. Aku masih di perjalanan ke rumah.”

“Kenapa kau bekerja sampai malam?”

Krystal tertawa, ia merasa senang Sehun khawatir terhadapnya, “Aku tidak bekerja sampai malam. Aku pulang kerja pada pukul lima. Sehabis itu aku langsung ke rumah Amber. Dan… Aku baru pulang sekarang.”

“Ah begitu… Kau dimana sekarang?”

“Entahlah. Tadi aku tertidur.” Ia melihat jamnya, “Aku tadi naik kereta jam 22.15, mungkin lima belas menit lagi aku sampai, Kenapa?”

“Aku akan menunggu mu di stasiun. Jangan kemana-mana sebelum aku datang.”

“Tidak usah. Kenapa aku jadi merepotkan mu?”

“Kau tidak merepotkan ku Krys…. Aku melakukannya dengan sepenuh hati.”

“Kenapa? Ah, tidak usah. Tidurlah besok kau masih ada kuliah bukan?” Krystal masih menolak Sehun. Dia sudah terbiasa pulang malam. Memang riskan, tapi belum ada hal yang berbahaya terjadi.

“Aku tidak bisa tidur Krys… Aku mengkhawatirkan dirimu. Pokoknya tenang saja, tunggu aku dan jangan pulang duluan.”

“Tapi…”

“Kau tidak bisa mengubah keputusan ku.” Sehun kembali berbicara, “Ikuti saja perkataanku. Ini demi kebaikan kita bersama. Bagaimana jika kau terluka?”

Krystal menggelengkan kepalanya. Rasa pusing akibat kelelahan menyergap dirinya, “Baiklah.” Jawabnya pasrah. Lagipula, ia tidak dapat mengubah keputusan Sehun bukan?

Terdengar suara yang lebih riang dari seberang, “Baiklah. Tunggu aku ya!”

.

.

.

Benar saja. Sehun sudah ada disana, di stasiun kereta. Bahkan Krystal dapat melihat Sehun dari gerbong Krystal.

“Kau benar-benar datang?” Tanya Krystal yang segera menghampiri Sehun ketika ia turun.

Sehun tersenyum, “Tentu aku datang. Aku tidak akan mengecewakan mu.”

Krystal terdiam, mencerna perkataan Sehun. “Aku tidak meminta mu untuk datang. Kau yang memaksa untuk datang.”

Sehun hanya tertawa, “Tapi setidaknya kau mengharapkan aku untuk datang bukan?”

“Lagipula ngapain memaksa untuk datang? Bagaimana jika terjadi apa-apa pada mu?” Krystal mengalihkan ke topic lain. Ia terlalu malas untuk membalas candaan Sehun.

“Kau mengkhawatirkan ku?”

Krystal masih melanjutkan pembicaraannya, mengalihkan ke topic lain. “Dan bagaimana kau mengantuk ketika mengantarku pulang? Itu bisa sangat berbahaya!”

Sehun berdehem dan mengenggam tangan Krystal. Ia pun menarik tangan Krystal, agar mereka berjalan.

“Kau tahu, aku tidak pernah membahayakanmu. Karena kau adalah seorang yang sangat berharga bagiku.”

Seketika rasa kantuk Krystal langsung hilang ketika Sehun berkata seperti itu. Jantungnya berdetak lebih cepat. Nafasnya tercekat. Ia segera menundukan kepalanya, menyembunyikan pipinya yang merona karena malu.

Why she’s always been ridiculous near Sehun?

Kenapa, kenapa dia menjadi sangat konyol ketika berada di dekat Sehun?

.

.

.

Krystal mendengus ketika ia melihat hp-nya. Sehun menelponnya dan laki-laki itu meneleponnya pada saat jam bekerja. Ia segera menelepon balik Sehun.

Akhirnya kau mengangkat teleponku…” Sehun langsung berbicara ketika telepon tersambung. “Kenapa mematikan teleponmu?”

Krystal mendecakan lidahnya, “Aku sedang bekerja dan hp-ku ku tinggalkan di loker. Bukannya sudah beberapa kali kubilang?”

Terdengar helaan nafas dari sana, “Aku melupakannya. Maaf. Tapi ini terjadi karena aku mempunyai kabar gembira.”

“Apa?” Tanya Krystal sambil memasangkan coat di tubuhnya.

“Aku pulang malam ini. Berita yang mengembirakan bukan? Lebih cepat dua minggu dari perkiraan ku.”

“Oh…” Respon Krystal. Dia belum terlalu focus dengan Sehun katakan. Dia masih bergulat dengan lokernya. Lokernya tidak ingin terkunci.

“Hanya itu saja respon mu?” Terdengar nada kekecewaan.

“Tunggu sebentar.” Tanpa menunggu jawaban Krystal meletakan hp-nya di atas kursi depan lokernya. Memutar kunci.

Cklek~

Dia tersenyum puas ketika lokernya berhasil terkunci. Krystal mengambil kembali hp-nya.

“Hallo… Krys… Hallo…”

“Ya, ini aku. Tadi aku mengunci loker ku jadi aku menaruh hp di kursi.”

Kau mengkhawatirkanku. Ku kira terjadi apa-apa.” Krystal tertawa. Langkah kakinya membawa ia keluar menuju pintu keluar gallery.

“Tadi, apa yang kau bicarakannya? Aku tidak mendengarkannya?”

“Ah, malam ini-“

“Krys…”

Krystal segera berbalik ketika Tifanny Hwang atau bosnya memanggil.

Deg!

Langsung Krystal menekan tombol reject dan menaruh hp-nya di coatnya.

“Krystal Jung?” Suara lembutnya membuat Krystal semakin panik.
“Oh, Wendy-ah kamu sudah mengenal Krystal?”

.

.

.

Wendy menatap bangunan di depannya dengan bosan dan mulai memasuki gedung terkutuk ini. Selama satu bulan ini ia selalu menyempatkan diri ke gedung ini dan lihat apa yang terjadi? Tidak ada. Tidak ada kemajuan berarti. Adanya ia semakin terseret jauh dari tujuan awalnya.

“Wendy sayang kau sudah datang?”

Wendy berusaha menahan diri untuk tidak memutar bola matanya ketika mendengar kalimat itu. Ia mengeluarkan senyum terlatihnya, “Apa Wendy membuat tante menunggu lama?”

Tifanny tertawa kecil, “Tentu saja tidak. Sangat tepat waktu malah. Ayo kita pergi untuk makan siang.”

Wendy mengangguk dan mengikuti Tifanny yang keluar dari ruangan.

“Wendy tidak ada acara bukan pada akhir bulan Juni?”

Wendy menatap Tifanny bingung, “Sepertinya tidak ada.” Jawabnya sambil tersenyum.

Tifanny mengangguk, “Hanya ingin menyampaikan jika gallery ini akan dibuka pada akhir Juni. Dan tante ingin Wendy datang di sana.”

“Tentu saja Wendy akan datang. Suatu kehormatan besar bisa ada di sana.” Jawab Wendy dengan senyum mengembang. Ia mempunyai firasat yang bagus jika hal ini akan membuatnya mencapai tujuannya.

“Krys!”

Panggilan Tifanny dengan cepat membuat Wendy menatap perempuan memakai long coat hitam. Perempuan tersebut membelakangi mereka dan memutar balikan badannya.

“Krystal Jung?!” Pekik Wendy. Krystal Jung? Krystal…. Astaga!

“Oh, Wendy-ah kamu sudah mengenal Krystal?” Tifanny menatap Wendy bingung.

Wendy menoleh ke Tifanny kemudian ke Krystal. Krystal terlihat sangat tegang…. Dan rasa tegang Krystal janggal. Tidak menyangka bertemu disini atau…. Dia tidak ingin bertemu dengan Wendy?

Well…” Wendy masih terlihat berpikir.

Tifanny yang melihat mereka berdua, Krystal dan Wendy mengkerutkan keningnya, “Kalian-“

“Aku hanya pernah mendengar namanya….” Potong Wendy. “Dari seorang temanku yang menyukai seni.” Lanjutnya.

Tifanny menatap Wendy kemudian mengangguk, “Oh begitu…” Tifanny kembali berkata, “Tante ingin mengajak Krystal makan siang.”

“Apa?!” Pekik… Pekik Krystal. Melihat Tifanny menatapnya dengan kening berkerut, Krystal segera meminta maaf, “Maafkan saya. Saya hanya begitu terkejut karena ini pertama kalinya bagi saya.”

Tifanny menerima alasan Krystal, “Makan siang dengan Wendy dan sahabat akrab ku Taeyeon. Dia adalah pelukis yang sangat handal dan tentu kau tahu bukan Krystal? Kami akan mendiskusikan tentang lukisan apa yang harus kulukis untuk pembukaan gallery. Kurasa kau akan memberikan lebih banyak ide.” Tifanny kembali menambahkan, “Oh, sebenarnya saya bukan mengajak tetapi lebih memberikan perintah. Yang artinya kau harus ikut dalam makan siang ini.”

Krystal tidak bisa berkata apa-apa. Sedangkan Tifanny dan Wendy mulai melangkah melewati Krystal. Otaknya masih belum bisa jalan.

“Krystal!”

Mendengar panggilan Tifanny, Krystal menghela nafas. Baiklah dia akan melakukannya.

 

.TBC.

Notes:

Satu bulan gak update dan maaf untuk hal ini.   Mungkin bulan ini juga cuman bisa update satu fanfiction, tapi bulan Juni lebih dari satu  karena libur…..

 

 

 

 

 

Advertisements