Flipped (Chapter 7)

tumblr_mazh9mnhhh1r0ik5uo1_r1_500

If I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms 

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

Almost is Never Enough -Ariana Grande-

Teka-teki Waktu

Krystal menghela nafas. Ia menatap jam dinding di kamarnya dan kembali menghela nafas. Jam duabelas malam dan dia masih belum tidur. Dia ingin, tetapi dia tidak bisa. Semenjak dia pulang dari rumah sakit dia tidak bisa tidur. Ketika dia menginjakan kaki kerumahnya, keadaan berubah dan itu membuat ia terus memikirkannya. Apalagi mimpi buruk yang selalu menyerangnya ketika dia tidur. Dia membencinya.

Tapi dia harus tidur. Harus jika dia tidak ingin mendengar omelan Bibi Kwon, ibunya dan yang terakhir Sehun.

Krystal kembali menarik selimutnya dan memejamkan matanya.

“Selamat malam….”

.

.

.

“Jangan pura-pura baik menanyakan bagaimana kabarku.” Dingin. Sinis.

Krystal menelan ludah. Apa maksudnya? Kenapa Sehun berubah menjadi dingin dan sinis kepadanya? Dilain pihak dia merasa aneh. Dia merasa rindu kepada Sehun. Tapi lagi-lagi kenapa? Hubungannya dengan Sehun baik-baik saja. Kemudian dia merasakan perasaan sakit dan untuk kesekian kalinya kenapa? Sehun tidak pernah menyakiti dirinya. Tidak, sepengetahuan dirinya.

“Kepura-puraanmu untuk baik tidak akan mempengaruhi ku. Perasaanku tidak akan berubah. Aku membencimu.”

Krystal mengangakan mulutnya.   Sehun membencinya. Krystal menjambak dirinya. Merasa frustasi dengan keadaan ini. Begitu banyak yang tidak dia ketahui dan dia membencinya! Dia ingin mengingat semuanya!

“Pergilah…” Sehun kembali berbicara, sama masih dingin. Ia kemudian membelakangi Krystal. Krystal terdiam. Apa yang harus ia lakukan? Dan ia merasa air matanya turun. Dia menangis. Kenapa? Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa?????

Raut wajah Sehun tidak terlihat karena cahaya yang tidak mencukupi, tapi Krystal bisa mendengar desahan nafas dari Sehun, “Benar-benar egois…” Desisnya. Kemudian Sehun bergerak melewati Krystal.

Arah pandangan Krystal mengikuti Sehun. Air matanya masih turun dan sepertinya tidak akan berhenti. Isak tangisnya sudah kedengaran. Ia memegang tangan Sehun, “Kembalilah seperti dulu…” Kata Krystal lirih.

“Aku tidak mengerti apa arti ucapanmu.” Sehun melepaskan cekalan Krystal. Krystal merasa kepalanya berdenyut sehabis itu. Dia memegang kepalanya. Tapi sebuah potongan kejadian, sepotong kejadian yang memperlihatkan dirinya menangis, memegang tangan Sehun. Krystal menangis tersedu-sedu dan Sehun masih diam di tempatnya.

“Ahhh… Astaga!” Ringis Krystal memegang kepalanya. Ini menyakitkan. Ini sangat menyakitkan.

“Katakan apa saja…. Apa saja permintanmu kepadaku agar kau kembali semula. Apa saja…”

“Matilah.”

.

.

.

.

.

Krystal langsung membuka matanya diiringi oleh sakit kepala yang mencengkam.
Matilah…

Apa maksudnya?

.

.

.

Sehun bersenandung lirih ketika berjalan melewati lorong kampusnya. Dari baju yang ian gunakan, Sehun terlihat bukan seperti orang yang ingin mengikuti kuliah, lebih tepatnya ingin pergi liburan. Itulah yang dipikirkan oleh perempuan-perempuan yang menggilai Sehun. Ketampanannya, ketangkasannya, dan juga ketekunannya, siapa yang tidak jatuh hati?

Sehun menjatuhkan tas ranselnya ke kursi dan itu membuat teman sebangkunya menoleh, “Maaf.” Jawab Sehun sambil tersenyum kecil.

Teman sebangkunya menoleh, kemudian mendecakan lidahnya, “Kau selalu melakukannya setiap hari.”

Masih dengan tersenyum Sehun berkata, “Dan kau selalu melihat gadis itu setiap harinya.”

“Oh diamlah!” Teriak Chanyeol-teman sebangku Sehun sebal. “Aku tidak melihatnya setiap hari. Hanya sekali. Dan tidak pernah lagi!” Lanjut Chanyeol dengan melotot.

Sehun mengangkat kedua bahunya, “Mengakuinya juga tidak apa-apa.”

“Chanyeol-ah!”

Suara seorang perempuan dari depan pintu kelas membuat Sehun dan Chanyeol menoleh.

“Sulli?!” Kata Sehun dan Chanyeol bersamaan. Sedetik setelah itu mereka berpandangan, “Kau mengenalnya?” Tanya mereka lagi-lagi sama.

“Park Chanyeol!” Dengan langkah lebar Sulli mendatangi meja Chanyeol, dan tentunya meja Sehun.

“Park Chanyeol!”

Suara Sulli yang semakin meninggi membuat Chanyeol dan Sehun menatap Sulli.

“Oh, ini Choi Sulli pacarku.” Chanyeol mengenalkan Sulli ke Sehun, “ Dan ini adalah-“

“Oh Sehun?” Potong Sulli ketika melihat ke arah Sehun, “Oh, astaga sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu. Senang sekali bisa bertemu denganmu lagi.” Sulli sekarang benar-benar memandang Sehun dan mengulurkan tangannya ke Sehun.

Sehun menerima uluran tangan Sulli, “Benar. Sudah lama sekali kita tidak bertemu.”
“Jadi kalian saling mengenal?” Tanya Chanyeol dengan penasaran.

“Yak, Choi Sulli dia cinta pertama mu?” Tanya Chanyeol lagi.

“Atau dia cowok yang pernah mematahkan hatimu dengan memacari kakak kelas?”

“Kenapa tidak pernah menyebut namanya sekalipun di hadapanku?”

“Diam!” Teriak Choi Sulli menatap Chanyeol sebal.

Chanyeol terdiam tetapi ia terlihat mencibir perilaku Sulli. Sedangkan Sehun hanya menatap Sulli dengan tatapan ngeri, perempuan di depannya sudah sangat berubah, dulu Choi Sulli bahkan tidak bisa berteriak. Suaranya selalu lembut.

“Dia bukan cinta pertamaku dan dia bukan cowok yang pernah mematahkan hatiku! Aku tidak pernah berpacaran dengannya!” Jawab Sulli dengan nada tinggi. Membuat beberapa orang menatap ke arah mereka, Chanyeol, Sulli, dan Sehun. “Lagipula, bagaiamana aku bisa menyimpan perasaannya jika sahabatku, Kryst-“ Sulli menghentikan ucapannya kemudian menatap Sehun. Ia dengan cepat memutar otaknya, “Intinya aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Oh Sehun.” Lanjutnya dengan nada yang lebih pelan.

Chanyeol ingin mengeluarkan komentar, tetapi Sulli kembali berbicara, “Sehun, apakah kau tahu bagaimana keadaan Krystal? Aku berusaha menghubunginya dengan UFO Town, tetapi tidak pernah di balas. Apakah kau tahu bagaimana acara menghubunginya? Sudah sangat lama juga aku tidak berhubungan dengan Krystal.”

.

.

.

“Kau belum makan siang?”
Krystal menghela nafas mendengar suara orang yang sedang duduk di kursi taman. Tidak seperti biasanya, ia hari ini malas mendengar suaranya bahkan melihat orang di belakangnya. “Belum.” Jawab Krystal tanpa memandang orang tersebut.

“Kenapa?”
“Aku sedang tidak ingin makan Sehun-ah.”

Sehun menatap Krystal dengan alis terangkat, “Okay. Tapi setidaknya kau harus makan, walaupun sedikit.”

“Aku akan makan jika aku menginginkannya.” Jawab Krystal, masih tidak menatap Sehun. Ia sibuk memotong bunga-bunga mawar yang sedang bermekaran di taman belakang.

Ada sesuatu yang janggal. Pikir Sehun melihat gerak-gerik Krystal. “Aku bertemu dengan Choi Sulli. Kau mengingatnya bukan? Sahabatmu ketika SD dan SMP.”
“Ya. Aku mengingatnya.” Jawab Krystal. Dengan nada yang tidak ada antusiasnya. Masih tidak menatap Sehun.

“Ia menanyakan kepadaku kenapa kau tidak pernah aktif lagi di UFO Town. Dia ingin kau aktif lagi di UFO Town.”

“Aku melupakan password UFO Town-ku.”

“Bagaimana bisa?” Tanya Sehun penasaran. Krystal mempunyai UFO Town pada saat SMP. Bagaimana bisa ia melupakannya?

“Kurasa aku mengganti password-nya.”

“Kau bisa mengubahnya dengan meng-klik forgot my password kau tahu?”

“Iya. Tapi aku tidak tertarik.”

“Apakah kau sedang marah kepadaku? Kenapa sama sekali tidak menatapku ketika aku berbicara kepada mu?” Tanya Sehun yang sudah tidak tahan dengan gerak-gerik Krystal.

Krystal menghela nafasnya. Ia meletakan gunting di dalam keranjang. Kemudian ia mengangkat keranjang tersebut, berdiri.

Sehun ingin bertanya lagi karena sepertinya Krystal tidak akan menjawab pertanyaannya. Hanya beberapa langkah, Krystal akan melewati dirinya.

“Aku sedang tidak ingin berbicara dengan mu.” Jawab Krystal menatap Sehun dengan tatapan…. Tatapan dingin.

Sejenak, Sehun tidak bisa berkata apa-apa. Ini pertama kalinya gadis ini menatapnya dengan tatapan seperti itu. Apa yang terjadi kepada gadis itu? Kenapa gadis itu berubah dalam sekejap?

.

.

.

Sudah lama Krystal dan Sehun tidak berhubungan. Kenapa? Entahlah, Krystal tidak mengetahui jawabannya secara pasti. Mungkin karena Krystal terus mendiaminya ketika Sehun berbicara kepadanya, sehingga Sehun malas berbicara dengannya? Atau mungkin Sehun berpikir Krystal sedang dalam kondisi yang tidak bagus sehingga ia memilih untuk menjauh dari Krystal? Entahlah. Krystal tidak tahu.

Sebenarnya ia tidak marah kepada Sehun. Sama sekali tidak marah ketika bertemu dengan Sehun dan ketika Sehun berbicara kepadanya. Hanya saja setiap kali dia melihat Sehun, Krystal merasakan ia sulit bernapas. Entah mengapa dia merasa sangat sedih dan merasa sangat bersalah ketika ia melihat Sehun. Entah kenapa.

Krystal meraba pelipisnya yang berkedut. Ia membenci keadaannya yang sekarang. Benar-benar membencinya.

“Krystal Jung?”

Krystal menoleh ketika suara perempuan memanggilnya. Perempuan itu….. Krystal tidak mengenalnya.

“Ah, benar dugaanku. Krystal Jung bukan?” Perempuan tersebut tersenyum semakin lebar. Nada suaranya sangat ceria. Dia benar-benar sangat cantik.

Masih dalam keadaan bingung, Krystal menganggukan kepalanya.

“Astaga!” Kata perempuan tersebut dengan nada tidak percaya. “Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi. Jadi kau akhirnya bersekolah lagi disini? Benar-benar kejutan yang menyenangkan.”

“Maaf, aku tidak mengenalmu.” Kata Krystal dengan sangat hati-hati.

Perempuan tersebut terkesiap tetapi ia langsung mengangguk mengerti, “Maaf, aku lupa memperkenalkan diri. Aku Bae Suzy.” Kata Suzy ramah.

Kemudian mereka terdiam. Rasa canggung mengelilingi Krystal dan Suzy.

Suzy berdehem, “Aku tahu kau mungkin tidak mengingatku…” Dia tertawa canggung, “Tidak apa-apa. Tapi aku ingin minta maaf kepadamu atas perlakuanku dulu. Sungguh aku sangat menyesal.”

Krystal terdiam menatap heran. Suzypun kembali melanjutkan perkataanya, “Tidak apa-apa jika kau tidak mengingatnya. Aku juga tidak berharap kau mengingatnya karena apa yang kulakukan merupakan kenangan yang sangat buruk. Tetapi ketika kau mengingatnya suatu hari, aku ingin kau juga mengingat jika aku menyesali perbuatan ku.”

Krystal masih terdiam. Tapi kali ini ia merespon dengan sebuah anggukan. “Tapi Suzy-ssi,” Krystal kembali terdiam, terlihat memikirkan sesuatu, “Hmmm… Apa yang menyebabkan kau berlaku buruk kepadaku?”

Suzy menatap enggan Krystal. Jelas sekali ia juga ingin melupakan hal-hal yang telah ia lakukan. “Well…. Kau ingat Oh Sehun? Aku dulu berpacaran dengannya.”

Apa?!

“Tapi sepertinya kau sangat menyukai Oh Sehun dan berusaha mengejarnya….”

Apa?!

“Jadi….. Jadi karena aku cemburu….” Suzy menghela nafasnya, “Sungguh, aku sangat menyesali perbuatanku padamu dulu. Seharusnya aku tidak berlaku kasar seperti itu.”

“Sehun mengetahui perbuatanmu kepadaku?”
Suzy terkejut mendengar perkataan Krystal. Ia menghela nafas. Kemudian menganggukan kepalanya.

“Apa yang ia lakukan ketika ia mengatahui perbuatan ini?”

.

.

.

.

Bibi Kwon tidak pernah merasa kepanikan seperti ini. Tanganya sudah dingin sedari tadi. Begitu juga bibirnya yang terus bergetar, “Tolonglah Nyonya muda…. Buka pintunya…”

Bibi Kwon tidak tahu darimana asal usul Nyonya muda mengunci dirinya di kamar mandi. Ketika pulang sekolah, Nyonya mudanya sudah kelihatan tidak sangat baik. Mukanya pucat dan suhu tubuhnya lebih dingin.

“Saya hanya kelelahan.” Begitulah yang Nyonya mudanya katakan.

Bibi Kwon hanya mengangguk ragu. Ia kemudian pamit keluar dari kamarnya, agar Nyonya mudanya beristirahat.

Pukul empat sore, ia mengunjungi kamar Nyonya mudanya. Dan Krystal menghilang. Tidak ada di tempat tidur. Kemudian dia mendengar suara Krystal meanngis dari kamar mandi. Takut terjadi apa-apa, ia langsung menyuruh orang lain melaporkan hal ini kepada Nyonya Jung dan ia sedari tadi mencoba membujuk Nyonya mudanya keluar dari kamar mandi.

“Bibi… Bi ada apa?” Nyonya Jung masuk ke kamar Krystal dengan nada panik. Diikuti oleh beberapa pelayan dan pengawal.

Bibi Kwon hanya bisa menunjuk ke arah pintu kamar mandi.

“Krystal sayang apa yang terjadi? Tolong buka pintunya…” Nyonya Jung mendekat ke arah pintu dan berkata dengan lembut.

Tidak terdengar jawaban. Hanya tangisan yang semakin membesar. Tangisan itu mendekat ke arah pintu. Semuanya menahan nafas mendengar Nyonya muda mereka akhirnya ingin keluar dari kamar mandi. Tapi…

“Krystal! Krystal Jung!” Teriak panik Nyonya Jung ketika mendengar benda-benda berjatuhan. Nyonya Jung mengarahkan tatapannya ke pengawal yang ikut masuk. Memberikan perintah untuk mendobrak pintu kamar mandi.

Brak!

Pengawal yang mendobrak pintu hanya diam melihat isi kamar mandi.
“Apa?! Apa yang terjadi?!” Tanya Nyonya Jung dengan suara yang bergetar hebat. Ia langsung masuk ke kamar mandi dan….
“Nyonya Jung!” Semua orang bertambah panik melihat Nyonya Jung pingsan. Untung saja tubuhnya ditahan oleh sang pengawal.
“Panggil ambulans! Cepat!” Sang pengawal yang sudah tersadar berteriak.

Beberapa pelayan langsung pergi untuk menelepon ambulans. Dengan hati-hati, Bibi Kwon masuk kamar mandi.

Dan…..

Ia merasa jantungnya berhenti berdetak melihat Nyonya mudanya tersungkur di lantai. Dengan urat nadi yang terpotong.

.TBC.