State of Grace (Chapter 40)

on

jpg2

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39

Beautiful Cover: selviakimposter channel

Ada perasaan hangat ketika ia memasukan chocolate muffinke dalam mulutnya. Krystal menggumam senang.  Chocolate muffin menjadi makanan wajib setelah dia hamil.  Beruntungnya di Jeju, ada coffee shop kecil, tak jauh dari rumahnya yang menjual chocolate muffin  terenak yang pernah ia makan.  Krystal selalu menjadi pelanggan pertama  coffee shoptersebut.  Ia ada saat semua muffin baru selesai dipanggang.  Pegawai tokoh pun jadi mengenalnya karena hal itu.

Ia terus memakan muffin-nya hingga tidak menyadari ada yang masuk di coffee shoptersebut, memesan kopi hitam, kemudian duduk di depannya.

“Ku rasa kau sangat bahagia hingga berat badan mu naik.”

Krystal langsung menatap orang di depannya terkejut, Kemudian mengangga tidak percaya.

Orang tersebut menunjuk kedua pipinya sendiri, “Pipi mu sangat tembam.”

“Apa saya mengenal Anda?” Krystal berhasil mengumpulkan suaranya yang tadi tertahan di tenggorokan.

Seojoon sendiri tidak dapat menahan dirinya untuk tidak mendengus.  Walaupun nada suara Krystal dingin, ekspresi perempuan itu sangat panik. “Jangan mencoba untuk kabur Krystal Jung.”  Melihat Krystal yang ingin membantah, dia kembali berbicara, “Maafkan aku, Clara Jung.  Tapi aku yakin kau Krystal Jung.  Identitas memang boleh di ganti, tapi sidik jari mu tetap sama.  Kita akan berbicara disini atau aku akan memberi tahu Sehun mengenai identitas mu. Dan aku yakin kau tidak akan bisa kabur lagi.”

Helaan nafas Krystal keluarkan, “Kenapa oppa datang kepadaku tapi tidak memberitahu Sehun?”

“Karena aku ingin tahu alasan mu pergi darinya.  Jika alasannya buruk, aku langsung mengenyahkan dirimu dari kehidupan adik ku.”

Mendengar perkataan Seojoon membuat Krystal tidak punya pilihan lain.  Ia meletakan kedua tangannya di atas meja dan memukul pelan mejanya.  Menghilangkan kegugupan dan menunggu Seojoon memberikan ia pertanyaan.

Mata Seojoon memicing ketika melihat jari-jari Krystal yang mengetuk meja.  Ia menggenggam tangan kanan Krystal.

“Jari mu membengkak tapi tangan mu tetap kecil seperti biasa.”  Ia pun menatap Krystal terkejut, “Kau hamil….”

Lagi-lagi, Seojoon membuatnya terkejut.  “Jangan menyimpulkan hal terlalu cepat, oppa.”

“Aku tidak menyimpulkan tanpa alasan yang remeh.  Dan kau, Nyonya Jung, walau nada suara mu dingin, ekspresi mu sangat mudah kebaca.” Seojoon memberikan alasan. “Berdiri!  Aku yakin perutmu sudah membesar sedikit.”

Krystal menatap Seojoon dengan melotot, “Tidak mau!”  Katanya dan menjadi kekalahannya.

“Apa kau meninggalkan adikku karena lelaki lain?”

Seojoon tersentak ketika Krystal memukul meja hingga membuat bunyi yang cukup keras, “Aku bukan wanita murahan.”

“Tenang…  Tenang…  Jangan marah-marah.  Itu tidak bagus buat kehamilan mu.”  Soejoon menenangkan Krystal.  “Maafkan aku, okay?  Itu benar-benar refleks yang salah.”

Krystal hanya diam dan mulai memakan chocolate muffin-nya lagi.

“Kau sepertinya mengidam chocolate muffin.”  Kata Seojoon dan menyeruput kopinya.  “Aku masih tidak percaya…  Adik ku bisa melakukan hal itu kepada mu.”

Krystal menaikan alisnya tidak mengerti.

“Dia menghamili dirimu sebelum nikah.”

Krystal menatap Seojoon malas dan memutar bola matanya, “Kalimat oppaterkesan sangat tidak elegan.  Juga, oppamenghamili istri oppasebelum menikah bukan?”

“Ya… ya… ya…”  Ujar Seojoon malas.  “Aku dan Sehun menghamili wanita sebelum ia menikah.  Aku penasaran, apakah ayahku juga melakukan hal yang sama?  Sepertinya itu benar.  Melihat hubungan ayah dan ibuku tidak baik.”

“Itu tidak benar.” Krystal langsung mencebik ketika sehabis ia menjawab.  Tatapan penasaran dari Seojoon membuat ia menghela nafasnya.  “Aku diceritakan oleh seseorang.”

“Oleh siapa?”

Krystal kelihatan enggan. Dia benar-benar malas membicarakan Donghae setelah malam itu.

“Krystal Jung…”

“Berhenti memanggil ku Krystal Jung.  Aku sekarang Clara Jung.”

“Jangan mengalihkan pembicaraan…”

“Oleh Lee Donghae. Karena ceritanya yang sangat panjang itu aku memutuskan untuk meninggalkan Sehun.”  Krystal menghela nafasnya lagi.  “Kedua orangtua mu di jodohkan dan ketika mereka di jodohkan mereka sudah mempunyai pacar masing-masing.”  Melihat Seojoon yang belum mengerti, Krystal kemabli berbicara, “Ibu mu saat itu berpacaran dengan Lee Donghae dan Ayah mu dengan Im Yoonah.”

Sekarang, Seojoon lah yang dibuat terkejut.  “Tidak mungkin.”

“Aku mendengarkan langsung dari Lee Donghae dan aku tahu ia bukan seseorang yang pembohong.  Dia mengatakannya tanpa ragu.”

Seojoon menatap kopinya yang sudah dingin, “Mereka menikah tanpa cinta.  Aku mengerti sekarang….”

Ya, Seojoon mengerti kenapa keluarganya bisa seperti ini.

.

.

.

.

.

“Menurut mu apa yang harus kulakukan?”

“Tentu saja memberi tahu Sehun bodoh!”  Suara Sohee terdengar jengkel.  “Aku menghormati keputusan Krystal yang meninggalkan Sehun karena alasan tersebut.  Tapi kau harus memberi tahu tentang Krystal ke Sehun.”

“Tapi mendengar alasannya…”

“Karena alasannya kau harus memberi tahu Sehun.  Perempuan yang berpikir jauh seperti itu harus ditahan dan tidak boleh dilepaskan.  Sekarang ku tanya, kenapa kau ingin menyembunyikan Krystal?”

Sohee berpikir Seojoon akan memberikan alasan logis.  Laki-laki itu selalu berpikir logis kecuali saat menggodanya, tentunya.  Tapi Seojoon diam sejenak hingga bukan alasan yang ia dengar, tetapi tangisan yang terdengar.

“Sayang, kamu gak apa-apa?”

Seojoon kembali tidak menjawab.  Tapi Sohee tahu kenapa suaminya tidak menjawab.   Suaminya terlalu syok mengenai kebenaran keluarganya.

.

.

.

.

.

Sehun sekarang sudah keluar dari apartment-nya.  Dia juga sudah berhubung kembali dengan dunia luar. Tentu saja kabar ibunya yang sakit sudah sampai ke telinganya.  Tapi sampai sekarang, ia masih enggan menjenguk Tifanny.  Dia tidak dapat mencegah pikiran buruk, jika ibunya akan berkata yang tidak-tidak terhadap Krystal.

Sore ini, ia dan Kai berjanji untuk berkumpul di sebuah café daerah Gangnam.  Meski dengan cuek Kai berkata ia ingin bertemu dengan Sehun. Tapi dari nada suarnya, Sehun menyimpulkan laki-laki itu sedang bete.

“Kau makan seperti babi.” Sehun menatap Kai dengan datar.

Kai menelan makanannya, “Kemana Seojoon hyung?”  Tak berapa lama ia terbatuk-batuk.

“Seojoon hyung pergi.  Dia tidak bilang akan kemana.  Katanya dia akan pulang sore ini.”  Ia sendiri mengambil muffinyang ia pesan dan menggigitnya.

“Apa yang kau lakukan?” Kali ini Kai menatap Sehun bingung. Pasalnya temannya sedang melihat laptop dengan tatapan serius.  “Kau sedang melihat film porno?”

Sehun langsung menatap Kai kesal, “Aku tidak mesum seperti mu.”

“Aku tidak bercanda… Apa yang kau lakukan?”  Kai memakan lagi ravioliyang ia pesan.

“Aku hanya mencoba untuk melanjutkan hidupku.”

“Kau mencari pekerjaan lagi?”

Sehun menggeleng, “Aku berencana kuliah ke luar negeri.”

“Kau serius? Memangnya kau bisa bahasa asing?”

Sehun kembali menatap Kai. Kali ini tatapannya seperti akan memakan Kai.

Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia mengangkat tangan kanannya dan membentuk v sign, “Jangan terlalu serius.  Mood ku sedang tidak baik dan aku hanya ingin bercanda.”

“Ya, bisa ditebak dari telepon mu yang terlalu tiba-tiba.”

“Tapi kenapa kau ingin kuliah ke luar negeri?”  Tidak ada nada bercanda di suara Kai.  Ia menatap Sehun tetap dengan penasaran.

“Aku hanya membutuhkan waktu untuk menata semuanya kembali.  Di Seoul rasanya terlalu menyakitkan.”  Melihat Kai yang ingin tertawa karena kalimat terakhirnya, Sehun kembali berbicara, “Jangan mentertawakan ku.  Nanti kualat.”

Kai tetap tertawa. Sehun mendengus dan kembali fokus dengan laptopnya.

“Sehun, Seojoon  hyung…” Tatapannya mengarah ke luar café.

Sehun berdecak malas, “Apa lagi dengan hyung-ku?”

“Dia ada di luar café.”

Kembali, Sehun berdecak malas.  “Teruslah bercanda.”

“Aku tidak berbohong..”

Merasa suara Kai serius, ia menatap Kai kemudian mengikuti arah pandang Kai.  Benar saja, hyung-nya ada di luar café sedang memasuki café tergesa-gesa.   Kemudian berlari ke arahnya.

Hyung kenapa mata mu bengkak?”

Bukannya menjawab pertanyaan adiknya, Seojoon malah berkata, “Aku akan memberi tahu mu dimana Krystal. Tapi ada syaratnya.”

Hyung menemukan Krystal?”

Seojoon menggeleng, “Berjanji padaku kau akan melakukan apa yang kuminta terlebih dahulu.”

Sehun menggerang, “Hyung…..”

“Percuma jika aku memberi tahu mu tetapi keadaan tetap sama.  Kau harus menyelasaikan masalah yang menjadi alasan ia pergi sebelum bertemu dengannya.  Jadi kumohon….  Berjanjilah akan melakukan apa yang ku minta.”

Sehun menatap Seojoon cukup lama.  Hyung-nya tidak pernah seserius ini kepadanya.  Ia akhirnya mengangguk, “Aku akan melakukan apapun asalkan bisa bertemu dengannya.”

.TBC.

Advertisements

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s