black-and-white-care-depression-girl-favim-com-687006

f I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms 

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

Almost is Never Enough -Ariana Grande-

Orang Yang Paling Menyedihkan Di Muka Bumi

“Bermaksud atau tidak tapi kau yang membuat diriku seperti ini!”

****

Sehun kembali memejamkan matanya, “Hentikan perjodohan ini….”

Krystal menghentikan segala jeritan menyedihkannya. Dia terdiam menatap Sehun nanar. Air matanya masih keluar, tetapi suaranya terkunci didalam otaknya yang lumpuh.

“Meng-hen-ti-kan-per-jo-do-han?” Tanya Krystal dengan tersendat-sendat. Ia pun segera menggeleng. Kepalanya terasa berdenyut, pertanda sudah lelah. “Ah!” Ringis Krystal memegang kepalanya.

Sehun segera bangkit dari kursi, “Kenapa? Tunggu akan kupanggilkan dokter!”

.

.

.

Krystal melihat kalender di meja belajarnya. Tangannya menelusuri setiap tanggal, kemudian berhenti di tanggal yang dilingkari tinta bewarna merah. Oemma yang melingkarinya. Menurut Oemma pada tanggal tersebut akan diadakan makan malam antara Keluarga Jung dan Keluarga Oh. Pada tanggal 17 itulah adalah tanggal yang sangat istimewa-setidaknya menurut Oemma. Krystal sendiri sudah mengetahui arti tanggal tersebut. Sehun sudah memberi tahunya jika pada tanggal tersebut orangtua mereka berdua mengumumkan rencana perjodohan mereka.

Tapi bukannya sudah diumumkan sebelumnya, bukan? Jadi untuk apa diumumkan lagi? Ini karena tidak ada yang tahu jika Krystal sudah mengetahui ia dan Sehun dijodohkan. Tidak ada. Hanya dirinya dan Sehun. Hal tersebut seakan milik mereka berdua. Termasuk rencana penghentian perjodohan mereka. Itu seakan seperti pedang yang mereka berdua siapkan untuk menusuk kedua orangtua mereka.

Tes!

Krystal langsung menghapus kasar air matanya. Tidak ada yang perlu tahu jika ia kembali bersedih. Rencana itu bukannya hanya meremukan hatinya, tetapi juga bisa menghancurkan kedua orangtuanya. Membayangkan jika orangtuanya menginginkan hal ini sejak lama. Tetapi sayang, ia tidak bisa mengikuti keinginan orangtuanya. Karena ini bertentangan dengan yang diinginkan Sehun-orang yang sangat ia cintai.

Tes!

Air mata Krystal kembali jatuh. Betapa menyedihkan dirinya. Betapa menyedihkan hidupnya.

Ting~

Handphone Krystal berkedip. Tanda jika ada sms masuk. Krystal segera mengambilnya. Selang beberapa detik ia kembali menangis.

Perasaan yang ia rasakan sangat bertentangan dengan Sehun rasakan. Sehun sangat ingin hari tersebut datang kepadanya. Sedangkan Krystal berharap ia bisa terus menghindari hari tersebut.

.

.

.

.

Cha!” Nyonya Oh menghidangkan semangkuk sop Kimchi dihadapan Tuan Oh, Sehun, Krystal, dan kedua orangtuanya. “Aku menghidangkan makanan ini agar semuanya lebih bermakna.”
Ibu Krystal tertawa, “Kau benar-benar ingin membuat hari ini akan diingat terus ya? Baiklah. Sebaiknya kita mulai makan.”

Dengan pelan, Krystal mengambil beberapa potongan daging bulgogi. Tatapannya menunduk bersamaan dengan kepercayaan dirinya yang jatuh. Hatinya meringis. Dia… Dia tidak bisa melakukan hal ini.

Krystal pikir semuanya tidak akan berjalan sesulit ini. Mereka hanya makan malam bersama seperti biasanya. Tetapi ternyata tidak. Semuanya menjadi rumit. Sangat rumit hingga hatinya kembali tidak tega untuk melakukan rencana yang telah dibuat. Dan Krystal menghabiskan makanannya dalam diam kesedihan.

“Jangan repot-repot. Biar Oemma saja yang meletakannya di belakang.” Suara Nyonya Oh kembali terdengar. Krystal hanya tersenyum ketika Nyonya Oh mengambil piring kosong.

Hatinya semakin meringis. Sebentar lagi…. Sebentar lagi mereka akan masuk ke pembicaraan. Sebentar lagi dia akan menusuk kedua orangtuanya dari belakang. Krystal memejamkan matanya. Ia ingin lari. Ingin lari dari kenyataan ini.

Trang!

Bunyi nyaring dari meja di depannya terdengar. Oh Sehun tidak sengaja menjatuhkan sendoknya. Sehun mengambilnya dan ketika ia meletakan di meja makan, mata Sehun dan Krystal beradu. Sehun hanya menatapnya datar. Tidak ada ekspresi sedih atau senang. Mata Sehun kemudian melirik ke kanan menyebabkan Krystal juga ikut melirik. Ah! Nyonya Oh sudah kembali ke ruang makan ternyata.

Semua yang berada di meja makan hanya terdiam. Kedua orangtua mereka terlihat semakin melebarkan senyumannya. Krystal dan Sehun semakin menyiapkan diri untuk rencana mereka.

“Kami sudah membuat keputusan….” Suara Nyonya Jung membuka topic pembicaraan malam ini. “Kami memutuskan jika kalian akan dijodohkan.”

Krystal menarik nafasnya. Sudah di mulai. Diam-diam ia mencengkram bajunya. Membuka mulutnya, mencoba mengeluarkan suara. Bersamaan dengan detak jantungya yang semakin kencang.
Di ujung seberang, Sehun menatap Krystal khawatir. Takut jika gadis itu tidak bisa melakukannya. Jika tidak bisa, maka tidak ada lagi kesempatan. Karena jika dia yang mengutarakan tentu akan langsung tidak diterima.

Topik berganti. Sekarang, para orangtua mengucapkan selamat kepada Sehun dan Krystal. Sehun tersenyum tetapi matanya masih mengawasi Krystal. Apakah gadis itu benar-benar tidak bisa mengatakannya? Apakah dia yang harus memulai.

“Aku tidak setuju!”

Deg!

Sehun membulatkan matanya ke arah Krystal. Suaranya sangat kecil tetapi terdengar jelas. Tanpa terasa, hatinya yang sejak tertahan pecah. Ini juga menyakitkan baginya.
“Aku tidak setuju jika aku dan Sehun dijodohkan.” Krystal sekarang menatap kedua orangtuanya. Ia menelan ludahnya. Dengan bibir bergetar ia kembali berbicara, “Maaf, tapi aku tahu jika diriku dan Sehun lebih baik menjadi sahabat dan bukan berteman.”

Suasana menjadi hening. Tidak menyangka dengan Krystal katakan. Seperti yang Nyonya Jung katakan, malam ini akan menjadi malam yang tak terlupakan.

“Krystal…” Desis Nyonya Jung tidak percaya.

“Aku menolak perjodohan ini.” Krystal menatap Nyonya Jung intens. Tangannya mengepal agar agar terlihat seperti yang Sehun inginkan. “Maaf untuk mengatakan hal ini.”

Semuanya menatap Krystal tidak percaya.

“Kami akan membicarakannya.” Nyonya Oh akhirnya membuka suaranya. Walau dengan tatapan sedih, ia mencoba untuk tersenyum, “Kami akan mengadakan pembicaraan khusus orangtua sekarang.”

Tuan Jung mengenggam tangan istrinya yang terlihat sangat menahan amarah, “Tenanglah…”

.

.

.

.

Sehun lagi-lagi melihat jam tangannya. Sudah dua jam mereka berbicara. Apa sangat susah untuk memutuskannya? Padahal Sehun kira semuanya akan terkesan mudah ketika Krystal yang mengutarakan.

Sedangkan Krystal hanya dapat menundukan kepalanya. Ia diam. Tetapi isakan kecil terdengar. Sehun bingung ingin berbicara apa dengan orang disebelahnya. Jelas, jika Krystal tidak menginginkan hal ini terjadi.

Aku telah berjanji…. Gumam Sehun di dalam hatinya.

“Maaf…”

Krystal menoleh ke arah Sehun. Matanya sudah sangat merah.

“Maaf.” Kata Sehun sekali lagi.

“Kau tidak benar-benar tulus mengucapkannya.” Desis Krystal dengan serak dan menahan perasaannya. Bisa terdengar jika ia setengah marah.

“Aku benar-benar tulus mengataknnya!” Bantah Sehun dengan sedikit kekesalan yang tiba-tiba saja terbit. “Aku meminta maaf karena kau membuat orangtua mu kecewa.”

“Oh, benarkah?” Lanjut Krystal dengan suara yang sedikit lebih kencang. Ia menatap Sehun buas, tetapi sedetik kemudian ia kembali menangis.

“Aku menjadi orang yang paling menyedihkan di muka bumi ini karena dirimu. Kemudian dirimu mengucapkan permintaan maaf kepadaku. Seakan-akan hanya dirimulah yang mengetahui apa yang terjadi kepadaku. Dan perbuatan itu, malah membuat diriku semakin menjadi orang yang menyedihkan di muka bumi ini.”

Lembut tapi menusuk. Pelan tetapi membakar hati Sehun. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat, “Aku tidak bermaksud…”

“Bermaksud atau tidak tapi kau yang membuat diriku seperti ini!” Bentak Krystal kepada Sehun. Dengan berurai airmata Krystal kembali berbicara, “Mungkin dalam beberapa waktu kedepan aku akan bersedih karena perjodohan kita dibatalkan. Tetapi, aku yakin aku akan bahagia dengan keputusanmu. Dan suatu saat aku akan mengucapkan terimakasih kepadamu.” Krystal mengeluarkan senyuman sinisnya.

Perasaan mereka berdua bercampur aduk. Sehun yang masih keras kepala dengan pendiriannya. Krystal yang terombang-ambing dengan perasaannya.

Sehun diam bergeming. Krystal kembali berbicara, “Kau tidak harus melakukan apapun untukku lagi. Tapi aku mohon, menjauhlah dari hidupku. Aku ingin menjadi orang yang bahagia di muka bumi ini.”

.TBC.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s