Unwanted Reverie (Chapter 3)

unwantedreverie

Poster By : NJXAEM@ POSTERCHANNEL

Author: Ally

Cast: f(x)’s Krystal Jung | EXO’s Oh Sehun | RV’s Bae Irene |

Rating: T (Teen)

Length: Chaptered

Previous Chapter: Prologue | 1 | 2 |

Line

Unwanted #3: Irony Decision

Krystal berkali-kali mengatakan kepadanya sendiri bahwa looser bernama Kai Kim tidak memberikan saran yang bagus. Tapi, Krystal sendiri akan melakukan apa yang Kai sarankan. Ia akan mensetujui permintaan Irene. Seperti yang Kai sarankan, Krystal tidak menggoda kekasih Irene tetapi mencoba dekat kepada kekasihnya. Pada akhirnya, Krystal akan bilang jika kekasih Irene tidak tergoda. Masalah mereka berdua selesai. Krystal bisa menggapai impiannya. Irene merasa yakin dengan kekasihnya.

Krystal juga punya misi rahasia dibalik kedekatannya dengan Oh Sehun nanti. Dia dekat dengan Oh Sehun juga untuk meyakinka dirinya bahwa Oh Sehun itu lelaki yang baik dan cocok untk Irene. Pokoknya Krystal meyakinkan dirinya jika ia tidak boleh melanggar batas. Krystal hanya mengawasi Oh Sehun disitu. Mengawasi jika Oh Sehun adalah laki-laki yang baik.

“Nah, anggap saja ruangan ini adalah ruangan mu. Ku harap ruangan ini tidak terlalu sempit. Juga tempat tidurnya bagus.” Irene dengan riang memperkenalkan ruang kerjanya kepaa Krystal.

Setelah Krystal setuju, Irene memaksa Krystal untuk tinggal di apartment-nya. Irene berkata, bagaimana Krystal dapat menggoda Sehun jika tinggal di tempat yang berbeda dan sangat jauh? Secara, perkejaan Krystal dan Sehun juga sangat berbeda. Krystal juga meringis membayangkan ia harus berkenalan dengan Sehun di bar atau apapun yang biasa Sehun daatangi, masuk kesana pasti menguras kantong. Lagipula, tinggal di apartment Irene dan Sehun membuat Krystal bisa mengakses baju-baju Irene yang banyak. Itu bisa menambah inspirasinya.

“Oh, Oennie, jangan repot-repot. Ini saja sudah sangat cukup.” Krystal meletakan koper kecil di dekat tempat tidurnya. “Ini sudah lebih dari cukup.” Ia kemudian bertanya, “Oennie benar-benar akan pergi?”

Irene bergumam mengiyakan, “Ini berkaitan dengan investor. Aku benar-benar harus pergi selama satu bulan.”

Krystal menghela nafasnya, “Tapi Sehun sudah tahu bukan?”

“Tenang saja. Dia sudah tahu.”

Krystal terdiam tidak mengomentari apa-apa lagi. Dia sangat gugup. Dia sangat gugup sejak menelepon Irene dua hari yang lalu.

“Irene kau sudah pulang?!” Suara teriakan dari luar membuat Krystal terkejut.

Ia mendepati Irene tersenyum lebar, “Sepertinya Sehun sudah pulang. Aku keluar sebentar.”

Setelah Irene keluar, Krystal langsung merebahkan diri ke kasur. “Aku harap keputusan ini benar…” Ucapnya putus asa.

Semuanya sangat sempurna. Bahkan Irene mendapat pekerjaan yang menyebabkan ia harus pergi ke Eropa selama satu bulan. Ya, satu bulan. Krystal mendapatkan waktu yang cukup banyak untuk menggoda Sehun. Tapi karena ia telah memutuskan sendiri apa yang harus ia lakukan, ia mendapatkan waktu yang cukup lama harus bertahan dengan Sehun.

“Nah, ini teman ku Krystal…”

Suara Irene semakin mendekat membuat Krystal langsung bangkit lagi.

Irene membuka ruang kerja yang akan menjadi kamar tidur Krystal, “Krystal… Ayo berkenalan dengan Sehun.”

Krystal mengangguk datar, Irene sendiri masih tersenyum. Krystal berjalan dengan pelan. Dibalik wajah datar yang ia tampilkan, Krystal merasa sangat gugup.

“Jadi kau temannya Irene, Krystal Jung.”

Suara bernada berat itu berhasil membuat Krystal membeku.

Sehun tersenyum kepadanya, “Perkenalkan aku Oh Sehun.”

Krystal menundukan pandangannya. Ia sedikit tersenyum sebelum melihat Sehun kembali, “Aku Krystal Jung.”

Miris memang. Selama Sehun menjadi kekasih Irene, Krystal sendiri tidak pernah bertemu dengan Sehun secara langsung. Ia sibuk dengan kuliah. Irene sibuk dengan bisnis fashion-nya. Sehun juga sibuk dengan pekerjaannya sebagai penari. Jika ia berkumpul dengan Irene, tentunya Sehun tidak ada.

“Anggap saja ini rumah mu.   Kau bisa menonton tv dan memakai dapur sesuka hati mu. Aku akan jarang berada disini.”

Syukurlah…. Krystal menghela nafas lega.

“Jarang?” Irene menginterupsi mereka berdua.

“Studio tari sangat sibuk karena ada project. Sepertinya aku akan sibuk disana.” Sehun tersenyum ke Irene.

Yes! Yes! Yes! Sepertinya keputusan Krystal cukup benar karena Sehun yang menjauh darinya.

“Ah, kau sudah siap berangkat bukan?” Tanya Sehun menatap Irene.

Irene mengerjap beberapa kali, “Oh, tentu! Aku akan berbicara dengan Krystal sebentar.”
Sehun mengangguk, “Dimana kopermu? Biar aku yang membawanya.”

“Di kamar.” Kata Irene. Kemudian Irene segera mendorong kamar Krystal kembali ke ruang kerjanya, “Aku sangat ingin kau ikut mengantar ku tapi Sehun melarangnya. Juga, aku tidak tahu jika Studio tarinya sangat sibuk sehingga ia tidak tidur disini.”

“Mungkin ada projek baru Oennie.”

“Bagaimana pun juga aku akan membuat ia tidur disini. Tenanglah… Terimakasih Krystal Jung!” Irene memeluk Krystal.

Krystal memijit pelipisnya ketika Irene keluar. Sehun sudah benar karena ia tidak ingin menggodanya. Tapi Irene sepertinya sangat ingin Krystal menggoda kekasihnya.

Line

“Kau tidak bilang jika kau ada projek baru.” Irene menatap kesal ke arah Sehun yang tengah asyik menyetir.

“Memang tidak ada.” Jawab Sehun cuek. Merasa Irene tetap menatapnya, Sehun kembali berbicara, “Aku tidak pernah setuju Krystal tinggal selama kau pergi. Sebenarnya tidak apa-apa jika kau tidak pergi. Tapi karena kau pergi makanya aku tidak setuju.”
“Krystal adalah teman baik ku Sehun. Ia benar-benar teman baikku.”

“Tapi kau sendiri yang bilang kepadaku jika keluarganya—“
“Dia membelaku.” Sela Irene dengan nada kesal. “Krystal membelaku. Dia benar-benar orang yang baik. Apa kau akan membela seseorang yang bukan siapa-siapa jika keluargamu salah? Dia melakukan kepdaku. Dia orang yang baik dan aku mempercayainya.”

“Baiklah Lady, aku tidak ingin berdebat.”

“Sehun….” Irene tetap menatap Sehun.

“Apa?”

“Jaga Krystal, Okay? Dia benar-benar pejuang keras dan terkadang terlalu keras pada dirinya. Krystal punya penyakit anemia dan karena ia seorang pekerja keras aku takut anemianya kambuh. Aku minta tolong kepada mu. Kau boleh tidur di studio tetapi pulanglah beberapa hari. Hanya untuk menge-check-nya.”

Sehun terdiam dan tetap menyetir.

“Sehun!” Irene memanggil Sehun kesal.

“Baiklah! Aku akan pulang sekali-kali!”

 

Line

Krystal benar-benar menikmati waktunya dalam merancang pakaian. Ia keluar sekali, yaitu ketika ingin makan malam dan mendapati jika apartment ini sepi. Sehun benar-benar akan tinggal di studio tarinya rupanya. Untuk pertama kalinya setelah dua minggu ini, Krystal dapat tertidur pukul sepuluh tepat. Mungkin saja ini ada hubungannya dengan suasana hatinya yang sangat baik. Jadi beban pikirannya berkurang.

Rancangan Krystal sudah hampir selesai. Ia benar-benar mendapati ide dengan tinggal di ruang kerja Irene. Irene memiliiki segudang pakaian dari perancang terkenal yang sangat memukau bagi Krystal. Sikap Sehun juga membuat suasana hatinya menjadi sangat baik. Sejalan dengan apa yang Krystal inginkan. Semoga laki-laki itu tidak luluh dengan perkataan Irene.

Jam menunjukan pukul delapan pagi ketika Krystal bangun dari tidurnya. Itu artinya ia tidur selama sepuluh jam. Hal itu saja sudah membuat suasana hatinya menjadi bertambah baik. Setelah bersih-bersih, ia keluar ruang kerja Irene. Krystal ingin menikmati sarapan.

Hmm… Bau kopi…

Ia sedikit tersenyum. Tapi cuman sebentar. Bau kopi? Siapa yang masak kopi? Jangan-jangan…
“Kau sudah bangun rupanya…”

Krystal tersentak hebat ketika mendengar suara bass khas Oh Sehun.

“Kenapa terkejut begitu?” Tanya Sehun dengan santai menyesap kopinya.

Krystal berdehem dengan muka memerah, “Hanya terkejut.”

“Kau orangnya kagetan rupanya….”

“Tidak juga. Tapi kupikir tadi kau tidak ada disini, maksudku tidur di studio mu.”

“Ooohhh….” Respon Sehun.

Krystal pikir, Sehun tidak akan berbicara lagi setelah ini. Mungkin kembali menyesap kopinya. Tiba-tiba Sehun berkata lagi, “Kau ingin sarapan?”

Yang ditanya mengangguk kaku, “Benar.”

Sehun mendengus.

“Ada apa?” Tanya Krystal sedikit tajam. Apa baru saja Oh Sehun mendengus kepadanya?
“Kau dan Irene memiliki watak yang benar samanya. Ekspresi canggung kalian benar-benar kelihatan.”

Krystal yang saat itu sedang melangkahkan kakinya kedapur tertawa canggung, “Benarkah?” Tanyanya yang sebenarnya hanya sekedar basa-basi.

“Bahkan tawa kalian mirip.”

Krystal diam-diam mendengus. “Bagi kopinya…” Tanpa menunggu jawaban, Krystal mengambil cangkir dan menuangkan kopi ke cangkir. “Ku rasa kau sangat kangen kepada Irene bukan?”

Sehun menggumam, “Iya. Astaga… Dia akan di Eropa selama satu bulan.”

“Kenapa tidak menyusul saja?”

“Sebenarnya aku mau saja. Tapi studio tariku akan mengadakan pertunjukan sebentar lagi. Tidak mungkin aku pergi asalkan aku akan menjadi bintang utama disitu.”
Krystal mengangukan kepalanya. Sayang sekali….

“Aku harus pergi.” Kata Sehun pada akhirnya.

Kenapa tidak dari tadi sih? Eh, kenapa ia seperti ingin mengusir si pemilik apartment?

“Nyonya Jung, tolong kopinya…”

Krystal entah mengapa merasa merinding ketika Sehun menyebutkan Nyonya Jung. Ia segera saja mengenyahkan perasaannya dan memberikan kopi yang berada di dekatnya.

“Kau tahu password apartment ?”
Krystal sontak menggelengkan kepalanya. Untung saja Oh Sehun bertanya.

Password-nya 1024.”

“1024?” Ucap Krystal tanpa sadar. Tanggal lahir dia?

Sehun menuangkan kopi ke dalam termosnya. Sepertinya ia akan membawa kopinya ke kantor. “Iya. Itu adalah berasal dari tanggal lahirku tapi dibolak-balik. 0412 jadi 1024.”

Krystal kembali menganggukan kepalanya. Mereka sama-sama terdiam dan Krystal sibuk menikmati kopi buatan Sehun yang sangat enak ini.

Sehun sendiri menggumam tidak jelas. Kemudian mengambil gelas yang tadi ia minum, menuangkan kopinya.

“Sial!”

Krystal kembali menoleh ke Sehun dan menemukan Sehun tengah menumpahkan kopinya hingga terkena baju.

Sehun dengan malas meletakan termosnya di meja makan, “Hati-hati kopinya tumpah. Aku akan berganti baju dulu sebelum membersihkannya.”

“Okay…” Jawab Krystal pendek. Ia kembali menyesap kopinya sambil termenung. “Nyonya Jung!”

Suara Sehun yang tiba-tiba memanggilnya membuat Krystal tersadar, “Ada apa?”

“Bisakah kau mengambil kunci mobil dan termos ku?” Sehun sendiri sudah rapi kembali. Ia mengganti bajunya dengan baju yang sama persis seperti baju yang terkena noda. Ya, orang kaya…   Beli baju dengan motif sama sangking kebanyakan uang.

“Dimana?”

“Tadi aku meletakannya di dekat kopi. Ada?”

Krystal mencari-cari dan oh! Masih ada. Sambil memegang gelas kopinya, Krystal memberi kuncil mobil Sehun. Baru melangkah sebentar, ia harus menemukan dirinya akan terpeleset akibat kopi yang Sehun tumpahkan.
“Ah!” Jerit Krystal. Ia berusaha memegang meja yang tak jauh darinya. Daripada ia jatuh ke lantai.

Blubbb~
Entah bunyi apa itu. Krystal tidak perduli karena ia sedang bersyukur bisa mencengkram sisi meja denga kedua tangannya. Walau cangkir kopi yang tadi ia pegang juga tumpah. Tapi… Ia langsung berdiri dan melihat kedua tangannya tidak ada yang memegang kunci Sehun.

Barulah Krystal tersadar jika suara blubbb tadi berasal dari kunci mobil Sehun yang masuk ke termosnya. Ia menoleh dengan perlahan, “Apakah kau punya kunci cadangan?”

Sehun sebenarnya ingin marah. Tapi karena Krystal terpeleset karena dirinya juga ia berkata, “Tentu. Tenang saja.” Ia berbalik untuk mengambil.
“Dimana letak pel? Aku saja yang membersihkan tumpahan kopi ini.” Ya, tidak ada buang-buang waktu lagi! Bersihkan sebelum ada hal buruk terjadi!

“Kau lihat ada lemari besar itu? Disitu letak pelannya.”

Sehun benar-benar membutuhkan waktu lama untuk menemukan kunci cadangan. Ketika berbalik, tumpahan kopi sudah hilang. Krystal sedang mengelap mejanya.

“Bisa tolong ambilkan termos ku?”

Krystal mendongak, “Kau masih mau meminumnya?”

Sehun tersenyum mendengar pertanyaan Krystal yang menurutnya sangat polos. “Bukan. Aku ingin mengambil kunci mobil ku dan segera memperbaikinya.”

“Baiklah.” Krystal menghentikan kegiatannya dan mengambil termos Sehun. Sehun juga berjalan mendekat. “Ini…” Ujar Krystal tapi matanya langsung membesar ketika melihat Sehun ingin terpeleset.

“Tunggu… Tunggu…” Krystal kan jadi panik. Mana dia lagi memegangn termos masa langsung dijatuhin demi menangkap Sehun.

Sehun bergerak tidak jelas berusaha menyeimbangkan tubuhnya.

Brak!

Tapi pada akhirnya ia jatuh juga. Krystal tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Bukan karena Sehun jatuh. Tapi…. Astaga…   Bagaimana laki-laki itu bisa melepaskan kunci mobilnya dan kuncinya juga jatuh ke termosnya. Krystal juga bodoh sih tidak menutup termosnya.

“Bagaimana ini?” Seru Krystal benar-benar panik.

Sehun meringis kesakitan dan perlahan bangkit. Krystal sudah menatapnya dengan raut wajah yang sangat panik.
“Kunci mu…” Seru Krystal tertahan. “Kunci mu jatuh lagi ke termos ini.”

Benar. Oh Sehun baru tersadar.

“Kau punya kunci cadangan lagi?” Tanya Krystal masih panik.
Sehun menghela nafasnya, “Aku juga berharap aku punya kunci cadangan.”

tbc1

And i found my self sangat kangen untuk nulis Unwanted Reverie…. Hehehehe… Ini ditulis karena malas belajar mapel Basa Sunda dan baru kelar kemarin. Chapter ini absurd gak? Terutama scene Krystal kepeleset-Sehun kepeleset? Awalnya, aku udah punya ide untuk konflik di awal, tapi gimana ya… Idenya itu muncul pas mau USBN asalkan aku harus fokus USBN. Jadi pas nulis lupa gitu deh…. Ini juga kepikiran di toilet dan pas nulis kok rasanya absurd banget. Hehehe…

Advertisements

3 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s