Flipped Side Story 3: Sehun

flipped

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | Side Story #1: Luhan | Side Story #2: Krystal

If I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms 

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

Almost is Never Enough -Ariana Grande-

Luhan menatap Sehun dengan dalam, “Aku sungguh-sungguh Oh Sehun.” Katanya sekali lagi meyakinka Sehun.
“Kau ingin membuat janji kepadamu agar tidak menyukai Krystal? Tapi…”

“Sehun….”

Sehun akhirnya mengangguk. “Baiklah… Lagipula tidak mungkin aku menyukai Krystal. Diakan sahabat ku….”

Bodoh… Tapi tak bisa disalahkan. Mereka semua terlalu kecil saat itu. Mereka semua belum tahu apa yang akan terjadi saat itu.

.

.

.

.

.

Dia mungkin terlihat seperti orang jahat. Bukan, Sehun memang orang jahat karena kebodohannya sendiri. Segala hal ‘brengsek’ yang ia lakukan agar Krystal berhenti mengejarnya dulu ketika SMA, hingga membuat Krystal sempat koma benar-benar menjatuhkan dirinya. Lagi-lagi, Sehun mencari pembenaran karena ia sedang memegang janjinya dengan Luhan.

Jika saja ia tidak membaca buku diary Krystal, Sehun tidak akan pernah menyadari perasaannya. Ketika ia menyadari perasaannya, ia juga tersadar akan kesalahan terbesarnya. Ia merasa tidak pantas untuk bersama Krystal.

Ketika Krystal sadar dan mengingatnya, Sehun sempat bingung apa yang akan terjadi. Rasa ketidak pantasan itu terus tumbuh. Dibalik ketenangan yang selalu ia tampilkan, Sehun selalu risau akan segala hal. Pada akhirnya, ketika Krystal ingat, ia memberanikan diri untuk menghentikan perjodohan. Sekali lagi, hal itu menyakiti Krystal.

Setelah perjodohan mereka benar-benar dihentikan, semuanya berubah dengan cepat. Ia keluar dari rumahnya. Ia menyibukan diri di kampus dengan mengikuti berbagai macam organisasi. Dia berusaha melupakan semuanya tentang Krystal, termasuk perasaan yang terlalu lama ia sadari. Pertemuan antara Luhan, Krystal, dan dirinya adahal suatu hal yang tidak pernah Sehun duga.

Luhan tidak pernah membahas apapun tentang janji ketika mereka kecil. Melihat tingkah laku Luhan yang masih menyukai Krystal dan berusaha mengejarnya, tanpa ragu bertanya segala macam ke Sehun membuat Sehun menarik kesimpulan sendiri jika Luhan masih menganggap perjanjian tersebut berlaku.

Perjanjian itu konyol sebenarnya. Tindakan Sehun lebih konyol bahkan gila karena perjanjian itu. Ketika hal itu terjadi, ketika ia mendengar jika Luhan dan Krystal pacaran, Sehun berharap jika sehabis ini dia dapat merelakan Krystal.

Ah, terkadang ia berharap dapat menjenguk Krystal dengan cepat, mendahului Luhan. Banyak hal yang terjadi pasti dan mungkin dia dapat memperbaiki hubungannya dengan Krystal.

Sering kali Sehun mengutuk dosennya yang selalu membuat ia satu kelompok dengan Chanyeol, membuat ia yang sudah pindah harus datang lagi ke apartment-nya. Kemudian mendengar obrolan Luhan dan Krystal. Sehun seharusnya bisa melupakan semuanya. Tetap hatinya justru panas dan ia semakin berat melepaskannya.

Ide gila pun datang di benak Sehun. Mungkin, karena ia sering datang ke apartment itu ia tidak bisa melepaskannya. Ditengah lamunanya, Sehun memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri.

Awalnya ia puas karena keputusannya membuat ia jarang bersama Chanyeol dikarenakan ia ikut pelajaran tambahan. Pada awalnya saja sebelum Irene masuk ke hidupnya. Irene hanya sebentar di hidupnya. Ia akrab dengan Irene karena satu tempat kursus hingga Irene menemaninya ke rumah sakit ketika ia terlalu lelah.

Well, dia melihat Krystal pada saat itu. Tapi lagi-lagi ia diam tidak menyapa. Sehun masih suka tersenyum ketika mengingat raut wajah Krystal yang penasaran akan Irene.

“Siapa namanya?” Tanya Krystal penasaran ketika ia mengembalikan buku diary Krystal.

Sehun tidak dapat menahan senyumnya saat itu. Wajah Krystal sangat lucu. Perpaduan tidak perduli tapi ingin tahu, “Irene…. Namanya Irene.”
Ekspresi Sehun saat itu pasti membuat Krystal salah paham. Tapi Sehun dan Iren tidak pernah sampai ke dalam suatu hubungan. Apalagi Irene adalah “mantan” pacar yang sekarang suda mau jadi calon istri sahabatnya. Soal pertanyaan Krystal apakah ia menyukai Irene, maka sehun dengan mantap menjawab tidak. Irene adalah temannya.

Gitu-gitu Sehun bersyukur Irene muncul di kehidupannya dan Krystal. Akibat ulah (kalau bisa dibilang begitu) Irene, Krystal menciumnya. Itu sala tapi Sehun menyukainya. Itu adalah hal yang paling Sehun tidak lupakan. Itulah yang membuat Sehun berniat memperbaiki kesalah pahaman denga Krystal. Karena itulah semua rahasia terbongkar.

.

.

.

.

.

“Krys…” Sehun berujar lirih dan masih memeluk Krystal yang menangis kencang.

“Sehun, Luhan pergi..” Kata Krystal lagi dan lagi. Tangisannya semakin kencang. “Kenapa ia tidak bilang ke kita?”

Sehun berusaha menenangkan, “Sudahlah…. Mungkin—“

Oomongan Sehun terputus ketika Krystal mendorongnya Memutus pelukan mereka.

“Luhan pergi Sehun! Kenapa kau tidak juga mengerti?!”

“Krystal, bukan seperti itu…”
“Aku ingin sendiri!” Putus Krystal. Ia membelakangi Sehun.

Sehun termenung memperhatikan jalan raya. Ia dan Krystal menunggu untuk di jemput. Jadi… Krystal juga menyukai Luhan ya?

.

.

.

.

.

Tiba-tiba saja tenggorokan Sehun rasanya kering. Tidak biasanya Sehun terbangun tengah malam dan merasa haus seperti ini. Ia bangkit dan menuju dapurnya.

Deg!

Sehun tidak menyangka ada banyak makanan di dapurnya.

“Aku sampai jam tiga sore tadi. Aku menunggu mu sudah sangat lama.”

Jangan-jangan, Krystal yang membuatnya?

“Tadi aku dan teman-teman ku mengadakan perayaan dengan makan-makan. Aku tidak tahu kau datang kesini jadinya aku lama pulang. Oh, kau sudah makan malam?”

Sehun menghela nafasnya. Dia tidak menyangka jika Krystal membuatnya. Dia kira Krystal benar-benar kelelahan karena aktivitas promosi novelnya. Beberapa hari ini ia mengeluh jika promosi novel benar-benar padat. Krystal berkata jika ia pergi jam delapan pagi dan juga pulang baru jam delapan malam. Sehun bahkan menyuruh Krystal tidur.

Ia menoleh ke arah kamar Krystal. Gadis itu pasti sedang tidur dengan perasaan bersedih. Sehun memutuskan untuk minum dan memakan pizza yang Krystal buat. Besok, ketika Krystal bangun, dia akan meluruskan hal ini.

“Sehun?!”

Sehun yang sedang asyik memakan pizza langsung menghentikannya. Ia segera berjalan ke arah Krystal dan menarik Krystal ke dalam pelukannya.

“Aku minta maaf…. Aku tidak tahu kau menyiapkan ini semua untuk ku.”

Terdengar helaan nafas. Krystal membalas pelukan Sehun, “Tidak apa-apa.”

Sehun melepaskan pelukannya, “Aku melihat mu sudah sangat lelah jadi langsung menyuruh mu untuk tidur. Aku benar-benar minta maaf.”
Krystal tersenyum lebar, “Tidak apa-apa sungguh. Aku sudah sangat senang kau sekarang memakan pizza yang ku buat.”
“Aku awalnya haus dan sangat terkejut menemukan ini di dapur.” Sehun kembali ke meja makan, “Kau juga haus?”
“Aku lapar.” Ujar Krystal pelan.

“Jadi kau belum makan malam?” Tanya Sehun dengan terkejut

Krystal menggeleng pelan.

Krystal belum makan malam. Itu berarti sudah berapa belas jam yang lalu sehabis makan siang?

Krystal yang mulai memakan pizzanya pun menoleh ke Sehun, kemudian memukul lengan Sehun kecil, “Sudah tidak apa-apa. Lagipula sekarang kita juga sedang makan bersama. Mari kita rayakan keberhasilan dirimu!”

Sehun mulai tersenyum kembali. Ia mengangkat potongan pizza yang ia makan, “Semoga aku sukses kedepannya! Dan juga novel Krystal Jung terbaru sukses besar!”

Dan mereka, merayakan keberhasilan Sehun hingga pukul setengah tiga pagi.

.

.

.

.

.

“Sehun aku menyukai mu…”

“Apa?” Sehun menatap Krystal tidak percaya.
Krystal kali ini menatap Sehun, “Aku menyukai mu Sehun…. Aku menyukai mu…”

“Krys…” Sehun terdiam sesaat. Apa yang harus ia bilang? Ia baru saja menolak perjodohan antara dirinya dan Krystal dibelakang. Sebetulnya, ia mengajak Krystal bertemu untuk sama-sama menolak perjodohan. Tapi kalau begini ceritanya, Krystal pasti tidak mau.

“Aku….” Sehun bingung ingin berbicara apa.

“Ayo kita berpacaran dan bilang kepada orang tua kita. Orangtua kita pasti senang. Terutama mereka senang karena kita berdua tidak menolak rencana perjodohan kita.”

“Kenapa?” Tanya Sehun dalam kebingungannya. Kau menyukai Luhan bukan? Kau menangis dan menjauhi ku ketika Luhan pergi.

“Perasaan ini muncul karena perjodohan kita… Maksudku, bukan begitu! Aku baru menyadarinya ketika kita dijodohkan.”

Ah… Begitu. Dia baru menyukai mu ketika kita dijodohkan. Perasaan suka yang semu bukan?

“Aku tidak menyukai mu.” Jawab Sehun pada akhirnya. “Aku malah ingin menghentikan perjodohan kita.”

.

.

.

.

.

“Aku belum pernah mengatakan rencana ini kepada siapapun. Tertuama Luhan. Aku takut ia akan memberi tahu pada mu dan hal ini akan menjadi hal yang sangat tidak romantis. Berbicara mengenai kita, tentu hal yang pertama disadari adalah perjalanan kita yang sangat rumit. Aku bersyukur dapat bertemu dengan mu, mengenal mu, dan terus bersama mu dari kecil hingga dewasa ini. Aku yakin dengan segenap hati ku dan aku merasa bersyukur dipertemukan oleh orang yang bisa memaafkan kesalahan ku. Krystal Jung, maukah kau menikah dengan ku?”

Krystal menatap Sehun, dengan yakin ia berkata, “Aku tidak mau.”
Sehun menatap Krystl dengan tercekat.

Krystl mengeluarkan senyumannya, “Kau harus memakaikan cincin ke tangan ku terlebih dahulu.”

Sehun menghembuskan nafas lega, Ia segera memakaikan cincin ke Krystal. “This is mean yes?”

“Ya, aku mau.” Ujar Krystal sambil tersenyum.

Tentu scene ini menjadi sangat romantis jika saja hp Krystal tidak berbunyi. Krystal merogoh hp-nya, “Aku harus mengangkat ini. Dari supervisor acara.” Krystal sedikit menjauh.

Sehun merutuk kesal. Seharusnya ia menyembunyikan hp Krystal.
“Sehun…” Panggil Krystal tak lama. “Aku harus berangkat dulu… Sampai jumpa nanti malam.”

Sehun menarik Krystal dan menciumnya, “Tentu. Aku akan menunggu mu.”

Krystal berdehem untuk menghilangkan kegugupannya. “Aku ingin kau memasak lagi.”

Sehun tersenyum lebar dan mengangguk, “Apapun untuk mu.”

.TBC.

  • Next part adalah epilogue-nya 🙂

 

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s