Runaway (Chapter 6)

Runaway Poster Fix

Cast: Choi Sulli, Choi Minho, Kim Jongin

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: Prologue | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |

garis1.png

Taemin menatap Sulli, “Itu… Lukisan dari Min Seongsangnim sebagai hadiah ulang tahun Taemin….”

Mata Sulli langsung melotot. Hadiah ulang tahun? Min Seonsangnim?

Oemma…” Ujar Taemin takut karena melihat ekspresi Sulli.

 

garis1.png

Sulli memejamkan matanya sejenak, “Ayo kita turun Taemin!” Katanya dengan nada dingin.

Oemma tidak apa-apa kan? Oemma tidak marah kan?” Taemin keluar dari mobil dengan memopoh lukisan.

Sulli yang melihat itu membantu Taemin dengan memegang lukisan tersebut. Ia menggeleng lemah. Tidak baik menunjukan amarahnya kepada Taemin yang tidak tahu apa-apa. Sulli tadi bertindak sangat gegabah di depan Taemin. Yang pasti, Sulli akan melihat beberapa hari kedepan dan jika Minho sudah benar-benar melewati batas, ia akan mengajak Minho berbicara.

garis1.png

“Sulli!” Sulli yang sedang asyik bekerja sedikit tersentak dan membuat design baju yang ia gambar memiliki coretan tidak perlu.

Krystal masuk dengan mata berbinar, “Ayo kebawah! Kau pasti tidak menyangka siapa yang datang!” Krystal menarik tangan Sulli dan membuat Sulli lagi-lagi tersentak. Dia hampir saja menjatuhkan barang-barang di atas meja kalau saja ia tidak sigap.

Krystal menarik Sulli dengan semangat. Berlari menuruni tangga.

“Key oppa pulang Sulli!” Seru Krystal senang.

Key yang sedang melihat baju-baju Sulli langsung berbalik begitu mendengar suara Krystal. Kemudian ia sedikit terkejut karena Krystal berhambur memeluknya.

“Oooh….. Sojung-ah!”

“Katakan kepada ku! Katakan kepada ku!” Krystal kemudian melepas pelukannya, “Bagaimana rasanya bersekolah di Juliard hah?

Key tertawa. “Menakjubkan!”
I knew it!” Krystal juga ikut tertawa riang.
Sulli mendatang Key perlahan, “Anyeonghaseyo oppa!” Ia memberi pelukan singkat ke Key setelah mendorong Krystal.

“Sulli-yah…. Aku tidak percaya kau masih lebih tinggi daripada ku…”

Sulli tertawa dan memukul pelan lengan Key, “Apa kau pernah lebih tinggi daripada ku oppa?”

Key memasang wajah masam. “Jadi, kalian tidak mengajak ku duduk dan memberiku minum?”

Omongan Key membuat dua wanita itu kembali tertawa. Krystal yang sangat semangat mengandeng tangan Key dan mengajaknya ke lantai dua. Sulli mengikuti mereka berdua di belakang.

Key oppa… Dia merupakan sunbae Sulli dan Krystal di fakultas kesenian. Satu angkatan dengan Minho yang sangat-sangat terkenal di adik kelas karena kebaikannya dan keramahannya. Dia terlalu cerewet untuk urasan laki-laki sebenarnya. Sulli dekat dengannya setelah dia dan Key satu kelompok untuk mengurus acara fakultas. Mereka menjadi sangat dekat ketika Sulli berpacaran dengan Minho.

Fakta lainnya Key adalah ia sahabat Minho. Sangat aneh karena sifat mereka sangat bertolak belakang. Satu lagi, Key adalah orang yang mengetahui bahwa Taemin anak Minho. Dia mengetahuinya dikarenakan Jonghyun yang keceplosan. Setelah Key menggurutu betapa miripnya Taemin dengan Minho terutama mata dan bibirnya. Hanya dia dan Jonghyun yang mengetahui hal tersebut.

Key berdehem ketika Krystal menghilang untuk mengambil soda dan makanan ringan, “Bagaimana dengan Taemin? Ku harap matanya sedikit tidak belo sekarang.”

“Taemin tumbuh menjadi semakin ganteng oppa! Kau harus melihatnya sekali-kali.”

“Tentu. Mungkin kau bisa mengajaknya ke tempat kerja ku. Kau tahu Sulli, aku mendapat pekerjaan di Vogue Korea dan kurasa aku bisa mengusulkan tempat ini.”

“Kau selalu baik padaku Oppa….”

Key mengibaskan tangan kanannya, “Jangan sungkan kepada ku Sulli-yah.”

Krystal datang dengan tiga soda dan satu keripik kentang, “Ini sodanya. Untuk snack nya aku hanya menemukan ini.”

Mereka bertiga kemudian melanjutkan obrolan dengan topik utama Juliard dan kemacetan kota New York.

garis1.png

 

Sudah pukul Sembilan malam. Sulli baru saja menidurkan Taemin. Tubuhnya sangat lelah akibat pekerjaan sebagai designer dan perannya sebagai ibu. Sayangnya pikiran Sulli masih melalang buana. Sulli semakin tidak tenang dengan Minho yang semakin dekat dengan Taemin. Ia sangat takut Taemin pergi darinya. Itulah yang membuatnya kalut. Sulli mungkin berkata kepada Minho jika kehidupan Taemin sempurna dengan Sulli dan Jongin disampingnya. Yang sebenarnya terjadi adalah kehidupannya sempurna dengan Taemin.

Helaan nafas keluar dari bibir tipis Sulli. Apa yang harus ia lakukan? Taemin kembali bercerita tentang Minho yang membantunya mengambar. Mungkin, jika itu Jung Seonsangnim bukan Choi Seongsangnim Sulli akan tenang. Minho bukan hanya guru tapi ia adalah Appa Taemin. Dan itulah yang membuat semuanya berbeda.

Ia tahu ia akan semakin kalut jika ia tidak membuat sebuah keputusan. Maka dari itu, Sulli memutuskan sesuatu. Ia… Ia akan mengakhiri ini. Satu-satunya cara adalah berbicara dengan Minho. Sulli tahu menemui Minho di sekolah sangatlah riskan untuk hal seperti ini. Ia memutuskan untuk meminta bantuan teman dekat dirinya dan Minho untuk menjadi perantara mereka. Siapa lagi jika bukan Key oppa?

Sulli segera mengambil handphone-nya dan menelepon Key.

“Hallo Sull?”

Sulli menghembuskan nafas lega, “Hallo , oppa? Apakah aku mengganggu waktu tidurmu?”
Key terkekeh, “Tentu tidak. Aku mengalami jet lag. Lagipula aku sedang ingin keluar menemui Minho. Bocah itu juga tidak bisa tidur.”

Dahi Sulli berkerut, “Menemui Minho?”

“Kenapa? Kau ingin ikut? Ikutlah.” Key berkata dengan nada bercanda.

Di lain pihak, Sulli menghiraukan nada bercanda Key. Ia sedang berpikir. Ia harus berbicara dengan Minho secepatnya. “Dimana kalian akan berkumpul?”

“Ah, Sulli?!” Suara Key berubah menjadi panik. “Aku hanya bercanda. Jangan di anggap serius. Lagipula apakah Jongin tidak marah?”

“Jongin sedang pergi oppa.” Sulli menghela nafasnya, “Oppa, aku meneleponmu sebenarnya ingin meminta tolong. Aku ingin berbicara dengan Minho mengenai Taemin. Dia… Dia mengetahui jika Taemin merupakan anaknya dan berusaha mendekatinya.”

“Minho tahu?! Bagaimana?!”

“Aku tidak tahu bagaimana Minho bisa tahu.” Jawab Sulli putus asa. “Minho tiba-tiba bekerja menjadi guru di sekolah Taemin. Dia dan Taemin juga menjadi sangat dekat. Oppa tolong aku… Aku harus berbicara dengannya. Tapi itu tidak mungkin disekolah Taemin karena hal ini terlalu riskan.”

“Baiklah…. Aku dan Minho akan berkumpul di café biasa. Kau tahu bukan? Tempat berkumpul kami ketika pulang kuliah.”

“Aku tahu.” Seru Sulli sambil memejamkan matanya. “Aku akan kesana segara.” Lanjutnya.

Well, ia tidak akan melupakan tempat itu.

garis1.png

 

Sulli tahu keputusan ia cukup gila. Ia, seorang wanita menyetir pada waktu malam tanpa Jongin ketahui dan meninggakan anaknya sendiri di rumah. Semuanya terlalu tiba-tiba. Lagi-lagi, Sulli melakukan semua hal secara spontan. Jam menunjukan pukul 10 malam ketika Sulli memasuki café tempat janjian Minho dan Key.

Suasana café masih sama. Tidak ada yang berubah sejak 4 tahun yang lalu. Sulli melangkah dengan jantung yang berdebar. Bukan hanya karena ingin bertemu dengan Minho, tetapi di café ini juga malam yang tak pernah Sulli lupakan bermula. JIka Sulli tidak datang di café ini untuk meminta maaf, dia dan Minho tidak terikat dengan situasi seperti ini.

Sulli tersentak hebat ketika tangannya di tarik. Orang yang menariknya tak lain adalah Key.

“Aku kira kau akan datang cepat. Ternyata tidak. Kenapa apakah kau berdandan terlebih dahulu?”

Celotehan Key membuat Sulli sedikit tersenyum. Kenapa kakak kelasnya sangat cerewet, huh?

“Nah, Minho. Ini orang yang ingin menemui mu!” Key segera mendorong Sulli ke depan meja yang tak lain adalah meja Minho.

Mata Sulli dan Minho bertemu sejenak. Minho mengeluarkan senyum sinis, “Jadi kau ingin ikut bergabung? Suami mu tidak marah?”

Sulli menatap Minho dengan tatapan menyalak marah. “Key oppa, tinggalkan kami sebentar.” Kata Sulli dingin.

“Key, kau tidak kemanan-mana.” Seru Minho juga dingin. Tatapannya menuju Sulli seakan menantang wanita di depannya.

Oppa kumohon…”

“Key…”

Key menghela nafasnya, “Aku haus. Aku akan balik sebentar lagi!” Key mengeluarkan senyumannya dan segera berlari meninggalkan mereka.

Minho membuang mukanya. “Pergilah…”

“Kita harus bicara.” Sulli menarik bangku di depan Minho kemudian duduk.

“Kau pergi atau aku pergi?”
“Jika kau pergi aku akan mengejarmu.”

Minho kembali menatap Sulli dengan tajam, “Sulli… Pergilah.”

“Ini tentang Taemin….”

“Sudah kubilang! Aku tidak akan melepaskan Taemin dengan mudah!” Suara Minho yang keras terdengar dengan sangat jelas di café. “Tidak seperti aku melepaskan mu!” Lanjut Minho dengan suara yang lebih pelan.

Sulli tersenyum sinis, “Ketika pagi itu, setelah kita melakukannya, kau bilang kepadaku jika apapun yang terjadi kau akan mengejar mimpi mu bukan? Kau egois. Yang hanya kau lihat saat itu adalah dirimu tanpa melihat ku sedikit pun. Tentang bagaimana perasaan ku sedikit pun.

Tiga tahun kemudian, kau tiba-tiba muncul dan ingin menjadi bagian dari kehidupan Taemin. Apakah kau tidak pernah berpikir sedikit pun tentang diriku, lagi? Tentang apa yang harus ku alami untuk menyelamatkan Taemin agar ia digugurkan oleh keluargaku? Tentang apa yang ku alami ketika melahirkanya. Tentang apa yang ku alami selama menjadi ibunya. Perjuanganku membesarkannya. Tidak pernahkah kau memikirkan hal itu sedikit pun? Atau memikirkan bagaimana tindakan mu sehingga kau pantas untuk menginginkan menjadi bagian dari kehidupan Taemin?” Suara Sulli mulai bergetar, “Taemin adalah segalanya bagiku. Dia adalah satu-satunya alasan agar aku hidup dengan tegar. Menjauhlah darinya.” Saat air mata Sulli mulai menetes, ia segera bangkit dari tempat duduknya dan berbalik. Ingin keluar dari café ini. Sulli sudah tidak tahan.

Ia melewati Key begitu saja. Berjalan cepat menuju mobilnya.

“Sulli!” Siku Sulli terasa ditarik secara paksa. Badannya yang sudah ingin memasuki mobil berbalik. Minho menatapnya dengan tatapan yang kelabu.

Minho menceengkram kedua bahu Sulli dan mendorongnya ke belakang, Hingga pintu mobil Sulli kembali tertutup.

Humph~

Sulli begitu terkejut ketika Minho tiba-tiba mencium dirinya. Airmatanya menetes dengan deras. Matanya terbuka dan Sulli mencoba untuk memberontak. Tangan kiri Minho yang awalnya memegang bahu menurunkan tangannya dan dengan sekali gerakan memeluk pinggang Sulli. Menarik Sulli agar lebih dekat. Sedangkan tangan kanannya menuju wajah Sulli, menghapus airmata yang turun.

Déjà vu. Perasaan ketika malam itu kembali terulang. Ketika air matanya menetes. Ketika bibirnya dan Minho bertaut. Ketika wajahnya merasakan sapuan tangan Minho menghapus bulir-bulir air matanya. Seluruh tubuh Sulli berasa lemas. Sulli memejamkan matanya.

Ketika nafasnya sudah mulai habis, Sulli mendorong tubuh Minho dan juga memukul-mukul dadanya. Membuat Minho melepaskan ciuman mereka. Ia menatap Minho dengan heran.

Minho menatap Sulli dalam, “Aku mencintai mu.”

tbc1

A/N:  Setelah menganggurkan ff ini hampir 6 bulan saya akhirnya mengupdated nya…  Adakah yang masih menunggu?

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. linda choi says:

    sayaaa.. selalu menunggu ff mu hehe
    sulli mulai bingung …
    berharap sih sama minho hhe
    lanjut yaa sampai selesai

    Like

    1. Ally says:

      Haiiii… saya sempet berhenti nulis karena kehilangan feel nya (selama setengah tahun) tp sekarang udah dapat lg dan pastinya akan diselesain 😁

      Like

  2. linda choi says:

    coba share juga di wattpad kalau punya atau minta di share ke author @acilchoi

    Like

    1. Ally says:

      Aku punya akun wattpad sih… Rencananya juga mau share disana tapi namanaya masih rencana 🙈

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s