State of Grace (Chapter 30)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Oemma? Jangan-jangan….

Krystal mengeratkan pegangan tangannya ke Sehun. Ia menggeleng dengan sangat cepat. “Ku rasa kau salah orang.” Nada suara Krystal meragukan. Terasa bergetar. Krystal kemudian langsung menarik tangan Sehun, menjauhi wanita tersebut.

Sehun mengikuti langkah Krystal. Dengan cepat menuju kamar mereka.

Blam~
Ketika pintu tertutup, Krystal yang sudah lebih dulu masuk terdiam tak jauh dari pintu. Sehun dapat mendengar betapa beratnya nafas Krystal. Ia mendekat dan memeluk Krystal dari belakang.

“Hiks…. Hiks…” Tangisan Krystal langsung keluar. Tubuhnya merosot ke lantai. Sehun dengan sabar mengelus punggung Krystal. Tetapi tangisan Krystal semakin membesar.

“Keluarkanlah…” Kata Sehun pelan.

.

.

.

.

.

Sehun kembali terbangun. Ini sudah keempat kalinya ia kebangun. Tiga kali karena Krystal yang bermimpi buruk. Tapi kali ini dia terbangun karena suara telefon. Sehun bangkit, menyadari jika ini sudah pagi. Cahaya matahari sudah mulai masuk dari celah-celah gorden kamar hotel. Ia menatap Krystal sejenak yang tidur dengan mata sembab. Tangannya menghapus jejak air mata yang ada di wajah Krystal. Bahkan gadis ini menangis ketika tidurnya.

Sehun akhirnya turun dari tempat tidur. Mencari suara handphone yang kemungkinan besar adalah handphone Krystal. Ia mencari di dalam tas Krystal. Tersenyum ketika menemukannya. Oemma. Kontak yang sedang menelepon Krystal. Sehun memandang ragu. Haruskah? Tapi akhirnya ia mengangkatnya.

“Krystal! Oemma telah menelepon mu berkali-kali.” Suara Seohyun terdengar sangat panik.

“Ini Sehun. Krystal masih tertidur.”

“Sehun?” Seohyun menghembuskan nafasnya, “Syukurlah ada dirimu. Ku kira ia sendiri. Bagaimana keadaannya? Ia sudah bertemu dengan ibu kandungnya bukan?”

“Bagaimana—“

Seohyun kembali berbicara, “Ibunya menelepon diriku. Sebenarnya ibunya telah bebrapa kali menelepon ku. Ia meminta agar dapat bertemu dengan Krystal. Maka dari itu juga aku dan Kyuhyun pulang ke Korea. Maka dari itu kemarin kita bertemu di Busan.”

Jadi… Mungkinkah Kyuhyun mengajaknya memilih mug agar memberikan ruang untuk Seohyun dan Krystal? “Dia sangat terguncang. Dia menangis semalaman hingga tertidur. Tapi aku berencana mengajaknya ngobrol nanti.”

“Ya ampun…. Tolong jaga dia. Aku percaya pada mu.”

“Baik Oemma…” Ngomong-ngomong, Seohyun memaksa Sehun untuk memanggilnya Oemma jadi Sehun memanggil Seohyun seperti itu.

“Aku tutup dulu. Terimakasih telah menjaganya…” Setelah Seohyun memutus sambungan telepon, Sehun melirik hp Krystal sejenak. Sudah jam 7 pagi rupanya. Dia rasa Krystal pasti tidak ingin keluar kamar kecuali saatnya waktu check-out. Sehun berinisiatif untuk membawakan sarapan pagi ke kamar. Setelah mencuci muka, ia segera keluar dari kamarnya.

Sehun keluar dengan perasaan tidak nyaman. Apakah wanita kemarin yang merupakan Oemma Krystal menunggu mereka di lorong? Tidak mungkin wanita itu menyerah begitu saja? Apalagi ia sempat menghubungi Seohyun. Sehun menggelengkan kepalanya. Menunggu di lorong terdengar mengerikan. Dan ia benar, well Oemma Krystal tidak ada di sana. Mungkin di loby? Tunggu, kenapa ia jadi bersikap skeptis seperti ini?

Ia akhirnya turun ke lantai tiga, restaurant juga tempat sarapan para tamu hotel. Ia mengambilkan Krystal roti bakar dengan beberapa selai, teh hijau, dan scrambled egg. Untuk dirinya sendiri Sehun memilih pancake dan kopi hitam. Ketika ia berbalik sehabis mengambil kopi hitam, Sehun dikejutkan dengan Oemma Krystal berdiri di belakangnya.

“Uhm…” Wanita itu bergumam sebentar sambil menggigit bibirnya, “Bolehkah saya mengobrol sebentar dengan Anda?”

Sehun terdiam sejenak. “Boleh.” Kata Sehun pada akhirnya. Firasatnya yang mendorongnya untuk berkata seperti itu.

Pada akhirnya, Sehun dan Oemma Krystal duduk di restaurant hotel. Dengan nampan berisi makanan terletak di tengah-tengah mereka, sama sekali tidak tersentuh.

Wanita di depan Sehun menghela nafasnya. “Krystal mungkin tidak pernah menyebutkan nama saya.”

“Anda adalah ibu kandungnya bukan?”

Wanita itu menatap Sehun sejenak sebelum menjawab, “Iya. Saya ibu kandungnya. Saya tidak menyangka bisa bertemunya disini. Sudah dua tahun ini Saya mencari dirinya.”

“Kenapa?” Sehun menatap wanita di depannya ragu, “Kenapa tiba-tiba Anda mencarinya? Bukankah Anda memberinya ke panti asuhan?”

“Itu satu-satunya pilihan saya.” Seru wanita tersebut dengan suara bergetar. “Suami saya dulu, ayahnya Krystal, kabur meninggalkan saya dan Krystal. Dia juga meninggalkan hutang yang besar. Saya membawa Krystal pulang ke Korea Selatan demi menghindari orang-orang yang menagihkan hutang. Tapi saya tidak diterima lagi di keluarga saya. Oemma tidak pernah setujuh dengan pernikahan ku. Ketika mereka, orang-orang penagih hutang, menemukan saya, satu-satunya pilihan saya adalah masuk penjara.” Oemma Soojung terdiam sebentar, bersamaan dengan air matanya turun, “Krystal bukan saya beri ke panti asuhan. Tetapi ia terpaksa di panti asuhan. Saya tidak ingin dia bersedih karena tiba-tiba terpisah oleh saya makanya saya memohon untuk mengantarnya. Ku rasa… Kurasa saya sendirilah yang membuat kesan seperti meninggalkannya.”

Sehun terdiam bingung harus berkomentar apa. Ibu Krystal menghela nafas melihat hal itu, “Saya tahu cerita saya sulit dipercaya. Tapi Anda bisa mengeceknya sendiri. Saya benar-benar masuk penjara.”

Ibu Krystal kembali bercerita, “Ketika saya keluar dari penjara, saya juga tidak bisa langsung bertemu Krystal. Utangnya masih ada dan saya harus membayarnya. Setelah lebih dari sepuluh tahun semua masalah selesai dan saya ingin mencari Krystal.” Ibu Krystal membuka tas kecilnya, mencari-cari sesuatu, dan memberi sebuah kartu nama ke Sehun, “Ini adalah nomor hp saya. Saya berharap Anda bisa berbicara dengan Krystal.”

Sehun menerima kartu nama dan membaca sekilas. Jessica Jung. Ah, jadi nama ibu Krystal adalah Jessica Jung.

Ibu Krystal kemudian bangkit, “Terimakasih karena ingin meluangkan waktu berbicara dengan saya. Sejujurnya, jika saya tidak bisa berbicara dengan Krystal, saya sudah sangat senang ia baik-baik saja sekarang.”

Sehun menganggukan kepalanya. Ia juga bangkit dan membungkukan badannya. Ibu Krystal tersenyum lembut kemudian membalas dengan membungkuk juga. Sehun terdiam hingga ibu Krystal hilang dari pandangannya, keluar dari restaurant dan sepertinya keluar dari hotel.

.

.

.

.

.

Sehun masuk ke kamar dan menemukan Krystal tengah duduk di salah satu sofa di kamar. Krystal menoleh ketika Sehun masuk dan tersenyum.

“Kau sudah menunggu lama?” Tanya Sehun dan membawa nampan menuju Krystal. Meletakan makanan-makanan di meja yang tepat berada di depan sofa Krystal. Ia pun juga kemudian juga duduk di sofa yang lain.

“Tidak juga.” Krystal terdiam sejenak. Kemudian ia berkata, “Aku sebenarnya sudah bangun dari tadi.” Omongan Krystal kembali terhenti.

Sehun memandangi Krystal dengan seksama. “Krys…. Ada yang ingin kau katakan?”

Krystal menghela nafasnya, “Aku…” Ia terdiam sejenak. “Aku tadi turun ke restaurant.”

“Oh, kau—“

Krystal menatap Sehun yang sedang menatap Krystal dengan wajah kaget. “Aku melihat mu berbicara dengan ibu ku.” Nada suara Krystal sedikit pelan ketika mengucapkan kata ibu. “Aku melihat mu tapi tidak mempunyai keberanian untuk mendekat. Kemudian aku berbalik ke kamar dan menunggu mu.”

Sehun berjalan mendekat ke arah Krystal, ia menunduk dan memegan tangan Krystal, “Katakan apa yang kau pikirkan.”

Helaan nafas keluar dari bibir tipis Krystal, “Aku ingin marah kepadanya. Tapi aku tidak bisa. Aku sama sekali belum siap karena aku tidak ingin bertemu dengannya. Kemarin ketika kita bertemu dengan orangtua ku di Busan, sebenarnya mereka ingin berbicara dengan ku mengenai ibu ku. Oemma mengatakan jika ibu ku berusaha menghubungi ku dengan menghubungi mereka. Oemma mengatakan jika ibu ku memberi tahu alasan kenapa ia meninggalkan ku dan Oemma mengerti akan hal itu. Tapi pada saat itu, aku tidak ingin mendengarnya karena yang ada di pikiran ku adalah, apapun yang terjadi, ibu ku seharusnya tidak meninggalkan ku.” Krystal menatap Sehun, “Sehun, apa alasan ibu ku meninggalkan ku di panti asuhan?”

Sehun mensejajarkan posisinya dengan Krystal, ia mengelus dengan lembut pipi Krystal, “Kau yakin ingin mendengarkannya?”

Krystal mengangguk dengan pelan. Sehun mengerti dan akhirnya bercerita tentang alasannya. Raut wajah Krystal sangat tercengang dan dengan cepat air matanya turun. Berkali-kali Sehun menghentikan ceritanya tetapi Krystal memaksa untuk melanjutkannya sampai selesai.

“Krys…” Ujar Sehun dengan pelan menatap Krystal sedih.

Krystal memejamkan matanya. Mengingat kejadian hari itu, setelah sekian lama ia tidak ingin mengingatnya.

.

.

.

.

.

Flashback Start~

Seorang anak kecil memandangi jalan kemudian menoleh, terlihat tersenyum kepada ibunya. “Mom…. Kapan kita akan bertemu dengan halmonie?”

Wanita yang merupakan ibu anak tersebut tersenyum sedih, “Entahlah sayang… Mungkin tidak kali ini.”

Sang anak terlihat mengkerutkan dahinya, “Krystal pikir kita naik mobil untuk bertemu dengan halmonie. Mom berjanji ketika kita ingin ke Korea kita akan bertemu dengan halmonie. Tapi sampai sekarang kita belum bertemu dengan halmonie.”

Jessica lagi-lagi hanya bisa tersenyum, “Halmonie tidak bisa bertemu dengan kita.”

Dahi Krystal semakin mengkerut, “Jadi buat apa kita naik mobil ini?”

Jessica segera menarik Krystal kedalam pelukannya, “Soojung…” Panggil Jessica dengan menggunakan nama korea Krystal, “Selalu jaga kesehatan ya… Jangan nakal ya… Jadilah anak baik yang bermimpi besar.” Ia mengerjapkan matanya, berusaha menghalau air matanya yang ingin keluar, “Mom berjanji tidak akan membahayakan mu…”

Krystal mendorong pelan Jessica yang mau tidak mau membuat Jessica melepas pelukannya, “Tentu! Krystal tidak akan pernah sakit dan nakal. Terus akan selalu bermimpi besar!”

Perkataan riang Krystal membuat Jessica menolehkan wajahnya menatap ke arah luar. Air matanya sudah jatuh.

Mom Krystal mengantuk…” Krystal dengan manjanya mendekat ke arah Krystal dan memukul-mukul paha Jessica. Jessica tahu jika Krystal ingin tidur dengan ia peluk. Biasanya Jessica akan menolaknya tetapi kali ini dia akan senang hati melakukannya. Ketika Krystal terlelap, Jessica meneteskan air matanya.

Perjalanan ini… Perjalanan menuju panti asuhan setelah itu dia akan masuk penjara selama lima tahun. Jessica tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi dia akan berusaha untuk bangkit apapun yang terjadi. Dia tidak boleh menyerah. Demi Krystal.

Setelah cukup lama, mobil yang mereka tumpangi terhenti, mobil yang merupakan mobil polisi itu berhenti di sebuah panti asuhan. Jessica membangunkan Krystal dengna lembut.

“Soojung… Soojung… Kita sudah sampai.”

Krystal menggeliat sebentar dan menatap Jessica dengan tatapan sebal, “Mom, aku masih mengantuk.”

“Bangunlah. Kita sudah sampai.” Ujar Jessica lembut.

Pada akhirnya, Krystal ikut turun. Kemudian segalanya terjadi dengan begitu cepat. Ibunya mengobrol dengan salah satu pegawai di panti asuhan. Setelah itu ibunya memeluk Krystal cukup lama. Terakhir ibunya berbalik dan dengan cepat berjalan memasuki mobil.

Akhirnya ketika mobil itu pergi, itulah, terakhir kali Krystal melihat ibunya. Ketika umurnya delapan tahun.

Flashback End~

.

.

.

.

.

Satu kesadaran hadir di benak Krystal. Tiba-tiba saja ia mengingat hal-hal kecil yang ia lupakan. Krystal mengingat jika mobil yang ia gunakan adalah mobil sedan dengan sirine di atasnya atau mobil polisi. Krystal mengingat kembali ketika mereka sampai di panti asuhan, seseorang mengikuti mereka dengan seragam polisinya. Orang itu yang memasukan ibunya ke mobil sebelum mereka pergi.

Tangisan Krystal semakin membesar. Itu membuat Sehun segera menarik Krystal kedalam pelukannya.

“Sehun… Aku mengingatnya… Ibu ku mengatakan yang sejujurnya…” Ujar Krystal disela-sela tangisannya.

Sehun merasakan nafasnya tercekat. Krystal merasakan hal yang lebih parah darinya. Dia ingin Krystal membagi hal itu kepada dirinya. Sehun terus memeluk Krystal. Membiarkan Krystal mengeluarkan segalanya.

.

.

.

.

.

Selama perjalanan pulang Krystal menjadi lebih pendiam. Sehun sangat memaklumi keadaan Krystal. Ia tidak ingin memaksa Krystal menjadi ceria dengan cepat. Sehun menjadi lebih pendiam karena ini juga.

“Krystal….” Sehun membangunkan Krystal yang tidur selama perjalanan ke Busan. “Krystal….”

Krystal terbangun, “Oh, kita sudah sampai?”

Sehun menganggukan kepalanya. “Ayo…”

Krystal segera keluar mengikuti Sehun. Sehun membawa barang-barang Krystal.

“Apakah kau lapar?” Tanya Krystal ketika mereka memasuki apartment Krystal.

Sehun menaruh barang-barang Krystal dan menoleh, “Aku akan senang jika kau memasak untuk ku.”

Krystal cemberut, “Bagaimana kau tahu aku akan memasakan sesuatu untuk ku?”

Sehun tertawa melihat hal itu, “Aku hanya menebak. Jadi kau ingin membuatnya?”

Sehun menatap Krystal tetapi senyumannya hilang melihat Krystal yang melamun. Ia berjalan mendekati Krystal dan memeluknya dari belakang, “Hey…”

Tentu saja Krystal terkejut. Tetapi ia sangat nyaman dipeluk oleh Oh Sehun.

“Boleh aku tahu apa yang kau pikirkan?” Bisik Sehun di telinga kanan Krystal.

Oh sial! Krystal merasakan jantungnya berdetak lebih kencang ketika suara berat itu terdengar sangat jelas. Ia juga bisa merasakan hembusan nafas Sehun. Krystal menghela nafasnya, “Aku hanya berpikir satu hal. Aku merasa bersalah atas respon ku terhadap ibu ku.” Biasanya Krystal tidak akan sejujur ini terhadap persaannnya. Oh Sehun benar-benar pengecualian bagi Krystal.

“Jangan merasakan hal itu. Aku yakin ketika kau membicarakan hal ini kepada ibu mu, ibu mu pasti akan mengerti. Ketika tadi berbicara kepadanya, ia sangat mengerti keadaan mu. Yang ia ingin kan adalah bertemu dengan mu.”

Krystal dengan pelan berbalik, “Terimakasih…” Katanya jujur.

Perkataan Krystal membuat Sehun kembali tersenyum. Sehun merogoh kantong celananya. Membuka dompetnya dan memberi kartu nama ibu Krystal, “Ibu ku menitipkan ini kepada ku. Jika kau sudah siap kau bisa meneleponnya.”

Krystal mengambilnya perlahan.

“Nah, apakah sekarang kau jadi memasak untuk ku?”

“Aku yakin kau lapar tapi tidak ingin berkata jujur.” Cibir Krystal.

Sehun menekan hidung Krystal, “Aku ingin kau memasak untuk ku.”

Krystal memasang ekspresi cemberut, ia melepas pelukan Sehun, “Kau ingin apa?”

“Kesal tapi tetap saja memasak.”

Krystal yang mendengar cibiran Sehun melotot, “Baiklah, aku tidak akan memasak.”

Sehun ikutan melotot, “Yak, aku hanya bercanda! Memasaklah….”

Krystal menggelengkan kepalanya, “Tidak akan.”

“Kalau kau tidak ingin memasak—“

Drrrt~

Pertengkaran Sehun dan Krystal terhenti ketika hp Sehun berbunyi. Sehun melihat hp-nya sejenak kemudian memberi tanda harus mengangkatnya.

“Ya? Ada apa? Oh, begitu, Baiklah….” Nada suara Sehun menjadi lesu. Ia menutup hp-nya dengan menampilkan ekspresi kesal. Ia berjalan mendekati Krystal, “Kau benar aku lapar. Aku juga ingin makan masakan mu—“

Krystal memotong omongan Sehun, “Aku tetap tidak ingin memasak!”
“Aku ingin berkata aku tidak bisa karena kantor ku tiba-tiba memanggil ku dan aku harus kesana.” Suara Sehun berubah menjadi kesal. Tetapi kemudian ia tersenyum, “Nanti malam aku yang memasak. Kita akan makan malam bersama.”

“Oh…” Krystal jadi bingung harus berkata apa. Kekesalannya tiba-tiba hilang.

Sehun tersenyum semakin lebar dan mengecup bibir Krystal sebelum ia bersiap-siap pergi.

“Sehun…..”

Ucapan Krystal membuat Sehun yang ingin keluar menoleh.
“Aku bisa memasak dan mengantarkannya ke kantor mu. Itupun jika kau mau.”

Sehun akan tersenyum lebar lagi jika ia bisa. “Tentu aku mau.”

“Nah, kau ingin aku memasak apa?”

Sehun kembali berjalan mendekati Krystal, “Apa saja calon istriku.” Bisiknya dan kembali mengecup bibir Krystal dengan cepat. Dengan cepat pula Sehun langsung pergi.

Meninggalkan Krystal dengan muka yang sangat merah. Krystal menghela nafasnya. Kapan Sehun bisa membuat jantungnya berdetak dengan normal?

.TBC.

 

Advertisements

14 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s