State of Grace (Chapter 37)

on

jpg2

 

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36

Beautiful Cover: selviakimposter channel

“Akhirnya kau sadar juga…”

Sehun kembali memejamkan matanya perlahan.  Rasa sakit di kepalanya membuat ia mengerang tertahan.

Donghae yang berada di samping Sehun segera memeriksa Sehun.

“Paman…”  Kata Sehun parau ketika ia tidak terlalu merasakan sakit lagi.

“Aku tidak tahu kau bisa bertengkar hingga memukul orang.”  Donghae berbicara sambil tetap memeriksa.  “Tapi kau pingsan karena stress berat.”  Lanjutnya dan melihat Sehun.

“Paman….  Aku harus pulang…”  Sehun kembali berkata dengan suara parau.  “Aku tidak bisa disini…  Aku harus pulang dan mencari Krystal…  Gadis itu pergi.”

Donghae segera menghentikan kegiatan menulisnya, ia menatap Sehun terkejut.  Krystal pergi?  Apakah karena dia yang memintanya?
“Gadis itu pergi?”  Tanya Donghae pada akhirnya.

Sehun mengangguk, “Dia memutuskan untuk pergi dan tidak ada yang tahu ia pergi kemana.  Aku harus mencarinya!”

Donghae menghela nafasnya, “Aku tidak bisa membiarkan mu pergi.”  Putus Donghae.  “Kondisi mu belum stabil…”  Donghae berkata jujur.  Kondisi Sehun belum stabil dan membiarkan Sehun keluar berarti tinggal menunggu hingga kondisinya jatuh lagi.

“Paman aku tidak peduli!”

“Ini sudah jam sebelas malam Sehun!  Begini saja, besok pagi kau boleh pulang.  Tetapi malam ini kau harus menginap di rumah sakit.”  Melihat Sehun yang masih menatapnya tajam, Donghae berkata, “Aku berjanji akan memulangkan mu besok pagi.  Sekarang beristirahatlah…”

Tahu tidak bisa membantah perintah pamannya, Sehun memijat pelipisnya sebelum mengikuti perkataan pamannya.  Ia memejamkan matanya perlahan dan dengan cepat ia kembali tertidur.  Tidak dapat dipungkkiri, tubuhnya sangat lelah.

.

.

.

.

.

Ya, Donghae tidak berbohong. Ia memulangkan Sehun di pagi hari.

“Ibu mu ingin ke sini.  Kau tidak ingin menunggu ibu mu?”

Sehun merengut ketika berbicara dengan Donghae pada pagi hari sebelum ia di pulangkan.  Bertemu dengan ibunya bukan hal yang benar di saat seperti ini.  Sehun hanya menggeleng dan segera pergi dari rumah sakit.

Hal pertama yang Sehun datangi adalah kantornya.  Jackson mengirim pesan tadi malam tentang Krystal.  Sehun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Hai kawan…”  Sapa Jackson dengan suara riang sebelum ia terkejut melihat rupa Sehun yang berantakan.  “Kau tidak apa-apa?”  Tanyanya cemas.

Sehun menggelengkan kepalanya, “Aku tahu mukaku dipenuhi banyak lebam membuat orang khawatir. Tapi aku baik-baik saja. Bagaimana pencarian mu?”

Jackson menghela nafasnya sebelum menjawab, “Buntu.  Aku tidak dapat menemukan Krystal Jung.”

Sehun memejamkan matanya. Sial!  Kemana Krystal? Gadis itu seprti menghilang secara sempurna.

“Dia tidak meninggalkan petunjuk banyak.”  Ujar Jackson yang mencoba menjelaskan.  “Seperti yang kau bilang sebelumnya, Krystal meninggalkan hp-nya di apartment-nya.  Kesempatan untuk mencari lokasinya berkurang hingga limapuluh persen.  Jadi aku mencoba untuk mencari cara lain yaitu meminta bantuan teman ku.  Aku mengakses seluruh kamera di stasiun kereta atau bis dan tidak menemukan apapun. Intinya kekasih mu itu tidak menggunakan transportasi umum.  Begitupula di bandara dan pelabuhan.”

Jackson menghadap ke Sehun, “Kau sudah bertanya dengan keluarganya?”

Sehun menghela nafasnya, “Aku tidak bisa.  Dia benar-benar menghilang dan sepertinya mereka tidak ingin membantu ku.”

Well, aku bisa mengakses kamera jalan tol.  Tapi kau harus tahu jika kemungkinan menemukan dia menggunakan mobil pribadi sangat kecil. Kamera jalan tol tidak bisa menunjukan wajah dengan jelas. Tujuh belas persen mungkin?  Kau tahu betapa kecilnya kemungkinan itu?”

Sehun menganggukan kepalanya, “Aku mengerti betapa kecilnya hal itu.  Tapi tidak usah.  Aku tidak ingin merepotkan mu.”

“Merepotkan?”  Jackson menghela nafasnya kasar, “Tidak mungkin!” Jackson tertawa ringan.  “Begini saja, aku tetap mencarinya dan kau tidak perlu khawatir!  Mungkin ini menyebalkan, tapi yang bisa kau lakukan sekarang pulang dan istirahat. Melihat dirimu seperti ini kau butuh banyak istirahat seprtinya.”

Jackson benar.  Sehun butuh banyak istirahat.  Dia bahkan masih harus di rumah sakit. “Terimakasih teman…” Hanya itu yang Sehun bisa katakan.

.

.

.

.

.

“Kyuhyun…”  Suara Seohyun dan tatapan tajamnya berhasil membuat nyali Kyuhyun menciut.

Tak lama Sehun sampai di apartment-nya,Ia dikejutkan oleh kedatangan orangtua Krystal.  Orangtua Krystal memaksa tidak ingin masuk keapartment-nya Sehun.  Terutama Seohyun.  Seohyun hanya takut suaminya lepas kendali dan memukul Sehun yang sudah dipukuli Minho. Mereka akhirnya duduk di sofa yang terdapat di lobby.

Seperti yang bisa ditebak, Kyuhyun menatap tajam Sehun dengan tangan mengepal.

“Aku sudah menitipkan Krystal kepada mu dan sekarang kau membuatnya menghilang?”

“Kyuhyun!”  Sekarang, suara Seohyun naik dan ia menatap Kyuhyun marah.  “Kita datang kesini bukan untuk bertengkar …”  Ujar Seohyun dengan nada tegas.

“Aku tidak ingin datang kesini sedari awal!  Ini tidak ada gunanya!”  Kyuhyun bangkit, “Aku tidak ingin melihat mukanya!  Kau saja yang berbicara!”

“Kyuhyun ini adalah permintaan Krystal. Kita harus melakukannya….”  Seohyun masih berusaha membujuk suaminya untuk duduk.

“Kalian tahu dimana Krystal?”  Sehun berdiri dan mendekat ke Kyuhyun.

Kyuhyun segera mendorong Sehun, “Jangan mendekat ke arahku!”

“Kyuhyun….”  Kali ini Seohyun memanggil dengan nada memelas.

Perdebatan Kyuhyun dan Sehun memancing perhatian sekuriti di lobby.  Tapi mereka tetap diam karena keadaan belum terlalu memanas.

“Aku ingin keluar Seohyun!” Kata Kyuhyun sekali lagi.  Ia segera berbalik.

“Kita selalu melakukan hal bersama-sama Kyuhyun!”  Lagi-lagi, Seohyun mencoba membujuk Kyuhyun.

“Kita melakukan bersama-sama karena kita saling sepakat.  Ini keinginanmu bukan keinginanku!”  Seru Kyuhyun menggebu-gebu sebelum berbalik dan keluar dari apartmentSehun.

Seohyun meringis melihat kepergian Kyuhyun.  “Maafkan suami ku…”

Sehun tersenyum lemah, “Tidak apa-apa.  Itu adalah reaksi yang benar.  Aku membuat Krystal pergi dan menghilang.”

“Krystal pergi karena keinginannya sendiri.”  Ujar Seohyun lembut.  “Aku tidak bisa berlama-lama.  Kyuhyun memasan tiket dua jam lagi.  Dia betul tidak ingin berlama-lama.”  Ada nada kesal di suara Seohyun.  “Krystal menitipkan pesan kepadamu.  Ia berkata jika ini bukan kesalahan mu.  Hubungan kalian tidak berhasil bukan keselahan mu.  Jangan lupa tersenyum dan berbahagia, ia yakin kau dapat melewati hal ini.  Jangan lupa makan karena terlalu keras bekerja.  Ia selalu mendoakan kesuksesan untuk mu.  Krystal akan pergi ke tempat yang jauh tapi ia bilang jika ia akan bahagia. Jadi tolong…. Kau juga harus berbahagia.”

Sehun mengangguk sebagai jawaban.  Mereka berbasa-basi sejenak sebelum Seohyun pamit.

Ketika Sehun naik liftmenuju kamarnya, air matanya kembali menetes.

.

.

.

.

.

.

Dia tidur pukul delapan malam kemarin.  Tetapi ketika bangun, perasaan lelah tetap ada.  Krystal memandangi gedung-gedung pencakar langit di pagi hari ini dari kamarnya. Indah….  Tetapi dia berharap bukan disini.

Pada akhirnya, Krystal memutuskan untuk keluar dari kamarnya.  Bau harum makanan langsung tercium.  Ia melangkahkan kakinya ke dapur apartmentibunya dan menemukan ibunya tengah memasak.

“Ah, kau sudah bangun….” Sapa Jessica lembut.  Ia mengambil piring dan meletakan nasi goreng kimchi ke Krystal.

“Cepatlah makan dan bersiap-siap.  Kita akan kesuatu tempat sehabis ini…”  Kata Jessica lagi.

Krystal mengangguk, “Kita akan ke kantor Oemmabukan?”

“Ya.  Oemma akan mengenalkan mu ke para investor.  Sekalian membahas perubahan nama.”

“Perubahan nama?”

Oemmaingin mengganti Blanc menjadi Blanc and Eclare.  Dirimu kan jadi pemilik saham juga jadi namamu harus tercantum disitu.”

Krystal hanya mangut-mangut mendengar keputusan sepihak Jessica.  Jessica memaksa Krystal untuk memiliki saham di perusahaannya. Menjanjikan Krystal tidak perlu sibuk bekerja, yang terpenting hadir di rapat setiap akhir bulan.  Tapi kalau pada akhirnya mau bekerja juga gak apa-apa.

“Bersiaplah segera… Mereka menunggu kedatangan mu.” Kata Jessica sekali lagi.

.

.

.

.

.

“Jisoo sekarang akan menjadi sekertaris mu.”  Jessica memperkenalkan Jisoo kepada Krystal.

“Jisoo senang bertemu dengna mu.”  Sapa Krystal ramah.  “Panggil saja aku Oennie ya?”

Jisoo yang terpana dengan kecantikan anak dari atasannya mengangguk senang.  Rupanya anak atasannya mirip sekali dengan atasannya. Cantik, ramah, dan juga baik. “Saya juga senang dapat berkenalan dengan Oenniesecara langsung.”

“Jangan terlalu formal…”

Jisoo mengangguk. “Baiklah Oennie…”  Ia kembali berkata, “Sehabis ini ada rapat dengan para investor, Oennie..”

“Sampai jam berapa kalau boleh tahu?”

“Jam satu siang Oennie.”

Krystal menghela nafasnya, enam jam ya?  Ia mengangguk sebagai jawaban.

Ia harus mengakui satu hal, rapat dengan investor itu sangat membosankan.  Untungnya Jisoo mengajaknya berbicara karena tahu ia bosan.  Bahkan menyarankan Krystal untuk mencoret-coret kertas daripada tertidur.

Akhirnya, Krystal mencoret-coret kertas dengan menggambar gedung pencakar langit yang terlihat dari kamarnya.

“Wah…  Gambar Oenniesangat cantik…  Persis seperti gambar Jessica sangjangnim..”  Bisik Jisoo kagum.

Krystal tersenyum, “Sudah berapa lama kau bekerja dengan ibuku Jisoo?”

“Dua tahun mungkin? Aku masuk sejak pertama kali Jessica sangjangnimmembuka cabangnya di Busan sebelum ia membawa ku New York bersamanya.”

“Sudah sangat lama…”

“Iya…”

Krystal menoleh ketika mendengar jawaban Jisoo menggantung.  Jisoo terlihat sedih entah mengapa.

“Kau dari Busan?”

Jisoo mendongak, “Oh, ya aku asli Busan.  Kenapa Oennie?”

“Aku tidak mendengar logat mu sama sekali.”

“Mungkin karena aku sudah menghabiskan waktu yang lama dengan Jessica sangjangnim?”

Krystal mengangguk-ngangguk. “Sehabis ini ada apa?”

Jisoo membuka catatannya, “Makan siang.”

Makan siang…  Krystal melihat jamnya.  Tinggal satu jam lagi dan sehabis ini semuanya selesai.

“Nyonya Jung…  Makan sianglah dengan kami…”  Tawaran Park Jeongsoo membuat Jessica, Krystal, dan Jisoo harus makan dengan salah satu investor Park Jeongsoo.

Namanya saja makan siang. Tapi isinya tetap sama seperti rapat. Krystal mengingat dengan jelas mereka hanya makan selama satu jam dan sisanya mereka membicarakan hasil rapat selama tiga jam.

“Hari yang melelahkan Oennie?”

Jisoo sedang tersenyum kepadanya ketika mereka keluar dari restaurant.

Krystal memijat pelipisnya yang tiba-tiba pusing, “Entahlah..”  Jawabnya pendek karena rasa pusing itu semakin terasa.

“Oennie kau tidak apa-apa?”  Jisoo segera mendekat ke Krystal.  “Oennie!”  Teriak Jisoo panik karena Krystal tiba-tiba pingsan.

.TBC.

Hai….  Aku harap chapter ini memuaskan.  Seperti yang aku bilang, Sehun dan Krystal gak akan ketemu dalam waktu cepat. Tapi mereka pasti akan ketemu.

 

Advertisements

7 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s