Flipped Side Story 2: Krystal

flipped

 Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | Side Story #1: Luhan

If I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms 

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

Almost is Never Enough -Ariana Grande-

Bagi Krystal Jung, Oh Sehun itu…..

Seorang laki-laki yang tidak peduli dan membuat Krystal benar-benar lelah untuk mendapatkan perhatiannya. Itu semua yang Krystal dapat dari tindakan Sehun. Tapi Sehun sebenarnya memperhatikan Krystal. Ia juga sama lelahnya dengan Krystal karena harus menahan dirinya.

Oh Sehun memang bodoh karena ia hanya diam atas segala yang terjadi. Oh Sehun terlambat menyadari perasaannya terhadap Krystal. Dia terlambat menyadari jika perjanjian diriinya dan Luhan sangatlah konyol. Dia terlambat akan semuanya dan dipikirannya, jika ia membuka perasaannya sudah sangat terlambat. Ini karena kebodohannya dan dia sendirilah yang menanggungnya.

Krystal tidak tahu beban yang benar-benar ditanggung oleh Sehun. Sehun tidak pernah mengatakannya. Bahkan ketika Krystal ingin membaca buku diary-nya (Sehun menolak itu buku diary sayangnya isi buku mengenai catatan hatinya jadi…), Sehun tidak mengizinkannya lagi. Tetapi Krystal akan selalu ingat halaman yang ia baca.

Sehun menuliskan jika ia sangat bodoh karena perilakunya.
Sehun menuliskan karena kebodohannya semuanya menjadi sangat runyam. Terlalu terlambat untuk di perbaiki.

Sehun menuliskan jika ia tidak bisa menghilangkan rasa sakit karena membuat Krystal melakukan bunuh diri. Ketika ia ingin membuka dirinya ke Krystal, ia selalu terbayang oleh janjinya dengan Luhan.

Persetan dengan segala hal! Berkali-kali ia disakitkan oleh Sehun dan Krystal kembali menangis. Ia menangis karena Sehun mempunyai alasan yang lebih dalam dari“Aku tidak mencintai mu.” Krystal tidak perduli jika ia dipanggil perempuan bodoh. Ia mencintai Oh Sehun.

Juga, bukankah cinta membuat orang menjadi bodoh?

.

.

.

.

.

“Sehun?” Krystal berteriak ketika ia masuk ke apartment Sehun. Menyeret koper kecilnya dan menemukan jika apartment ini masih kosong tidak ada orang.

Krystal melakukan perjalanan ke Jepang untuk mempromosikan novel terbarunya. Ini bukan pertama kalinya ia melakukan perjalanan ke luar negeri seperti ini. Sudah satu tahun belakangan ini Krystal sering pergi keman-mana untuk mempromosikan novelnya. Ia masih tidak menyangka, novel pertama yang ia terbitkan setelah lulus kuliah benar-benar laku dipasaran bahkan terkenal hingga ke manca negara.

Sejak saat itu ia sering pergi kemana-mana untuk berbagai macam acara. Dari sebagai pembicara di bedah buku hingga acara tanda tangan. Apalagi, ia baru saja mengeluarkan novel keduanya dua bulan yang lalu dan perusahaan penerbit bukunya memberikan jadwal yang benar-benar padat. Tokyo hanyalah satu kota dari empat kota yang akan ia kunjungi untuk mempromosikan novelnya. Tiga hari lagi ia akan ke Kyoto kemudian Osaka, dan terakhir Niigata.

Jadi kenapa ia ke apartment Sehun? Krystal tidur disini. Kebiasaan Krystal tidur di apartment Sehun ketika ia ke Tokyo dimulai sejak enam bulan yang lalu. Kesalahan perusahaan penerbitnya membuat Krystal yang akan mempromosikan bukunya tidak bisa mendapatkan hotel. Krystal mau tidak mau meminta kepada Sehun, karena Sehun satu-satunya orang yang ia kenal, juga apartment Sehun dekat dengan tempat yang akan ia datangi. Setelah itu, setiap ia ke Tokyo (yaitu sudah dua kali. Pertama acara kelulusan Sehun dan yang kedua ia jalan-jalan ke Tokyo untuk mencari inspirasi novel), Krystal selalu tinggal di apartment Sehun. Lumayan, menghemat ongkosnya.

Krystal langsung saja masuk ke kamar tempat ia biasanya tidur. Sepertinya ia beres-beres dulu sebelum memasaka. Ia punya maksud hal lain selain mempromosikan novelnya disini.

.

.

.

.

.

Setelah mandi, Krystal langsung memasak. Ia sudah punya rencana besar. Hari ini adalah hari diumumkannya Sehun diterima di perusahaan impiannya. Jika ia diterima, Sehun akan kembali ke Seoul setelah hampir tiga tahun ia tinggal di Tokyo. Tetapi Krystal sudah punya inisiatif untuk membuat perayaan untuk Sehun.

Krystal tersenyum puas karena dari dua jam ini ia berhasil membuat kue dan macaroni schotel (?). Jangan lupa Krystal juga memasak pizza. Laki-laki itu sangat menyukai makanan italia akhir-akhir ini.

Ting!

Oven berbunyi tanda pizza matang. Krystal langsung mengeluarkan pizza. Aroma saus tomat dan keju bercampur membuat perut Krystal berbunyi. Ia meletakan pizza di atas meja yang sudah tertata rapi. Ia tersenyum puas. Rasa lelah dikarenakan perjalanan dan dia harus berbelanja bahan-bahan setelah sampai hilang melihat hasilnya. Krystal benar-benar berharap Sehun cepat pulang. Apalagi jam sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam.

Trek~

Mendengar pintu apartment terbuka membuat Krystal bertambah senang. Ia langsung saja keluar dari dapur, tak lupa mematikan lampu dapur untuk tidak merusak acara kejutannya.

“Sehun?” Ujarnya berlari ke arah Sehun.

“Oh, Krystal?” Seru Sehun tidak percaya Krystal berada di apartment-nya.

Krystal terkekeh, “Bagaimana? Apakah kau diterima?”

Hug~

Sehun tiba-tiba memeluk Krystal. Membuat Krystal sangat terkejut.

“Aku tidak percaya jika aku diterima.” Jawab Sehun dengan suaranya yang sangat dekat dengan Krystal. Membuat jantung Krystal semakin menggila.

Sehun melepaskan pelukannya, “Sudah lama sampai?”
Krystal mengangguk, “Aku sampai jam tiga sore tadi. Aku menunggu mu sudah sangat lama.”

“Tadi aku dan teman-teman ku mengadakan perayaan dengan makan-makan. Aku tidak tahu kau datang kesini jadinya aku lama pulang. Oh, kau sudah makan malam?”
Krystal dengan ragu-ragu mengangguk. Ia sebenarnya belum makan. Ia ingin makan bersama Sehun tetapi Sehun ternyata sudah makan.

Sehun tersenyum tipis, “Kau kelihatannya sangat lelah. Ku rasa kau ingin tidur cepat bukan? Besok acara novel mu jika tidak salah.”

“Oh, benar. Besok jam sepuluh pagi.” Ujar Krystal dengan nada yang kecil. Ia benar-benar kecewa.

“Pagi sekali. Kau butuh tidur yang cukup. Selamat malam Krystal Jung.” Sehun sempat mengacak pelan rambutnya sebelum berbalik menuju kamarnya.

Krystal menatap Sehun lamat. Hatinya sakit ketika Sehun melewati dapur dengan tenang. Ketika Sehun masuk ke kamarnya, rasa laparnya hilang digantikan rasa lelah yang tiba-tiba datang.

.

.

.

.

.

Kriuuuk~

Bunyi nyaring dari perut Krystal berhasil membuat Krystal bangun. Ia meringis memegang perutnya. Kalau diingat-ingat, terakhir ia makan pada pukul satu siang, sebelum ia berangkat ke Tokyo. Krystal melirik hp-nya yang menunjukan pukul dua belas malam, itu artinya hampir duabelas jam yang lalu ia makan. Krystal bangkit dari tempat tidurnya. Ia memutuskan untuk makan makanan yang ia masak.

Dengan langkah gontai ia ke dapur. Ia akan memakan beberapa slice pizza dan macaroni saja. Kue besok masih bisa ia beri ke Sehun.

“Sehun?!”

Krystal tidak menyangka jika Sehun berada di dapur dan memakan pizza yang ia buat.

Sehun yang terlihat asyik menguyah langsung berhenti. Dengan tatapan yang tidak bisa Krystal mengerti, Sehun meletakan pizza dan berjalan ke arah Krystal. Sehun langsung menarik Krystal ke dalam pelukannya.

“Aku minta maaf…. Aku tidak tahu kau menyiapkan ini semua untuk ku.”

Krystal menghembuskan nafasnya dan memeluk Sehun. Ia sedikit tersenyum, “Tidak apa-apa.”

Sehun melepaskan pelukannya, “Aku melihat mu sudah sangat lelah jadi langsung menyuruh mu untuk tidur. Aku benar-benar minta maaf.”
Krystal tersenyum lebar melihat kesungguhan di mata Sehun, “Tidak apa-apa sungguh. Aku sudah sangat senang kau sekarang memakan pizza yang ku buat.”
“Aku awalnya haus dan sangat terkejut menemukan ini di dapur.” Sehun kembali ke meja makan, “Kau juga haus?”
“Aku lapar.” Ujar Krystal pelan.

“Jadi kau belum makan malam?”

Krystal menggeleng pelan. Ia segera duduk dan memakan pizza. Krystal menatap Sehun yang terlihat bersedih dan memukul lengan Sehun kecil, “Sudah tidak apa-apa. Lagipula sekarang kita juga sedang makan bersama. Mari kita rayakan keberhasilan dirimu!”

Sehun mulai tersenyum kembali. Ia mengangkat potongan pizza yang ia makan, “Semoga aku sukses kedepannya! Dan juga novel Krystal Jung terbaru sukses besar!”

Dan mereka, merayakan keberhasilan Sehun hingga pukul setengah tiga pagi.

.

.

.

.

.

Rasanya Krystal tidak ingin bangun dari tempat tidurnya. Dari perkiraan ia bangun pukul enam pagi, Krystal baru bangkit dari tempat tidurnya pukul tujuh pagi. Segera saja ia bersiap-siap. Walaupun acaranya dimulai pada pukul sepuluh pagi, Krystal harus bertemu dengan supervisor acara pukul sembilan pagi.

“Aku sudah memasak sarapan untuk mu.” Begitu yang Sehun katakan ketika ia melihat Krystal sudah rapih.

Krystal tersenyum melihat apa yang Sehun masak, “Wah… Aku tadinya tidak yakin kau benar-benar belajar memasak.”
Sehun memang belajar masak sesudah enam bulan di Jepang. Menurutnya, memasak makanan lebih murah daripada membeli makanan.

“Kau selalu meragukan ku. Padahal aku berkali-kali ingin memasak untuk mu jika kau tidur disini.”

Krystal tidak berkomentar. Ia sibuk makan nasi goreng yang Sehun buat, “Kau bangun jam berapa? Aku pikir kau masih tidur.”
“Baru saja. Ada kiriman datang jadinya aku terbangun. Aku kira kau sudah bangun dan bersiap-siap. Tapi kau belum keluar. Jadinya aku berinisiatif memasak sarapan. Hitung-hitung aku bisa menunjukan kemampuan masak ku. Bagaimana? Apakah lezat?”

Krystal mengangguk. “Lezat sekali. Aku menyesal tidak membiarkanmu masak dari awal.” Ia kembali berkata, “Ngomong-ngomong, kiriman dari siapa?”

“Dari Irene.”

Jawaban pendek Sehun membuat Krystal menghentikan makanannya, “Benarkah? Apa yang Irene kirim?” Tanya Krystal sesantai mungkin. Padahal ia benar-benar penasaran.

“Entahlah. Aku belum membukanya. Mungkin hadiah untuk ku karena aku berhasil diterima di perusahaan.”

“Irene tahu kau mendaftar di perusahaan itu?”
Sehun menggumam mengiyakan. “Aku jadi penasaran apa hadiahnya.” Ujar Sehun kemudian berdiri dan meninggalkan dapur. Sepertinya akan mengambil hadiah.

Sehun tidak pernah menyebut Irene ke Krystal. Jadi Krystal berpikir jika Sehun dan Irene tidak ada hubungan apa-apa lagi. Tapi mengapa Irene bisa tahu?
“Dia mengerjaiku!” Sehun kembali memasuki dapur dengan senyuman lebar. Itu membuat Krystal berusaha menahan rasa tidak sukanya dengan kuat. “Lihatlah…” Sehun kembali berujar. “Ia hanya mengirimkan ku undangan pernikahannya dengan Junmyeon.” Sehun menunjukan undangan bewarna peach kepada Krystal.

“Junmeyon?”

“Iya. Junmyeon teman kuliah ku. Mereka akhirnya akan menikah.” Sehun membuka undangannya dan mendengus, “Mereka bahkan mengataiku sekarang.”

“Apa yang mereka katakan?” Krystal kembali memakan nasi gorengnya.

“Mereka mengatakan jika aku terlalu lama menjomblo. Dan bertanya kapan aku akan menikah.”
“Memangnya kau tidak ingin menikah?”
Sehun terdiam sejenak sebelum menjawab, “Kurasa belum.”

Tak!
Krysta langsung lagi-lagi menghentikan kegiatan makannya. “Ku rasa aku akan terlambat. Aku harus berangkat.”

“Tapi makanan mu belum habis…”

Memang benar. Tetapi mood Krystal tidak ada lagi. Dia lagi-lagi kecewa dengan jawaban Sehun. Apakah Krystal terlalu berharap?

“Aku akan terlambat.” Kata Krystal sekali lagi.

“Makanlah sampai habis atau sampai aku mengambil tas mu. Tas mu di kamar bukan?”

Krystal mengangguk. Membiarkan Sehun mengambil tasnya.

“Ini.” Ujar Sehun tak lama kemudian. “Periksa dulu terutama hp dan domet mu. Jangan sampai ketinggalan.”

Krystal menurut. Ia mengecheck tasnya. “Eh…” Krystal ragu-ragu mengeluarkan kotak beludru bewarna biru tua. “Ini punya siapa ya? Ini bukan punyaku.”

“Itu punya mu.”

Krystal mentap Sehun tidak mengerti. Sehun mengambil kotak beludru tersebut, “Ini akan menjadi punya mu.” Dengan tenang, Sehun membuka kotak tersebut. Krystal tercekat melihat apa yang ada di dalamnya.

“Aku belum pernah mengatakan rencana ini kepada siapapun. Tertuama Luhan. Aku takut ia akan memberi tahu pada mu dan hal ini akan menjadi hal yang sangat tidak romantis. Berbicara mengenai kita, tentu hal yang pertama disadari adalah perjalanan kita yang sangat rumit. Aku bersyukur dapat bertemu dengan mu, mengenal mu, dan terus bersama mu dari kecil hingga dewasa ini. Aku yakin dengan segenap hati ku dan aku merasa bersyukur dipertemukan oleh orang yang bisa memaafkan kesalahan ku. Krystal Jung, maukah kau menikah dengan ku?”

.TBC.

  • Aku sudah updated sampai epilogue jadi silahkan di check part Sehunnya. 🙂

 

Advertisements

3 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s