State of Grace (Chapter 35)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

“Krystal apa yang terjadi dengan mu, nak?” Suara Seohyun yang sangat panik membuat Krystal menghela nafasnya.

“Aku akan pergi Oemma.” Jawab Krystal pelan.

“Apa hubungan mu dengan Sehun tidak berhasil? Apa dia menyakiti mu? Katakan kepada Oemma!”

“Hubungan kami tidak akan pernah berhasil.” Kata Krystal lagi masih dengan pelan. “Dan aku harus pergi. Dia tidak akan melepaskan mu dengan mudah.”

“Tapi pergi kemana?” Tanya Seohyun bertambah gusar. Email yang kamu kirimkan itu terdengar sangat aneh. Kau mau pergi kemana? Katakan kepada Oemma.”

Aku tidak bisa memberitahunya…” Krystal menghela nafasnya. “Oemmahanya perlu percaya kepadaku. Aku sudah dewasa dan aku sudah memilih jalanku sendiri. Jika kalian tidak mendengarkan kabar dari ku itu artinya aku baik-baik saja. Jika aku mengalami masalah, itu berarti aku akan kembali kepada kalian.”

“Krystal…” Suara Seohyun terdengar putus asa.

“Oemma….” Panggil Krystal lembut. “Percaya padaku ya?”

Terdengar helaan nafas sebelum Seohyun menjawab, Oemmatidak tahu harus percaya atau tidak kepada mu. Appamu pasti tidak akan setuju Krystal….”

“Ini sudah keputusan ku. Aku harus pergi.” Kata Krystal dengan nada yang sangat yakin. Ia kemudian berkata, “Jika Oemmabertemu dengan Sehun bisakah Oemmamengatakan sesuatu kepadanya?”

Seohyun hanya menggumam sebagai jawabannya.

“Tolong bilang kepadanya jika hubungan aku dan dia tidak akan pernah berhasil tetapi ini semua bukan karena salahnya. Bilang kepadanya untuk tidak lupa tersenyum dan berbahagia, karena aku percaya ia dapat melewati hal ini. Jangan lupa makan karena terlalu keras bekerja. Dan aku selalu mendoakan kesuksesan untuknya. Aku akan pergi ke tempat yang sangat jauh. Tapi akan kupastikan jika aku bahagia jadi tolong… Berbahagialah juga.”

“Apa tidak ada cara lain selain pergi tiba-tiba tanpa bilang apapun ke Sehun?”

“Oemma ini sudah keputusan ku.” Krystal pun tetap berpegang pada keputusannya. “Oemma aku harus pergi.” Putus Krystal pada akhirnya.

“Baiklah…” Suara Seohyun tercekat seperti menahan tangis. “Kembalilah kepada kita jika ada apa-apa. Kabari kita juga walaupun dirimu tidak ada masalah. Oemmamencintai mu…” Seohyun memutus sambungan teleponnya duluan.

Meninggalkan Krystal yang kemudian memandang hp-nya. Ia meletakan hp-nya di meja ruang tamunya.

Apa ini disebut dengan kalah? Bukan. Bahkan ia belum memulainya tapi sudah mundur duluan. Ia memandangi apartment-nya lagi. Sekali lagi. Tak lama kemudian air matanya menetes lagi. Ia bertanya-tanya sekarang. Kapan air matanya akan habis hingga ia bisa berhenti menangis?

Kapan rasa sakitnya akan hilang?

Itulah yang paling penting.

Perlahan, ia melepaskan cincin bermahkota rose golddari tangan kanannya. Nafasnya tertahan ketika melepasnya. Ketika terlepas, jantungnya berdetak sangat lambat hingga lagi-lagi, rasa sesak itu semakin terasa.

Ia meletakan cincin yang Sehun berikan di atas meja ruang tamunya. Lebih tepatnya di atas surat yang baru saja ia buat.

Maafkan aku…. Ucapnya dalam hati.

“Kau sudah siap?” Wanita paruh baya menatap Krystal dengan tatapan teduhnya. Senyum tipisnya terukir.

Krystal hanya mengangguk tanpa menjawab. Ia menyeret kopernya keluar dari apartment-nya.

Selamat tinggal….

.

.

.

.

.

F(x)masih tutup ketika Krystal sampai disana. Tentu saja, ini masih menunjukan pukul tujuh pagi. Krystal melihat gedung yang menjadi tempat kerjanya selama masa-masa awalnya di Seoul. Keluarga barunya. Yang pasti Amber… Dia akan meninggalkan teman masa kecilnya tanpa memberi tahunya.

Ia mengeluarkan empat surat dan menyisipkannya ke pintu F(x). Berharap surat itu dapat menjelaskan alasan ia pergi. Berharap surat itu memberikan ketenangan pada teman-temannya bahwa ia baik-baik saja.

Krystal menyiapkan banyak surat untuk kepergiannya. Untuk rekan kerjanya di F(x), sahabat-sahabatnya yang 100% akan panik jika ia menghilang. Untuk kedua orangtua angkatnya. Bukan hanya untuk menghilangkan kepanikan, Krystal juga ingin meyakinkan mereka jika ia baik-baik saja. Jika ia bisa menghadapi hal ini. Yang terakhir untuk Sehun.

Kepergiannya tanpa mengatakan apapun kepada Sehun pasti terlihat buruk. Dia tahu itu sangat salah. Dia hanya ingin menjelaskan alasannya kepada Sehun.

Ia ingin menjelaskan kenapa ia meninggalkan Sehun.

Krystal meninggalkan Sehun bukan semata-mata karena perkataan Donghae. Perkataan Donghae yang memintanya untuk meningalkan Sehun. Bukan. Bukan juga karena Donghae berkata ada rintangan besar di hubungan mereka. Krystal ingin bersama Sehun. Apapun yang terjadi, dia akan menghadapi rintangan tersebut. Tapi, yang membuat Krystal ragu adalah jika Sehun akan melakukan apapun untuknya, bahkan jika harus kehilangan ibunya.

Krystal pernah kehilangan ibunya. Ya, tentu dengan alasan yang berbeda. Tapi Krystal tidak ingin Sehun yang kehilangan ibunya menyesal kemudian hari. Suatu hari laki-laki itu pasti menyesal dan Krystal tidak ingin melihat hal itu. Kehilangan seorang ibu adalah hal yang paling berat, baginya. Ia sangat mencintai laki-laki itu, tetapi pikirannya tidak ingin gara-gara dia, hubungan Sehun dengan ibunya menjadi hancur.

“Aku sudah bilang kepada mu Krystal.” Wanita paruh baya itu berkata ketika Krystal memasuki mobilnya. “Kau bisa berada di samping Sehun dan kalian akan menghadapi hal ini bersama-sama. Perpisahan bukanlah satu-satunya cara.”

Krystal menggeleng lemah, “Hubungan kami tidak pernah berhasil.”

“Hubungan ini tidak pernah berhasil karena dirimu yang menyerah. Kita masih bisa kembali. Kau tahu itu.”

Lagi-lagi Krystal menggeleng, “Aku sudah memikirkan ini baik-baik.”

Helaan nafas terdengar. Ia tahu jika ia tidak bisa mengubah keputusan Krystal. “Baiklah. Apa kau sudah siap?”

Krystal mengangguk. Ia mengulas senyum tipis, “Terimakasih Oemma…”

Jessica tertegun. Ia akhirnya mengenggam tangan Krystal, “Kali ini Oemmatidak akan meninggalkan mu lagi.”

“Kita akan kemana?” Tanya Krystal ketika mobil yang mereka tumpangi berjalan.

Jessica menoleh dan menjawab, “Kita akan ke Busan terlebih dahulu selama dua minggu. Sehabis itu baru kita pergi ke New York.”

“Selama-lamanya?”

Jessica mengangguk, “Seperti yang kau inginkan. Selama-lamanya.”

.

.

.

.

.

“Dengan ini, pengadilan memutuskan jika nona Ryu Chaeyeong memenangkan gugatan. Pemilik Café Joy and Sweatjatuh ke tangan nona Ryu Chaeyeon.” Seorang hakim mengetuk palu. Menandakan persidangan berakhir dimenangkan oleh tim Sehun.

Ryu Chaeyeong menyalam Oh Sehun dengan semangat. Hal tersebut membuat Sehun tersenyum. Akhirnya kasus pertama yang ia tangani selesai dan ia memenangkannya.

“Kerja yang bagus Tuan Oh. Tentu ini sangat hebat dan kita harus merayakannya.” Seru Chayeong dengan gembira. “Aku akan mengundang tim Anda untuk merayakan kesuksesan ini. Tentunya sebagai ketua tim saya harap Anda dapat datang.”

Sehun tentu akan mengiyakannya. Tetapi perasaannya tidak enak. Krystal tidak mengangkatkan teleponnya dari tadi pagi. Sehun yang awalnya menganggap ia sedang asyik bekerja tidak dapat mengenyahkan perasaan khawatir. Sayang, dia harus menunggu sampai sidang ini usai, yaitu paling lambat pukul satu siang sebelum dapat mengecek keadaan Krystal.

“Maaf Nyonya Ryu mungkin lain waktu. Ada urusan yang mendesak.” Tolak Sehun halus.

Ryu Chaeyeong menangangguk tanpa merasa tersinggung sedikitpun, “Oh, tidak apa-apa. Saya berterimakasih sekali lagi karena sudah meluangkan waktu Anda. Semoga sukses untuk kasus kedepannya.”

Sehun tersenyum lega karena Chaeyeong tidak mempermasalahkannya. Setelah pamit dengan teman-temannya, yang beberapa masih memaksa Sehun, ia akhirnya menuju keapartmentKrystal. Jam menunjukan pukul lima sore pada saat itu, tentunya Krystal sudah pulang dari F(x)bukan?

Begitu sampai di apartmentKrystal, Sehun yang sudah punya kunci masuk. Dan menemukan jika apartmentKrystal kosong.

“Krys?” Teriaknya ragu. Apa Krystal belum pulang.

Entah kenapa, Sehun merasakan sesuatu yang berbeda. Apartmentini sangat sepi. Semuanya masih berada di tempatnya tapi sepi. Ia meamsuki apartmentKrystal perlahan. Memandang kesekeliling apartment. Aneh. Jantungnya berdetak lebih cepat.

“Krys?” Katanya sekali lagi. Rasa panik menghampirinya. Tiba-tiba pikiran jika Krystal meninggalkannya terpikirkan olehnya.

Ia langsung saja ke kamar Krystal. Benar saja, kamar itu kosong melompong. Ketika ia membuka lemari Krystal, ia menemukan tidak ada sama sekali baju Krystal. Tangannya bergetar hebat ketika ia mengambil handphone-nya untuk menelepon Krystal.

Drrrt~

Sehun tersentak ketika mendengar suara yang ia yakini dari hpKrystal. Ia keluar dari kamar Krystal. Ingin mencari dimana hpitu.

Deg!

Handphone-nya automatis terjatuh ketika menemukan dimana hp Krystal. Bukan itu saja yang membuat ia terkejut, ia menemukan cincin yang ia berikan untuk Krystal berada di meja ruang tamu Krystal.

Sehun terjatuh, terduduk ke lantai. Merasakan semua tenanganya habis. Nafasnya sesak dan ia mulai menangis.

Krystal meninggalkannya….

.TBC.

 Hope you enjoy this….  Ada alasan khusus kenapa aku memisahkan Krystal dengan Sehun.  And the truth is, mereka gak akan bertemu dalam waktu yang cepat.

Advertisements

9 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s