State of Grace (Chapter 34)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Yoonah tidak akan melupakan hari ini. Tanggal 26 April. Baginya, hari yang awalnya mencengkam berhasil membawa kebahagiaan pada akhirnya. Tanggal 26 adalah hari dimana Donghae melamarnya. Hari dimana ia keguguran anak Siwon. Masih teringat dibenaknya jika Donghae melamarnya di rumah sakit. Di ruangan dimana ia di rawat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Yoonah biasa mengunjungi anaknyasetiap tanggal 26 April. Yoonah tersenyum lembut ke tempat abu penyimpanan anaknya.

“Hai aegi… Oemma kembali lagi.” Katanya membuka pembicaraan. “Oemma minta maaf karena tidak bisa mengunjungi mu dengan sering. Hari ini kau akan berumur tigapuluh tahun. Tahukah dirimu jika Seojoon akhirnya menikah? Jika kau bisa berumur tigapuluh tahun, kau pasti juga akan menikah bahkan mempunyai anak bukan?” Yoonah berhenti sejenak dan menghapus air matanya, “Oemma sangat bahagia sekarang. Appamu sangat baik kepada Oemmadan Oemmasangat bersyukur akan hal itu. Berbahagialah…. Oemmapulang dulu…”

Ia berbalik dan segera berlari memeluk Donghae dibelakangnya. Donghae selalu menemaninya tetapi memberikan ruang bagi Yoonah. Ia memeluk erat Donghae. Tempat paling nyaman di dunia ini baginya. Walau ini sangat sakit, dia bersyukur Donghae bertahan selama ini baginya. Apalagi dengan kondisi dia tidak bisa memberikan anak untuknya. Keguguran memberikan dampak besar terhadap rahimnya. Yoonah masih terisak. Donghae dengan pelan mengelus punggung Yoonah.

.

.

.

.

.

Krystal menghela nafasnya ketika Sehun memaksa dirinya untuk mengenakan flower crown yang baru saja Sehun beli.

“Tersenyumlah…. Kau terlihat jelek jika cemberut.” Sehun mencubit pelan pipi Krystal dan tersenyum.

Biasanya, Krystal akan marah-marah. Tetapi melihat Sehun yang tersenyum ia menarik kedua ujung bibirnya. Memaksakan senyuman yang buka dari hati.

“Aw!” Ringis Krystal ketika Sehun mencubit pipinya.

“Senyum….” Ujar Sehun lagi.

Kali ini, dengan sangat terpaksa Krystal tersenyum dan mengerjapkan matanya –mengeluarkan jurus puppy eyes-.”

"Argh!  Oh Sehun!"  Teriak Krystal sebal ketika Sehun mencium singkat bibirnya

“Argh! Oh Sehun!” Teriak Krystal sebal ketika Sehun mencium singkat bibirnya. Ia mengejar Sehun yang sudah berlari.

Sehun sedikit memperlambat larinya. Sombong memang, ia ingin Krystal marah-marah kepadanya. Kemudian ia bisa melihat Krystal merengut. Krystal memang sangat cantik ketika ia tersenyum. Ketika diam pun ia punya aura yang mengintimidasi. Sayangnya, ketika cemberut, ia terlihat seperti anak kecil yang sangat lucu.

Yak! Yak! Yak! Hentikan!” Sehun mengaduh karena Krystal mencubitnya tanpa ampun. Dengan gerakan cepat, ia memegang kedua tangan Krystal. Menahan cubitan Krystal.

“Jika kau tidak diam maka aku akan mencium mu lagi.” Ancam Sehun dan itu membuat Krystal langsung terdiam.

Krystal sontak merengut. Hal tersebut membuat Sehun tertawa dan segela memeluk Krystal. Sekarang, Krystal sedang merengut di bawah pelukannya.

“Ayo kita naik T-Express.” Melihat wahana yang paling di banggakan di Everland.

“Aku tidak mau….” Krystal menolak dengan tegas. “Kau tadi sudah berjanji jika kita naik Colombus Adventure kita tidak akan naik T-Express.”

"Setelah ini aku berjanji akan pulang

“Setelah ini aku berjanji akan pulang.” Sehun mencoba membujuk Krystal. Kali ini ia mengeluarkan puppy eyes-nya.

Krystal memutar bola matanya sebelum berkata, “Baiklah. Tapi semua bukan salahmu jika kau menjadi tuli.”

Mereka pun segera menaiki T-Express. Langit sudah bewarna jingga pada saat itu. Menunjukan jika hari sudah senja. Hal yang menyenangkan memang terasa sangat cepat berlalu. Satu harian ini, Sehun merasa masih kurang bermain bersama Krystal di Everland.

Krystal berteriak sangat kencang ketika menaiki T-Express. Sedangkan Sehun menyeringai lebar mendengar teriakan Krystal.

“Aku membenci mu!” Seru Krystal ketika mereka turun. Ia menghapus air matanya yang keluar ketika menaiki T-Express. “Hachi!”

Melihat Krystal yang akan terkena flu karena dinginnya malam mulai terasa, Sehun mengeluarkan scarfdari jaket panjangnya dan memakaikannya ke Krystal. Ia kemudian mengecup Krystal sekilas.

Krystal melotot, “Yak! Aku akan terkena flu. Nanti kau juga akan terkena flu.”

“Tidak apa-apa. Jika aku terkena flumaka aku akan bisa menciummu dengan leluasa.” Sehabis itu, Sehun segera menahan tangan Krystal yang akan mencubitnya. Menariknya ke dalam pelukannya. “Sini biar aku hangatkan…”

Krystal yang memang kedinginan akhirnya menlingkarkan kedua tangannya ke Sehun. Mereka berjalan sambil berpelukan. Mereka memang tengah di mabuk asmara.

“Jung Soojung..” Panggil Sehun sambil mereka berjalan.

Krystal menggumam di dalam dekapan Sehun.

“Apa aku boleh tahu jawaban mu mengenai lamaran ku?”

Krystal langsung saja mendongak. Sehun dapat menangkap keterkejutan dari wajah Krystal. Melihat hal tersebut, ia tersenyum lembut.

“Tidak apa-apa. Aku bisa menunggu.” Ya Sehun akan menunggu. Melihat rasa keterkejutan dari wajah Krystal membuat nyali Sehun menciut seketika. Ia tidak apa-apa selalu berada di dalam sesuatu yang tidak jelas, asalkan Krystal terus berada di sampingnya.

“Sehun aku—”

Sehun memutus omongan Krystal dengan mencium Krystal. Kali ini dengan cukup lama.

.

.

.

.

Rasa lelah menghampiri tubuh Krystal. Ia memasuki apartmentdengan pelan. Membuka jasnya. Pikirannya masih melayang ke perilaku Sehun sebelum mereka pulang. Ia tidak bisa mengenyahkan raut wajah Sehun yang kecewa ketika mengatakan kepadanya bahwa ia akan menunggu. Sebenarnya Krystal hanya terkejut karena tidak menyangka Sehun akan menanyakan disitu. Ia bukan bermaksud menolak atau ragu.

Setelah mencium dirinya, Sehun berusaha mengalihkan topik ke berbagai hal. Krystal berusaha untuk menjelaskan kepada Sehun, tetapi selalu terputus.

Mungkin ia harus mengatakan duluan sebelum Sehun bertanya? Lagipula apa salahnya. Ia ingin bersama Sehun dan ingin mewujudkan impian Sehun. Menjadi ibu bagi anaknya. Ah…. Dengan mengingat hal tersebut sudah membuat Krystal tersenyum.

Baru saja memutuskan untuk membersihkan diri, suara ketukan pintu berhasil membuat dirinya bingung.

“Krystal…. Ini Lee Donghae.”

Krystal tentu saja terkejut. Ada apa Lee Donghae sampai ingin bertemu dengannya? Segera saja Krystal membuka pintu. Lee Donghae tersenyum lembut ke arah Krystal.

“Apa saya menganggu mu? Ada yang ingin ku bicarakan”

Krystal menggeleng, “Tentu tidak paman.” Ia membuka pintu apartment-nya sedikit lebih lebar, “Silahkan masuk paman.”

Donghae memandang apartmentKrystal yang begitu sederhana. Dinding putih tanpa lukisan sedikit pun. Tapi menurut Donghae tempat ini nyaman.

“Silahkan duduk paman.”

Donghae segera saja duduk di sofa putih milik Krystal. Ia kembali memperhatikan sekelilingnya setelah Krystal pergi ke dapur untuk membuatkan minuman. Donghae kembali lagi sadar dari lamunanya ketika suara keramik dari gelas terdengar.

Ia menyeruput teh hangat dengan pelan. “Krystal ada yang ingin ku bicarakan kepada mu.” Kata Donghae pelan. Ia menatap mata Krystal. Setelah menghela nafasnya ia berkata, “Tolong tinggalkan Sehun.”

“Maaf?” Seru Krystal tercekat. Tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat.

.

.

.

.

.

Donghae tahu Krystal pasti akan terkejut setengah mati. Tapi ia melakukan hal ini bukan tanpa alasan. Tifanny adalah alasannya melakukan hal ini.

“Aku tahu jika sifatku sangat lancang. Tapi tolong…” Kata Donghae lagi. “Tifanny adalah orang terbaik yang pernah ku temui. Tapi tidak ada yang sempurna. Dia harus dijodohkan dengan Siwon, saudara tiriku. Pada saat itu dia masih menjadi pacar ku. Dia mengalami masa-masa sulit yang membuat beberapa hal sangat membekas di dirinya.”

“Paman dengarkan aku…” Dengan suara bergetar, Krystal ingin Donghae berhenti berbicara. Ini tidak masuk akal! Betapa lancangnya Lee Donghae!

Donghae menggeleng dan melanjutkan perkataannya, “Sehun adalah hal yang paling membahagaiakan yang terjadi pada dirinya. Sehun berkata jika dia akan melakukan apapun bahkan jika ia kehilagan segalanya, termasuk Tifanny agar dapat bersama mu. Ku mohon Krystal….” Ia kembali berkata, “Ini adalah permintaan yang sangat egois. Aku tahu… Tapi kumohon pikirkan baik-baik. Hal ini bisa membuat hubungan kalian tidak berhasil.”

“Hentikan! Ku mohon hentikan!” Kali ini, bulir-bulir air mata sudah turun. Donghae menghela nafasnya berat melihat Krystal yang menangis tersedu-sedu di depannya.

.

.

.

.

.

Ia lelah. Tetapi ia tidak bisa tidur. Matanya sudah sangat bengkak, tapi tetap tidak ingin tertutup. Krystal merasakan sangat lelah sejujurnya. Bukan hanya karena ia melakukan banyak hal hari ini. Tapi karena perasaan senangnya terhempas begitu jauh karena omongan Donghae.

“Krystal aku tidak berbohong…”

Perkataan Donghae sebelum ia pulang berhasil membuat Krystal mengeluarkan air matanya kembali. Bagaimana ini? Apa ia bisa? Semuanya bertambah runyam. Tadi ia akan mengatakan ia tanpa ragu. Tetapi sekarang tidak.

Tangisannya membesar.

Astaga…. Ia sangat lelah. Lelah karena menangis. Lelah karena rasa sakit tidak hilang sedikitpun. Krystal memandangi cincin yang Sehun berikan. Cincin terindah yang pernah ia lihat.

“Apa yang harus aku lakukan?” Tanyanya kepada cincin itu.

Krystal melirik handphone-nya. Perlahan, ia mengambil handphone-nya. Menekan tanda telephone.

Tangisannya membesar ketika teleponnya menjawab, “Oemma….” Kata Krystal dengan susah payah.

.TBC.

I’m sorry if it’s a cliffhanger…. Chapter depan insyaallah lebih panting …. Aku lagi semangat ngerjain State of Grace. Soalnya aku nulis State of Grace pas kelas 10. Masa akunya udah lulus ceritanya belum kelar?

Advertisements

8 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s