State of Grace (Chapter 28)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

“Matahari terbenam…” Seru Krystal senang. Dia tersenyum lebar membuat Sehun ikut tersenyum.

Sehun kemudian mendesah, “Aku merasa sangat bahagia kali ini. Bersama mu, akhirnya. Setelah beberapa hari yang berat. Bersama hyung, di pernikahannya. Setelah bertahun-tahun aku bertanya dimana dia, apakah aku bisa bertemu dengannya, dan apakah aku bisa menghandiri acara sepenting ini.” Suara Sehun agak bergetar. Ia mengerjapkan matanya, bulir air mata jatuh.

Krystal yang melihat itu mengeratkan pelukannya. Mereka berdua berasal dari keluarga tidak sempurna. Mereka berdua hidup dengan harus melihat itu. Mereka berdua mendapat goresan luka dari keegoisan dua orangtua mereka.

“Sehun….” Ucap Krystal lirih.

Sehun menoleh ke arah Krystal, “Terbesit dibenak ku, apakah aku akan menjadi ayah yang baik? Dengan ayahku yang pemarah dan selalu suka memerintah tanpa mendengarkan ibuku. Tentang ayahku yang hanya pergi setiap saat dengan alasan kerja, mengatakan urusan pekerjaannya lebih penting daripada keluarganya. Atau kebaikan dia hanya terlihat baik ketika bersama orang lain.” Sebelum Krystal ingin membantah Sehun kembali berkata, “Tapi aku ingat, ada dirimu disampingku. Ada dirimu yang akan mengingatkan ku jika aku salah. Maka dari itu…”

Sehun berhenti sebentar dan entah mengapa hal itu membuat jantung Krystal berdetak lebih kencang. Perasaan gugup tiba-tiba menyerangnya.

“Maukah kau terus berada di sampingku? Menemaniku agar aku bisa menjadi ayah yang baik karena aku tahu kau akan menjadi ibu yang baik.” Tangan Sehun terarah menuju kantong jasnya yang sekarang Krystal kenakan. Mengambil sebuah kotak berwarna biru tua. Nafas Krystal langsung tercekat. Jangan-jangan….

“Maukah kau hidup bersama ku selamanya? Menemaniku hingga akhir hayat ku?” Sehun membuka kotak itu. Memperlihatkan sebuah cincin berbentuk sangat indah… Bertahtahkan beberapa permata dengan permata utamanya bewarna rose gold.

“Sehun…” Krystal masih menahan nafasnya.

“Aku tahu mungkin ini berasa sangat cepat bagi mu. Aku tahu dengan keadaan seperti ini banyak keraguan pada mu. Tapi satu yang aku yakini, cukup dengan mu berada disamping itu sudah cukup bagiku.”

Air mata Krystal turun. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. “Aku….”

“Tidak usah terburu-buru. Aku ingin dirimu memikirkannya secara matang-matang.” Sehun berucap dengan tenang. Ia pun menyematkan cincin kepada Krystal, “Tapi cincin ini milik mu.”

“Kalian yang disana!” Teriakan Seojoon membuat Krystal dan Sehun menoleh. Krystal cepat-cepat menghapus air matanya.

“Aku mencari kalian kemana-mana! Sohee khawatir karena mobil kalian ada tetapi kalian tidak terlihat!” Seru Seojoon yang mendekat ke arah mereka. “Ayo pulang! Atau kalian masih mau disini?”

“Kami akan pulang.” Kata Sehun. Ia berdiri dan membantu Krystal bangkit. Ia menoleh ke arah Krystal dan tersenyum lembut kemudian mengandeng tangan Krystal yang sudah tersematkan cincin.

Melihat senyuman Sehun, Krystal ikut tersenyum, “Ayo… Aku sedikit kedinginan sebenarnya.”

.

.

.

.

.

Drrt~ Drrrt~ Drrrrt~

Sehun mengerang ketika hp dari nakas berbunyi dengan keras. Menganggu tidurnya. Tapi ia tidak perduli, ia bahkan mengeratkan pelukannya ke Krystal yang asyik tertidur pulas.

Drrt~ Drrrt~ Drrrt~

Sehun berdecak. Dengan malas, ia meraih hp masih dengan mata terpejam. “Dimana lagi…” Gerutunya sebal.

“Hallo!” Seru Sehun sedikit kesal.

“Soojung?”

Sehun langsung membuka matanya. Segera saja melihat handphone yang ia pegang dan berdecak ketika ia memegang handphone Krystal.

“Soojung… Ini Soojung bukan?” Suara perempuan yang meneleponnya kembali terdengar.

“Krystal… Ada yang menelepon mu…” Bisik Sehun membangunkan Krystal.

Krystal yang merasa masih lelah hanya bergumam tidak jelas. “Aku ingin tidur…”

“Krystal…”

Krystal tetap tidak bergeming. Mau tidak mau Sehun menempelkan handphone ke telinga Krystal.

“Jung Soojung, hallo!!!”

Oemma!” Soojung yang mendengar suara ibunya langsung bangun. Ia memegang handphone dengan raut bingung dan menatap ke Sehun. Yang di tatap hanya mengangkatkan bahunya.

Benar dirimu bukan…”

“Iya, tadi aku masih sangat mengantuk.”

“Oh,” Suara perempuan sedikit bingung, tetapi ia kemudian berdehem, Oemma dan Appa sedang ada di Busan. Kami baru saja sampai. Sebelumnya kami ingin bertemu dengan dirimu dan Amber di Seoul, tapi kata Amber kau sedang di Busan bersama kekasih mu…”

“Kakaknya sedang menikah. Ada apa Oemma?”

“Oh begitu… Yang tadi mengangkat telepon mu itu kekasih mu bukan? Siapa namanya? Oh Sehun kalau tidak salah? Eihhhh, kalian tidur bersama? Anak Oemma Sudah besar rupanya. Coba saja Appa yang tadi menelepon, dia pasti syok berat.”

Krystal merona mendengar rentetan perkataan ibunya, “Bukan begitu….”

“Tidak apa-apa. Kau sudah dewasa dan sekarang berapa umurmu Krystal Jung? Oemma dan Appa akan selalu mendukungmu.” Kemudian ibu Krystal berkata lagi, “Kita kembali lagi kemasalah awal. Apakah Oemma bisa bertemu dengan hari ini ketika makan siang? Ini sangat penting.”
Mendengar nada mendesak ibunya Krystal akhirnya berkata, “Akan ku usahakan.”

“Baiklah. Jangan lupa bawa kekasih mu nanti ya… Oemma ingin melihatnya. Sulli berkata jika kekasih mu itu sangat rupawan.”

Mendengar nada senang ibunya Krystal mendengus, “Ingat sama suami Oemma…”

Ibu Krystal tertawa, “Ughhh.. Jangan diingkatkan bisa? Baiklah, kita akan bertemu pada jam makan siang. Tempatnya belum tahu. Appa mu masih berdebat tentang tempatnya.”

“Baiklah Oemma….” Kemudian sambungan teleponnya terputus dan Krystal segera menaruhnya di nakas sebelahnya.

“Siapa?” Sehun sedari tadi tidak tidur. Ia menatap Krystal dengan siku sebagai penopangnya.
“Oh, Oemma ku…”

Melihat raut wajah Sehun yang bingung Krystal menambahkan, “Oemma angkat ku.”

“Oh….” Raut wajah Sehun menjadi antusias. “Kau masih sering mengobrol bersama Oemma-mu?”

“Sebulan sekali kami bertukar sapa. Dia sedang pulang ke Busan dan mengajak kita untuk bertemu ketika makan siang.”
“Tentu. Aku sangat ingin bertemu dengan orangtua angkat mu.”

Melihat wajah Sehun yang sangat semangat Krystal terkekeh, “Jangan semangat dulu. Kau belum bertemu dengan Appa ku.”

“Aku pasti bisa menghadapi Appa mu. Dengan pesonaku…”

Krystal tertawa dibuatnya, “Ah sudah jam berapa sekarang?” Kata Krystal setelah ia selesai tertawa. Krystal pun kembali mengambil handphone-nya dan berkata, “Ah, sudah jam enam rupanya. Mengapa aku masih sangat lelah?”

“Apa perlu aku ingatkan apa yang kita lakukan kemarin malam?” Goda Sehun sambil ‘tersenyum’.

Tangan Krystal dengan cepat memukul bahu Sehun dan ia mendengus. “Aku ingin mandi. Badanku terasa sangat lengket.”

Sehun menahan tangan Krystal dan langsung menarik Krystal ke pelukannya, “Jangan… Disinilah terlebih dahulu.” Ujarnya pelan.

Krystal hanya mendengus tetapi mulai mengambil posisi yang enak di dada bidang Sehun.

“Orangtua angkat mu baik kepada mu?”

“Euhmmm…” Gumam Krystal. “Mereka sangat baik kepadaku dan Amber. Awalnya mereka hanya ingin mengangkatku sebagai anak mereka, tetapi karena aku menangis dan bilang jika aku ingin Amber ikut mereka akhirnya mengangkat Amber juga. Mereka tidak bisa mempunyai anak karena rahim Oemma diangkat. Maka dari itu mereka sangat mencintai anak-anak. Mereka juga membesarkan kami seperti anak mereka sendiri semampu mereka.”

Mendengar nada Krystal yang bahagia entah mengapa membuat Sehun ikut bahagia.

Kata-kata Krystal kembali meluncur, “Oemma dan Appa hanya pegawai kantoran biasa yang gajinya pas-pasan. Tapi masalah aku dan Amber tidak menempuh dunia kuliah itu karena keinginan kami sendiri. Rasanya tidak tega untuk membebani mereka lagi. Mereka pasti akan bilang tidak apa-apa. Tapi kami tahu mereka sangat berusaha keras untuk itu. Maka dari itu, ketika tamat SMA kami memutuskan untuk merantau ke Seoul.”

Sehun terdiam sejenak sebelum berkata, “Mereka sangat menyangi dirimu dan Amber.”

Krystal tersenyum, “Ya…” Krystal tiba-tiba berkata, “Aku ingin bertanya sesuatu.”

“Tanyakan saja…”

“Kalau kau punya anak, mau namanya siapa?”

Sehun menoleh ke arah Krystal, “Apa itu artinya kau menerima lamaranku?”

Krystal balas menatap dan berkata, “Berpikir saja belum. Kau tahu kemarin aku tidak sempat berpikir.”

Sehun terkekeh mendengar hal itu. “Jika anaknya perempuan aku mau namanya Jinri, sesuai dengan nama adik kecilku. Jika nama anaknya laki-lai aku ingin namanya Hunsik. Itu nama kakek dari Mommy. Harabeoji yang meminta kepada ku agar namanya di pakai. Untuk Seojoon, harabeoji meminta nama halmeoni, Nayeon sebagai nama salah satu anak hyung.”

“Bagaimana dengan dirimu?”

“Aku? Sooyoung jika perempuan. Seungyeon juga bagus sih… Kalau laki-laki aku masih bingung. Kemungkinan besar aku ingin namanya Kyuhyun, seperti nama Appa.”

“Kurasa kita harus membuat anak yang banyak agar nama-nama itu bisa kita sematkan.”

Sebelum Krystal membalas terdengar ketukan dari luar, “Krystal… Sehun… Sudah waktunya sarapan….”

Suara Sohee membuat Sehun terkejut, “Cepat sekali pengantin baru terbangun.”

Krystal tertawa.

“Iya Oennie!” Seru Krystal kemudian. Selanjutnya ia menatap Sehun, “Kurasa sudah waktunya aku mandi.”

.

.

.

.

.

Krystal asyik menyisiri rambutnya saat Sehun mendapatkan sebuah telepon dari ibunya.

“Aku…” Gumam Sehun pelan. Sedikit menjauh dari Krystal, “Aku sedang pergi bersama Kai dan Seulgi. Ada apa Mom?” Sambil menunggu jawaban Tifanny, Sehun memasukan tangan kanannya ke saku celana, “Eh, kenapa bertanya seperti itu?” Ia menghela nafas, “Iya, Krystal juga ikut. Itu juga karena aku yang memaksanya.” Sehun terdiam sebentar dan tiba-tiba nada suaranya naik, “Sebenarnya ada apa mom?” Mendengar ibunya kembali berbicara, Sehun tersenyum kecut, “Oh, begitu. Dad tidak ada menghubungi ku. Aku bahkan tidak tahu Dad juga berada di Busan. Nanti siang ingin mengajak makan? Aku tidak bisa. Ada makan siang penting yang harus aku hadiri.” Sehun kembali menghela nafas, “Baiklah, nanti aku akan hubungi Dad. Aku akan pulang hari ini. Tapi kemungkinan sampainya besok. Baiklah.”

Setelah sambungan terputus, Sehun segara berbalik. Krystal sedang menatapnya dengan senyuman.

Mom menelepon menanyakan apakah aku tahu jika Dad ada di sini.” Ujar Sehun dengan suara beratnya.

“Aku tadi mendengar tentang acara makan siang.”

“Sepertinya Dad akan mengajak ku makan siang.”

“Oh, kau akan ikut?”

Sehun menggeleng mantap, “Tidak. Aku sudah ada janji dengan kedua orangtua mu bukan?” Kemudian ia berjalan mendekati Krystal dan mengenggam kedua telapak tangan Krystal, “Aku akan menghubungi Dad sendiri. Kau tenang saja.”

Krystal kemudian mengangguk. “Aku sudah siap.” Katanya kemudian.
“Baiklah. Kita akan permisi ke Seojoon hyun dan Sohee noona.”

“Kau yakin kita langsung membawa barang-barang kita saja?”

“Ya. Mereka akan meninggalkan vila ini pukul 2 siang. Bisa jadi acara makan kita lebih dari 2 siang. Lagipula aku terlalu malas untuk kembali ke sini.” Sehun kemudian mengangkat barang bawaannya dan Krystal.

“Ingin ku bantu?” Tawar Krystal.
Sehun menggeleng, “Ini tidak berat.”

Krystal lagi-lagi hanya bisa diam. “Baiklah…” Ia kembali berkata, “Kita jadi membelikan hadiah untuk kedua orangtuaku?

Sehun mengangguk mantap, “Iya. Sekaligus jalan-jalan berduaan bersama mu di Busan.” Sehun kemudian tersenyum ke Krystal. Krystal memutar bola matanya melihat senyuman Sehun.
“Apa aku bisa menolaknya?”

“Tidak!”

“Okay. Kurasa kita harus segera permisi ke pasangan pengantin baru.” Seru Krystal dan mereka keluar dari kamar.

.TBC.

 

Advertisements

17 Comments Add yours

  1. oohshara says:

    ahhhhh kenapa tbc sich,,suka ama sestal mereka so sweet dech yaaa,,buruan d lanjut ya thor fighting

    Like

    1. Ally says:

      Soon my dear.. Doain minggu depan selesai….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s