State of Grace (Chapter 42)

on

jpg2

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4  | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41

Beautiful Cover: selviakimposter channel

“Pelanggan pertama kita datang.”  Yumi tersenyum ke arah Krystal.  “Jangan dibilang, aku sudah tahu apa yang ingin kau pesan.”

Krystal tertawa kecil melihat Yumi mengambil lima Chocolate Muffin dan meletakannya ke piring kecil. Kemudian satu cangkir teh hijau. Krystal langsung mengeluarkan uang pas.

“Silahkan menikmati muffin Anda, nona Jung.”  Seru Yumi masih dengan tersenyum.

Krystal duduk di bangku dekat jendela dan menyesap perlahan teh hijaunya sebelum memakan muffin-nya.  Ia mengernyit.  Hari ini turun hujan di Jeju padahal sebentar lagi musim panas.  Memang, tidak ada yang benar-benar tahu mengenai masalah cuaca.

Hujan yang awalnya gerimis semakin lama semakin membesar.  Krystal masih memakan muffin-nya dengan pelan.  Menikmati setiap gigitan muffin-nya.  Ketika muffin pertamanya habis, ia melanjutkan yang kedua begitu seterusnya hingga menyisakan muffin terakhir.

Tring!

Krystal tidak jadi memakan muffin-nya ketika ada pesan masuk ke hp-nya.  Ia mengalihkan pandangannya, mencari hp-nya dan membaca pesan dari Jisoo.

Oennie, hari ini rapatnya tidak jadi.  Tuan Park tidak jadi ke Jeju karena hujan yang tiba-tiba. Terus aku sakit perut juga, jadi aku izin tidak masuk ya Oennie…”

Dengan cepat Krystal membalas,

“Syukurlah tidak jadi rapat.  Makanya jangan suka telat makan.  Semoga cepat sembuh Jisoo-yah..”

Sehabis itu, Krystal kembali memakan muffin-nya.  Ketika menggigit muffin-nya, ia terkejut.  Bukan karena rasa gosong atau apa, tapi ada benda lain disana.  Benda asing dan Krystal bisa merasakan besi.  Dia memakan potongan itu pelan-pelan.  Sambil mencari tisu yang selalu ia bawa kemana-mana.

Menjijikan, pelan-pelan, ia mengeluarkan benda asing tersebut dan tercengang.  Ia mengelap benda tersebut dan tiba-tiba jantungnya berdegup sangat kencang.

Cincin.

Ya, benda tersebut adalah cincin.  Cincin yang ada ditangannya adalah cincin sama seperti cincin yang Sehun berikan kepadanya.  Jadi…. Sepertinya Seojoon memberi tahu dimana lokasi dirinya.

Ia tersentak ketika sebuah tangan hangat, tak sengaja menyentuh tangannya untuk mengambil cincin yang ia pegang.  Tapi Krystal lebih kaget, sampai ia harus mencengkram meja dengan kedua tangannya, ketika melihat siapa yang mengambil cincin tersebut.

.

.

.

.

.

Sehun ingin memberi kejutan untuk Krystal.  Dia menyusun rencana setelah ia tahu Krystal berada.  Oh, ia juga tahu jika Krystal tengah mengandung anaknya.  Balik lagi ke rencananya, Sehun benar-benar ingin mengejutkan Krystal.  Gadis itu tenang-tenang saja, tapi Sehun telah berbicara dengan Jessica terlebih dahulu. Meluruskan beberapa hal dan menjamin masalahselesai.  Ia juga diberi tahu oleh Jessica mengenai kesukaan Krystal akhir-akhir ini.  Memakan muffin chocolatedi pagi hari.  Dengan bantuan Yumi, cincin yang ia beri ke Krystal pada saat ia melamarnya, diletakan di atas muffin sebelum ditutupi oleh krim muffin chocolate-nya.

Sehun telah datang ke toko itu pagi-pagi sekali sebelum Krystal datang.  Ia diperkenankan Yumi duduk di dapur toko.  Ia melihat Krystal datang sambil tersenyum.  Ia melihat Krystal memakan muffin-nya.  Rasanya menyiksa, karena cincin tersebut terletak di muffin terakhir yang Krystal makan.  Ia harus menahan debaran jantungnya yang begitu kuat.

Ketika Krystal tiba-tiba menghentikan kegiatan makannya dan tangannya sibuk merogoh tasnya, disitulah Sehun tahu dia harus keluar. Krystal membersihkan cincin tersebut dengan tissue kemudian terdiam sebentar.  Pelan, tangan Sehun terulur mengambil cincin tersebut.

Ketika duduk, dia dapat melihat keterkejutan Krystal untuk beberapa saat.  Sebelum mata perempuan itu menjadi sayu dan menampilkan kerinduan yang begitu dalam.

“Cincin ini selalu menjadi miliik mu.”  Sehun menghela nafasnya dengan keras.  Sial!  Jantungnya berdetak terlalu keras.

“Sehun….”

Suara lirih Krystal membuat Sehun memejamkan matanya sejenak.  Dia sangaat merindukan gadis di depannya. Perlahan, Sehun mengenggam tangan kanan Krystal yang dingin.  Kemudian menyematkan kembali cinci tersebut di jari manis Krystal.

Krystal menatapnya sejenak sebelum matanya mengeluarkan air mata.  Sedetik kemudian, ia menangis tersedu.

“Krystal…”  Sehun bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Krystal.  Ia mendorong meja tersebut dan jongkok di hadapan Krystal.

“Maaf…  Maaf…”  Krystal menatap Sehun masih sambil menangis.

“Hey, astaga…”  Sehun menghapus air mata Krystal.  Walau hal tersebut percuma, Krystal masih menangis dengan keras.  “Dengarkan aku Krystal Jung!”  Tangan Sehun memegang ke dua bahu  Krystal, “Lihat aku…”  Katanya dengan lembut.

“Sebenarnya ada banyak cara tapi aku memilih meninggalkan mu.  Aku ingin menemui mu tapi aku merasa sangat malu dan takut….”  Ya, Krystal yang berbicara sambil menangis tersedu-sedu. “Aku ingin menemui mu sangat. Apalagi ketika mengetahui bahwa diriku hamil.  Tapi lagi-lagi, aku takut jika nanti bukan hanya aku yang ditolak oleh ibu mu tetapi bayi kita.”

Sehun segera memeluk Krystal.  Mereka sekarang menjadi bahan tontonan beberapa orang.  Termasuk Yumi yang sekarang menatap mereka berdua aneh.  “Krystal menangis bahagia atau menangis karena tidak mau nikah sih?”  Batin Yumi.

“Sssst…  Tenanglah, okay?”  Sehun masih berusaha menenangkan.   “Aku akan mencium mu jika kau tidak berhenti menangis.”

Tangisan Krystal berhenti seketika.  Sehun melepaskan pelukannya dan menatap Krystal yang sedang cemberut. “Sehun…”

Sehun menatap Krystal takjub.  Apakah sekarang Krystal sedang merengek?  “Seharusnya kau jangan berhenti menangis.”  Dia mencondongkan tubuhnya dan mencium kedua pipi Krystal sebelum mencium bibirnya.  “Tapi aku akan tetap memberikannya.”

“Sehun….”  Krystal menatap Sehun masih cemberut.  “Aku sedang bersungguh-sungguh!”

“Begitupula aku.  Aku bersungguh-sungguh akan mencium mu.” Melihat Krystal semakin merengut ia kembali berbicara, “Kau tidak perlu meminta maaf apapun kepada ku.  Kau menanggung beban yang seharusnya tidak kau tanggung. Kemudian kau membuat keputusan yang sangat tepat, walau terlihat menyakitkan.  Tapi Krystal….  Aku berhasil memperbaiki hubungan ku dengan Mom. Itu semua karena dirimu. Lagipula, aku tidak perduli.

Aku akan selalu mencari mu.  Jika kau takut, aku yang akan meyakinkan mu.  Begitupula jika kau malu, aku yang meyakinkan mu jika seharusnya yang lebih malu itu diriku.  Aku akan meyakinkan mu apapun yang terjadi.  Kecuali kau mengatakan kau tidak mencintai ku lagi.  Tapi, tunggu….  Kalau kau mengatakan hal itu maka aku akan meyakinkan mu untuk mencintai ku lagi.” Sehun tersenyum lembut, “Kita terjebak disiklus gila bernamakan cinta Krystal.  Apapun yang terjadi, semua akan teratasi selama kita yakin dengan perasaan kita.”

Krystal menyentuh pipi Sehun dan mengelusnya perlahan, “Jadi, I’m yours again?”

“Kau selalu milik ku.”

.

.

.

.

.

Di Seoul, Seojoon sedang mengurus berkas-berkas Tifanny.  Ya, hari ini Tifanny keluar dari rumah sakit.  Sehun sendiri sedang ke Jeju, tentunya untuk bertemu Krystal. Meskipun Seojoon agak khawatir karena Sehun tidak memberikan kabar apapun sejak dua hari yang lalu.

“Sepertinya kau berhasil memperbaiki hubungan mu dengan ibu mu.”  Tentu yang berbicara adalah Dokter Lee Donghae.

Seojoon tersenyum sambil menandatangani berkas terakhir, “Sulit. Tapi kami berhasil memperbaiki hubungan kami.”

“Dimana Sehun?  Aku tidak melihatnya.”

“Sehun sedang di Jeju menjemput Krystal.”

Donghae mengangguk kaku, “Apakah Sehun tahu mengenai diriku yang berbicara dengan Krystal mengenai Tifanny?”

“Ya.”

“Apa dia marah?”

Seojoon menatap Donghae, “Aku rasa paman perlu berbicara dengan Sehun mengenai hal tersebut. Meluruskan beberapa hal sepertinya.”

“Apakah dia marah, Oh Seojoon?”

Seojoon menghela nafasnya, “Aku tidak tahu paman.  Sehun hanya terdiam ketika ku ceritakan.  Jika paman tidak ingin bertanya-tanya, paman harus berbicara sendiri dengannya.”

Donghae mengangguk, “Baiklah.  Jadi Tifanny akan tinggal di apartmentSehun kan?”

“Paman tenang saja kalau masalah itu.  Aku jamin Momtidak akan pernah kesepian.  Apalagi Sohee akan datang ke Korea.”  Ada nada senang di suara Seojoon.  Hal tersebut membuat Donghae tertawa.

.

.

.

.

.

Surprise!!”

Baik Tifanny dan Seojoon terkejut ketika memasuki apartment Sehun.  Seorang wanita yang merupakan Sohee mengejutkan mereka.  Sohee tersenyum manis menggendong Johnny.

Sohee juga terlihat terkejut, “Astaga! Aku tidak tahu kalau Mompulang dari rumah sakit….”

“Sohee…  Darimana kau bisa masuk?”  Seojoon menatap istrinya aneh.

Sohee terkekeh, “Aku menelepon Sehun.  Menyuruh adik mu untuk menitipkan kunci ke resepsionis agar aku bisa datang dan mengejutkan mu.  Oh, ya, aku juga sudah memasak pizza untuk mu.  Kau merengek ingin makan pizza buatan ku bukan?”

Muka Seojoon memerah. Ayolah…  Sohee tidak perlu berkata seperti itu di depan ibunya.  Entah mengapa itu membuatnya sangat malu. “Sohee, astaga…”

“Seojoon kau tidak ingin memperkenalkan kita?”  Tifanny menengahi perdebatan konyol suami istri tersebut.

“Baiklah.  Momini Sohee, istriku.  Sohee, ini Mom.”

“Perkenalan macam apa itu?” Cibir Sohee.  “Saya Son Sohee da—“

Omongan Sohee terputus karena Tifanny, secara tidak disangka-sangka, memeluknya.  “Terimakasih…  Terimakasih telah mencintai anak ku dengan tulus.”

.TBC.

Advertisements

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s