State of Grace (Chapter 27)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

“Krys…”

Krystal belum bisa menjawab. Air matanya terus turun dan semakin deras. Manik matanya menatap Sehun dengan tatapan panik.

“Sayang….” Kata Sehun. Lagi. Ia mengenggam tangan Krystal yang dingin. Mencoba menyalurkan ketenangan. Menatap mata Krystal.

“Tetap disini….” Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Krystal.

Sehun tidak mengerti apapun. Tetapi ia mengangguk dan menarik Krystal ke dalam pelukannya. “Aku akan selalu disini… Disebelah mu….”

.

.

.

.

.

Sehun terus memeluk Krystal sampai Krystal kembali tertidur pulas. Saat Krystal tertidur pulas, Sehun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan saja. Mereka sudah setengah perjalanan ke busan. Waktu sudah menunjukan pukul 2 pagi. Itu artinya, mereka kira-kira akan sampai Busan pada pukul 5 pagi, untungnya mereka sampai disana tepat pukul 5 pagi.

Seojoon menyewa sebuah villa untuk keluarga Sohee. Semuanya sedang tertidur pulas ketika mereka sampai. Hanya Seojoon dan Sohee yang menyambut Sehun. Itu juga mereka terbangun karena Sohee yang sedang mengidam.

“Krystal kelihatannya sangat lelah. Ku rasa kau harus menggendongnya Sehun-ah.” Begitulah yang kira-kira Sohee noona katakan. Sebenarnya, Sehun juga punya niatan untuk mengendong Krystal. Dengan sukarela ia menggendong Krystal ala bridal style ke kamar yang telah dipersiapkan.

Setelah membawa barang-barang ke atas, Sohee noona kembali berkata, “Kamar mu bukan di sini. Tapi di sebelah.” Kentara sekali ada nada ancaman di situ. Memangnya Sehun mau ngapain sih?

Walau sudah di ancam Sehun tetap nakal. Dia menidurkan dirinya di samping Krystal, pelan-pelan menutup matanya sambil memeluk kekasihnya.

.

.

.

.

.

Ketika bangun, Krystal merasa jika kepalanya sangat berat. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya dan menemukan wajah Sehun yang sedang tertidur dengan damai. Tangan Sehun yang melingkar memeluk tubuhnya juga mulai terasa. Krystal menyunggingkan senyumnya. Pelan-pelan ia menyentuh pipi Sehun.

“Pagi..”

Krystal terasa terjungkal dari tempat tidur sangking terkejutnya. Sehun tidak dapat untuk tidak tersenyum mendengar bunyi nafas Krystal yang begitu tercekat.

“Mencuri kesempatan ya?” Matanya tiba-tiba terbuka dan mendapati Krystal masih dengan wajah syoknya.

Krystal hanya mendengus. Rona merah sudah terdapat di wajahnya.

Lagi-lagi, Sehun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa.

“Apaan sih?” Gerutu Krystal dan mendorong Sehun pelan. Ia kemudian bangkit dari tempat tidurnya dengan wajah tertekuk.

“Jangan begitu…” Sehun dengan sigap kembali menarik Krystal ke dalam pelukannya. “Biarkan seperti ini untuk berapa saat.” Lanjutnya pelan.

Krystal lagi-lagi pasrah. Habisnya ia juga menyukai berada di pelukan Sehun.

Tok! Tok! Tok!

“Krystal….”

Sehun mengerang mendengar suara Sohee noona.

“Krystal…. Ayo bangun…. Sudah jam 07.30…”

Gantian, Krystal lah yang tertawa melihat raut wajah Sehun. Lagi-lagi ia mendorong Sehun dan bangun. Dengan santai berjalan menuju pintu,”Iya, oennie!”

Cklek~
“Krystal sayang…”   Sohee langsung memeluk tubuh Krystal, “Aku sangat senang kau bisa datang. Bersemangatlah! Kau harus fitting baju dan menemaniku seharian ini.”

“Apa-apaan…” Suara protes Sehun membuat Krystal dan Sohee menoleh.

Melihat Sehun yang berada di tempat tidur membuat Sohee melotot, “Yak, Oh Sehun! Sudah kubilang kamar mu disebelah!”

“Tapi noona tidak menyuruhku untuk tidur di kamar ku bukan?”
Sohee noona kembali melotot ke arah Sehun, “Benar-benar! Cepat sekarang keluar dan pergi ke kamar mu! Kau juga harus bersiap-siap karena akan menemani Seojoon!”

“Tapi…”

“Tidak ada tapi-tapi!” Potong Sohee tegas. “Cepat!”

Sehun merengut. Aduh… Padahal Sehun berharap hari ini dia akan bersama terus dengan Krystal. Kenapa malah terpisahkan oleh dua calon pengantin ini?

.

.

.

.

.

“Fitting baju jam sembilan dan sehabis itu Krystal akan membantu noona mengurusi beberapa hal. Seperti bunga dan tata letak ruangan. Kau bisa bukan?”

“Tidak!”

Jawaban spontan Sehun membuat Krystal dan Sohee melotot. Mereka sedikit kesal dengan sifat blakblakannya Sehun.

“Tentu eonnie. Aku senang bisa membantu.” Kata Krystal pada akhirnya.

“Tapi—“

“Oh, senangnya…” Sohee noona memotong omongan Sehun. “Terimakasih Krystal…”

Sehun kembali menghela nafasnya. “Noona, kau membuat mood ku hancur.”

“Aku hanya meminjam kekasih mu hari ini saja. Besok-besok ia akan terus di sebelah mu.” Bela Sohee noona.

Sehun ingin melontarkan pembelaannya. Sayang, seseorang memanggil Sohee noona yang membuat ia dengan enaknya melenggang pergi meninggalkan Sehun dan Krystal.

“Sifat asal-asalannya sangat sama seperti hyung. Aku bingung bagaimana mereka menghadapi anak-anak mereka nantinya.” Gerutu Sehun kemudian meminum kopinya.

“Hush, jangan berbicara seperti itu!” Gumam Krystal. “Sohee noona tadi sudah bilang kepadaku dengan yang cara baik-baik kok. Entah mengapa ketika bertemu denganmu berbicaranya menjadi seperti itu.”

Sehun memberengut mendengar penjelasan Krystal. Krystal pun tertawa lepas melihat hal tersebut. Tertawa yang sangat lepas. Sehun melirik Krystal sekilas. Jika gadis itu bisa tertawa selepas itu sekarang, apa yang membuat ia menangis sangat ketakutan kemarin malam?

.

.

.

.

.

Rasa penasaran Sehun belum terjawab juga.. Dua hari dari kedatangan mereka ke Busan dan Sehun hampir tidak mempunyai waktu bersama Krystal. Bukannya ia seorang yang lagi kasmaran yang tidak ingin dipisahkan, hanya saja rasanya aneh karena ia ingin tahu mengenai kejadian malam mereka datang ke Busan.

Krystal dan Sehun menemani calon pengantin secara terpisah. Sohee mengurus ruangan sedangkan Seojoon kerjanya pergian ke tempat catering atau apapun itu. Barulah malam hari mereka bertemu, itupun ketika ingin tidur.   Malam pertama mereka di Busan, Krystal terlihat sangat lelah. Gadis itu benar-benar menemani Sohee mengurusi tata letak.

Sehun yang saat itu ingin bertanya, mengurungkan niatnya dan pada akhirnya hanya melihat Krystal yang mulai terlelap di kasurnya. Saat ingin keluar menuju kamarnya, baru saja ia membuka pintu, Krystal berteriak dan rupanya ia sedang mengalami mimpi buruk. Mata gadis itu terbelak ketakutan yang membuat Sehun entah mengapa sakit dan hanya bisa memeluknya hingga Krystal kembali tertidur. Sehun pun akhirnya kembali lagi tertidur di kamar Krystal.

Begitupula keesokan harinya, Krystal yang sangat lelah kembali dilanda mimpi buruk dan gadis itu sesenggukan akibat mimpinya. Mulutnya yang gatal terdiam karena ia tahu, Krystal tidak akan bisa menceritakannya sekarang. Dan dia berharap gadis itu ingin menceritaknnya nanti.

“Sehun!”

Sehun tersentak kaget ketika Kai memukul kepalanya. Ia menoleh menatap Kai tajam. Begitupula dengan Kai.

“Apa yang kau pikirkan bodoh?! Acara pernikahannya sudah mau di mulai!” Seru Kai tertahan.

Sehun menarik nafasnya dan berjalan dengan pelan menuju tempat pernikahan kakaknya. Ia tidak boleh mengecewakan kedua pengantin yang menunjuknya sebagai their best man.

.

.

.

.

.

Sorak tepuk tangan men-sahkan ikatan Sohee dan Seojoon. Semuanya bersorak senang dan tersenyum lebar. Panasnya mentari terkalahkan dengan semangat para hadirin.

Seojoon dan Sohee menggelar pernikahan mereka di salah satu pantai di Busan. Nuansa putih dan hiasan bunga yang banyak, pernikahan mereka adalah salah satu pernikahan terindah, menurut Sehun. Dan itu bukan hanya Seojoon sebagai kakaknya. Sehun tidak dapat menahan senyumannya. Ia mengerjapkan matanya ketika air matanya mendesak untuk turun. Tidak pernah terpikirkan di benaknya dapat melihat hyung-nya kembali. Atau dapat hadir di pernikahan hyung-nya.

Sohee dan Seojoon kemudian berbalik, melambaikan tangannya kepada para tamu. Tanpa aba-aba, Sohee melemparkan bunganya.

“Wuhuuu~” Sorai para tamu bertepuk tangan ketika bunga sampai di tangan Seulgi.

Seulgi tampak syok kemudian menunduk, menyembunyikan rona di pipinya. Krystal yang berada di samping Seulgi ikut bertepuk tangan juga tersenyum lebar.

Perhatian Sehun sekarang tertuju ke Krystal. Gadis itu selalu cantik dimanapun dan kapanpun. Tapi entah mengapa, rasanya sangat berbeda ketika Krystal, yang kala itu menggunakan gaun bewarna putih pemberian Sohee, tersenyum lebar sambil berbisik-bisik bersama Seulgi.

Acara pernikahan berlanjut. Sehun dengan setia, yang tentunya di dampingi oleh Krystal, menemani Seojoon menyapa keluarga Sohee yang jumlahnya lumayan. Sehun juga bertemu dengan orangtua Sohee yang terbilang sangat santai dan lebih tepatnya tidak mengungkit-ungkit masalah keluarga Sehun. Mereka juga sangat ramah. Jangan lupakan keponakan Sohee yang berjumlah 4 orang masing-masing berumur 3 tahun. Sedari tadi sibuk menyapa Sohee dan Seojoon. Juga ikut bercanda bersama Krystal.

Langit mulai senja saat semua tamu pada pulang. Menyisakan pengantin yang sibuk mengurusi tempat pernikahan mereka kemudian Sehun dan Krystal. Sehun menarik tangan Krystal perlahan menjauhi tempat pernikahan. Menyusuri pantai Busan yang indah dan masih terjaga. Melihat deburan ombak yang tenang. Angin sisa-sisa musim dingin masih terasa dan semakin terasa dengan redupnya sinar mentari.

“Apa kakimu sakit?” Tanya Sehun ke arah Krystal.

Krystal melihat ke arah kakinya yang terbalut high heels putih, “Sedikit.”

Sehun berhenti berjalan dan sedikit membungkukkan badanya. Pelan-pelan ia melepas high heels Krystal.
“Sehun!” Teriak Krystal terkejut karena Sehun tiba-tiba mengendongnya.

“Lihatlah… Kakimu kembali membiru.”

Krystal tidak sempat membalas. Lagi-lagi Sehun berlari menuju bibir pantai. Membuat Krystal tertawa lepas. Ia mengalungkan lengannya ke leher Sehun.

“Kyaaa…” Sehun menjatuhkan Krystal ke pasir lagi dan membuat Krystal kali ini terkena ombak.

Krystal yang kesal mendorong kaki Sehun dan ia juga ikut terjatuh. Mereka akhirnya bermain air hingga Krystal memutuskan untuk menjauh karena kedinginan.

“Menggelikan…” Gumam Krystal kesal.

Sehun hanya tertawa, “Tapi kau senang.” Ia kemudian mengalungkan jasnya ke bahu Krystal. “Sebentar lagi matahari akan terbenam. Kau ingin pulang?”

Krystal menoleh ke arah Sehun, “Bisakah kita melihat matahari terbenam terlebih dahulu? Sudah lama aku tidak melihatnya.”

Sehun mengiyakan. Akhirnya mereka terduduk di pantai. Tepat di depan mereka, matahari siap-siap terbenam.

“Aku jarang sekali ke pantai.” Krystal kembali berbicara. “Aku membenci pantai. Intinya, aku membenci hal-hal yang membuatku bahagia bersama ibu ku.” Ia menghela nafasnya. Sedangkan Sehun diam mendengarkan.

“Merayakan ulang tahun, pergi ke pantai, bernyanyi bersama-sama,” Omongan Krystal terhenti saat air matanya turun. Sehun dengan pelan menarik Krystal ke dalam pelukannya. Krystal mulai lagi berbicara, “Terkadang aku suka bertanya-tanya. Apa yang akan terjadi ketika aku bertemu dengan ibu ku lagi? Apakah aku akan marah dan tetap membencinya? Apakah aku langsung membalikan badan ku dan berjalan seoalah-olah aku sudah melupakannya? Bertahun-tahun aku memupuk rasa benci ku kepada ibu ku. Tapi… Tapi tidak ada satupun yang benar. Aku tercekat nyaris ketakutan ketika melihatnya.”

“Krys…” Sehun pun merasa aneh dengan akhir kalimat Krystal. Ia menatap wajah Krystal yang sedari tadi menempel di dada bidangnya.

Krystal menatap mata Sehun lamat-lamat sebelum ia berkata, “Aku bertemu dengannya. Ketika aku menangis dan mengatakan kepada mu agar jangan meninggalkan ku. Waktu itu semua kenanganku dengannya mengalir begitu saja. Dan aku merasa sudah menemukan jawaban dari pertanyaan ku. Pertanyaan ketika aku bertemu dengannya. Aku tidak akan siap bertemu dengannya. Sampai kapapun. Sampai aku bisa memaafkannya. Dan sayang, aku belum memaafkannya.”

“Aku akan berada di sebelah mu dan tidak akan pernah melepaskan mu.” Ucap Sehun sungguh-sungguh.

Air mata Krystal kembali meleleh. Krystal kembali berbicara. Menggumamkan sebuah kalimat yang tak diduga-duga, “Apakah aku akan menjadi ibu yang baik?”

“Tentu saja Krystal. Tentu saja.” Jawab Sehun cepat dan yakin. “Kau akan menjadi ibu yang baik. Aku yakin itu. Jangan pernah meragukan dirimu hanya karena masa lalumu. Itu sudah berlalu. Lihatlah dirimu yang sekarang.”

Krystal masih terdiam dan meneteskan air matanya.

Dengan lembut, Sehun menghapus air mata Krystal, “Semua akan baik-baik saja.”

Krystal kembali bersandar di dada bidang Sehun. Matanya terpejam menikmati dinginnya angin pantai. Sejenak hanya terdengar deburan ombak.

“Anak laki-laki atau anak perempuan?”

Sehun menoleh ke Krystal, “Apa?”

“Maunya anak laki-laki atau anak perempuan?”

Sebuah senyum tipis tersungging dibibir Sehun, “Bagiku, yang terpenting anak tersebut dilahirkan dari seseorang ibu yang aku cintai dan ibu tersebut sehat. Itu yang terpenting.”

Dalam sunyinya deburan ombak, Sehun kembali mengecup bibir Krystal.

Yah… Gak jadi ngeliat matahari terbenam dong…

.TBC.

Tenang-tenang…  Untuk beberapa chapter ke depan gak ada konflik berat..  Tapi gak tau nanti.  Target nyelesain ini adalah bulan desember/januari tapi kira-kira masih ada 10 chapter lebih (jika tidak ada perubahan konflik) Chapter selanjutnya akan di publish secepatnya *kaburrrrr

Advertisements

15 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s