State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Tifanny mengaduk-ngaduk buburnya. Ia tidak nafsu makan. Terlalu banyak yang membuat pikirannya pusing. Termasuk bubur hambar satu ini. Ia berdecak kesal.

Trek~

Ia menoleh ke arah pintu dan langsung mendecak sebal, “Oh, datang menjenguk Mommy?” Desis Tifanny melihat ke arah Sehun.

Sehun menghela nafasnya. Ini baru permulaan tetapi rasanya ia ingin membuang muka dari ibunya. Rasa bencinya terhadap ibunya sudah sangat mendominasi saat ini.

“Itu bukannya pertanda bagus?” Sehun kemudian duduk di kursi dekat ranjang ibunya.

Tak!

Tifanny meletakan sendoknya dengan keras, “Hahahahaa lucu…”

Tiiit… Tiiit….

Sehun menoleh ketika detak jantung ibunya naik. Ia menghela nafasnya, “Dengar Mom, Sehun hanya ingin melihat keadaan Mom.”

“Kau menginginkan aku cepat mati bukan?”

Mom!” Sehun menatap Tifanny tajam. Ia memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya, “Aku hanya khawatir dengan keadaan Mom. Okay? Dan aku mengakui jika aku salah…”

Tifanny menghela nafasnya bersamaan dengan detak jantungnya yang menurun, “Kau sepertinya sudah sadar akan hal itu. Jadi, kau sudah putus dengan Krystal?”

“Apa?!” Sehun kembali menatap Tifanny tajam. “Putus? Tunggu… Jangan pikir…” Sehun menghentikan omongannya sebelum menghela nafas panjang, “Astaga! Aku memang mengakui jika aku salah tetapi itu bukan berarti Mom juga tidak salah!”

“Apa? Bagaimana bisa aku salah? Aku ini hanya korban dari kekhawatiran akan anak satu-satunya yang sedang dipengaruhi oleh orang aneh. Aku juga jadi seperti ini karena shock mendengar anakku dikelilingi oleh orang yang tidak pantas.”

“Apa maksud Mom?” Tanya Sehun dengan setengah berteriak, “Tidak pantas? Siapa yang tidak pantas? Krystal? Atau Seojoon hyung?”

Prang!

“Cukup keluar!” Tifanny dan Sehun sama-sama tersentak ketika suara dingin Donghae terdengar. Rupanya Donghae telah berada di dalam kamar dan menatap mereka dengan tatapan marah.

“Aku tahu ini akan terjadi jika kalian dipertemukan. Sehun, apa yang telah ku sampaikan?”
Sehun menundukan kepalanya, “Aku tahu….”

“Keluar!” Perintah Donghae kepada Sehun.

“Tung-“ Tifanny terhenti ketika Donghae menatapnya tajam.

“Yang dirimu butuhkan saat ini adalah beristirahat sampai pulih!” Titah Donghae kepada Tifanny.

.

.

.

Krystal mencoba untuk memulai harinya seperti biasa. Mencoba bangun pagi dengan pikiran positif. Mencoba untuk berangkat kerja dengan pakaian terbaik. Mencoba untuk tidak terlambat ke gallery. Yang terakhir dan yang paling menegangkan, mencoba menginjakan kakinya ke gallery setelah apa yang terjadi kemarin malam. Setelah ia melihat reaksi Tifanny.

Persiapan untuk grand opening sudah mendekati 85%. Lukisan yang Krystal buat sudah selesai. Sudah dua minggu ini pekerjaan Krystal membantu teman-temannya yang lain. Mendekor gallery. Teman-temannya bercanda kepadanya jika ini hanya sementara karena menurut rumor yang beredar Krystal akan diangkat menjadi sekertaris kedua Tifanny. Krystal hanya menanggapi mereka dengan tersenyum. Ia tidak berani berharap.

Jam menunjukan pukul 12 siang, waktunya makan siang. Waktu istirahat makan siang cukup lama, yaitu sampai jam 2 siang. Krystal mengambil hp-nya dari loker. Ia sudah memutuskan akan mengirim sebuah pesan ke Sehun ketika istirahat. Menanyakan kabar lelaki itu. Bagaimanapun juga, Sehunlah yang menghadapi masalah terberat.

Kau baik-baik saja?

Tidak sampai satu menit, sebuah balasan masuk.

Semuanya berjalan baik-baik saja. Aku baru saja menyelesaikan pertemuanku dengan dosen ku.

Aku tidak menanyakan semua keadaan baik-baik saja. Aku menanyakan apakah kau baik-baik saja?

Aku akan makan siang.

Krystal merasakan nafasnya tercekat melihat balasan Sehun. Apakah Sehun mulai menjauhi dirinya? Ia menyandarkan punggungnya ke dinding loker.

Tolong jawab pertanyaan ku… Kau membuatku khawatir.

            Aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir….

Sebuah helaan nafas keluar dari bibir mungil Krystal. Jari-jemarinya dengan lincah mengantarkan Krystal keluar dari chat room dan menekan nomor Sehun. Diam sejenak. Mencekam menunggu Sehun membalas teleponnya.

“Hallo…”

“Sehun!” Teriak Krystal ketika Sehun menganggkat teleponnya.

.

.

.

.

.

Tes~

Sebuah air mata jatuh. Dengan cepat jemari putih susu itu menghapus jejak-jejak air mata dari wajahnya. Ia berdehem.

Tes~

Air matanya kembali turun. Malah semakin deras. Ia menggeram. Ia tidak boleh terlihat lemah. Ia adalah pelindung gadis itu. Suara tangisan tak dapat ia tahan. Bersamaan dengan suara lembut yang terdengar di telinganya.

“Yang membuat diriku khawatir adalah kau menutup dirimu dari orang lain, termasuk diriku. Kau harus berbagi kesakitan mu Sehun. Percayalah, itu adalah satu-satunya cara melewati masa tersebut. Karena aku bisa melewati masa tersebut ketika aku melakukan hal itu. Melakukan hal tersebut bukan berarti dirimu lemah, itu menunjukan jika dirimu ingin melakukan sebuah perubahan. Ingin orang lain membantu mu dari masalah itu.”

Rasa nyaman mengalir dalam diri Sehun. Akhirnya, dia mempunyai seseorang sebagai tempat bersendernya. Seharusnya ia senang—- Nyatanya ia senang. Ia hanya tidak menyangka jika ia bisa merasakan hal itu.

“Aku mencintaimu…” Hanya itu yang kata yang terucap dari mulut Sehun. Ia mengatakannya di sela tangisan dia, dengan suara serak. Nafasnya sudah tercekat akibat tangisannya. Dengan lunglai, ia menjatuhkan dirinya untuk duduk di lantai dingin rumah sakit.

.

.

.

.

Donghae menghela nafasnya. Rasa sesak memenuhi dadanya melihat Sehun seperti itu. Dengan cepat, ia kembali melangkah menuju kantornya. Berusaha menghilangkan bayangan Sehun. Ini adalah hal yang sangat berat, bagi Sehun dan juga dirinya. Apalagi ketika mendengar semua cerita dari Seojoon. Dia tidak seharusnya masuk ke masalah ini.

“Paman!” Suara Seojoon membuat langkah Donghae terhenti.

Donghae menoleh ke sumber suara. Sebuah senyuman muncul, “Seojoon-ah!” Balas Donghae dengan suara bersahaja, “Ada apa datang ke kesini?”

Seojoon tersenyum kecil, “Aku ingin meminta sebuah bantuan ke paman.”

“Tentu saja bisa.”

Tertawa kecil terdengar, “Tapi aku ingin membicarakannya di tempat yang tidak umum.”

“Tentu. Mari kita bicarakan di ruanganku.”

.

.

.

.

Sehun mengkerutkan keningnya ketika mendapati Seojoon keluar dari ruangan Donghae. Apa yang dilakukan oleh kakaknya? Dengan cepat Sehun menghampiri Seojoon dan Donghae.

“Hyung!” Panggil Sehun tak jauh dari mereka.

Seojoon dan Donghae sama-sama terkejut. “Sehun-ah?!” Kata Seojoon tidak percaya melihat Sehun disini.

“Apa yang hyung lakukan disini?” Sehun langsung bertanya tanpa menghiraukan sapaan Seojoon.

“Seojoon memintaku untuk menjadi saksinya dalam pernikahannya.”
“Apa?!”

Seojoon menghela nafasnya. Masalah baru lagi. “Aku ingin memberi tahu mu ketika aku pulang. Tapi kau tahu apa yang terjadi… Awalnya aku ingin mengadakannya di Amerika.”

“Bagus!” Desis Sehun menatap Seojoon tajam.

“Aku tidak bermaksud menyembunyikan apapun kepadamu…”
“Ya, aku mengerti!” Lanjut Sehun masih menatap Seojoon tajam.

Seojoon mengangkat kedua tangannya, “Dengar Sehun, aku ingin memperbaiki hubungan ku dengan mu tapi aku tidak tahu ingin mulai darimana. Jadi aku melakukan sebuah pendekatan, memulai lagi dari awal. Aku hanya memberi tahumu dengan pemikiran kau melihatku sudah mulai terbuka sehingga kau kembali lagi terbuka kepadaku. Jika aku menyuruhmu datang, pasti akan tegang dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.”

“Tapi kenapa kau melakukannya disini?”

Sebuah helaan nafas keluar, “Sohye hamil. Orangtuanya menuntut pernikahan secepatnya. Penundaan kepulanganku ke Amerika menunda pernikahan kami. Jadi keluarganya memutuskan untuk mengadakan pernikahan di Korea saja.”

“Bagaimana bisa hyung mengadakan pernikahan dengan keluarga hyung yang seperti ini?”
“Sehun!” Terdengar teguran dari Donghae. Dokter itu menatap tajam Sehun.

“Sohye mengetahui tentang keluargaku. Seperti ku bilang sebelumnya, keluarganya menuntut pernikahan kami secepatnya. Tidak peduli harus seperti apa, yang terpenting adalah sebuah pernikahan.”

“Jadi kau hanya ingin mengadkan sebuah ucapan janji dan mendaftarkan pernikahan mu begitu? Tanpa pesta?”

“Iya. Itu dilakukan di kantor sipil. Aku butuh sebuah saksi.”

Sehun terlihat berpikir, “Jadikan aku sebagai saksi mu!”

Seojoon membulatkan matanya, merasa tidak menyangka dengan ucapan Sehun.

“Kau bilang kau ingin memperbaiki hubungan kita. Jika kau ingin memperbaikinya, kau harus mengikuti ku kedalam hal-hal penting dalam hidupmu.”

Hug!

Seojoon langsung menarik Sehun kedalam pelukannya, “Terimakasih…”

Sehun membalas pelukan Seojoon. Ia tersenyum, “Oh, hyung!” Kata Sehun tiba-tiba, “Kau harus mengadakan pesta kecil. Setidaknya sebuah makan malam dengan ku!”

.

.

.

.

“Hati-hati ketika ingin berjalan!”
Krystal hanya bisa mengucapkan permintaan maaf berkali-kali. Dia yang salah dalam hal ini. Menabrak seorang ibu-ibu di depannya dan menyebabkan dia harus menahan malu. Ini bukan yang pertama kalinya Krystal membuat kesalahan. Sejak dari kejadian Sehun menangis ketika ia menelepon Sehun, yang sebenarnya ia sangat jelas mendengarnya tetapi pura-pura tidak tahu, pikiran Krystal melayang kepada laki-laki itu. Membuat kesabaran Sekertaris Ahn diambang batas melihat tingkah lakunya. Konsekuensinya, ia disuruh istirahat oleh Sekertaris Ahn dan diizinkan masuk jika jika sudah siap kerja. Di stasiun kereta tadi saja ia tidak fokus hingga harus diteriaki oleh orang-orang agar cepat membayar tiket.

Hufhh~

Krystal menghela nafasnya. Fokus! Fokus! Fokus! Ucap Krystal kepada dirinya sendiri. Dengan cepat ia berjalan menyebrangi sebuah jalan raya. Jalan raya penghubung ke apartment-nya. Tangan Krystal langsung memasukan password apartment-nya.

“Kau tidak apa-apa?”

Krystal langsung menoleh dengan cepat. Terdiam beberapa saat ketika melihat siapa yang di depannya. Tidak mungkin! Tanpa Krystal sadari ia menggelengkan kepalanya.

“Hey, kau tidak apa-apa?”

Krystal mengerjapkan matanya. “Sehun!” Pekiknya langsung memeluk Sehun.

Sehun harus menahan dirinya agar tidak terjungkal akibat Krystal yang tiba-tiba melemparkan dirinya ke Sehun. Ia terkekeh kecil, “Ada apa hmm?” Tanyanya lembut.

Krystal melepaskan pelukannya, “Apakah kau baik-baik saja?”

Sehun menganggukan kepalanya, “Dan lapar.” Sehun kemudian mendekat ke arah Krystal, “Ingin membuatkanku sebuah makan sore menjelang malam?”

Krystal mendengus. Tetapi ia tidak dapat menyembunyikan senyumannya, “Kau terlihat aneh!”

“Kenapa aneh?!”

Krystal hanya diam dan kembali melanjutkan aktifitas sebelumnya, membuka pintu apartment-nya. “Ayo masuk. Akan ku buatkan makanan…”

.TBC.

A/N:

Apa kabar semuanya??? 😬  Saya sendiri tidak baik-baik saja (?) #gak ada yang nanya.  Gak disangka-sangka State of Grace udah mau tamat…  And i can smell the ending …..  Tinggal tunggu beberapa chapter yang kira-kira (?) akan saya update dengan cepat (Karena ide lagi mengucur deras dan tangan gatal mau nulis) hinga ff ini tamat…  Well, tapi resikonya adalah Flipped akan kehambat 😔…  Mianhae untuk memberi tahu hal ini.  Tapi saya akan berusaha untuk meng-update Flipped disela-sela menamatkan State of Grace…  See you really soon guys 🤓

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s