State of Grace (Chapter 26)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Helaan nafas kembali terdengar. Krystal lagi-lagi menghela nafasnya. Milktea-nya sudah mendingin sejak tiga puluh menit yang lalu. Begitu pula dengan Milktea Seulgi. Seulgi sendiri sudah mengundurkan diri sejak setengah jam yang lalu. Bersama Kai.

Seulgi dan Kai datang ke apartment Krystal tadi. Seulgi untuk mengajaknya berbaikan dengan Sehun. Kai sepertinya hanya mengantar Seulgi ke apartment Krystal. Dan meminjam kamar mandinya. Laki-laki tersebut bahkan langsung pergi menunggu di mobil setelah selesai dari toilet. Mungkin karena Seulgi menginginkan hanya dia dan Krystal di ruangan itu.

“Aku adalah orang yang jahat.”

Krystal menyeringit samar mendengar perkataan Seulgi. Seulgi meletakan tehnya dan menatap Krystal.

“Aku minta maaf karena itu.”

Krystal sendiri terdiam sangking bingungnya.

“Teman tidak seharusnya datang ke rumah temannya dengan membawa masalah. Tapi aku datang ke tempat mu dengan membawa masalah.”

Krystal masih terdiam. Menunggu kata-kata Seulgi.

“Masalah mu dan Sehun lebih tepatnya…”

Krystal sudah menebak sedari awal kedatangan Seulgi. Tapi ia diam saja. Toh rasanya memarahi Seulgi atau jutek ke Seulgi tidak baik. Seulgi sama sekali tidak bersalah dalam masalah ini. Krystal pun berusaha meyakinkan Seulgi dengan cara yang ia tempuh. Ia mendiamkan Sehun agar ia dapat berpikir sejenak.

“Kau ingin sebuah rahasia dari ku?”

Krystal bingung setengah mati mendengar pertanyaan Seulgi. Ia terdiam sehingga Seulgi menceritakan keseluruhannya.

“Aku menyukai Kai sejak SMA.”

Rasanya Krystal bingung setengah mati. Sejak SMA? Itu berarti jauh sebelum Kai berpacaran dengan Sulli! Perasaan Seulgi sama sekali tidak berubah hingga sekarang. Tatapan Seulgi meredup seiring ia menceritakan seluruhnya. Gadis itu juga tidak dapat membendung air matanya di sela-sela cerita.

“Dengar Krys, Sehun pasti juga akan memaksamu keluar dari apartment ini. Tapi dia hanya diam dan menunggu mu karena dirimu. Tapi aku tahu jika mengambil sebuah keputusan di tengah kegalauan jarang yang berhasil. Kegalauan muncul akibat adanya resiko. Tapi mengambil resiko bagiku terlihat lebih baik daripada diam seperti menjauhi masalah. Dan kau seharusnya mengambil resiko itu.”

Genggaman Seulgi mengerat seiring nafas Krystal yang juga mulai memberat saat itu. Seulgi tersenyum kepadanya dan kembali berkata,

“Yang harus kau lakukan adalah tetap memegang tangannya a.k.a berada disampingnya…”

Perkataan Seulgi adalah sebuah déjà vu bagi Krystal. Perkataan yang sama seperti Sohee ucapkan.

“Yang perlu kau lakukan adalah mengenggam tangannya apapun yang terjadi.”

Lagi-lagi Krystal menghela nafas. Air matanya kembali turun. Dia selalu mengatakan kepada dirinya sendiri, berhenti menjadi orang cengeng! Tapi dia tidak bisa. Dia melanggarnya. Tatapan Krystal terarah kepada jam yang menggantung di dinding. Sebelum Seulgi pulang, ia menyampaikan agar Krystal dapat pergi bersama Sehun ke pesta pernikahan Seojoon Oppa dan Sohee Oennie. Sehun akan berangkat pukul 10 malam ini.

Jam sendiri menunjukan pukul 9. Apa yang harus ia lakukan?

.

.

.

.

.

Suara hujan deras tak terdengar sama sekali. Suara Sohee noona yang sedang membujuk Sehun agar pergi ke Busan benar-benar mengalahkan segalanya.

“Sehun harus datang loh….”

Sehun memijit pelipisnya, “Iya, noona aku akan datang…. Ini aku sudah bersiap-siap.”

“Seulgi bilang kau tidak ingin pergi karena Krystal. Apa aku harus menelepon Krystal?”

“Tidak apa-apa Sohee noona. Lagipula, Krystal tidak ingin di ganggu. Bagaimanapun juga kalian mempersiapkan pesta ini karena aku bukan? Tentu aku datang.”

“Baiklah…. Tapi beneran loh…”

“Aku tidak akan menarik omongan ku noona…”

“Baiklah. Noona tunggu ya……”

Telepon pun langsung terputus. Sehun memasukan handphone-nya. Dengan malas-malasan ia mematikan seluruh lampu di apartment-nya. Sepertinya ia harus berangkat sendiri. Sepertinya juga ia akan memberi tahu Krystal pergi besok pagi. Gadis terbsebut pasti sudah tidur sekarang. Memperhatikan Krystal dari jauh membuat Sehun tahu beberapa kebiasaan Krystal, termasuk kebiasaan tidurnya.

Dengan ogah-ogahan ia juga menyeret kopernya keluar. Rasanya begitu lambat ketika ia membuka pintu apartement-nya. Seluruh tenaga Sehun terarah untuk membuka pintu apartment-nya.

Nafas Sehun tercekat ketika melihat seseorang yang ia kenal tiba-tiba berhambur ke pelukannya. Memeluk tubuh Sehun dengan tangannya yang mungil.

“Krystal…” Ucap Sehun lirih.

.

.

.

.

.

Tekad Krystal sudah bulat. Ia memutuskan untuk melanggar semua batas. Menembus semua keraguannya. Secepat kilat ia membuka lemarinya. Mengeluarkan baju secara asal, yang terpenting cukup selama empat hari di busan. Dua hari sebelum menikah, hari H menikah, dan H+1 menikah. Segera memasukan kedalam kopernya. Jam menunjukan pukul 21.15.

Sial!
Rutuk Krystal dalam hati. Lingkungan apartment-nya jarang dilewati oleh taksi. Secara semua orang disini adalah kalangan menengah yang lebih suka menggunakan kereta. Krystal berusaha secepat mungkin berjalan menuju ke stasiun. Ketika ia masuk ke kereta, jam menunjukan pukul 21.25. Kereta sampai di stasiun tujuannya tigapuluh menit kemudian. Itupun Krystal harus berjalan cukup jauh untuk sampai di apartment Sehun. Berbeda dengan apartment Krystal yang untuk kalangan menengah, apartment Sehun untuk kalangan ke atas yang menggunakan mobil sebagai transportasi utama.

Krystal ingat, di tengah-tengah perjalanan hujan tiba-tiba turun. Dan dia menangis di tengah-tengah ia berlari ke apartment Sehun. Ia tiba-tiba merasa takut. Bagaimana jika Sehun sudah pergi? Apakah keadaan akan sama setelah Sehun pulang dari Busan? Dua hal itu terus menghantuinya.

Keadaan Krystal cukup mengenaskan ketika ia sampai di apartment Sehun. Jika saja Krystal hanya sekali ke situ, dia pasti dicekal oleh petugas keamanan apartment. Untungnya mereka tahu dan membiarkan Krystal masuk walaupun diiringi tatapan aneh. Beberapa orang yang satu lift dengan dia juga memberikan tatapan aneh. Dia sama sekali tidak peduli.

Entah apa yang sedang terjadi, semuanya sangat pas. Ketika Krystal baru saja sampai di depan pintu dan bersamaan dengan itu Sehun juga membuka pintu apartment-nya. Krystal langsung menghamburkan diri ke pelukan Sehun. Memeluk tubuh tegap Sehun dengan tangannya yang ia rasa kecil dibandingkan tubuh Sehun. Dia kembali menangis.

“Krystal…”   Suara Sehun yang lembut seakan oksigen yang membuat Krystal bisa bernafas dengan lega. Krystal tetap memeluk Sehun. Ia membenamkan wajahnya di dada Sehun.

Perlahan, tangan Sehun juga ikut melingkar ke tubuhnya. Sehun menarik Krystal ke dalam pelukannya. Tangan kananya mengelus pelan kepala Krystal.

Sehun kemudian melonggarkan pelukannya. Tangannya terlepas dari pinggang Krystal. Dia menyentuh lembut wajah Krystal dengan kedua tangannya. “Jangan menangis… Ayo masuk. Kau kehujanan.”
Krystal diam menurut. Dia belum bisa berbicara apa-apa ke Sehun. Dia hanya diam ketika Sehun menyuruhnya untuk mandi dengan air hangat dan memberikan baju ganti yang layak untuk Krystal, sebuah sweater kebesaran bewarna navy blue dan celana dengan panjangnya menutupi paha Krystal. Krystal sebenarnya membawa baju dan dia bisa saja memakai bajunya. Tapi entah mengapa tatapannya hanya tertuju ke Sehun. Dan pikirannya yang menerawang bagaimana cara meminta maaf kepada Sehun.

Sepuluh menit kemudian Krystal keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju Sehun. Dirinya menggusap rambutnya yang basah dengan handuk yang lagi-lagi Sehun berikan. Kemudian berjalan melintasi kamar Sehun untuk mencari Sehun.

Astaga… Apa yang Seulgi lakukan hingga kalian semua seperti ini?”

Suara Sehun terdengar ketika ia membuka pintunya. Krystal langsung menuju ke sumber suara, yaitu dapur. Disana dia juga dapat melihat secangkir teh hangat dan roti yang baru saja dipanggang. Sehun membelakangi dirinya sambil memengang hp.

“Aku. Akan. Datang.” Seru Sehun tidak sabaran. “Aku berjanji akan hal itu….” Setelah itu Sehun kembali berbicara, “Ya. Tenang saja. Jam duabelas pun aku akan menyetir kesana. Pokoknya ketika waktunya fiting aku akan berada di tempat!” Sehun pun kemudian memutuskan telepon dengan kasar. Ketika dia berbalik, Sehun tersenyum mendapati Krystal sudah ada di dapur. Dia berjalan mendekat ke arah Krystal, mengenggam lembut tangan Krystal. “Aku lupa membawa koper mu tadi. Tapi tenang saja, aku sudah memasukannya…”

Perkataan tak terduga dari Sehun membuat pipi Krystal memerah. Bodohnya dirinya yang juga tidak mengingat kopernya. Sehun seperti menghinoptis dirinya dan yang ia inginkan saat itu adalah menatap Sehun. “Ah… Aku…” Hening sejenak, “Aku minta maaf…”

Senyuman Sehun semakin merekah, “Minta maaf karena apa?” Tanyanya dengan suara ringan. Dia terlalu bahagia karena mendengar suara Krystal. “Kau tidak bersalah Krys… Seharusnya aku yang meminta maaf. Aku kembali melanggar janjiku. Aku membuat dirimu tersakiti.”

“Tetap saja….” Suara Krystal bergetar lagi. “Aku membuat kesusahan dalam beberapa hari ini. Aku menjauh. Tidak ingin mendengarkan apapun dari mu.”

“Ssssttt… Tidak apa-apa. Aku akan melakukan apapun untuk mu. Walau harus membelikan bulan. Walau harus terbang ke Mars. Walau harus menjauh darimu. Asalkan kau menginkannya…”

Air mata Krystal kembali menetes.

“Jangan menangis ku mohon… Aku tidak ingin kau bersedih….”

Bodoh! Krystal bahagia…. Sangat bahagia hingga ia seperti ini. Krystal melepaskan tangannya dari Sehun dan segera menghapus air matanya. Sayang air matanya tetap tidak ingin berhenti. Sehun yang melihat hal itu menarik tubuh Krystal dan tiba-tiba menciumnya.

Sebuah perlakuan yang lagi-lagi tak terduga. Krystal pikir Sehun akan memeluknya. Tapi Krystal sama sekali tidak mempermasalahkannya. Dia menerima perlakuan Sehun.

Drrt~

Handphone Sehun kembali berbunyi. Tetapi sepertinya Sehun sama sekali tidak mempunyai niat untuk mengangkatnya.

Drrrt~

“Sehun….” Kata Krystal setelah mendorong Sehun, “Ada telepon.”

Sehun tidak mengatakan apa-apa. Tapi dari wajahnya terpampang kekesalan, “Halo.” Katanya asal-asalan.

“Kau dimana? Sudah berangkat belum?”

Sehun mengerang mendengar suara Seojoon yang sudah dua kali meneleponnya, “Tenang saja… Aku pasti akan berangkat. Krystal juga sudah datang…”

“Cih, aku tidak percaya hanya karena kau mengatakan Krystal sudah datang. Aku akan terus menelepon mu hingga kau sampai, mengerti? Aku sebenarnya ragu kau datang makanya seperti ini—“

Sehun hanya bisa menghela nafas mendengar rentetan kalimat Seojoon. Ia kemudian melirik ke arah Krystal, “Hyung ingin aku membuktikannya? Baiklah…” Sehun memberi hp nya ke Krystal. “Seojoon hyung… Bicaralah dengan ia sebentar.”

Krystal menerimanya, “Seojoon oppa?”

“Astaga Krystal!” Suara Seojoon terdengar sangat kaget, “Aku tidak menyangka kau akan datang malam ini. Tapi baguslah jadinya Sehun bisa semangat datang ke pesta pernikahanku. Ingat ya, kalian harus berangkat malam ini juga!”

“Baik oppa…”

“Eh, ngomong-ngomong apa yang Seulgi lakukan sehingga kau mau merubah pemikiran mu?” Belum sempat Krystal menjawab Seojoon kembali berbicara, “Tapi biarkan aku saja yang memikirkannya. Kalian cepat-cepatlah ke sini…” Sambungan telepon terputus.

“Kurasa kita harus berangkat sekarang…” Putus Sehun dan Krystal hanya mengangguk.

.

.

.

.

.

Krystal mengerjapkan matanya. Dimana dia sekarang? Ia melihat keadaan sekitar dan menemukan Sehun sedang tertidur pulas di samping kirinya. Sepertinya Sehun memutuskan untuk tidur di tempat peristirahatan karena mengantuk. Pelan-pelan, tidak ingin membuat Sehun bangun ia membangkitkan sandaran kursinya. Ia rasa ia akan berjaga sebentar sampai Sehun bangun.

Mata Krystal menelisik lingkungan sekitar. Sehun memilih pom bensin dan banyak mobil lain yang juga memarkir disana. Beberapa di antara mereka keluar membeli snack dan sehabis itu pergi. Adapula yang hanya keluar entah ngapain, kemungkinan besar ke toilet kemudian pergi.

Hampir lama Krystal memandangi mobil yang datang dan pergi. Tersisa tiga mobil di sana. Mobil Sehun, satu mobil sedan yang kira-kira tiga meter dari Krystal, dan tepat di samping mobil sedan ada mobil SUV.

Pelan-pelan, ia melihat seorang laki-laki berjalan sambil memegang kopi di tangan kirinya. Tangan kanannya sedikit ke belakang karena ada yang menarik. Kemudian seorang perempuan yang memegang tangan lelaki berlari kecil kedepan. Mensejajarkan posisinya dengan laki-laki itu. Tersenyum lembut.

Deg!

Krystal menahan nafasnya. Tangannya bergetar secara tiba-tiba. Keringat dingin bermunculan di pelipisnya.

“Sehun…” Panggil Krystal dengan suara serak. Air matanya sudah turun. “Sehun…” Panggilnya lagi karena Sehun belum terbangun. “Oh Sehun!” Serunya agak keras diiringi oleh isak tangis.

Sehun pun akhirnya bangun. Ia langsung panik setengah mati menemukan Krystal yang tiba-tiba menangis. “Ada apa Krys? Ada apa?”

.TBC.

 Hullaaa  i’m back as soon as i can….  maaf ya saya lama updated nya lagi kelas dua belas nihhh  (alasan!).  Tapi ciusan rasanya belajar itu udah gumoh bawaannya…  Special double updated sama Flipped.

And saya punya akun wattpad…  Boleh atuh di follow…  xospringsflowerxo

 

Advertisements

17 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s