Sight Seeing and Silence (Chapter 3)

Poster 1

Main Cast: Mark Tuan | Son Seunghwan | Oh Sehun | Park Chanyeol

Rating: T (Teen)

Length: Chaptered

Author: Ally

Amazing Poster by :  selviakim – Poster Channel  

Previous Chapter: 1 | 2

garis

Chapter Three: Wrong Path Girl

Seunghwan berjalan dengan santai.  Menaiki tangga lantai dua.  Menyusuri lorong yang sepi.  Hingga memasuki tangga darurat dan turun lagi ke lantai satu.

“Sebenarnya kita ingin kemana?”  Tanya Mark yang benar-benar bingung.

“Kita akan ke kantin.  Aku lapar…”

“Aku tahu itu Seunghwan!”  Seru Mark dan mensejajarkan posisinya dengan Seunghwan, “Maksudku kenapa kita naik-turun tangga?”

“Sebenarnya kantin terletak di  lantai satu.  Dari kantor kepala sekolah kita bisa langsung lurus saja.  Tapi itu beresiko ketahuan guru.  Makanya kita melewati tangga darurat.  Kalau melewati tangga darurat, kita tinggal belok kiri dan sampai di kantin.” Jelas Seunghwan dengan santai.

“Dari mana kau mengetahui semua ini?”

Seunghwan sedikit terkekeh, “Itu untungnya berteman dengan Park Chanyeol.”

Mark diam tidak memberi tanggapan.  Ia kembali mengikuti Seunghwan yang sekarang tidak di tangga darurat lagi.  Sesuai perkataan Seunghwan, mereka tinggal belok ke kiri.  Tapi…

“Kenapa masuk bagian staff?”  Mark menghentikan langkahnya.

Seunghwan juga menghentikan langkahnya dan menarik Mark, “Sudah tenang saja.  Aku lebih tahu.”

Mark kembali diam.  Seunghwan tentu lebih tahu daripada dirinya.  Begitu ia masuk ke bagian staff, Seunghwan  melangkahkan kakinya memasuki ruangan yang dipenuhi oleh bahan masakan dengan tenang.  Seakan sudah mengenal daerah ini.

“Imo! Siyeon Imo!”  Teriak Seunghwan dengan lantang.

“Seunghwan?  Kamu gak belajar?”  Tanya perempuan paruh baya dengan pakaian khas chef.  Ia tiba-tiba melirik Mark, “Wah…  Ini siapa Seunghwan?”  Tanyanya tersenyum lebar.

“Ini murid pindahan.  Sepupunya Sehun.  Namanya Mark Tuan.”  Seunghwan akhirnya menganlakan Mark dengan Siyeon Imo, “Mark ini Siyeon Imopemilik kantin paling pengertian.  Siyeon Imo  ini adalah Mark murid pindahan dari Los Angeles.”

“Ah…  Imo mengerti.  Seunghwan menjadi pendamping Mark begitu?  Eh, ini yang lapar Seunghwan atau Mark nya?”

Seunghwan meringis, “Hahaha… Imo ini…  Kan jarang-jarang aku ke kantin pas jam pelajaran.  Imoaku pesan ttekbeokkisatu sama kimbapnya satu ya…”

SiyeonImo  memukul pelan lengan Seunghwan, “Nak Seunghwan…  Jangan makan banyak-banyak.  Pipimu sudah sangat tembam.”

Seunghwan memegang pipinya dengan cemberut. “Gak apa-apa. Yang penting ngerti sama pelajaran.”

Mark tertawa kecil mendengar perkataan Seunghwan.

“Kalau Mark mau makan apa?  Imo kasih gratis deh.”

“Oh, ya mau makan apa?”  Seunghwan ikut bertanya.

“Ini untuk Mark loh Seunghwan!”  Seru Siyeon Imo.

“Iya, Imo…  kan aku cuman bertanya.”  Ringis Seunghwan.

Mark menggelengkan kepalanya, “Tidak usah.”

“Eh, jangan begitu…  Ayo pesan satu makanan.”

“Jangan malu-malu…”

Kedua perempuan mendesak Mark.  Membuat Mark bingung.  Benar-benar bingung.

“Kau suka pedas tidak?”  Tanya Seunghwan tiba-tiba.

Mark menggelengkan kepalanya.  Bisa dibilang jika ia orang yang anti dengan pedas.

“Nah, kalau begitu Mark pesan kimbapsaja, Imo. Jadi ttekbeokkisatu kimbapnya dua.”

Siyeon Imomengacungkan jempolnya dan berbalik.  Menyiapkan pesanan Seunghwan dan Mark.

“Aku sudah bilang tidak usah.  Kenapa masih dipesankan?”  Protes Mark sambil mengikuti Seunghwan yang berjalan entah kemana kemudian duduk di meja yang masih di dalam dapur.

Imopasti akan tetap memaksa.”  Jawab Seunghwan enteng.    “Sudahlah…. Kalau tidak suka biar aku habiskan.” Lanjut Seunghwan melihat raut wajah Mark.

Mark menghembuskan nafasnya, “Ya sudah…” Katanya putus asa.  “Kita memang duduk disini?”

Seunghwan menganggukan kepalanya, “Kalau di luar juga bisa ketahuan guru.”

Imo kelihatan baik sekali kepada kalian…”

Seunghwan terkekeh, “Kau pasti penasaran kenapa Imobisa baik kepada kita bukan?”  Tanpa menunggu jawaban dari Mark, Seunghwan menjawab, “Sebenarnya ini karena Chanyeol.  Entah mengapa Imosangat menyukai Chanyeol sehingga kami yang juga teman-teman Chanyeol juga mendapatkannya.  Tidak ada siswa atau siswi yang bisa masuk kesini kecuali kami.”

“Nah, ini ttekbeokkinya dan kimbap nya.”  Siyeon Imokembali datang. Seunghwan terlihat tidak sabar ingin makan.  “Imomenyediakan piring tambahan.  Mana tahu Mark ingin mencoba ttekbeokki-nya.  Selamat menikmati….”

Segera saja Seunghwan mengambil sumpit dan memakan ttekbeokki-nya.  Ia bergumam senang dan terus memakan ttekbeokki-nya.  Mark tersenyum kecil dan mulai memakan kimbap.

“Ini lezat!”  Seru Mark dan mulai memakan kimbapnya.

garis

“Kau yakin kita lewat sini?”  Lagi-lagi Mark bertanya kepada Seunghwan.

Okay, Mark harus mengakui jika Seunghwan bukan seperti yang ia pikirkan.  Ketika mendengar penjelasan Sehun bahwa ia seorang kutu buku, Mark menganggap Seunghwan seorang yang pendiam.  Ketika mendengar penjelasan Cho Kyuhyun yang sangat membanggakan Son Seunghwan, Mark berpikir jika Seunghwan tipikal murid rajin yang bersih dari masalah dan tidak ingin terkena masalah.  Teman-temannya pun hanya anak-anak rajin.

Tapi nyatanya Seunghwan pribadi yang berisik dan teman-teman Seunghwan juga terdiri dari anak nakal, seperti Chanyeol. Karena Seunghwan mengetahui tempat kaburdari Chanyeol semua.

Baiklah, ia dan Seunghwan tidak akan mengikuti pelajaran entah sampai kapan.  Seunghwan meyakinkan dia sampai jam sembilan saja atau sampai istirahat pertama. Sekarang, mereka berdua sedang mengendap-endap ke ruang ekskul.  Lagi-lagi, Seunghwan yang meyakinkannya ke situ.  Katanya dia bisa banyak menjelaskan banyak hal dari situ.

Sekarang, setelah harus membungkukan badannya dan melewati tangga darurat, Seunghwan sampai di sebuah pintu dan merogoh kunci dari sakunya.

“Jangan bilang Chanyeol juga punya kunci seperti itu.” Komentar Mark.

Seunghwan tertawa mendengar hal itu, “Bukan.  Ini karena aku lupa mengembalikan kunci ini sesudah ekskul.”

Krek~
Pintu pun terbuka lebar.  Menampilkan lorong besar yang di samping kanan dan kirinya banyak pintu.

“Selamat datang di ruangan ekskul.  Ruangan ekskul sendiri dibagi menjadi tujuh bagian berdasarkan klub ekskul. “  Jelas Seunghwan dan menutup pintu kembali.  “Ada ruangan musik, itu tempat Chanyeol berada.  Ada ruangan paduan suara, ekskul ku.  Ruangan balet, tempat Seulgi.  Ruangan dance modern, itu tempat Daeun.  Ruangan teater, itu tempat Sulli.  Ruangan memasak, sayangnya tidak ada teman ku yang suka memasak.  Satu lagi, ruangan anggar.”

“Sekolah ini punya banya ekskul rupanya.”

“Ini baru sebagian.”  Lanjut Seunghwan yang masih menjelaskan tentang ekskul.  “Ada basket, sepak bola, handball,bela diri, cheerleader, marching band.  Itu ekskul yang tempatnya berada di luar ruangan.”

Seunghwan menoleh ke Mark, “Kau ingin mengunjungi ruangan yang mana dulu?”

Mark berpikir sejenak, “Terdekat?”

Seunghwan mendengus tetapi ia melangkahkan kakinya ke ruangan musik, “Ruangan musik adalah ruangan yang paling dekat.” Lagi-lagi ia mengeluarkan kunci di saku untuk membuka ruangan.

“Wow!”  Mark terkagum ketika mendapati jika ruangan disini terdiri banyak alat musik.

“Mengesankan bukan?”  Seunghwan menyusul Mark yang duluan masuk.

“Kau bisa bernyanyi bukan?”  Tanya Mark tiba-tiba.

Seunghwan mengiyakan.

“Kenapa tidak masuk ke klub musik saja?”

“Karena aku suka menyanyi.  Di klub musik diwajibkan untuk bisa bermain musik dan me-arrangementlagu.  Aku hanya suka menyanyi makanya aku masuk ke paduan suara.”  Seunghwan tersenyum, “Chanyeol selalu mengatakan kepadaku jika speakerdisini lebih baik.”

“Apa yang kau lakukan Son Seunghwan?”  Tanya Mark lagi karena melihat Seunghwan. Seunghwan terlihat mengotak-atik speakernya.

“Kita akan membuktikan omongan Chanyeol.” Seunghwan tersenyum senang ketika musik terdengar.  “Sambil berkaroke ria!”  Ia mengambil dua mic yang terletak tak jauh dari speaker.  Memberikannya ke Mark.

“Aku rasa ini bukan ide bagus….”  Mark menolak mic pemberian Seunghwan.  Tetapi Seunghwan tidak menyerah yang membuat Mark menerimanya.

Mark mengenal lagu ini.  E.T , Katty Perry ft Kanye West. Suara Seunghwan mulai terdengar. Sangat indah.  Suaranya kuat dan menyatu dengan musiknya.

Mark menganga ketika mendengar Seunghwan menyanyikan part Kanye West, “Kau bisa rap juga?”

Seunghwan tersenyum bangga.  Mark akhirnya ikut menyanyikan lagu tersebut.  Tidak memperdulikan suaranya bagus atau tidak.

Ia dan Seunghwan menyanyikan beberapa lagu lagi sebelum memutuskan untuk keluar dari ruangan klub musik.

Mark sudah terlihat santai.  Ini mengasyikan.  Beresiko tetapi mengasyikan.  “Aku tahu kita harus kemana sehabis ini.”

“Kemana?”  Tanya Seunghwan penasaran.

“Ke ruang anggar…”

“Ruang anggar?”

“Kau sudah menunjukan kebolehan mu.  Sekarang giliran ku yang menunjukan kebolehan ku.” Ujar Mark dengan suara bangga.

tbc

Sorry lama updated nya…  Cerita ini hanya penyeling bersama dua cerita lainnya (Unwanted Reverie dan Runaway), but i’ll try too updated soon…

 

Advertisements

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s