Sight Seeing and Silence (Chapter 1)

Poster 1

Main Cast: Mark Tuan | Son Seunghwan | Oh Sehun | Park Chanyeol

Rating: T (Teen)

Length: Chaptered

Author: Ally

Amazing Poster by :  selviakim – Poster Channel  

garis

Chapter One: Boy in The Confused

Mark tahu ia bukan seorang remaja pada umurnya. Dia dilahirkan dari keluarga yang luar biasa. Luar biasa berbeda dari keluarga lainnya. Keluarganya terlihat bahagia seperti keluarga umumnya Tetapi keluarganya menanggung hal yang sangat gelap. Ayah Mark adalah seorang pemimpin mafia dibalik perusahaan fiktif. Ibunya juga ikut andil dalam hal ini. Begitu juga kedua kakaknya. Sekarang giliran Mark yang ikut andil dalam hal ini.

Jika kita bahas bagaimana keluarga Mark bisa terlibat dalam kehidupan mafia, maka jawabannya hanya satu. Kedua orangtua Mark adalah keturunan mafia. Begitupula kakeknya, buyutnya, dan seterusnya. Kakek Mark melakukan hal luar biasa di keluarganya. Ia pindah dari Hongkong menuju Los Angeles dan membuka bisnis mafia sendiri. Sebuah bisnis yang sekarang sangat besar dan semakin besar karena ayahnya sedang mengadakan ekspansi besar-besaran.

Keputusan ayah Mark tidak dapat diganggu gugat. Mark tahu itu. Ibunya juga tidak bisa banyak membantu. Tetapi ayahnya menjamin keselamatan Mark di tempat barunya. Berkata jika mempunyai teman merupakan hal yang bagus di dunia ini. Sejujurnya, Mark tidak menyukai gagasan itu. Dunia mafia adalah makan memakan. Buang membuang. Untung merugi. Kalau sudah tidak menguntungkan dibuang. Kalau sudah tidak kuat dimakan.

“Hubungi aku jika sudah sampai disana. Ceritakan segalanya.” Kakak perempuan Mark, memeluk Mark dengan sangat erat. Dia juga punya satu pemikiran dengan Mark. Sayang, ia tidak dapat melawan keputusan ayahnya kali ini.

Mark mengangguk. Ia sedikit mendorong kakaknya, “Aku akan ceritakan segalanya. Tenang saja.”

Shuang, kakak Mark mendengus tetapi tangannya dengan cepat menghapus air matanya yang jatuh.

“Hey, kakak, tenanglah… Aku tidak pergi terlalu jauh!”

“Itu jauh kau tahu!” Shuang kali ini membiarkan air matanya mengalir. “Kau akan ke Korea Selatan! Itu sangat jauh!”

Mark kembali memeluk kakaknya. Menepuk pelan punggu kakaknya. “Doakan yang baik-baik untuk ku.”

Shuang mengangguk.

garis

Ketika sampai di Korea Selatan, Mark tidak bisa tidur sama sekali. Bukan hanya mengalami jet lag, dia mengkhawatirkan banyak hal. Mark tidak tahu bagaimana cara ayahnya bisa mendapati teman seperti ini. Ketika sampai di Incheon International Airport, sudah ada orang yang menyambutnya. Seorang laki-laki berumur 35 tahun diikuti seorang wanita dan lelaki remaja yang seumuran dengannya. Laki-laki yang berumur 35 tahun bernama Lee Donghae, mengatakan jika Mark akan tinggal di rumahnya. Donghae tidak banyak bercerita bagaimana ia dapat berhubungan dengan ayahnya. Donghae malah bercerita tentang budaya Korea Selatan dan tempat tinggal Mark nantinya.

Wanita yang bersama Donghae bernama Lee Yoonah. Dia wanita yang sangat-sangat cantik dan memiliki senyuman yang sangat indah. Yoonah juga sesekali menimpali omongan Donghae, suaminya. Yang terakhir, lelaki remaja bernama Lee Sehun. Sehun benar-benar diam selama perjalanan dan hanya mengikuti Donghae dan Yoonah. Tatapannya ramah tetapi Mark tidak percaya padanya. Donghae memperkenalkan Sehun sebagai anaknya dan Mark rasa dialah yang akan menjadi pemimpin selanjutnya.

Akhirnya, setelah semalaman tidak bisa tidur di rumah besar milik Donghae di Jindo, kota kecil yang membutuhkan waktu 1,5 jam dengan menaiki pesawat dari Incheon untuk sampai di Mokpo, belum lagi dari Mokpo juga membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai disana. Kota yang sangat jauh dari Seoul. Disinilah Donghae benar-benar menjaga keluarganya.

Mark memutuskan untuk segera mandi dan memakai seragam sekolahnya. Ia akan memulai bersekolah di Jindo sambil membangun bisnis keluarganya disini. Yah, itulah alasan Mark dikirim ke sini. Untuk mengembangkan bisnis keluarganya. Setelah semuanya selesai, Mark membukan jendela besar kamarnya dan memandangi laut yang sangat tenang. Inilah bagian yang Mark sukai dari kamarnya. Kamar yang terletak paling ujung ini bersebelahan dengan laut. Semalaman ia ditemani oleh deburan ombak yang anehnya menenangkan dirinya.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan pintu membuat Mark menoleh sejenak.

“Mark?”

Oh, Mark kenal suara Lee Sehun. Ia segera menuju pintu kamarnya dan membukanya.

“Sarapan sudah selesai. Tigapuluh menit lagi kita akan berangkat ke sekolah.” Ujar Sehun diakhiri dengan senyum ramah.

Mark mengangguk datar. “Aku akan mengambil tas ku terlebih daulu.” Kemudian ia berbalik mengambil tas dan memakai sweater hitamnya. Ketika berbalik dan memandang Sehun dengan seksama, Mark menyadari jika name tag Sehun bukanlah Lee Sehun tetapi Oh Sehun. Apa Maksudnya? Ia berdehem dan mengalihkan pandangannya. Nanti saja ia tanyakan hal tersebut. Mark mengangguk, tanda ia sudah selesai. Ia akhirnya mengikuti Sehun dari belakang dengan dahi berkerut.

Acara sarapan yang hanya dihadiri oleh Yoonah karena Donghae ada urusan secara tiba-tiba. Mark juga baru tahu satu fakta lagi. Sehun juga mempunyai adik. Tak tanggung-tanggung adinya adalah kembar tiga. Dari interaksi antara Sehun dan adiknya setidaknya Sehun sayang kepada adiknya. Juga kepada Yoonah. Setelah menghabiskan sarapan 20 menit dalam diam diselingi sekali-kali menjawab pertanyaan Yoonah, Mark dan Sehun akhirnya berangkat ke sekolah.

“Perjalanan ke sekolah akan sangat lama. Itu seperti dari ujung ke ujung. Tapi tenanglah, pemandangannya sangat indah. Aku yakin kau akan menyukainya.” Sehun akhirnya berbicara setelah mobil yang mereka tumpangi hening beberapa saat. Mark menoleh dan mendapati Sehun tersenyum ramah. Ia lagi-lagi hanya mengangguk dengan datar.

Sehun yang melihat itu menggarukan kepalanya. Ia sebenarnya bosan tetapi bingung agar dapat berbicara dengan orang yang disampingnya. “Jika ada pertanyaan apapun itu kau bisa menanykannya kepada ku.”

Mark lagi-lagi mengangguk dan kembali mengalihkan pandangannya ke luar. Menatapai pandang rumput yang indah. Tentu di Los Angeles tidak ada padang rumput seperti ini. Jindo benar-benar kota yang asri atau Mark bisa bilang Jindo lebih ke pedesaan.

garis

Setidaknya Sehun berkata sejujurnya. Jarak antara rumah dan sekolah benar-benar dari ujung ke ujung. Rumah keluarga Lee berada di pesisir pantai dipertemukan dengan sekolah yang juga berada di pesisir pantai.

“Aku tidak menyangka jarak sekolah dan rumah sangat jauh.” Komentar Mark ketika ia dan Sehun turun dari mobil.

Sehun mengeluarakan senyum mengetahui Mark sekarang mulai berbicara kepadanya. “Sekolah disini memang sangat jarang. Sekalinya ada pasti sangat jauh. Ngomong-ngomong rumah ku bukanlah yang terjauh. Tunggulah cerita teman-teman ku juga.”

Mark menoleh ketika mendengar kata teman-teman ku dari mulut Sehun. Sehun mempunyai teman? Aneh. Karena Mark tidak mempunyai teman. Mark diam tidak menanggapi. Ia memperhatikan Sehun yang sedang berbicara kepada supirnya sebelum mobil pergi.

“Kau ingin ku antar ke bagian administrasi atau bagaimana?”

Mark memasukan salah satu tangannya ke saku sweater-nya, “Nanti saja. Aku ingin melihat-lihat sekolah terlebih dahulu.” Ia kembali menoleh ke Sehun, “Kau ingin duluan?”

“Aku bertugas mengantar mu hingga masuk ke kelas jadi aku selalu disamping mu. Lagipula, aku akan menunggu seseorang.”

Mark kembali tidak berkomentar. Berbasa-basi merupakan kelemahan dalam dirinya. Berkomentar juga merupakan kelemahan dalam dirinya. Akhirnya, Mark mengikuti Sehun yang duduk di bangku di tak jauh dari tempat mereka turun. Ia membiarkan Sehun bercerita.

“Bangku ini sengaja diletakan di depan sekolah untuk ekstrakulikuler melukis.”

Juga Sehun bercerita, “Satu-satunya yang kusuka dari sekolah ini adalah kantinnya. Begitupula dengan teman-teman ku. Tapi aku juga mempunyai teman yang sangat menyukai perpustakaan bahkan ikut klub membaca. Bisa kau pikirkan itu?”

“Adik kecil ku juga suka membaca dan ikut klub membaca. Yang aku tidak mengerti adalah kegiatan dari klub membaca. Mereka hanya bercerita tentang buku yang mereka baca. Itu sangat membosankan.”

Sehun meringis, “Astaga. Untung ketika Seunghwan mengajak kami aku menolaknya. Itu terdengar mengerikan!”

“Seunghwan?”

Sehun mengangguk, “Ya, Seunghwan. Teman ku yang suka membaca buku. Tapi ia juga orang yang asyik.”

Mark ikut mengangguk, “Well, aku jadi ingin berkenalan dengan semua teman-teman mu.”

Sehun menoleh ke Mark, “Tunggu saja.” Mereka sama-sama terdiam hingga Sehun tiba-tiba berteriak, “Yang sedang bermesra-mesraan!”

Mark melihat dua orang, satu perempuan dan satu laki-laki yang sedang…. Entahlah. Sulit memberitahunya, menoleh ke Sehun. Sang laki-laki tersenyum dan melambaikan tangannya ke Sehun. Ia melangkah menuju Sehun. Sedangkan si perempuan terdiam sejenak sebelum ikut tersenyum dan mengikuti si laki-laki.

“Mark, kenalkan ini kedua teman ku. Park Chanyeol dan Son Seunghwan.” Kata Sehun sambil menunjuk Chanyeol dan Seunghwan.

Mark menatap Chanyeol, laki-laki berambut cepak dengan baju seragam yang jauh dari kata rapih. Ia pun bangkit dan membungkukan badannya, “Mark Tuan. Senang dapat berjumpa dengan mu.”

Mark kemudian mengalihkan pandangannya ke Seunghwan, gadis dengan rambut yang diikat, menyisakan poni tebalnya yang berserakan di dahinya, “Mark Tuan.” Kata Mark sambil membungkukkan badannya. “Senang dapat berjumpa dengan mu.”

Seunghwan tiba-tiba tersenyum lebar, “Ah, jadi dirimu yang bernama Mark Tuan?”

Sehun, Mark, dan Chanyeol menatap Seunghwan bingung

tbc

New story nih… I know.. I know… State of Grace belum tamat. Flipped bagian epilog belum keluar. Terus aku juga lagi ngerjain projek Sestal terbaru… Dan jangan lupa Runaway yang belum pernah ku sentuh sejak 6 bulan yang lalu…

Tapi ini mini-chapter kok… 10 chapter kalau lebih pun cuman 2… See you soon guys…

 

Re-published: 05.02.18

 

 

Advertisements

3 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s