Unwanted Reverie (Chapter 2)

unwantedreverie

Poster By : NJXAEM@ POSTERCHANNEL

Author: Ally

Cast: f(x)’s Krystal Jung | EXO’s Oh Sehun | RV’s Bae Irene |

Rating: T (Teen)

Length: Chaptered

Previous Chapter: Prologue | 1 |

Line

Unwanted #2: Unwise Advised

“Jadi bagaimana Krystal, apakah kau ingin menggoda Oh Sehun?” Joohyun kembali berkata setelah Krystal menatapnya tanpa berkedip hampir tiga menit. Dia mengigit bibirnya.

“Oennie gila bukan? Aku adalah sahabat mu. Oh Sehun adalah tunagan mu. Apa yang ada dipikiran Oennie?” Krystal berangsur-angsur mundur. “Oennie… Astaga! Kau membuatku takut!”

Joohyun menghela nafasnya, “Kumohon Krystal…. Pikirkanlah!”

Line

Krystal tidak tahu perasaannya sejak ia pulang dari butik Joohyun. Hal yang dijanjikan Joohyun hampir berhasil membuatnya ingin menyetujui. Tapi apakah hal itu benar?

Sebelum Krystal pulang, Joohyun masih menatapnya sambil berharap. Joohyun juga berkata alasan ia memilih Krystal karena ia mempercayai Krystal sebagai sahabatnya. Sahabat yang selalu berada disampingnya. Hal itu bukan membuat Krystal tenang. Malah semakin membuat ia resah, bagaimana jika ia kelewat batas?   Bagaimana jika ia mengkhianati Joohyun pada akhirnya? Semuanya pasti dapat terjadi.

Lagipula, apakah Krystal semurah itu? Menggoda tunangan-lebih tepatnya calon tunangan- terdengar murahan bagi Krystal. Tentu Joohyun tidak bermaksud seperti itu. Gadis itu hanya terluka dan itu satu-satunya hal yang ia pikirkan. Krystal satu-satunya orang yang ia pikir cocok untuk melakukannya.

Helaan nafas terdengar dari bibir Krystal. Ia memijit pelipisnya yang sedari tadi pusing karena berbagai masalah. Ia bangkit dari tempat tidurnya. Ia tidak bisa tidur. Padahal jam sudah menunjuk pukul sebelas malam. Dia lelah tapi pikirannya tetap berkelana. Krystal berjalan menuju jendela kamarnya. Membukanya. Membiarkan bunyi mobil yang masih ramai dari kota New York masuk ke apartment-nya.

Banyak orang tidak ingin tinggal di apartment yang berada tepat di tengah kota New York. Selain karena macet, apartment disitu sangat bising. Kota yang tak pernah tidur ini terlihat dari jalananannya yang tidak pernah sepi. Tapi itulah yang membuat Krystal tinggal di apartment-nya. Ia menyukai suara bising dari mobil yang terkadang di warnai oleh suara klakson. Itu mengisi kekosongan di apartment-nya. Mengisi kekosongan dirinya juga.

Ia tidak pernah mempunyai teman. Krystal menghabiskan masa hidupnya di apartment orangtuanya. Ia tidak bersekolah seperti anak pada umumnya. Ia homeschooling. Dia hanya bersekolah tiga bulan lamanya. Sebelum teman-temannya membulli dirinya dan orangtuanya memutuskan untuk mensekolahkannya dirumah.

Sepupunya adalah temannya. Minho dan Junmyeon. Tapi sekarang mereka tidak dekat lagi. Setelah Junmyeon putus dari Joohyun dan ia lebih memihak Joohyun. Setelah Junmeyon menikah dengan Park Chorong, perempuan yang ia pilih melebihi Joohyun. Minho masih bersikap baik terhadapnya. Apalagi Choi Sulli, istrinya. Tapi entahlah… Krystal menjauhi Minho. Karena dimana ada Minho disitu juga ada Junmyeon. Jika Junmyeon ada, maka ia dan Krystal pasti akan bertengkar.

Krystal menatap jalanan yang tak pernah sepi itu. Di tengah hingar bingar ini ia masih merasakan sepi.

Line

Tidak mempunyai teman bukan berarti Krystal tidak mempunyai seseorang yang bisa diajak berbicara. Ibunya selalu berada disampingnya. Ibunya lebih dari sekedar ibu baginya. Ia adalah saudaar perempuan Krystal dan juga sahabatnya. Ibunya menjadi tempat Krystal ketika ia bingung.

Kebetulan yang menakjubkan adalah hari ini, sehari setelah Joohyun dan Krystal berbicara, Krystal dari minggu lalu sudah mempunyai janji dengan ibunya. Ibunya baru saja pulang dari dinas kerjanya dan baru hari ini, setelah dua minggu, ia dapat bertemu dengan ibunya.

Krystal asyik menunggu di restaurant italia dekat kantor ibunya. Ketika hampir 15 menit menunggu, ibunya datang. Dengan pakaian formal kantor dan rambut yang digulung ke atas. Wanita yang menginjak akhir 40 ini terlihat tersenyum ke Krystal. “Apakah sudah menunggu lama?” Tanya ibunya dan mulai melihat menu.

Krystal juga ikut melihat menu, “Tidak juga. Aku pikir Oemma akan lebih lama lagi.”

“Rapatnya selesai lebih cepat.” Ujar Jessica pendek. “Ah… Oemma melihat macaroni disini jadi teringat Mac and Cheese di Chichago. Itu sangat lezat.”

Oemma tidak membawakannya untuk ku.” Kata Krystal dengan nada yang pura-pura kesal.

Jessica tertawa, “Oemma pernah membawakan mu makanan tapi kau dan Appa tidak pernah memakannya. Lagipula Oemma dibayarin makan disana.”

Krystal kemudian berdehem, “Kita pesan Lasagna saja bagaimana? Aku bosan dengan spaghetti.”

“Oemma ikut saja dengan mu.”

Krystal dan Jessica memesan Lasagna dengan minuman mereka. Krystal terdiam sejenak. Haruskah ia mengatakannya? Meminta saran Oemma-nya?

“Bagaimana kuliah mu? Apakah rancanganmu diterima oleh Professor Clark?”

Krystal menatap Oemma-nya sejenak, “Tidak. Dia menolaknya. Tapi aku sudah mendapatkan inspirasi baru.”

Jessica menganggukan kepalanya, “Dan bagaimana rencana mu ketika selesai kuliah? Kau sudah mempertimbangkan saran Appa dan Oemma kan?”

Saran Appa dan Oemma membuat Krystal tambah frustasi. Kedua orangtuanya sudah mengetahui jika Krystal langsung ingin membuat brand pakaian. Tapi mereka khawatir. Mereka khawatir karena Krystal harus meminjam uang dari bank. Menurut mereka itu terlalu beresiko. Mereka juga tidak dapat membantu Krystal. Hidup di New York hampir 20 tahun, gaji mereka masih dikatakan terlalu pas-pasan. Mereka ingin Krystal bekerja dulu di boutique seseorang baru membuat brand sendiri.

“Krystal!” Jessica memanggil Krystal yang terdiam. Ia tersenyum sedih, “Kau tidak setuju bukan?”

Krystal berdehem, “Aku mendapat kesempatan lain. Bukan meminjam uang dari bank. Joohyun menawariku bekerja sama untuk pakaian musim panasnya. Itu dapat membuat namaku terkenal dikalangan investor.”

“Itu hal yang bagus sayang!” Jessica bersorak senang. Ia mengenggam kedua tangan Krystal, “Apa kau menerimanya?”

“Belum. Aku masih memikirkan syaratnya.”

Jessica menghela nafasnya dan memijit pelipisnya, “Syarat…. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Jadi katakan kepada Oemma. Apa syaratnya? Apa syaratnya kau harus membagi pendapatan mu atau kau membangun brand dibawah perusahaan miliknya atau apa?”

Krystal menggelengkan kepalanya, “Bukan syarat seperti itu.”

“Bagus! Apa lagi yang kau tunggu Krystal Jung? Atau ia memberikan syarat yang melanggar hukum?”

“Astaga Oemma tentu tidak! Oemma berkata seakan Joohyun orang jahat.”

Jessica kembali mengenggam tangan Krystal, “Kalau begitu apalagi yang harus kau tunggu? Dengar, Oemma tidak tahu persis apa syaratnya tapi menurut Oemma kalau syaratnya tidak merugikan mu, tidak membuat mu melanggar hukum, Joohyun juga mempercayaimu, dan satu lagi Joohyun senang jika kau melakukannya kenapa tidak? Oemma tidak akan bohong kepada mu Krystal, ini adalah kesempatan terbaik mu.”

“Permisi!” Suara dari pelayan wanita mengejutkan mereka berdua. “Pesanan kalian…”

Hmm.. Lasagna datang pada waktu yang tepat.” Ujar Jessica dan mulai memotong Lasagna-nya.

 

Line

Berbicara dengan ibunya tidak membuat Krystal sedikitpun tenang. Akhirnya, ketika jam menunjukan pukul 12 malam, ia memutuskan keluar dari apartment-nya menuju bar di sekitar apartment-nya. Dengan pakian tidur tipisnya dilapisi oleh jaket tebal dan panjang. Yang Krystal inginkan saat ini adalah minum-minum.

“Lady… Aku sudah lama tidak melihatmu datang disini.” Seru bartender bar ke Krystal.

Krystal tersenyum kecil, “Hai Micheal! Aku tidak melihat Nick!”

“Oh Nick keluar dari 2 minggu yang lalu. Kekasihnya tidak setuju dia bekerja disini.”

“Sayang sekali… Aku pesan seperti biasa.” Krystal duduk dan melihat layar tv menampilkan tv series berjudul entah apa. Dia sudah lama tidak melihat tv. “Bar sangat sepi malam ini.”

“Ini jam 12 malam Lady… Tentu sudah sepi. Aku mau tutup jika saja kau tidak datang.” Michael kemudian memberikan minumannya. Krystal tersenyum dan meneguk dengan sekali.

“Hai Micheal!” Seseorang datang dan terlihat menjabat tangannya dengan Micheal. “Ku kira bar mu sudah tutup.”

“Hai Kai! Sebenarnya aku sudah ingin tutup jika saja Krystal tidak datang.”

Krystal yang mendengar namanya disebut menoleh ke arah teman Micheal.

“Ini teman ku Kai, Krystal. Dia juga berasal dari Asia seperti mu. Tepatnya dari Korea Selatan.”

Krystal terpaksa mengeluarkan senyumannya. Kalau ingin berdebat, dia akan berkata jika dia benar-benar orang Amerika asli karena lahir dan dibesarkan disini. Keluarganya sudah tiga generasi berada di Amerika. “Aku pesan lagi.”

“Aku seperti biasa.” Ujar Kai dan duduk disamping Krystal.

Mereka terdiam. Krystal benar-benar ingin sendiri kali ini. Ketika minuman datang, ia kembali meneguknya dengan sekali teguk.

“Hari yang buruk?” Tanya Kai menatap Krystal. “Atau masalah yang berat?”

“Masalah yang berat.” Sahut Krystal enteng. Ia mengangkat tangannya untuk memesan lagi.

Kai meneguk minumannya.

“Hari yang buruk atau masalah yang berat?” Tanya Krystal melihat Kai yang juga meminum alkoholnya dengan cepat.

Kai tersenyum, “Dua-duanya.”

“Ku kira aku saja yang menderita.” Kata Krystal kemudian menyesap minumannya.

Kai tertawa, “Tidak bisakah kau memberi simpati kepadaku?”
Krystal menatap Kai. Menyadari jika laki-laki itu memiliki wajah rupawan dengan mata bulat sempurna, hidung yang mancung, dan bibir yang tebal. Ia berdehem, “Aku tidak dapat memberikan simpati karena aku sendiri kekurangan akan hal itu. Mungkin kau bisa memberikan simpati kepadaku?”

Kai menyesap minumannya, “Apakah kau pernah berpikir jika semua hal tidak ada yang sesuai dengan ekspektasi mu? Hari ini aku menyadarinya. Kau mengenalku?”

“Apa kau model yang tidak terlalu terkenal?”

Kai tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban lugas Krystal, “Kau bukan yang pertama yang mengatakan pekerjaan ku model. Tapi kau yang pertama yang mengatakan jika aku model yang tidak terlalu terkenal.” Kai mendekatkan wajahnya ke Krystal, “Aku penari terkenal.”

“Itu bukan duniaku.” Seru Krystal dan lagi-lagi meneguk alkoholnya. Satu-satunya penari yang ia kenal Oh Sehun. Oh, Krystal jadi bertambah muram mengingat hal tersebut.

“Intinya, aku membuat koreagrafer dan berharap koreagrafer ku di pilih untuk acara pembukaan. Tapi tidak malah koreagrafer teman ku. Kemudian teman ku dipilih sebagai center, itu biasanya posisi ku. Dan teman ku, orang yang sama dengan koreagrafernya dipilih dan sebagai center, diberikan durasi solo performance terlama. Kau tahu kenapa begitu? Itu karena dia mempunyai wajah yang tampan.”

“Kau tampan.”

Kai tersenyum mendengar perkataan Krystal, “Dia lebih tampan. Kata murid-murid perempuan yang lain wajahnya membuat mu tidak bisa bernafas.” Ia kembali berkata, “Jadi bagaimana dengan mu?”

Krystal akhirnya bercerita, “Aku mempunyai masalah besar. Teman ku, tiba-tiba berkata kepadaku jika ia akan membantuku. Tapi dengan sebuah syarat. Dan aku pusing dengan syarat itu. Sebelum kau berkata jika syaratnya merugikan diriku atau melanggar hukum maka aku akan menjawab tidak. Syaratnya sedikit gila tapi tidak melanggar hukum.”

“Apa syaratnya?”

Krystal menyesap minumannya dengan muram, “Dia ingin aku menggoda calon tunagannya. Bisakah kau pikirkan itu?! Hidupku memang susah tapi aku tidak semurahan itu!”

“Jauhi saja teman mu. Ku rasa dia meremehkan mu.”

“Aku tidak bisa. Dia mempunyai masa lalu yang buruk tentang tunangan dan pernikahan. Itu yang bisa ia pikirkan dan hanya aku yang ia percaya. Masalah utamanya adalah aku butuh hal yang ia janjikan.”

“Hey, kau ma dengar saran ku?”

Krystal kembali menatap Kai, “Saran dari seseorang yang mabuk?”

Kai mendekatkan wajahnya ke Krystal, “Jika kau menerima saran dari seseorang yang tidak mabuk kau pasti tidak akan mabuk-mabukan.”

Krystal menghela nafas mendegar kalimat Kai yang mengindikasi dia sudah mabuk. Tapi ia tetap diam mendengarkannya.

“Menurutku, kau setuju saja dengan syaratnya. Tapi kau tidak menggoda calon tunangannya. Kau mungkin dekat dengan calon tunagannya tapi tidak sampai menggodanya. Ketika ia bertanya apakah calon tunagannya tergoda olehmu kau tinggal menjawab tidak. Dia pasti percaya padamu. Dan dia pasti tidak akan bertanya kepada calon tunagannya.”

Krystal melihat alkoholnya sejenak sebelum kembali meminumnya. “Kau tahu, kurasa kau teman yang enak diajak ngobrol.” Krystal mengeluarkan uangnya dan memanggil Micheal, “Ambil saja kembaliannya.”

Kai yang melihat Krystal akan pergi juga ikut membayar. “Kenapa kau berhenti minum? Kita bisa mengobrol lagi.”

“Aku ingin tidur.” Jawab Krystal pendek.

“Biar ku antar. Kau mabuk.”

Krystal tertawa dan ia mengibaskan tangannya, “Kau juga mabuk. Lagipula tempat tinggal ku dekat.” Ia berbalik keluar dari bar.

Kai mengikuti Krystal. “Hey, aku rasa aku bisa menemanimu berjalan.” Krystal masih berjalan tanpa menoleh dan Kai mengikuti Krystal. Ia dengan cepat mensejajarkan langkahnya dengan Krystal, kemudian mencekal tangan Krystal, “Atau kita bisa bersenang-senang sedikit? Kau tahu… Aku sedang kesepian. Kau juga.”

Krystal mendekat ke arah Kai dan berbisik, “You’re not lonely. You can ask your fiancée or your wife to company you.” Ia kemudian menatap Kai dengan tatapan tajam, “Lain kali simpan terlebih dahulu cincin mu sebelum menggoda seseorang. Looser!” Ia segera berjalan menjauhi Kai.

Kai menatap punggung Krystal yang semakin menjauh kemudian tersenyum. Dia menyukai gadis itu.

tbc1

Haiiii… Aku updated agak cepat kali ini. Tapi gak tahu kedepannya soalnya aku udah masuk sekolah lagi. Agak liar bukan? Ya, soalnya mereka hidup di Amerika alias New York jadi aku buat latar kehidupan Krystal agak liar.

Well, Kim Jongin atau Kai sudah muncul menjadi playboy kelas kakap. Sedangkan Oh Sehun belum. Kayaknya sih Sehun muncul di chapter depan.

Okay, See you soon~

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. Puput says:

    Lanjut terus yah. Ditungguin terus kok, semoga waktunya bisa dibagi biar sempat buat lanjutannya lagi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s