Sight Seeing and Silence (Chapter 2)

Poster 1

Main Cast: Mark Tuan | Son Seunghwan | Oh Sehun | Park Chanyeol

Rating: T (Teen)

Length: Chaptered

Author: Ally

Amazing Poster by :  selviakim – Poster Channel  

Previous Chapter: 1

garis

Chapter Two: Knot in Fate

Seunghwan sangat menyukai sekolah. Menurutnya, sekolah dapat membunuh kebosanan dalam dirinya. Belajar menjadi kegiatan yang paling menyenangkan. Juga membaca buku adalah kegiatan yang harus ia lakukan setiap hari. Tetapi, selain belajar dan membaca buku, sekolah juga mengantarkan Seunghwan bertemu dengan teman-temannya setiap hari. Begini-begini, Seunghwan mempunyai banyak teman. Mungkin banyak orang berpikir jika dia seorang introvert dan tidak punya teman. Percayalah, Seunghwan benar-benar gadis yang sangat berisik.

“Seunghwan!”

Seunghwan menoleh ke belakang ketika ia baru saja masuk beberapa langkah ke sekolahnya. Mendorong sepedanya yang ia cat bewarna biru tua. “Park Chanyeol…” Gumam Seunghwan dengan tersenyum tipis.

Chanyeol, satu-satunya laki-laki yang berambut cepak disini. Ia mengeluarkan cengiran khasnya dan itu membuat mukanya terlihat bodoh. “Hey, aku mengirim sms kepada mu semalam!”

Seunghwan mengerutkan dahinya, “Sms?”

“Ya. Sekitar jam sepuluh malam.”

Seunghwan menghela nafasnya, “Bukannya sudah ku bilang jika jam segitu aku sudah tidur? Ada apa memangnya?”

Chanyeol tertawa kecil, “Aku ingin menanyakan pr fisika.”
“Oh, kau mengerjakannya?” Mata Seunghwan berkilat senang. Siapa yang tidak senang? Jika Chanyeol tidak membuat masalah lagi kepada Song Seongsangnim, guru fisika kelas 8, Seunghwan dibebaskan sebagai tutor Chanyeol.

“Aku ingin menanyakan jawaban kepada mu. Kemarin aku lupa jika aku ada—“ Omongan Chanyeol terputus karena detik berikutnya ia berteriak kesakitan. Seunghwan tengah memukul-mukul lengan Chanyeol.
Yak, bisakah kau membantu ku sedikit saja? Jika kau tidak mengerjakannya aku lagi yang kena marah oleh Song Seongsangnim!”

“Astaga hentikan Son Seunghwan! Kau bukanlah seorang perempuan!” Protes Chanyeol. Seunghwan menghentikan pukulannya. Chanyeol menghela nafas sebelum berakata, “Yejin ingin aku membantunya untuk les music jadi—“ Lagi-lagi omongan Chanyeol terputus. Seunghwan kembali memukul lengannya.

Yak! Yak! Yak! Sakit!!!” Chanyeol berteriak-teriak. Sekarang, Chanyeol dan Seunghwan menjadi objek perhatian murid-murid. Mereka melirik Chanyeol dan Seunghwan tetapi tidak ingin melerai mereka.

“Park Chanyeol!” Teriak Seunghwan sebelum akhirnya menyudahi aksi memukul. “Kau benar-benar….”

“Jika kau tidak ingin membantu ku maka aku akan melapor ke Sehun!”

Seunghwan melotot mendengar perkataan Chanyeol. Jika saja Chanyeol tidak berlari, ia pasti akan terkena pukulan Seunghwan, lagi.

Yak, Park Chanyeol! Berhenti!!” Teriak Seunghwan yang terlihat sangat geram ke Chanyeol. Ia mengejar Chanyeol dengan mendorong sepedanya. “Chanyeol!!!” Asalkan Chanyeol berlari dengan santai. Terlihat mengejek Seunghwan.

“Aku bersumpah akan—“

“Yang sedang bermesra-mesraan!” Seseorang berteriak dengan kencang berhasil membuat Seunghwan dan Chanyeol berhenti. Mereka berdua sama-sama berhenti dan menoleh ke arah sumber suara. Chanyeol langsung tersenyum lebar dan melambaikan tangannya ketika mengetahui Sehun yang memanggilnya. Sedangkan Seunghwan terdiam sejenak karena begitu terkejut.

“Sial! Sehun pasti melihatkan!” Gerutu Seunghwan sambil menahan malu. Tapi setelah itu ia juga ikut tersenyum ke Sehun dan mulai mengikuti langkah Chanyeol menuju Sehun.

“Mark, kenalkan ini kedua teman ku. Park Chanyeol dan Son Seunghwan.” Sehun memperkenalkan Chanyeol dan Seunghwan ke orang di sampingnya yang sedang duduk.

Seunghwan meliriknya sejenak. Dengan sweater hitam panjang dan rambut yang laki-laki itu cat menjadi warna pirang, entah mengapa sangat cocok kepada laki-laki disamping Sehun.

Laki-laki tersebut mentap Chanyeol sebelum bangkit dan membungkukan badannya, “Mark Tuan. Senang dapat berjumpa dengan mu.”

Mark Tuan? Seunghwan mengerutkan dahinya. Dia pernah mendengar nama laki-laki itu sebelumnya. Tapi dimana ya?

Mark kemudian mengalihkan pandangannya ke Seunghwan, “Mark Tuan.” Kemudian membungkukan badannya lagi, “Senang dapat berjumpa dengan mu.”

Oh! Seunghwan ingat sekarang. Ia mengeluarkan senyumannya “Ah, jadi dirimu yang bernama Mark Tuan?”

Sehun, Mark, dan Chanyeol menatap Seunghwan bingung.

“Ya…?” Jawab Mark ragu.

“Tunggu Seunghwan, kau mengenal Mark?” Sehun bertanya dengan raut yang benar-benar bingung. Raut yang sangat mengemaskan bagi Seunghwan.

Seunghwan mengangguk, “Kau merupakan sepupu Sehun yang pindah dari Los Angeles bukan?” Ia kembali berkata, “Dua hari yang lalu, Park Seongsangnim memanggil ku ke kantornya. Ia ingin aku untuk mendampingi mu. Dia berpikir, karena Bahasa Inggris ku lebih bagus daripada yang lain, aku dapat membantu mu.”

“Bagus!” Teriak Chanyeol senang. “Dengan begitu Seunghwan tidak lagi menjadi tutor fisika ku!”

“Kurasa Seunghwan berhenti menjadi tutormu jika nilai mu bagus.” Sehun mengomentari perkataan Chanyeol.

Seunghwan mendengus, “Kau dengar? Belajarlah dengan rajin!”

Chanyeol hanya bisa mencibir, “Bagaimana bisa nilai ku bagus jika Seunghwan sendiri tidak membantu ku mengerjakan tugas?”

Sehun tahu Seunghwan akan meledak, maka dari itu ia berkata, “Eh, sudahlah. Kalian ini… Apakah kalian tidak capek bertengkar di pagi hari?”

“Sudah ku bilang jika diriku akan selamat jika Jongdae atau Kangseul yang menjadi tutor ku!” Chanyeol masih protes. Sedangkan Seunghwan yang merasa lelah akhirnya menghela nafasnya.

“Aku juga bingung kenapa harus menjadi tutor mu….” Seunghwan lagi-lagi menghela nafasnya. “Sudahlah. Aku ingin ke kelas duluan.”

Awalnya, Seunghwan berpikir bahwa Sehun, Chanyeol, dan Mark akan mengobrol lebih lama. Tetapi Mark ingin ke ruang kepala sekolah yang membuat Sehun mau tidak mau menemaninya dan Chanyeol akhirnya terpaksa ikut.

“Hey, kau benar-benar tidak ingin membantu ku?” Chanyeol menoel-noel lengan Seunghwan.

Seunghwan sendiri tidak menanggapi dan hanya berjalan.

“Ck! Ya sudah…. Aku minta tolong Kangseul saja!”

“Seunghwan kau benar-benar tidak ingin membantu Chanyeol?”

Seunghwan sedikit kesal mendengar pertanyaan Sehun. Mungkin Sehun hanya ingin menengahi Chanyeol dan Seunghwan. Mungkin. Mungkin jika Oh Sehun tidak jatuh cinta kepada Kang Seulgi.

Seunghwan sedikit menoleh dengan wajah yang masih kesal, “Kau lihat saja punya Sulli dulu. Dia sudah mengerjakannya.”

Chanyeol segera mensejajarkan langkahnya dengan Seunghwan dan berbisik, “Hey, jangan cemburu!” Kemudian ia tersenyum bodoh.
Seunghwan menghembuskan nafasnya kesal. Chanyeol saja mengetahui perasaannya kepada Sehun. Kenapa Sehun tidak tahu? Kenapa Sehun malah jatuh cinta ke Seulgi. Ia tidak menjawab dan membuang mukanya.

Chanyeol yang mengetahui hal itu tidak berkomentar apa-apa lagi. Chanyeol memang jahil. Chanyeol juga tidak peduli jika orang yang ia jahili marah. Tetapi dia tidak tahan dengan amarah perempuan yang biasanya berhari-hari dan penuh dengan teka-teki. Dia menyerah dengan hal itu.

Sepertinya tidak. Dia tidak bisa membiarkan Seunghwan yang diam di sampingnya. Ia kemudian kembali berbisik, “Mungkin kau bisa move on ke sepupunya Sehun, si Mark Tuan.”

Seunghwan kali ini menatap Chanyeol dan memukul lengannya, “Woah! Jangan bercanda!”

Chanyeol cengegesan, “Aku tidak bercanda. Atau kau ingin move on ke seorang Park Chanyeol?”

Seunghwan terkekeh kecil, “Apa aku selevel dengan dirimu?”

“Tentu tidak.” Chanyeol kemudian mengeluarkan senyuman jahilnya, “Kau kan lebih pendek dari ku.”

Akhirnya, Chanyeol dan Seunghwan kembali bermain kejar-kejaran. Meninggalkan Sehun dan Mark dibelakang.

“Itu teman-teman ku. Kau belum melihat semuanya.” Ujar Sehun ke Mark yang hanya geleng-geleng melihat Seunghwan dan Chanyeol.

Mark sedikit tersenyum, “Sejujurnya, aku tidak sabar melihat teman-teman mu yang lain.”

 

garis

Seunghwan benar-benar merasa lelah pagi ini. Kejar-kejaran bersama Chanyeol benar-benar menguras tenaganya. Ia kembali merasakan lapar. Seunghwan awalnya ingin ke kantin, tetapi dia dipanggil oleh Park Seongsangnim. Park Seongsangnim sendiri menyuruhnya untuk ke kantor kepala sekolah.

Seunghwan seperitnya dapat menebak kenapa ia dipanggil. Kepala sekolahnya benar-benar keukeuh menjadikan Seunghwan sebagai pendamping Mark Tuan. Kepala sekolahnya benar-benar panik dengan kepindahan Mark Tuan ke Jindo. Siapa yang tidak panik mendapati seseorang dari kota besar pindah ke Jindo?

Setelah menunggu hampir 15 menit di depan ruangan kepala sekolahnya, kepala sekolahnya akhirnya keluar diikuti oleh Mark.

“Nah, Mark, ini adalah Son Seunghwan.”

“Saya tadi sudah berkenalan dengan Seunghwan.” Ujar Mark yang membuat Cho Kyuhyun tersenyum lebar.

“Baguslah. Dan Seunghwan…”

Seunghwan tersenyum ke kepala sekolahnya, “Aku mempercayai mu untuk tugas ini.” Seunghwan menganggukan kepalanya.

Setelah mengobrol antara kepala sekolah dan Mark membahas kegiatan Mark, kepala sekolah menyerahkan Mark ke Seunghwan.

“Jadi…” Mark kembali membuka suaranya ketika mereka menaiki tangga. “Kau benar-benar ikut pertukaran pelajar ke Kanada?”

“Aku…” Omongan Seunghwan terhenti ketika perutnya berbunyi dengan keras. “Sangat lapar…” Lanjutnya lirih.

Mark tidak dapat menyembunyikan tawanya.

“Sumpah…” Seunghwan masih memegangi perutnya. Ia kemudian mendekat ke Mark, “Dengar, aku tahu kita seharusnya ke kelas, tapi bisakah kita ke kantin terlebih dahulu? Aku benar-benar lapar….” Ujarnya dengan nada suara yang dikecilkan.

Mark menganggukan kepalanya. Dia tidak mungkin membiarkan Seunghwan kelaparan ke kelas dan mengikuti pelajaran. Apalagi dengan tampang Seunghwan yang benar-benar melas, “Tentu. Mungkin sehabis ini kita juga bisa berkeliling sekolah. Membolos pelajaran pertama.”

tbc

 

 

Advertisements

3 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s