State of Grace (Chapter 24)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Sorak tepuk tangan menghiasi lantai dansa. Krystal mengundurkan diri dari hadapan Sehun. Ia kembali ke teman-temannya.

“Kyaaa….” Teman-teman Krystal berteriak menyambut Krystal.

Krystal meringis. Tentu dia sudah tahu apa maksud teman-temannya.

“Kau masih hidup bukan? Masih bernafas?” Hyeri menghampirinya.

Krystal mendengus, “Apa maksud kalian?”

“Kalau tidak salah tadi dirimu yang sama sekali tidak semangat berdansa!” Eunji melipat kedua tangannya, “Tapi kau mendapatkan Oh Sehun…”

“Itu hanya kebetulan!” Dalam hati Krystal meringis. Kebetulan apa? Ia yakin Sehun memang sudah menargetkannya dari awal. “Jangan berlebihan teman-teman…”

Choa mengerang, “Ugh! Kami tidak bisa Krystal!”

“Aku memotret mu! Kau mau melihatnya?!”   Chanmi mengeluarkan handphone-nya.

Krystal terperanjat. Ini… Dia mengambil handphone Chanmi. Teman-temannya juga ingin melihatnya.

“Kalian terlihat seperti sepasang kekasih!” Komen Eunji.

“Ya ampun… Ini sangat romantis!”

“Cara dia menatap mu Krystal! Dia adalah laki-laki yang hangat!”

“Beruntung sekali yang menjadi kekasihnya!”

Krystal terdiam melihat potretan Chanmi. Bagaimana bisa seperti ini? Maksud Krystal, ia hanya menatap Sehun sekali. Itupun dengan tatapan yang ia usahakan seperti biasa. Tetapi di foto ini sangat kentara.

Chanmi mengambil handphone-nya, “Aku akan mengirimkannya kepada dirimu, Krys.”

Krystal hanya terdiam.

“Permisi semuanya…”

Tiba-tiba hening ketika suara Tifanny terdengar. Tifanny kembali di atas panggung.

“Ku harap kalian menikmati pesta pembukaan ku…” Lanjut Tifanny sambil tersenyum. “Sebelum kita melanjutkan pesta ini, izinkan saya untuk mengucapkan terimakasih terlebih dahulu… Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada sahabat-sahabat yang telah mendukung saya, yang selalu memberikans saya saran. Terimakasih kepada Kim Taeyoen, Kim Hyoyeon, Im Yoonah, Kwon Miran, dan Min Hyorin.”

Orang-orang yang disebutkan oleh Tifanny mengangkat gelas mereka. Hadirin yang lain bertepuk tangan.

“Juga, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada keluarga saya. Suami Saya Oh Siwon dan anak saya Oh Sehun!”

Para hadirin kembali bertepuk tangan. Kali ini sangat keras. Tidak disangka-sangka, Siwon dan Sehun maju ke panggung. Mereka membungkukan badan mereka, menyapa para hadirin yang lain.

“Terimakasih kepada semuanya yang telah hadir disini…” Kata Sehun tanpa disangka-sangka.

Krystal terperangah untuk beberapa saat. Apalagi ketika melihat Sehun tersenyum.

“Aku baru ingat!” Tifanny kembali berbicara. “Sehun disini bersama kekasihnya!”

Krystal menahan nafasnya. Kekasihnya? Dia? Ia tertawa dalam hati. Tifanny mengakuinya atau….
“Biar kupanggilkan dia untuk datang ke panggung.”
Sehun terlihat bingung. Ia berbicara sesuatu ke Tifanny yang juga ditimpali oleh Siwon. Tifanny terlihat tidak peduli.

“Kemana dia ya?” Kata Tifanny lagi. Mata menyapu kerumunan, “Ah, itu dia!”

Jantung Krystal serasa meledak ketika mendengar lanjutan kalimat Tifanny.

.

.

.

.

.

“Krys, kau baik-baik saja?” Tanya Eunji yang melihat Krystal tiba-tiba pucat.

Krystal menoleh. Ia menghirup nafas, setelah beberapa detik tidak. “Baik…” Katanya serak. “Aku baik-baik saja…” Lanjutnya masih sama.

“Kau terlihat tidak.” Kata Eunji masih memperhatikan Krystal.

Krystal menggeleng lemah. “Tenang saja..” Ia kembali menatap ke panggung. Menahan getaran di tangannya seiring dengan Wendy berjalan mendekat.   Senyuman Wendy sangat indah apalagi gaunnya. Krystal mengigit bibirnya. Gaunnya pasti mahal tidak seperti gaun miliknya.

Tifanny kembali berbicara. Tapi kali ini Krystal tidak mendengarkan. Ia bahkan sudah mengalihkan tatapannya dari panggung. Menahan diri tidak menatap Sehun dan berusaha masuk ke pembicaraan teman-temannya.

Chanmi heboh, “Jadi itu kekasihnya?”

“Dia anak Kwon Miran kalau tidak salah…” Eunji kemudian kembali menoleh ke Wendy, “Tapi tidak mempunyai bakat melukis sama sekali…”

“Jangan-jangan mereka bertemu karena latar belakang orangtua mereka?” Tanya Minah.

“Ah, so sweet…” Seru Hyeri.

“Berarti Krys, tadi dirimu sudah termasuk sangat beruntung!” Pekik Seolhyun melihat Krystal.

“Tapi mengapa Sehun mau mengajak Krystal berdansa jika ia sudah punya kekasih?”

Ucapan Chanmi membuat semua menoleh ke Krystal. Krystal terdiam beberapa saat. Kenapa? Karena itu hak-hak Sehun. Dia bahkan tidak tahu jika Wendy disitu. Kalau boleh jujur, dia juga berhak berdansa dengan Sehun. Dia kekasihnya! Kekasih sebenarnya yang tidak diakui oleh ibunya! Krystal mengerjap. Berusaha menghalau air matanya yang ingin terjatuh. “Aku… Tidak… Tahu…” Jawab Krystal pada akhirnya.

“Itu benar. Mana dia tahu. Yang tahu alasan sebenarnya adalah Sehun bukan?” Tanggap Eunji. “Sudahlah jangan terlalu dipikirkan alasannya. Menurutku itu hak-hak Sehun juga. Itu tidak jadi masalah jika Wendy tidak keberatan. Buktinya Krystal baik-baik saja, berarti Wendy tidak keberatan bukan?” Lanjutnya memberikan beberapa alasan.

Tepat setelah itu, alunan musik kembali terdengar. Membuat semuanya menoleh ke atas panggung. Ketika itu Sehun menatap Krystal. Krystal segera mengalihkan pandangannya dari tatapan Sehun. Ia melihat Tifanny dan Siwon mulai berdansa. Suasana jadi sangat canggung sekali di panggung. Dengan Sehun dan Wendy di situ.

“Berdansa! Berdansa! Berdansa!” Teriak orang-orang melihat Sehun dan Wendy.
“Ayo berdansa!!! Apalagi yang mereka tunggu?!” Teriak Chanmi greget melihat mereka.

Sehun terlihat enggan. Ia menggelengkan kepalanya. Masih berusaha tersenyum. Cepat-cepat turun dari panggung. Menjauhi Wendy.

“Ayo berdansalah dengan Wendy!” Seru Tifanny tiba-tiba menghentikan Sehun.

“Ayo!!!!” Krystal menoleh ke teman-temannya, teman-temannya pada menunggu. Krystal menggigit bibirnya. Ini tidak baik. Ia kembali mengalihkan pandangannya ke panggung.

Wendy mendekat ke Sehun dan menarik Sehun agar berdansa dengannya. Krystal tidak dapat melihat ekspresi Sehun. Semua orang bersorak gembira melihatnya, kecuali Krystal tentunya.

Setelah itu, beberapa teman-temannya ikut lagi berdansa. Krystal terdiam. Ia menghela nafas. Ia hanya ingin pulang sekarang. Diam-diam ia pergi dari ruangan dansa. Berjalan gontai menuju mejanya yang sangat sepi. Semua orang menikmati dansa kecuali dia.

Krystal kemudian duduk. Pandangannya mengabur. Ia menutupi mukanya.

Tes!

Tes!

Air matanya mulai berjatuhan. Sial! Rasanya sakit sekali melihat Wendy bisa berdekatan dengan Sehun. Sedangkan dirinya harus menahan diri agar bisa berdekatan dengan Sehun.

“Ini…” Krystal mendongak mendengar suara seseorang.

Seojoon tersenyum lembut. Memberi sapu tangannya ke Krystal, “Tidak apa-apa jika kau ingin menangis…”

Krystal cepat-cepat menghapus air matanya.

.

.

.

.

.

Seojoon sudah bilang ke Sehun. Tifanny pasti akan menyerang Krystal disana. Tidak secara langsung. Tapi melalui Sehun.   Ucapannya terbukti benar.

Dari bangkunya, Seojoon menoleh ke arah Krystal di ujung sana. Gadis itu terlihat biasa-biasa saja––dari jangkauan tempat duduknya––.
“Apa yang Tifanny lakukan?” Ucap Donghae khawatir melihat ia mengumumkan Wendy sebagai kekasih Sehun. Laki-laki disampingnya terlihat sangat marah.

“Aku tidak tahu paman.” Jawab Seojoon jujur. “Tapi jika seperti ini berarti ada yang harus ku urus.” Ia segera bangkit dari tempat duduknya. Berjalan mendekati Krystal, tidak terlalu dekat tetapi dapat melihat ekspresi wajah Krystal.

Gadis itu berusaha menahan semuanya. Ia tetap disitu. Saat Sehun turun dari panggung, ia tetap disitu. Sampai Wendy dan Sehun mengajaknya berdansa. Krystal terdiam cukup lama. Tiba-tiba ia berbalik.

Seojoon mengikuti Krystal. Gadis itu duduk di bangkunya. Menelungkupkan tangannya di wajahnya. Bahunya mulai bergetar. Seojoon menghela nafas. Ia berjalan mendekati Krystal. Mengeluarkan sapu tangannya.

“Ini…” Katanya menyodorkan sapu tangannya ke Krystal.

Krystal menatapnya. Hal itu membuat Seojoon tersenyum, memberikan sapu tangannya ke Krystal, “Tidak apa-apa jika kau ingin menangis…”

Krystal cepat-cepat menghapus air matanya, “Oppa?!”

Seojoon duduk di samping Krystal, “Tidak apa-apa jika kau ingin menangis…” Katanya lagi.

Krystal menghela nafasnya, “Menangis di depan orang bukanlah kesukaan ku.” Katanya jujur. Ia menatap Seojoon, “Aku orang yang suka tenggelam dalam kesedihanku. Kemudian merasa baikan ketika aku selesai menangis.”
Seojoon menganggukan kepalanya, “Seseorang memang butuh menangis Krys. Kau tahu, menurut Psychology, seseorang wanita menangis jika ada yang salah dan merasa benar ketika ia selesai menangis. Kau tidak perlu malu akan hal itu.”

“Entahlah…”

Ia tersenyum. Setidaknya Krystal tidak terlalu rapuh seperti tadi, “Jadi, ingin berdansa dengan ku?”

Krystal menatap Seojoon bingung.

“Aku tadi memprediksi hal ini ke Sehun. Jika Tifanny akan menyiksamu melalui Sehun. Dan ia melakukan hal itu dengan mengenalkan Wendy. Aku memprediksi jika kau tidak kembali lagi ke sana, Sehun akan segera kesini untuk mencari mu. Aku juga memprediksi dia lagi melihat segela arah mencari mu. Jadi…”

Krystal menundukan kepalanya, “Baiklah…” Ia dan Seojoon bangkit. Menuju kembali ke tempat berdansa dan mulai berdansa.

Sepanjang ia berdansa, ia berusaha untuk tidak melihat Sehun dan Wendy. Rasanya terlalu menyakitkan.

“Apa kau tahu jika Sehun sadari tadi menatap mu?”

Krystal menoleh ke Seojoon dengan tatapan bingung. Ragu-ragu, melihat ke Sehun dan… Seojoon benar. Sehun sedang melihat ke arahnya. Cepat-cepat Krystal mengalihkan pandangannya.

Seojoon kembali berbicara, “Kau lihat tangan Sehun? Dia menyalurkan segala emosinya dalam cengraman tangannya. Aku bingung kenapa Wendy tidak meringis sama sekali…”

Krystal melihat tangan Sehun yang sangat terkepal.

“Aku juga bingung kenapa ia sangat berani menatap Sehun. Sehun sama sekali tidak ingin menatapnya!”
Krystal menunduk. Dia diam-diam tersenyum, “Oppa tidak harus menghina Wendy agar membuatku tersenyum….”

“Setidaknya aku tahu apa yang akan membuat mu tersenyum.”
Krystal mendongak melihat Seojoon, “Oppa!” Dia tersenyum.

Seojoon ikut tersenyum, “Apalagi ya agar kau tertawa? Bagaimana jika kita berdoa agar leher Wendy sakit sehabis ini? Atau ada tulangnya yang salah akibat ia terus mendongak?!”
Jahat memang. Tapi Krystal tertawa mendengarnya.

“Hak sepatunya patah? Gaunnya terinjak?”
Lagu selesai. Seojoon melepaskan tangan Krystal. “Kau tersenyum lebar lagi…”

Krystal menggelengkan kepalanya.

“Sehabis ini kau duduk bersama ku okay? Untuk jaga-jaga. Entah apa yang akan ibuku buat sehabis ini.” Tanpa persetujuan atau apa, Seojoon menarik tangan Krystal.

.

.

.

.

.

Wendy bersumpah, ia membenci Krystal Jung. Sangat membencinya. Lihatlah sekarang! Karena gadis itu Sehun tidak menatapnya sama sekali! Lehernya pegal karena terus mendongak menatap Sehun dan Sehun sama sekali tidak membalasnya! Wendy bersumpah jika sekarang Sehun sedang menatap Krystal Jung.

Bagaimana Wendy tahu? Karena ketika Krystal Jung mulai berdansa dengan laki-laki yang tidak ia kenal, cengkraman tangan Sehun mengencang. Oh, itulah kenapa ia mencari-cari siapa yang Sehun tatap. Karena cengkraman tangan Sehun sangat kencang hingga tangannya dipastikan memerah.

“Sehun!” Wendy mencoba memanggil Sehun.

Tidak ada respon.

“Sehun!”

Masih sama, tidak ada respon.

“Aw!”

Wendy yang kesal akhirnya menginjak kaki Sehun. Membuat pemilik kaki tersebut meringis.

“Apa?!” Tanya Sehun tajam.

Prok! Prok! Prok!
Lagu dansa selesai. Sehun dengan cepat melepaskan tangan Wendy. Ia dengan cepat berjalan melewati Wendy.
“Tunggu!” Wendy terpakasa mengekor dari belakang. Sedikit tergesa-gesa karena jalan Sehun yang sangat cepat.

Hyung!” Sehun memanggil seseorang. Orang tersebut sedang duduk dan akhirnya berdiri.

“Sehun siapa dia?” Tanya Wendy dan melingkarkan tangannya di tangan Sehun.
Sehun menatap Wendy risih.

“Oh Seojoon.” Ucap Seojoon tiba-tiba. Melihat gelagat Sehun, sepertinya adiknya akan menyemburkan semua emosinya kepada Wendy. “Nama ku Oh Seojoon.” Katanya sekali lagi.

Wendy menunduk, “Aku Wendy Son…”

“Aku tahu.” Ujar Seojon santai.

“Dari mana Anda tahu?” Wendy bingung. “Apa kita pernah bertemu.”

“Pernah.”

“Kapan?”

“Di sini.”

Wendy menghela nafasnya. Astaga…. Cukup Sehun yang membuat kesabarannya habis. Lelaki ini tidak usah membuat kesabarannya habis.

Seojoon terkekeh, “Tentu saja tidak pernah. Jika pernah Anda pasti tidak menanyakan siapa saya.”

Nah, ucapan Seojoon malah semakin membuat kesabaran Wendy menipis. Mata Wendy kemudian teralihkan dengan perempuan yang duduk bersama Seojoon. Krystal Jung rupanya.

Wendy tersenyum, “Oh, Krystal? Kenapa kau disini? Bukannya kau seharusnya bersama teman-teman mu?”

“Diamlah dan pergi dari sini!” Sehun menatap Wendy tajam.

Wendy semakin kesal. “Kau menghabiskan waktu dengan lelaki lain? Ku kira kau sudah punya kekasih. Tidak kusangka jika—“

Argh!”

Wendy meringis tak kala Sehun menamparnya.

“Sehun…” Ucap Wendy tidak percaya.

Seojoon menghela nafasnya. “Sehun… Ingat apa yang ku katakan tadi…”

Sehun mengertakan giginya, “Ini terakhir kalinya ku katakan. Pergi dari sini sekarang!”

Tatapan Wendy menyalak, “Kenapa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya! Apa yang salah?!”

Sehun mengerang, “Kau…”

“Sehun…”   Krystal bangun dan menyentuh pundak Sehun. Membuat Sehun menghentikan langkahnya yang sedikit lagi siap menghajar Wendy.

Wendy terpana. Lagi-lagi tatapan Sehun ke Krystal. Kekesalnnya semakin menjadi-jadi.

Byur!

Refleks, Wendy menyiramkan sampanye terdekat yang bisa ia jangkau ke Krystal. Semuanya tersentak hebat.

“Ada apa ini?” Tepat sebelum situasi semakin runyam, Tifanny datang. Menembus kerumunan yang lain. Matanya menatap tajam Krystal ketika melihatnya.

Seojoon menghela nafasnya. Sepertinya suasana malah akan semakin tambah runyam.

“Pergi dari sini!” Seru Tifanny ke Krystal. “Kau membuat keributan disini jadi cepat pergi dari sini!”

“Tapi Wendy lah yang membuat keributan! Krystal sedari tadi hanya diam!” Seru Sehun kepada Tifanny. Ia kemudian menarik tangan Krystal. Membuat Krystal berada di sampingnya, “Krystal akan tetap disini. Bersama ku!”

“Wendy tidak akan membuat keributan jika tidak ada dia!” Tifanny masih tidak ingin mundur. Dia menunjuk ke arah Krystal, “Aku bos mu bukan? Turuti perintah ku!”

Mommy bukan bos Krystal lagi. Dia sudah mommy pecat bukan? Jadi sekarang hak-hak dia ingin berada disini atau tidak!”

Tifanny menatap Krystal semakin tajam, “Wanita jalang! Lihat yang kau buat? Kau membuat anak ku berpihak kepada mu!” Ia kemudian mengerang. “Aku membenci mu!”

Semuanya terkejut mendengar perkataan Tifanny, bahkan Wendy sekalipun. Tak disangka-sangka juga, air mata Krystal turun.

Krystal segera menghapusnya, “Aku pulang duluan. Permisi…” Ia membungkukan badannya dan segera pergi dari situ.

.

.

.

.

.

“Krys, ada apa?” Eunji panik melihat Krystal berlari dari ruangan dansa. Tanganya mencekal tangan Krystal.

Krystal menggeleng, “Tidak apa-apa. Aku harus pulang!” Ia kemudian melepaskan cekalan tangan Krystal.

“Hei—“ Eunji ingin mengejar Krystal jika saja ia tidak melihat pemandangan yang sangat unik. Oh Sehun juga ikut mengejar Krystal.

“Hey, bukan kah itu Krystal?” Seru Choa melihat Krystal keluar. “Kenapa dia? Pulang?”

Eunji mengangkat kedua bahunya, “Entahlah. Dia seperti sangat tertekan.”

“Akhir-akhir ini ku lihat dia juga sangat tidak bersemangat.” Choa kemudian menghela nafasnya, “Ku harap dia tidak keluar. Aku menyukainya.”
Eunji menganggukan kepalanya, “Dia orang yang asyik.” Kemudian matanya menyapu arah lain, “Kemana teman-teman kita yang lain? Apakah mereka sudah selesai muntahnya?”

“Ku rasa kita harus menyusul mereka ke toilet.” Terdengar gerutuan dari Choa, “Mereka ini! Tidak bisa mabuk malah mabuk!”

.TBC.

A/N:

Disetiap kepahitan kan ujung-ujungnya akan hilang…..  Mungkin beberapa chapter akan ada pahitnya tapi juga akan ada manisnya..  We’ll see…  

Advertisements

2 thoughts on “State of Grace (Chapter 24)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s