Runaway (Chapter 7)

Runaway

 Choi Sulli, Choi Minho, Kim Jongin

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: Prologue | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |

garis1.png

Ketika nafasnya sudah mulai habis, Sulli mendorong tubuh Minho dan juga memukul-mukul dadanya. Membuat Minho melepaskan ciuman mereka. Ia menatap Minho dengan heran.

Minho menatap Sulli dalam, “Aku mencintai mu.”

 

garis1.png

Sulli ternganga, “Apa?” Ucapnya sangat pelan hampir seperti bisikan.

Minho masih menatap Sulli dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan, “Maafkan aku. Kau benar. Aku sangat egois. Tidak seharusnya aku langsung meninggalkan dirimu dan mengatakan hal itu. Maafkan aku… Aku akan menjauhi Taemin.” Minho membuka pintu mobil Sulli.

Sulli sendiri masih menatap Minho dengan bingung, “Aku….” Ia tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat. Ada apa sebenarnya dengan Minho? Tadi menciumnya. Sekarang seperti ini…

“Pulanglah. Ini sudah larut malam. Aku khawatir dengan Taemin.”

Sulli benar-benar bingung. Tetapi kesadaran akan Taemin ditinggal sendiri membuat dirinya menganggut dan masuk ke mobilnya.

Dari dalam mobil, ia menatap Minho sejenak.   Minho tersenyum tipis. Ia ikut tersenyum. Sulli menyalakan mobilnya diliputi perasaan yang masih bingung tentang Minho. Tetapi Minho benar, Taemin sudah ditinggal terlalu lama sendiri.

garis1.png

Minho menjauhi Taemin. Seharusnya Sulli tenang. Tapi entah mengapa Sulli tidak tenang. Perasaan bersalah membanjiri dirinya. Kesadaran jika Minho yang merupakan ayah anaknya dan Sulli menghalangi Minho. Kesadaran tersebut muncul sejak Sulli tidak bisa mengenyahkan peristiwa Minho menciumnya.

Rasanya masih sama. Ia selalu bergeridik setiap mengingat peristiwa itu. Sayang, peristiwa tersebut tidak bisa ia enyahkan dari pikirannya.

“Kim Sulli!!!” Teriakan Krystal membuat Sulli tersentak hebat.

Ia melotot kepada Krystal yang kini menatapnya sebal. “Astaga… Aku telah mengetuk pintu ruangan mu dank au tidak menjawab…” Serunya sebal. “Apa yang kau pikirkan huh?”

Ciuman ku dengan Minho. Seru Sulli dalam hati.

Sebagai jawaban ke Krystal, Sulli tersenyum meminta maaf. “Akhir-akhir ini aku memang sedang banyak pikiran.”

“Ya itu benar.” Krystal membenarkan. “Apa pernikahan mu dengan Kai baik-baik saja?”

Sontak saja Sulli melotot ke arah Krystal, “Kenapa menjadi sok bijak. Kau bahkan belum menikah!”

Krystal langsung saja cemberut mendengar perkataan sahabatnya itu. “Duh… Jika aku menikah kau akan iri melihatnya. Aku akan sangat bahagia.”

Aku sudah iri sekarang melihat mu…. Kata Sulli lagi, dalam hatinya.

“Aku akan sangat bahagia karena akhirnya ada yang ingin menpersunting mu!” Ejek Sulli kepada Krystal.

“Ya, ya, ya… Terserah dirimu saja. Aku bahkan lupa tujuan awal ku ingin ke ruangan mu.” Krystal menyerahkan sebuah map kepada Sulli. “Vogue Korea ingin bekerja sama dengan perusahaan kita.”

Sulli menerima map dari Krystal dengan terkejut, “Apa?”

“Aku tidak bercanda. Sepertinya Key Oppa tidak main-main dengan ucapannya.”

garis1.png

“Menurut ku apartment mu sangat sepi… Kurang bewarna.”

“Seharusnya kau mengecetnya ulang.”

“Keramik kamar mandinya juga harus diganti.”

“Aku tidak suka letak jendela disitu. Harus di pindahkan sepertinya.”

“Gorden bewarna kuning sepertinya bagus untuk jendela mu.”

“Sekali lagi kau berbicara aku akan mematahkan gigi mu.” Minho menatap Key tajam. “Ini bukan yang ku harapkan ketika kau berkata ingin membantu ku pindah ke apartment-ku.”

Key menghela nafas tidak perduli, “Ini adalah apartment yang sangat jelek. Pantas saja kau masih sendiri.”

“Key…” Minho kembali menatap Key, “Jangan sampai aku benar-benar mematahkan gigi mu.”

“Baiklah-baiklah. Aku hanya mengasih saran.” Key kemudian melihat hp-nya.

“Mengasih saran atau menghina?” kata Minho pelan. Ia kembali sibuk merapikan barang-barangnya.

Rasanya tidak berguna untuk pindah ke apartment. Dua bulan lagi Minho akan ikut ekspedisi tim arkeologi. Tentunya tim tersebut akan meneliti lukisan pada zaman perungu di China. Minho rasa dia perlu menjauh lagi dari Korea Selatan karena Sulli. Ia kembali merasakan hal ini. Rasa sedih karena bersalah tidak berpikir jika ia terlalu egois.

Ngomong-ngomong tentang apartment-nya, Minho hanya berpikir sudah saatnya ia punya rumah sendiri. Bagaimanapun, Minho akan pulang ke Korea lagi walau cuman sebentar.

“Ada bagusnya juga apartment mu…” Suara Key memecah keheningan. “Letaknya di tengah banyak tempat makan membuat biaya delivery disini murah.”

“Apa yang kau lakukan sebenarnya? Sesudah menghina sekarang makan!”

Key seperti biasa, hanya mencibir perkataan Minho. “Bla… Bla… Bla…” Dengan santai, Key duduk di sofa dan membuka hp-nya. “Hah! Aku tahu Sulli akan langsung menyetujuinya.”

“Apa?” Minho segera menatap Key sesudah nama Sulli disebut.

“Aku tidak mengatakan apa-apa kepadamu.” Key langsung tersenyum jahil, “Kenapa? Apa perasaan mu tumbuh kembali setelah bertemu dengannya?”

“Aku benar-benar akan mematahkan gigimu…” Geram Minho.

garis1.png

Haripun sudah berganti. Sulli sekarang tengah mengantar pakaiannya untuk Vogue Magazine.

“Padahal aku bisa saja mampir ke butik mu.” Key menyambut dirinya. Sang ketua urusan pakaian majalah Vogue langsung menemui Sulli ketika ia sampai.

Oppa sudah banyak membantu. Rasanya tidak tahu diri ketika aku melakukan hal tersebut.” Sulli tersenyum kepada kakak kelasnya itu.

“Tentu tidak.” Sahut Key enteng. “Pakaian mu itu bagus dan aku tidak akan menyia-nyiakannya.”

“Aku senang mendengar hal itu.” Sulli kembali tersenyum.

“Kenapa formal sekali?” Cibir Key. “Kita kan sudah kenal sejak lama.” Lanjutnya, “Ayo kita makan Gyro. Aku akan memesankannya sambil kita menandatangani kontrak antara butik mu dengan majalah.”

Gyro? Apakah akan seaneh Tatziki?” Sulli mengikuti Key. Bukan bermaksud tidak sopan. Tapi ia ingat rasa Tatziki, sebuah masakan Yunani yaitu yoghurt dicampur bawang dan mentimun di bungkus oleh Pitta Bread, bukan makanan favoritnya dan ia tidak ingin merasakannya lagi.

“Oh tenang saja. Gyro berisi daging ditambah sedikit yoghurt tapi aku jamin tidak seaneh Tatziki.” Key sibuk dengan hp-nya, “Di dekat apartment Minho ada kedai Gyro yang enak seenak Gyro di New York.”

“Oh, oppa tinggal bersama Minho?”

Key mendengus, “Tentu tidak! Anak itu baru pindah dan aku membantunya.” Ia terpekik senang, “Juhoon’s Gyro! Ini dia kedainya.” Kemudian Key bercerita tentang apartment baru Minho tak lupa dengan lokasinya.

“Kenapa memberitahu lokasinya ke aku?” Tanya Sulli tidak senang.

“Sensitive sekali…” Sahut Key dengan tersenyum jahil. “Apa perasaanmu juga tumbuh kembali setelah bertemu dengannya.

Sulli meringis. Key sangat salah. Perasaannya tidak tumbuh kembali. Tetapi perasaan itu masih ada.

“Aku sudah mempunyai suami.” Kata Sulli pada akhirnya.

“Apa salahnya jika kau punya suami? Jatuh cinta itu tidak pernah salah.”

Lagi-lagi Sulli terdiam Jatuh cinta itu tidak pernah salah. Benar! Tapi yang membuat salah adalah tempat, siapa orangnya, juga waktu.

“Jangan macam-macam…” Kali ini Sulli mengancam Key yang disambut oleh gelak tawa Key karena berhasil menggoda Sulli.garis1.png

Ting tong!

Ting tong!

Ting tong!

Minho mengerang ketika bel ketiga itu berbunyi. Itu pasti Key. Temannya sangat suka tinggal di apartment-nya akhir-akhir ini. Karena Gyro Juhoon sangat enak. Begitulah alasan Key. Minho sebenarnya tidak masalah. Hanya saja, Key yang juga suka menyelesaikan pekerjaannya di apartment-nya suka memasang musik heavy metal ketika bekerja. Membuat Minho yang akhir-akhir ingin menyelesaikan lukisannya harus pasrah idenya luap. Berganti dengan kepalanya yang pusing karena musik itu.

Ting tong!

Untuk keempat kalinya bel berbunyi. Mau tidak mau, Minho yang sibuk melukis harus rela bangkit untuk membuka pintu.

“Kau boleh masuk kalau—“

Omongan Minho sukses terhenti. Pertama dia tidak menyangka orang tersebut datang ke apartment-nya. Darimana orang tersebut tau letak apartment-nya? Kedua, orang tersebut sukses membungkam Minho dengan apa yang ia lakukan. Minho mundur membuat orang tersebut masuk dan akhirnya bunyi dentuman pintu terdengar cukup keras.

“Sulli…” Kata Minho lirih ketika Sulli menyudahi ciumannya.

Sulli sendiri menatap Minho dengan nafas tersenggal sebelum ia menangis. Hal itu membuat Minho tanpa ragu menarik dirinya ke dalam pelukannya.

“Ada apa?” Tanya Minho pelan dipenuhi kebingungan.

“Aku merasa bersalah kepada mu…” Kata Sulli di tengah ia menangis. “Aku membuat mu jauh dari Taemin maksudku…. Entah mengapa itu salah. Kau ayahnya seharusnya itu tidak terjadi. Aku tidak dapat menghilangkan rasa bersalah ku ketika melihat dirimu tertawa dengan Taemin.”

Yah, itulah alasan Sulli melakukan hal gila ini. Rasa bersalah melihat Minho dan Taemin tertawa ketika ia menjemput Taemin. Perasaan hangat yang kemudian berubah menjadi rasa bersalah yang amat dalam.

“Sulli…” Minho melepaskan pelukannya perlahan. Ia menghapus air mata Sulli. “Kau tidak bersalah. Kau seharusnya tidak merasa bersalah. Kau benar aku egois.”

“Tapi tidak seharusnya aku memisahkan mu dengan Taemin.” Seru Sulli masih menangis.

Minho terdiam. Sulli…. Ia lagi-lagi benar. Choi Sulli, bukan, Kim Sulli lagi-lagi benar.

“Aku… Aku sudah cukup egois.” Kata Minho setelah ia terdiam cukup lama. “Aku pantas mendapatkannya Sulli. Ini adalah akibat dari perbuatan ku.”

“Tidak…” Sulli masih bersikeras. “Katakan kepadaku. Apa yang kau mau?”

Minho lagi-lagi terdiam sebelum berkata dengan pelan, “Memulai lagi dari awal?”

“Maksudku…” Minho berusaha menjelaskan. “Itu adalah hal yang gila dan tidak mungkin terjadi. Apalagi kau sekarang sudah bahagia dengan—“

Omongan Minho lagi-lagi terputus ketika Sulli menganggukan kepalanya. “Ayo kita mulai lagi….”

tbc1

Ini apaan?!! Aku lagi-lagi stuck sama Runaway tapi aku memaksakan untuk menulis. Takutnya malah terbengkalai kayak chapter sebelumnya… menurut storyline yang aku buat, Runaway hanya chapter 15 dan ini sudah setengahnya… 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s