State of Grace (Chapter 33)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Semua Chapter ini flashback…

***

Like ice melts into rain…

Sometimes love turns into pain…

.

.

.

.

.

Donghae menapakan kakinya tanpa senyuman. Ramah yang selalu ia tunjukan hilang beberapa minggu ini. Dia berjalan santai menuju sebuah ruangan. Ruangan itu terbuka lebar. Donghae tercekat melihat punggung Tifanny dari tempat ia berdiri. Ia tersenyum sedih.

Tok… Tok… Tok…

Ketuk Donghae menyadarkan Tifanny. Perempuan itu segera berbalik.

“Kau terlihat cantik.” Kata Donghae mencoba bersikap biasa saja. Ia mengeluarkan senyum tipisnya.

“Kenapa kau melihat ku?” Tanya Tifanny dengan cemberut. “Tidak ada yang boleh melihat pengantin wanita sebelum acara pernikahan dimulai.”

“Siapa yang bilang huh?” Ucap Donghae menantang.

Hanya pengantin laki-laki yang tidak boleh melihat pengantin wanita sebelum acara pernikahan dimulai. Perlu di ingatkan, Donghae bukanlah sang pengantin laki-laki.

Ia menghela nafasnya dan senyumnya sedikit pudar. Tetapi Donghae kembali tersenyum dan berkata, “Berbahagialah Tifanny…”

Tifanny menghela nafasnya, “Aku sebenarnya tidak ingin di jodohkan tetapi Oemma bilang kepada ku. Cinta itu dapat tumbuh. Waktu yang membuat cinta itu tumbuh kepada orang yang terbiasa dengan mu. Nanti juga aku akan terbiasa dengan Siwon.” Tifanny kembali tersenyum, “Ku harap kau juga bahagia.”

Donghae mengangguk. Rasanya ia tidak ingin berlama-lama disini, “Aku akan kembali menyambut tamu. Ku rasa Appa atau Oemma mencari ku.” Sebuah kebohongan terucap.

.

.

.

.

.

Sudah satu jam yang lalu Tifanny dan Siwon meresmikan ikatan pernikahan mereka. Sedari tadi, Donghae sibuk menyapa tamu. Ia bukanlah orang yang sedang mencari perhatian, tetapi pikirannya harus di alihkan. Jika ia tidak keliling gedung ini untuk menyapa tamu dan berdiam diri berdekatan Tifanny dan Siwon, Donghae yakin ia tidak bisa tersenyum ramah.

Mata Donghae tidak sengaja melihat seorang perempuan yang sangat ia kenal. Perempuan itu memakai dress kuning. Rambut panjang tergerai.

“Yoonah…” Sapa Donghae kepada perempuan tersebut.

Yoonah menoleh. Tidak ada senyuman yang tampak. Mata perempuan itu terlihat sembab. “Oh, Hai…”   Sapanya canggung.

Donghae mengeluarkan senyumannya, “Aku tidak menyangka dapat menemukan mu kesini.”

“TIfanny adalah teman kuliah ku.” Jawab Yoonah cepat. Ia meliat kearah Siwon dan Tifanny, “Mereka terlihat lucu, bukan? Entah mengapa sangat cocok.” Ia kemudian menatap Donghae, “Kita juga terlihat lucu. Entah mengapa Tifanny mantan kekasih mu menikah dengan mantan kekasih ku. Ironisnya kita berdua harus datang ke pernikahan mereka.”

Donghae terdiam. Ia tidak terlalu akrab dengan Yoonah. Karena Siwon dulunya berpcaran dengan Yoonah dan Donghae anti dengan apapun yang berhubungan kepada saudara tirinya itu. Tapi ia tahu Yoonah adalah perempuan yang ramah. Ia menyapa Donghae duluan. Ia juga berteman dengan Tifanny secara mereka satu jurusan di kampus. Tifanny sering menceritakan Yoonah dan beberapa sahabtnya.

Ucapan Yoonah terdengar mengejek atau entahlah…. Donghae sedang di tahap tidak bisa berpikiran jernih. Pasti Yoonah juga seperti itu.

“Aku hanya berharap mereka bahagia.” Kata Donghae pada akhirnya setelah diam cukup lama untuk memikirkan jawaban yang pas.

“Kau baik sekali…” Entah menyindir atau apa. “Aku tidak ingin berlama-lama disini. Tadi aku sudah menyapa Tifanny.” Ia mengeluarkan seyumannya, “Aku pulang duluan Oh Donghae.”

Donghae terhenyak, “Lee Donghae.” Koreksi Donghae cepat. “Aku masih memakai marga ayahku.”

“Maksudmu?” Tanya Yoonah tidak mengerti.

“Kau tidak tahu?” Sekarang Donghae-lah yang tidak mengerti.

“Tidak?” Yoonah menampilkan ekspresi bingungnya.

“Aku saudara tirinya Siwon. Kupikir kau tahu itu.” Jawab Donghae pada akhirnya.

Yoonah menundukan kepalanya. Ia tertawa kecil, “Bahkan untuk hal seperti ini saja aku tidak tahu. Aku merasa telah menyia-nyiakan empat tahun ku.” Ia tiba-tiba bertanya, “Appa tirimu dan Oemma mu tahu kau berpacaran dengan Tifanny?”

Donghae mengangguk pelan.

Yoonah cepat-cepat berbalik. “Aku benar-benar harus pulang.”

“Baiklah…” Ucap Donghae canggung.

Tapi Yoonah kembali berbalik, “Kau ingin tahu sesuatu? Hubunganku dengan Siwon bahkan tidak diketahui Appa-nya dan Oemma-mu. Kami merahasikannya. Tapi Siwon berjanji akan membawaku menemui orangtuanya suatu saat. Ketika ia ingin menikahi ku.” Ia menghela nafasnya, “Lupakan kataku. Akhir-akhir ini aku tidak bisa berpikir jernih.”

Dari jauh, Siwon dan Tifanny melihat Donghae dan Yoonah berbicara. Siwon diam-diam mendengus. Tifanny menghela nafasnya.

.

.

.

.

.

Hari ini satu bulan tepat pernikahan Siwon dan Tifanny. Setelah menunda hampir tiga minggu lamanya, akhirnya kedua pasang pengantin itu melangsungkan bulan madu mereka. Siwon tinggal menunggu waktu wisudanya saja sebelum ia menduduki jabatan ayahnya. Tifanny juga tinggal menunggu wisuda. Donghae sendiri semakin disibukan dengan kuliahnya. Dia bahkan ikut kepanitiaan sebuah acara agar dirinya semakin sibuk, pikirannya teralihkan. Dia juga berencana pindah menyewa apartment bersama teman-teman kuliahnya.

Hari itu, Donghae mengutuk sedari ia bangun pagi kenapa ia bisa teringat sudah satu bulan pernikahan Siwon dan Tifanny. Perasaannya bertambah kacau saja.   Donghae yang sudah beberapa hari ini menginap di rumah temannya demi acara jurusannya harus pulang ke rumah. Tentu saja untuk mengambil beberapa pakaian.

Rumah tersebut sepi. Ibunya sedang tidak ada di rumah. Menurut bibi Yoo, ibunya pergi satu jam yang lalu tanpa mengatakan apa-apa.

Ia memasuki kamarnya yang telah ia tinggal selama lima hari ini. Kamar itu tampak gelap. Sepertinya tidak ada yang meamsuki kaamr ini ketika ia pergi. Donghae menyalakan penerangan dan segera mengambil pakaiannya.

Baru saja menyusun empat pakaian, Donghae harus dikejutkan seorang membuka pintu kamarnya.

Appa…” Sahut Donghae kelewat datar. “Ada apa datang ke kamarku?” Sahutnya tidak peduli.

Oh Minhyuk segera menutup kamar Donghae. “Kau harus menikahi Im Yoonah.”

Donghae menaikan alis kanannya. Rasanya ia terkejut sekaligus ingin tertawa. Menganggap Oh Minhyuk tengah menyampaikan lelucon kepadanya. “Maaf?”

“Kau harus menikahi Im Yoonah.” Kata Oh Minhyuk dengan tegas.

“Kenapa harus aku? Apakah ada skenario perjodohan lagi?” Tanya Donghae dengan nada yang bercampur sinis. Dia ingin tenang sedari tadi, tapi entah mengapa rasa amarah menguasainya.

“Yoonah hamil. Appa-nya meminta pertanggung jawaban.”

Donghae tertawa kali ini. “Astaga! Apa sekarang aku jadi tumbal? Yoonah adalah pacarnya Siwon. Seharusnya ia yang bertanggung jawab bukan aku.”

“Siwon telah menikah sekarang. Lagipula, Yoonah tidak bilang jika Siwonlah yang menghamili dirinya. Dia hanya mengatakan jika keluarga kita yang bertanggung jawab.”

Tangan Donghae mengepal, “Aku tidak mau!” Katanya tegas. “Aku bukan boneka mu dan aku tidak tertarik urusan keluarga mu!”

“Dasar anak tidak tahu diri!” Teriak Minhyuk kesal. “Aku menerima mu dikeluarga ini dan inilah balasanmu?”

“Menerimaku?” Balas Donghae dengan kencang. “Kau bahkan tidak mengizinkanku memakai nama mu! Itukah cara kau menerimaku?” Donghae mengangcingkan tas rasnselnya. Ia segera keluar dari pintu kamarnya. Hanya menemukan dirinya tertahan karena Appa tirinya menahan
“Ini bukanlah sebuah permintaan Donghae tapi ini sebuah perintah.” Appa tirinya mengeluarkan kotak merah dari saku jasnya. “Aku tidak perduli. Kau harus melakukannya!”

.

.

.

.

.

.

“Dengan ini, kalian sah menjadi suami dan istri.”

Donghae memandang Yoonah yang sedari tadi menundukan kepalanya.

“Appa mu mengira akulah kekasih mu bukan Siwon.” Perkataan Donghae kepada Yoonah kembali terlintas di benaknya. Perkataan tak kala ia ingin melamar Yoonah di rumah sakit.

“Tidak mungkin!” Bantah Yoonah kala itu.

“Kau yang berkata sendiri. Kau yang berkata jika anak laki-laki keluarga Oh yang bertanggung jawab. Appa mu pasti berpikir aku bukan Siwon.” Donghae mencoba meyakinkan Yoonah.

Mendengar penjelasan Donghae, Yoonah segera menundukan kepalanya seperti sekarang. Akhirnya, Donghae memilih mengecup dahi Yoonah. Cukup lama, hingga Yoonah perlahan mengangkat kepalanya. Donghae tersenyum setelah ia mengecup dahi Yoonah. Tak berapa lama, sorak gembira para tamu terdengar.

Bagi Yoonah, senyum Donghae adalah pelipur lara ditengah ketidakpastian. Donghae mampu memberikan rasa aman bagi Yoonah, walau itu cuman sekejap.

“Aku minta maaf!” Suara Yoonah bergetar kala itu. Ketika ia menyadari kesalahannya. “Donghae aku minta maaf….” Air matanya turun.

Donghae memilih duduk setelah ia berdiri cukup lama, “Aku laki-laki brengsek Yoonah. Aku tidak bisa memperjuangkan cintaku di depan orangtua ku. Aku bahkan tidak bisa membantah perintah Appa ketika ia memintaku untuk menikahi mu.” Donghae menghela nafasnya, “Aku berkata seperti ini bukan untuk menambah beban pikiran mu. Atau membuatmu merasa bersalah. Daripada meyakinkan mu dengan sesuatu yang tidak pasti seperti janji-janji, aku ingin kau mengetahui bagaimana diriku yang sebenarnya.”

Perkataan Donghae yang terakhir menghantam kesadaran Yoonah. Janji-janji…. Bagaimana dulu dia mempercayai janji-janji mantan kekasihnya hingga ia terpuruk seperti ini.

“Enyahkan rasa bersalahmu. Sekarang kau mau atau tidak untuk menikahi ku? Kalau kau tidak mau aku akan membantumu untuk menjelaskan kepada Appa mu.” Donghae kemudian tersenyum.

Rasa aman itu menghampirinya hingga ia berkata, “Aku mau…”

“Maaf?” Donghae menatapnya dengan terkejut. “Kau tidak usah terburu-buru. Aku bisa menunggu.”

“Ini bukan keputusan yang terburu-buru Donghae. Aku yakin hal ini.” Yoonah menatap Donghae dengan tersenyum lemah kali ini.

“Aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi aku akan berjanji satu hal.” Donghae memegang tangan kanan Yoonah, “Aku tidak akan meninggalkan mu kecuali kau memintaku untuk meninggalkan mu.”

.

.

.

.

.

Disinilah Donghae dan Yoonah sekarang. Mereka sedang berbulan madu. Orangtua Yoonah memaksa mereka harus melakukan bulan madu. Osaka adalah tempat yang dipilih. Dua jam setelah acara pernikahan, Yoonah dan Donghae langsung terbang ke Osaka. Mereka sampai pada pukul sepuluh malam dan langsung bersiap-siap untuk tidur. Tidak ada ritual malam pertama seperti pengantin lainnya.

“Selamat malam.” Seru Donghae canggung. Ia segera memunggungi Yoonah yang belum ingin tidur. Masih terduduk di tempat tidur.

“Donghae…” Panggil Yoonah lembut membuat Donghae menoleh. “Kau bukan seorang pengecut. Siwonlah yang seorang pengecut. Dia sebenarnya bisa membatalkan pernikahannya dengan Tifanny. Tapi ia memilih untuk diam dan memutuskanku tiba-tiba, melupakan seluruh janjinya karena ia ingin seperti Appa-nya. Itulah yang ia katakan kepadaku sebelum kita putus. Tapi kau punya cita-cita sendiri dan kau bangga akan hal itu. Kau mengerti keadaanmu dan bukannya menjauhi hal tersebut, kau berusaha untuk hidup dengan keadaan mu. Kau mungkin tidak bisa memperjuangkan Tifanny, tapi itu bukan salahmu sepenuhnya.” Yoonah kemudian ikut tidur, ia menghadap ke Donghae, “Kau bingung kenapa aku ingin menikahi mu, bukan? Itulah alasannya. Karena kau bukan seorang pengecut.”

Donghae tersenyum dengan tulus untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan yang mengenaskan ini, “Selamat malam Yoonah…” Katanya sekali lagi dengan lembut.

“Selamat malam Donghae…” Yoonah perlahan memejamkan matanya.

Alih-alih tidur saling memunggungi, malam itu, mereka tidur saling berhadapan.

.TBC.

End of flashback. Aku gak yakin sama part ini sebenarnya tapi gak ada ide yang lebih bagus.

Hehehe… Ada yang bingung gak apa kaitan flashback dengan chapter selanjutnya?

 

Advertisements

11 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s