State of Grace (Chapter 31)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Sehun segera ke kantor tanpa menggunakan pakaian formal. Dengan kaus dan celana jeans. Jaket panjangnya membuat ia tidak terlihat seperti seseorang yang nyasar datang ke kantor.

“Ada masalah dengan klien yang kau pegang.” Jackson, salah satu anggota divisi penyelidik langsung menyambut Sehun. “Ia berbohong mengenai kedua orangtuanya.”

Sehun segera mengambil berkas yang diberi Jackson dan membacanya, “Orangtuanya masih hidup dan tinggal di New Zealand?”
Jackson mengangguk, “Dia kabur ke Korea Selatan dan tinggal bersama bibinya disini. Menurutu pencarian ku ia kabur karena orangtuanya tidak setuju dengan impiannya menjadi chef.”

Sehun menghela nafasnya, “Apakah pihak lawan tahu mengenai informasi ini?”

“Aku tidak dapat memastikan hal itu. Tetapi asumsikan saja pihak lawan tahu.”

Sehun mengerti akan hal itu, “Baiklah. Biar aku yang mengurusnya.” Ia segera melangkahkan kakinya ke ruangan kerjanya. Ruangan kerja yang dibagi oleh Kim Junmyeon, senior di kampusnya yang berbeda tiga tahun darinya.

“Oh, ku pikir kau masih dalam waktu berlibur karena hyung mu menikah.” Junmyeon yang sedang membaca file kasusnya menoleh ketika Sehun masuk. Ia mengeluarkan senyuman khasnya.

“Aku baru saja sampai disini dan lihatlah….” Sehun pun duduk di kursinya. “Sudah ada masalah dari klien ku.”

Junmyeon tertawa kecil, “Kau tahu orang baru biasanya selalu diberi kasus aneh. Bersyukurlah kau masih diberi sebuah kasus perceraian.”

Kali ini Sehun yang tertawa kecil, “Tentu aku mengingat kasus penipuan jamuan makan yang kau pegang.”

Junmyeon menggaruk kepalanya, “Aku tidak tahu siapa yang bodoh antara klien ku atau penggugatnya.” Ia menghela nafasnya, “Tapi apakah ini termasuk rencana dirimu yang ingin membuktikan kepada orang-orang juga?”

Hening sejenak. Sehun tidak langsung menjawab perkataan Junmyeon. Pikiran melayang kepada isu yang beredar di kantor. Isu yang mengatakan jika ia masuk disini karena bantuan ayahnya dan Sehun sangat ingin membantahnya. Jika ayah Sehun yang bertindak, Sehun pasti sudah bekerja dengan perusahaan besar bukan dengan firma dimana gaji di firma ditentukan oleh banyaknya kasus yang Sehun kerjakan.

“Itu juga salah satunya. Aku harus benar-benar sukses di kasus ini!”

Junmyeon mengangguk mengerti. Latar belakang dia juga hampir sama seperti Sehun sehingga banyak yang percaya ia masuk karena ayahnya. Untungnya sekarang hal itu mulai terkikis dan dia dipercayai memegang kasus besar.

“Ku dengar hyung akan masuk ke tim Park?”

Junmyeon menoleh, “Ya. Ini aku sedang membaca file-nya. Salah satu dari asisten klien akan datang pukul satu siang. Karena itu aku tidak bisa makan siang bersama Joohyun.”

Makan siang…

Sehun jadi penasaran menu apa yang dimasak oleh Krystal.

.

.

.

.

.

Di lain tempat, Krystal sedang asyik menggulung kimbap untuk diberikan ke Sehun. Krystal hanya berpikir jika memakan kimbap pasti lebih praktis daripada memakan nasi beserta lauk.

Setelah selesai menyiapkan makanannya, Krystal segera saja menuju kantor Sehun. Sehabis ini juga Krystal harus ke f(x). Sebenarnya ini hari liburnya tetapi entah mengapa Victoria memanggilnya.

Tigapuluh menit kemudian, Krystal sudah sampai di kantor Sehun. Krystal mengkerutkan dahinya ketika menemukan Sehun tidak bisa dihubungi. Akhirnya, setelah tiga kali tidak bisa dihubungi, Krystal memutuskan untuk masuk ke kantor Sehun.

“Permisi, ada yang bisa saya bantu?” Tanya seorang resepsionis dengan ramah.
“Saya ingin bertemu dengan Oh Sehun.” Ujar Krystal dengan tersenyum.

“Oh Sehun? Tunggu.” Sang resepsionis ber-name tag Lee Jieun fokus ke komputernya, “Oh Sehun sedang ada janji dengan kliennya. Apa Anda sudah punya janji dengan Oh Sehun?”

Krystal dengan cepat menggeleng, “Tidak sebenarnya. Saya hanya ingin memberi ini….” Krystal memberi tas kecil yang di dalamnya terdapat makanan untuk Sehun. “Tolong sampaikan kepada Oh Sehun. Bilang ini dari Krystal Jung.”

Lee Jieun tersenyum lebar, “Wah… Wah… Saya tidak menyangka Oh Sehun mempunyai tunangan yang sangat pengertian.”

Krystal terdetak. Ia tanpa sadar menyentuh cincin yang diberi Sehun dua hari yang lalu. “Tunagan?”

“Ya. Saya menyimpulkan dari cincin Anda. Tentu jika itu cincin pernikahan saya pasti mendengar kabar jika Oh Sehun sudah menikah. Tapi belum ada kabar. Makanya saya menyimpulkan jika Anda adalah tunangan Oh Sehun.” Lee Jieun kembali berkata, “Betapa romantisnya Oh Sehun membelikan cincin tersebut menggunakan gaji pertamanya.”

Krystal akhirnya tertawa kecil, sangking ia tidak tahu harus merespon apa ketajaman Jieun, “Saya permisi dulu Lee Jieun-ssi.

Jieun menerima bekal Sehun dan ikut tersenyum, “Akan saya berikan kepada Oh Sehun.”

.

.

.

.

.

Sehun benar-benar merasa bersalah kepada Krystal. Pekerjaannya yang membuat ia bahkan tidak bisa mengangkat telepon dari Krystal. Ketika kembali ke kantornya setelah berbicara dengan kliennya, Sehun menemukan dirinya sangat lapar. Ah, bahkan ia tidak makan siang karena kasus ini.

“Oh Sehun!” Lee Jieun, salah satu resepsionis kantor memanggil namanya. “Ada titipan untuk mu.”

Sehun menerima tas kecil dari Jieun.

“Tunangan mu menitipkannya untuk mu. Sangat pengertian bukan? Mengirimkan makan siang.”

“Tunangan?”
Jieun menatap Sehun gemas, “Bahkan respon kalian sama. Krystal Jung. Ia tunangan mu bukan?”

“Oh…”

“Oh?! Jadi benar?”

Sehun menghela nafasnya, “Jangan suka menyimpulkan hal-hal yang belum pasti Lee Jieun.”

“Hey, kan aku bertanya!” Protes Jieun dengan cemberut. “Selamat makan bekal dari tunagan mu…” Ia kembali tersenyum. Membuat Sehun menggelengkan kepalanya dan segera berlalu dari Jieun.

Sehun mengeleuarkan hp-nya. Ingin menelepon Krystal. Baru saja ia ingin menelepon Krystal, Sehun teringat jika Krystal tadi mengirimkannya pesan. Mengatakan jika ia ke f(x). Apa Sehun ke f(x) saja? Lagipula Sehun masih dihitung libur sehingga tidak perlu pulang pukul tujuh malam. Ia berbalik. Kembali berjalan keluar dari kantornya. Ia akan memberi kejutan ke Krystal.

.

.

.

.

.

Helaan nafas keluar dari seorang Krystal Jung. Rasanya dia sangat lelah hari ini. Krystal mengeluarkan hp-nya dan ternyata Sehun telah meneleponnya balik. Ah, bahkan tadi dia tidak punya waktu untuk melihat hp-nya.
“Hallo…” Kata Krystal ketika ia menelepon balik Sehun. “Maaf aku tidak mengangkat telepon dari mu.”
“Tidak apa-apa.” Sahut Sehun dengan ringan.

“Kau dimana sekarang?”

“Aku? Berhenti!”

Krystal mengerjap tidak mengerti, “Apa?”

“Berhenti berjalan… Aku akan kesana.”

“Kesana? Memangnya kau tahu aku lagi dimana?”
“Tentu. Pejamkan mata mu dan aku akan muncul di depan mu.”

“Jangan bercanda. Aku juga gak mau memejamkan mataku. Aku akan terlihat sangat bodoh!”

“Aku akan kesana segara. Berhenti berjalan, okay?”

“Baiklah… Aku akan berhitung hingga 10. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8…”

“Sembilan!”

Krystal menjerit tertahan ketika seseorang memeluknya dari belakang. “Sehun….”

“Ini kekasih mu.” Sehun mematikan sambungan teleponnya. Ia membalikan tubuh Krystal, “Apa kau begitu sibuk hingga melupakan kekasih mu?”

“Kau juga sibuk!”

Sehun menghela nafasnya, “Aku tahu.” Ia mengandeng tangan Krystal dan mereka mulai berjalan.

“Bagaimana kau tahu aku disini?” Tanya Krystal sambil menatap Sehun.

Sehun tersenyum, “Aku mengetahui dari Victoria noona. Tadi aku ke f(x) untuk mengejutkan mu. Tapi Victoria noona bilang jika kau sedang ada kerjaan di luar. Dia mengatakan jika ia meminta tolong kepadamu untuk melukis dinding di café baru temannya.”

“Iya, Victoria noona tiba-tiba meminta kepadaku. Kau tidak marah kan?”

Sehun menggeleng, “Melukis telah menjadi dunia mu sejak dulu. Rasanya tidak adil melarang mu. Apakah kau ingin melukis lagi setelah ini?”

“Benarkah aku boleh melukis?” Krystal menatap Sehun dan tersenyum lebar.

“Aku ingin kau bahagia. Lakukan apapun yang membuat mu bahagia.”

Krystal tersenyum semakin lebar, “Baiklah… Jadi kita akan makan malam dimana?”

“Sudah ku bilang aku akan memasak. Kita ke apartment ku saja. Sekalian belanja makanan di dapur.”

“Aku ikut saja…. Ayolah…. Aku benar-benar lapar.”

.

.

.

.

.

“Bukan seperti itu!”

“Seperti ini! Lihat videonya.”

“Aku sering membuat kimbap aku tahu cara menggulungnya.”
“Biar aku saja.” Sehun dengan kerasa kepala menggulung kimbap yang ia buat.

Krystal harus menahan nafasnya melihat Sehun menggulungnya. Ayolah itu salah….

“Nah, siap-siap!” Sehun perlahan membuka gulungannya.

“Hahahahaha!” Krystal sontak saja tertawa lebar melihat hasil gulungan Sehun. Bukannya berbentuk bulat, Kimbab buatan Sehun berbentuk…. Abstrak.
“Ya, kenapa bentuknya seperti ini?” Teriak Sehun kesal, “Ya, ya, ya! Kenapa bulatnya tidak rata?”

“Sudah kubilang jika cara mu salah! Kau terlalu menekan di satu bagian sehingga sepert itu!.” Krystal mengambil kimbap Sehun, “Sudah serahkan saja pada ku. Biar aku yang mengurusnya.”
“Setidaknya tteokbokki buatan ku berhasil.”

Krystal mengangguk, “Iya, itu benar. Aku tidak sabar mencobanya.”

Karena bingung dengan bentuk kimbap buatan Sehun, Krystal memutuskan untuk menggoreng telur dadar. Ia kemudian memotong tipis-tipis telur dadar, begitupula dengan kimbap buatan Sehun yang ia bagi dua dan di potong kecil-kecil. Ia membungkus kimbap buatan Sehun dengan telur dadar.

“Mari kita makan!” Seru Krystal dan meletakan kimbap di atas meja.

Sehun membukakan bekal tadi siang yang tidak sempat ia makan, “Selamat makan!”

Krystal menyesap soju, “Kau tidak minum soju?”

“Aku harus mengantar mu pulang. Atau kau mau tidur disini?” Ia tersenyum disela-sela memasukan kimbap buatan Krystal, “Oh, ini enak.”

Krystal tersenyum, “Benarkah?”

“Dari mana kau mempelajarinya?”

“Aku mempelajarinya sendiri. Ttekbokki mu juga enak.”

“Aku mempelajarinya dari Kai. Kami suka memasaknya setiap habis tanding game.”

“Jadi kau mau tidur disini?” Tanya Sehun lagi karena Krystal sibuk makan.

“Tentu tidak!” Krystal memakan Ttekbokki lagi sebelum berkata, “Aku kangen tidur di kasur ku.”

“Aku kangen kita tidur berdua…”

“Aw!” Ringis Sehun karena Krystal tiba-tiba memukulnya.

“Jangan berbicara sembarangan!” Seru Krystal sebal.

.

.

.

.

.

Tifanny memasukan suapan terakhir dengan tidak penuh semangat. Ia meminum wine dan langsung saja meninggalkan dapur. Membiarkan pengurus rumah membereskannya. Ia tahu ketika dewasa, Sehun pasti mempunyai dunianya sendiri. Ah, bahkan anak itu telah menemukan dunianya sendiri ketika remaja. Sehun selalu menghabiskan waktu pekannya bermain di rumah temannya dan menginap di rumah temannya.
Kadang-kadang Tifanny bertanya kepada dirinya sendiri, kenapa Sehun tidak pernah mengajak temannya main ke rumah? Tapi pertanyaan itu tidak pernah terlontar karena Sehun selalu terlihat bersemangat ketika ingin pergi.

Ketika masuk kuliah…. Bukan hanya akhir pekan, hari-hari biasa pun Sehun tidak ikut makan malam bahkan terkadang makan pagi. Sekarang…. Sehun tidak pernah sama sekali. Apalagi sejak ia bekerja dan tinggal di apartment-nya sendiri. Apalagi sejak hubungan mereka merenggang.

Tifanny menghela nafasnya. Ia melihat jam dinding di kamarnya. Ah, baru jam delapan rupanya. Ini tidak bagus, tidur setelah makan. Tapi ia benar-benar merasa letih. Tifanny memutuskan bersiap-siap untuk tidur.

Trek~

Pintu kamar terbuka dan Siwon yang baru pulang kerja masuk. Tifanny sedang memakai krim wajahnya saat itu.

“Aku tidak menyangka kau akan pulang malam ini.   Tidak ada makanan.” Sahut Tifanny tanpa memperhatikan suaminya.

“Aku hanya sebentar disini. Setelah ini aku akan pergi lagi. Teman ku ada acara malam ini jadi aku akan tinggal di hotel.”

Tifanny menghentikan kegiatannya, ia berbalik dan menatap Siwon tajam, “Kau punya rumah sendiri. Untuk apa tinggal di hotel?”

“Bagian ku disini hanyalah ruang kerja ku. Bahkan disini tidak ada kaus ku.” Siwon juga menatap Tifanny tajam. Ia pun mengeluarkan sebuah file kepada Tifanny. “Jelaskan kepada ku soal ini.”

Tifanny mengambil file-nya. Ia melebarkan matanya, tak percaya, dengan apa yang ia lihat.

“Jadi selama ini Sehun berpacaran dengan Krystal Jung?” Siwon bertanya kepada Tifanny.

Tifanny meletakan file di meja rias dengan kasar, “Sehun tidak berpacaran dengan siapapun.”

“Jadi bukti foto itu apa? Mereka bahkan menghabiskan waktu di Busan. Sehun juga tidak ingin makan siang dengan ku karena gadis itu. Mereka rekan satu kerja? Sayangnya tidak.”

“Dia bukan pacar Sehun.” Ucap Tifanny sekali lagi. “Aku tidak mengizinkannya.”

“Tapi Sehun tetap berpacaran dengannya.”

“Apa maumu?” Tanya Tifanny putus asa. “Sehun tidak bisa dibilang Oh Siwon!”

“Kau ibunya? Bagaimana mungkin ia tidak mendengar mu…”

“Jangan sambungkan masalah ini dengan masalah Jinri!”

“Tapi ini ada sambungannya. Kau tidak memperhatikan Jinri. Kau mengirim Seojoon ke Amerika. Kau juga tidak bisa melarang Sehun.” Siwon menghembuskan nafasnya kasar, “Kau tahu bagaimana buruknya masalah Sehun. Dia tidak boleh berpacaran dengan gadis itu. Ini bisa menghancurkan segalanya.” Siwon kemudian keluar dari kamar. Meninggalkan Tifanny yang terdiam.

Perlahan, air mata Tifanny turun, “Kau adalah ayah ter-brengsek!” Desis Tifanny tajam dan menghapus kasar air matanya.

.TBC.

Holla holla… Apa kabar? Tiba-tiba saya menemukan jika saya kangen menulis dan menulis ini di hari sabtu di tengah-tengah USBN…. Awalnya sih mau buat chapter ini manis gitu dengan acara kencan Sehun dan Krystal. Tapi scene Siwon-Tifanny ternyata dibutuhkan untuk chapter depan.

Ada yang penasaran hubungan Donghae dan Tifanny?

See you in next chapter

Advertisements

11 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s