Flipped (Chapter 8)

tumblr_mdzxpaijax1qhh5vwo1_500

If I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms 

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

Almost is Never Enough -Ariana Grande-

Penggalan Cerita yang Terlupakan

Rantaian kata dari suara orang yang sangat ia cintai terdengar. Pahit. Ini benar-benar terjadi. Pikiran buruk yang selalu menghantuinya. Fakta yang terucap dari tokoh antagonis kisahnya. Hatinya meringis.   Seharusnya dia tidak pernah bertanya hal ini kepada siapapun. Menanyakan siapa yang sebenarnya tokoh antagonis dalam penggalan cerita hidup yang ia lupakan.

****

Sehun sedikit terhuyung ketika mendengar kabar dari ibunya.

“Sehun, Oh Sehun kau tidak apa-apa?”

Sehun mendongak menatap Chanyeol yang sekarang lebih tinggi dari dirinya. Keningnya berkerut, sejak kapan Chanyeol lebih tinggi daripada dirinya?
“Sehun apa yang terjadi? Masih disitu?”

Sekarang Sehun kembali tersentak mendengar suara ibunya.   Dia mengangguk walaupun dia tahu itu tidak berguna, “Aku akan kesana secepatnya.” Gumam Sehun dengan suara serak.
“Hey, kau tidak apa-apa?” Chanyeol kembali bertanya melihat keadaan Sehun.

Sehun hanya diam. Ia menaruh hp kedalam saku celananya kemudian memandang Chanyeol, “Kenapa kau lebih tinggi daripada diriku?”

“Astaga!” Chanyeol menatap Sehun dengan tatapan yang tidak percaya. “Tentu saja. Lihatlah kau terhuyung sampai jatuh ke lantai dan sampai sekarang masih terduduk di lantai.” Cetus Chanyeol tidak sabaran.

Sehun memandang sekeliling. Benar, dia sedang terduduk di lantai. Namun ia tidak menyadarinya. Tidak sama sekali. Rasa sakit ketika terjatuh ke lantai ia tidak merasakan sama sekali. Yang hanya ia rasakan nyeri dari dadanya.

“Sehun kau baik-baik saja?” Untuk kesekian kalinya Chanyeol bertanya.

“Aku harus pergi.” Ucap Sehun tidak mengindahkan pertanyaan Chanyeol. Dia mencoba berdiri.

“Astaga!” Chanyeol menahan Sehun yang bahkan tidak bisa berdiri. “Sehun tenanglah sedikit. Apa yang terjadi?”

Sehun seperti tidak mendengar perkataan Chanyeol, “Tidak ada waktu untuk menjelaskannya. Aku harus ke rumah sakit.”

“Kau sakit?”

“Park Chanyeol lepaskan aku!” Sehun berusaha melepaskan cengkraman Chanyeol, “Aku benar-benar harus pergi ke rumah sakit.”

“Biar aku antar.” Sahut Chanyeol menatap temannya. “Keadaanmu seperti orang yang setengah sadar. Biar aku yang mengantarmu ke rumah sakit.”

Sehun hanya bisa mengangguk.

.

 

 

.

.

.

Sehun tidak ingat bagaimana dia bisa sampai di rumah sakit. Yang jelas dia ingat Chanyeol yang mengantarkannya. Dia juga ingat ketika Chanyeol menyadarkannya dari lamunan dan saat itu ia tahu jika ia sudah sampai di rumah sakit. Tanpa mengucapkan terimakasih kepada temannya Sehun langsung keluar memasuki rumah sakit. Dia bahkan tidak ingat sudah menutup atau tidak pintu mobil temannya.

Uap-uap hangat dari teh hijau membuat ia jauh lebih tenang. Ia meneguk teh hijaunya kemudian memejamkan matanya. Hufh….

Karena kesadarannya sudah kembali, sepertinya ia harus mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Chanyeol bukan? Karena jika Chanyeol tidak mengantarnya, bisa dipastikan ia tidak akan bisa sampai di rumah sakit dengan selamat seperti sekarang.

“Sehun-ah…” Mendengar suara ibunya membuat Sehun menaruh kembali handphone-nya.

“Sudah larut malam. Sepertinya dirimu harus pulang.” Lanjut ibunya lagi.

Sehun menatap mata lelah ibunya, ia ingin sekali menjawab jika ia ingin berjaga di rumah sakit.

Tetapi sebelum Sehun berkata, ibunya kembali berbicara, “Sebaiknya dirimu pulang. Jangan membuat orangtua Krystal merasa bersalah. Melihat dirimu berjaga disini untuk Krystal dan mengacaukan jadwal kuliahmu, itu akan membuat mereka bersalah.”

Sehun menghela nafas. Ia hanya menganggukan kepalanya.

.

.

.

Kelam. Embusan udara dingin yang berasal dari AC kamar Krystal membuatnya semakin sulit bernafas. Dengan sangat lambat Sehun berjalan mendekati Krystal. Krystal? Dia sedang memandang jendela. Perasaaan mencekam takut Krystal tidak sadar selama dua minggu, tetap menyelimuti diri Sehun, walaupun dia tahu Krystal telah sadar. Keadaannya juga dipastikan baik-baik saja oleh dokter.

“Hai….” Sapa Sehun canggung.

Krystal menoleh tetapi tidak membalas. Hanya mengulas sebuah senyuman.

Sehun berdehem. Tidak tahu harus berbicara apa lagi.

“Apa yang ingin kau tanyakan?”

Sehun menatap Krystal dengan alis terangkat, “Maksudmu?”

Krystal mengangkat kedua bahunya, “Pasti ada yang ingin kau tanyakan bukan? Walaupun hanya satu.”

“Iya. Tapi kurasa ini bukan waktu yang tepat.” Sehun tersenyum kaku. Astaga apa yang sebenarnya terjadi kepada gadis ini?

“Jangan pura-pura baik terhadapku!”

Suara tajam itu membekukan Sehun. Sebenarnya Sehun terdiam bukan hanya mendengar suara tajam, tetapi perkataan itu….. Sehun tersenyum miris. Sekarang ia dapat merasakan apa yang dulu Krystal rasakan.

“Maaf….” Sekarang suara Krystal melembut. Ia menarik nafasnya dengan kasar. “Aku tidak bermaksud kasar.”

“Tidak apa-apa.” Potong Sehun. Sungguh ia merasakan tidak apa-apa, hanya sedikit terkejut.

“Tapi….” Krystal kembali berbicara, “Aku hanya merasa lelah. Saat aku bangun dari komaku semuanya berubah. Memang semua hal pasti akan berubah. Tetapi duniaku benar-benar berubah.”

Sehun mengenggam tangan Krystal. Air mata Krystal turun perlahan. Dengan kasar, Krystal menghapusnya menggunakan tangannya.

“Aku hanya…..   Aku hanya lelah…. Ditambah lagi dengan mimpi-mimpi aneh, rasa sakit kepala yang terus mendera, dan beberapa hal yang kulupakan. Aku lelah…. Aku bahkan tidak mempunyai sahabat terdekat lagi.”
“Apa maksudmu?” Tanya Sehun dengan nada frustasi. Frustasi melihat keadaan yang membingunkan ini. Frustasi melihat Krystal yang kesakitan seperti ini. “Aku selalu ada untuk mu. Kau tahu itu.” Kali ini suara Sehun lebih lembut. Ia menatap Krystal dalam.

Air mata Krystal tak dapat terbendung lagi. “Aku tahu….” Ucapnya parau. “Aku tahu… Tapi aku tidak dapat mempercayaimu…. Aku kehilangan rasa kepercayaan terhadap dirimu…”

“Apa maksudmu?” Tanya Sehun dengan nada yang tidak percaya. Tangannya yang mengenggam tangan Krystal mulai bergetar. Keringat dingin mulai terasa di telapak tangannya. Secepat inikah ingatan Krystal kembali?

Krystal yang menangis mencoba kembali berbicara, “Aku minta maaf. Aku sama sekali tidak bermaksud….. Hanya saja sejak salah satu memoriku kembali aku kehilangan kepercayaan terhadap dirimu.”

“Memori? Kau mengingat sesuatu?”
Krystal mengangguk, “Iya aku mengingat sesuatu. Kita sedang berada di taman saat malam hari. Awalnya kau sedang menatap bulan. Kemudian aku mendatangi mu.”
Sehun tertegun. Iya, dia mengingatnya. Hari dimana dia mengatakan satu kata terkutuk itu kepada Krystal. Tanpa ia sadari, pegangan tangannya terhadap Krystal melonggar.

Krystal tambah menangis melihat reaksi Sehun. “Jadi itu benar. Kau mengatakan hal itu kepadaku? Jawab aku Sehun! Jawab!”

“Krys….” Hanya itu yang bisa Sehun katakan.

“Kenapa kau tidak menjawab?! Kenapa?! Katakan juga alasan kau tidak pernah membantuku saat aku dibully oleh Suzy!   Katakan! Kumohon…… Tolong…….” Krystal semakin berteriak tidak jelas.

“Aku lelah dengan teka-teki yang ada di hidupku…. Aku kira kau juga mencintaiku tapi kenapa???” Suara Krystal melemah setelah ia berteriak-teriak. “Kenapa kau melakukan ini kepadaku? Apa salahku?”

Sehun memejamkan matanya. Pada akhirnya waktulah yang akan membuka hal ini.

“Karena kau terus mengejarku padahal kau tahu bahwa aku tidak mempunyai perasaan sedikitpun kepadamu.” Sehun mengatakannya dengan nada serak. Lisannya tidak rela mengeluarkan kata-kata itu. Perasaannya menyatakan jika ini adalah sebuah kebohongan nyata, faktanya ia masih mempunyai dan sangat mencintai gadis di depannya. Tapi otaknya menyadarkan ia, hal ini masih harus ia lakukan entah sampai kapan.

Sehun menarik nafasnya dan kembali berbicara, “Kita dijodohkan sejak SMP. Sejak saat itulah persahabatan kita renggang. Bukan. Bukan karena itu. Persahabatan kita renggang sejak dirimu menyatakan cintamu kepadaku. Aku hanya menganggap mu sebagai sahabat tidak lebih. Ku pikir permasalahan ini mudah, kau akan menerimanya. Tetapi tidak. Kau malah mengejarku. Dan ketika aku berpacaran dengan Suzy kau tetap mengajar ku.” Sehun mengehentikan penjelasannya ketika melihat respon Krystal. Gadis di depannya…. Ia terlihat sangat sakit.

“Jadi… Jadi….” Isakan keluar dari mulut Krystal, “Jadi kau menolak ku selama ini karena kita bersahabat?”

“Tidak kurang dan tidak lebih.”

“Tapi yang kau lakukan padaku bukan menunjukan seorang sahabat!” Pekik Krystal kesal. “Kau hanya melakukan apa yang kau kira benar tanpa memperdulikan perasaan orang lain! Kau salah dalam hal ini!”

“Kau pikir kau tidak bersalah?” Teriak Oh Sehun. “Kau tetap melakukan yang kau mau juga!   Menyatakan perasaanmu ketika kita baru dijodohkan. Padahal seharusnya dirimu tahu atau setidaknya mengerti aku yang masih tidak terima dalam perjodohan ini! Tapi dirimu malah menganggap penolakanku sebagai pertanda bahwa suatu saat aku dapat mencintaimu…. Kau salah. Sangat salah dalam hal ini!”
“Terus apa yang kau inginkan?! Katakan kepadaku apa hal yang benar?!” Tanya Krysal yang sudah putus asa. “Apa?!”

Sehun kembali memejamkan matanya, “Hentikan perjodohan ini….”

.TBC.

 

Advertisements

6 thoughts on “Flipped (Chapter 8)

    1. Sehun memang minta dihajar di cerita ini. Maafkanlah sifat Sehun author-nim…..

      Ngomong-ngomong kapan ff baru keluar? Udah lama rasanya…. Tetap semangat ya author Leejungjung… Ditunggu cerita selanjutnya….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s