State of Grace (Chapter 39)

jpg2

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38

Beautiful Cover: selviakimposter channel

“Oeeek….  Oeeek…”

Lampu kamar yang baru sepuluh menit dimatikan hidup kembali.  Sohee meringis mendengar suara tangisan anaknya.  Ia bangkit, menimbulkan suara kasur yang berderik.  Berjalan ke ranjang kecil anaknya.
“Johnny ayolah….  Tidur sayang…”  Katanya lembut dan menggendong bayi kecil.  Tak lupa menepuk-nepuk pelan punggung anaknya yang baru berusia 2 bulan.

“Oeek…  Oeek…”

Sohee menghela nafas panjang. Tapi tiba-tiba ia berjeringit. Sial!  Kenapa sakit perut disaat situasi genting seperti ini?  Sohee segera menuju ke tempat tidurnya untuk membangunkan suaminya.

“Seojoon!  Seojoon bangun…”  Ia meringis ketika perutnya bertambah mules.  Di satu sisi, Johnny menangis tambah kencang.

Plak!

Diapun memukul pipi suaminya hingga memerah.  Sayangnya, Seojoon masih betah tidur.

“Astaga…”  Keluhnya dan tambah meringis.  Karena suara tangis Johnny bertambah keras, Sohee mendapatkan sebuah ide.  Ia mendekatkan Johnny ke Seojoon.  Juga sengaja mengarahkan bibir anaknya ke kuping Seojoon.  Berharap suara anaknya dapat membangunkan suaminya.

“Eungh….”  Seojoon meringis.  “Sohee suara apa itu?”  Ketika ia membuka matanya, Sohee tengah menggendong Johnny.

“Johnny nangis dan aku sakit perut. Kamu gendong Johnny dulu ya?”

Melihat muka melas istrinya membuat Seojoon terpaksa bangun dan menerima Johnny.  Setelah itu Sohee langsung meninggalkan mereka. Seojoon bangkit dan ia mengelus lembut punggung anaknya.

Ssttt…  Ayo tidur Johnny….  Makin cepat Johnny tidur makin ganteng papa besok.” Seojoon terus menimang-nimang anaknya.

Berharap anaknya cepat tidur tidak seperti kemarin malam dimana ia baru tidur jam satu pagi.  Tentu saja ia terbangun dengan mata panda dan membuat kegantengannya hilang, salah, berkurang.

Drrrt~ Drrrt~

Seojoon memicingkan matanya. Oh, tidak hp-nya berbunyi.  Jangan bilang salah satu pasiennya membutuhkan dirinya.  Lebih buruk daripada tangisan Johnny.  Ia segera ke nakas dan menyeringit, Seulgi.

“Hallo Seulgi…”  Seojoon mengangkat teleponnya menggunakan tangan kirinya.  Tangan kanannya untuk menahan Johnny dalam gendongannya.

“Oppa… Gawat, oppa harus pulang ke Korea sekarang.”

Ada nada khawatir, panik, dan putus asa dalam suara Seulgi.  Seojoon mulai merasa tidak enak, “Ada apa Seulgi?  Apakah Sehun baik-baik saja?”

“Tidak…” Seulgi menghela nafasnya.  “Sehun tidak baik-baik saja.  Dia mengurung diri selama hampir satu bulan.”

“Apa?”  Seojoon sekarang berteriak.  Membuat Johnny yang tadi sudah mulai diam menangis lagi.

“Sehun mengurung diri setelah Krystal meninggalkannya dan kesehatan tante sedang memburuk.  Paman menghilang entah kemana.  Seojoon oppaharus pulang.  Aku khawatir dengan Sehun dan tidak ada keluarganya yang bisa menolongnya.”

Rasa lemas langsung menghampiri Seojoon.  Ia terduduk di kasurnya dengan Johnny yang semakin meronta, “Baiklah…. Aku akan kesana segera.”

.

.

.

.

.

“Biar kami saja yang membuka pintunya.”  Seojoon mengambil kunci dari sekuriti sambil tersenyum.  Di belakangnya ada Seulgi dan Kai yang menghela nafas lega.  Akhirnya mereka bisa bertemu dengan Sehun.

Seojoon langsung saja pergi ke Seoul keeseokan harinya.  Ketika sampai, ia segera ke apartmentSehun dan berbicara dengan resepsionis.  Berkata jika Seojoon akan menuntut pihak pengelola jika Sehun kenapa-napa.  Tentunya resepsionis tidak ingin melakukan hal itu dan akhirnya mengizinkannya.

“Sehun…”  Mereka bertiga melangkahkan kakinya ke apartment  Sehun yang gelap.  “Sehun…”

Orang yang dipanggil sedang terduduk di ruang tv dengan tv menyala.

Seojoon memberi kode agar Seulgi dan Kai diam di tempat terlebih dahulu.  Ia melangkah maju.  Sedih menghampirinya ketika menemukan adiknya bukan menonton, malah termenung dengan memegang remot tv.

Seojoon dengan pelan menyentuh tangan Sehun yang memegang remot.  Sehun tersentak kaget.  Seojoon mengambil remotnya dan menggantinya dengan tanganya.  Tangannya mengenggam erat tangan Sehun.  Ia mendekat dan memeluk adik kecilnya itu.  Saat Seojoon memeluknya, saat itu pula tangisan Sehun pecah.

.

.

.

.

.

“Bagaimana keadaannya?”

Seojoon menghela nafasnya, “Buruk. Dia sangat murung dan tidak berbicara sama sekali.  Dia seperti mayat hidup Sohee.”

“Kau sudah mengobrol dengannya?”

“Sudah dan ia terus menyalahkan dirinya.  Krystal pergi karenanya. Karena ia berbuat salah. Itulah yang terus ia bilang kepada ku.”

“Apaka itu benar?”

“Ak tidak tahu Sohee.  Dia hampir tidak ingin berbicara kepadaku. Tapi ia menceritakan bagaiamana ia tahu Krystal hilang. Dia bilang saat ke apartmentKrystal, dia menemukan hp Krystal tertinggal.  Begitupula cincin yang diletakan di atas sebuah amplop.”

“Amplop! Seojoon!”  Suara Sohee berubah semangat.  “Apa Sehun membuka amplop itu?”

“Tidak sepertinya. Tunggu….  Jangan-jangan di amplop itu ada surat yang menjelaskan alasan Krystal?”

Well, itu yang kupikirkan.”

“Arrgh!”

“Oh, astaga!”  Seojoon menatap pintu kamar Sehun panik.  “Sohee aku harus pergi!  Nanti ku telepon lagi!”

Setelah memutus telepon secara sepihak, Seojoon langsung memasuki kamar Sehun dan menemukan laki-laki itu dengan tangan berdarah.  Ia sedang menatap cermin, yang kacanya sudah retak.

“Sehun apa yang kau lakukan?” Tanya Seojoon sedikit marah.

Sehun menatap Seojoon dengan tatapan yang tak bisa di artikan, “Aku tidak bisa menemukan Krystal.  Teman ku tidak berhasil melacaknya.”

“Tarik nafas dalam-dalam…. Semuanya akan baik-baik saja, okay?”

“Semuanya tidak baik-baik saja!” Teriak Sehun marah.  “Ini sudah satu bulan dan gadis itu menghilang tanpa jejak.  Bagaimana suatu yang buruk terjadi padanya?”

“Jika kau ingin ia baik-baik saja, jangan berpikir suatu yang buruk menimpanya.”

Sehun terdiam mendengar nada tegas di dalam suara Seojoon.

“Aku akan mencari Krystal.” Putus Seojoon.

“Apa?  Bagaimana hyungbisa mencarinya di saat aku tidak bisa?”

“Lebih baik berusaha daripada tidak sama sekali.”  Seojoon berkata cuek.  Ia mendekat ke arah Sehun, “Sekarang, kita harus mengobati luka mu.  Sangat tidak lucu jika aku menemukan Krystal tapi dirimu malah mati karena kehabisan darah.”

Sehun tidak dapat menahan dirinya untuk tidak dapat mendengus.  Melihat adiknya mendengus, Seojoon tak dapat menahan senyumannya.  Akhirnya Sehun merespon ucapannya walau  hanya dengusan.

.

.

.

.

.

ApartmentKrystal adalah tempat kedua yang Seojoon datangi hari ini.  Tempat pertama adalah kantor Sehun yang dulu.  Ia bertemu Jackson disana.  Berharap pemikirannya dapat membantu Jakson menemukan Krystal.

“Uhukk!” Ia terbatuk karena debu yang cukup banyak di apartmentini.  Seojoon menutup pintunya lagi.  Memandangi keadaan sekitar dan menyadari apartmentKrystal sangat bersih.  Maksudnya dinding apartmentgadis itu sangat bersih tanpa lukisan.  Kemudian ia langsung menemukan ruang tamu.

Ruang tamu yang sederhana dengan tiga sofa yang mengelilingi meja kecil.  Seojoon dapat melihat hpdan juga amplop.  Ia duduk di sofa dan memegang hpKrystal.  Hanya menemukan hptelah habis baterai. Kemudian pandangannya beralih ke cincin yang diberikan oleh Sehun.  Cantik. Adiknya punya selera bagus ternyata. Dan tak lupa, amplop yang lumayan tebal.

Tanpa ragu-ragu, Seojoon membuka amplopnya.

“Wow!  Gadis itu sangat niat.”  Komen Seojoon melihat Krystal menulis tiga lembar.

Seojooon dengan tekun membacanya. Dari enam halaman yang ia baca, ia dapat menyimpulkan jika surat itu adalah surat yang berisi alasan kenapa ia meninggalkan Sehun.  Jugawejanganagar Sehun melanjutkan hidupnya. Ia menyeringit terhadap kalimat yang Krystal tulis dalam suratnya.

“Aku hanya tidak ingin hubunganmu dengan ibumu rusak.  Aku tidak ingin…”

“Darimana ia punya pemikiran seperti itu, huh?”  Seojoon menyeringit, lagi.  Tapi pikiranya terputus ketika Jackson meneleponnya.

“Hyung kau jenius!” Jackson langsung berbicara.  “Aku menemukan Krystal.”

Seojoon menarik kedua sudut bibirnya.  Saatnya ia membawa Krystal pulang ke Sehun.

.TBC.

 

Advertisements

5 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s