Unwanted Reverie (Chapter 5)

unwantedreverie

Poster By : NJXAEM@ POSTERCHANNEL

Author: Ally

Cast: f(x)’s Krystal Jung | EXO’s Oh Sehun | RV’s Bae Irene |

Rating: T (Teen)

Length: Chaptered

Previous Chapter: Prologue | 1 | 2 | 3 | 4

Line

Hampa selalu menyapa Sehun ketika ia memasuki apartment-nya. Ia sudah terbiasa dengan rasa itu dan ia tidak perduli. Toh, ia ke apartment  untuk tidur sebelum esoknya bekerja lagi. Sebelum ia bersama Irene, Sehun bahkan tidak mengenal kata rumah. Pekerjaannya sebagai penari yang selalu tampil di kota besar menjadikannya istirahat hanya empat jam per hari. Hal pertama yang ia lakukan ketika sampai di tempat penginapan adalah tidur sebelum kembali berlatih atau tampil.

Setelah bersama Irene, Sehun mempunyai waktu untuk merasakan apa itu rumah. Dia biasanya akan pulang dan menemukan apartment kosong karena Irene belum pulang kerja, kemudian memasak makan malamnya, dan makan sambil menonton tv. Terkadang ia menunggu Irene pulang atau tidur duluan. Chanyeol, sahabatnya mencibir hal yang Sehun lakukan. Menurutnya perilaku Sehun seperti orang jomblo bukan orang pacaran. Tapi ia tidak perduli. Hubungannya memang berjalan tidak biasa karena kesibukan masing-masing dari mereka.

Jika Irene pergi ke luar kota untuk urusan kerjanya, Sehun akan menginap di rumah temannya. Contohnya Chanyeol atau Kai. Meskipun akhir-akhir ini, hanya Chanyeol karena Seulgi tinggal dengan Kai. Seulgi adalah tunangan Kai dan juga sepupunya. Pulang ke apartment-nya adalah hal yang jarang, kecuali saat ini. Ia selalu pulang ke apartment-nya. Dan hal pertama yang ia rasakan ketika ia masuk adalah wangi makanan yang sedang di masak.

Sayangnya, tidak ada wangi makanan saat ia memasuk apartment-nya. Apartment-nya masih sunyi. Menunjukan Krystal belum pulang. Rasa hampa pun menghampirinya. Kali ini, dia merasa tidak suka dengan rasa itu. Sehun menghela nafasnya, mungkin ia terbiasa menghirup wangi masakan Krystal atau melihat makanan tersaji di meja makan jika ia pulang agak malam. Rasanya aneh melingkupi dirinya. Sehun kemudian menggelengkan kepalanya. Ia menuangkan air putih ke dalam gelas dan meminumnya. Memikirkan makanan apa yang harus ia masak untuk makan malam.

Trek~

Sehun masih diam memperhatikan Krystal masuk. Ya, Krystal. Siapa lagi yang mempunyai kunci cadangan di apartment-nya kecuali Krystal. Gadis itu memasuki apartment-nya dengan terhuyung. Tercetak rasa sakit di wajahnya tetapi ia tidak menyadari Sehun sudah pulang. Ia berjalan dengan terhuyung menuju kamar tidurnya.

Blam~
Apa yang terjadi dengan gadis itu? Sehun melatakan gelasnya sembarangan. Mungkin sudah saatnya dia memasak. Sekaligus dia dapat memberi masakannya ke Krystal yang terlihat tidak enak badan. Ia membuka kulkas dan mencari bahan-bahan untuk Sup jamur yang akan ia buat. Itu salah satu yang dapat ia buat selain raviolidan sphagetti carbonara.

Saat baru mengeluarkan beberapa jamur yang akan ia masak, ia menyadari Krystal telah keluar dari kamarnya. Ia sudah berganti baju menjadi piama. Wajah gadis itu pucat, sangat pucat. Pelipisnya dibanjiri oleh keringat yang sepertinya keringat dingin. Gadis itu memegang tabung obat bewarna oranye. Ia menatap Sehun, tapi belum sempat berkata apa-apa, tubuhnya terjerambab dan ia jatuh ke lantai.

“Astaga!” Langsung saja Sehun menaruh jamur yang ia pegang di atas kulkas. Ia bergegas ke arah Krystal.

“Kau sudah pulang ternyata.” Lirih Krystal berkata seperti itu. Ia mencoba untuk berdiri, sayangnya gagal. Tubuhnya terlalu lemas untuk berdiri.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Sehun dengan khawatir.

“Aku hanya kelelahan.” Jawab Krystal dengan nafas tersendat.

“Kau ingin kemana?”

“Dapur… Aku ingin mengambil air putih. Aku harus meminum obat ku.”

Sehun menghela nafasnya, “Aku akan mengambilkannya untuk mu. Sebaiknya kau di tempat tidur saja.”

Oh, itu adalah hal yang benar-benar ia ingin lakukan. Tetapi tubuhnya terlalu lemah bahkan untuk bangkit. Sehun mendekat, membuat Krystal terkejut.

“Apa yang ingin kau lakukan?” Tanyanya agak keras.

“Menggendong mu. Kau sepertinya tidak bisa berdiri.”

“Aku tidak perlu di gendong. Aku bisa—AAH!” Tidak bisa menyelesaikan ucapannya, Krystal sekarang menahan nafasnya.

Sehun tidak mendengar ucapan Krystal dan menggendongnya ala bridal style. Sungguh, Krystal merasa pipinya memanas. Ia menunduk, tidak berani menatap Sehun. Ia menatap botol obatnya yang ia cengkram dengan kuat.

“Kan bisa piggyback.” Krystal akhirnya mengeluarkan protesannya.

“Kau terlalu lelah untuk menaiki ku.”

Jawaban pendek Sehun membuat Krystal menyeringit.

Dengan pelan, Sehun meletakan Krystal di kasurnya. Ia sekarang dalam posisi duduk di kasurnya.

“Aku akan mengamilkan air putih. Kau sudah makan?”

Krystal sontak menggeleng, “Aku hanya butuh meminum obat ku.”

“Kau harus makan.” Ujar Sehun dengan nada tegas. “Aku akan mengambilkan mu air putih. Tetapi kau tidak boleh tidur sebelum makan malam, okay?”

Krystal mengangguk pasrah. Ia benar-benar sedang tidak enak badan sekarang. Sehun meninggalkannya. Tak lama, laki-laki itu membawakan air putih sebelum keluar dari kamar Krystal lagi. Krystal mengambil air putih dan meminum obatnya. Dia tidak menyangka hari ini akan seperti ini. Sambil mengatur nafasnya, ia memejamkan matanya. Cukup lama sepertinya. Hingga seeorang menoel-noel pipinya.

“Aku sudah bilang jangan tidur dulu.” Itu suara Sehun.

Krystal menyeringit. Belum sadar sepenuhnya, Sehun meletakan sebuah meja kecil kemudian sup creamy yang sangat hangat.

“Sepertinya lezat.” Ucap Krystal dan mulai mengambil sendok.

Sehun duduk di samping Krystal, “Memang lezat.”

“Seharusnya aku tahu kau suka membanggakan dirimu sendiri.” Cibir Krystal. Ketika ia menyendokkan sup jamur buatan Sehun, ia harus mengakui jika ini memang sangat lezat.

“Enak bukan?” Tanya Sehun melihat Krystal yang mulai makan.

“Tidak.”

Sehun merengut. Gadis itu berbohong. Terlihat ia memakan sup itu penuh semangat sehabis itu. Sehun dengan pelan menyeruput sup-nya. “Apa yang kau lakukan hingga seperti ini?”

“Hanya kelelahan. Akhir-akhir ini banyak yang harus kulakukan. Mengingat sebentar lagi fashion show ku juga pekerjaan ku sebagai staf wardrobe di majalah membuatnya bertambah buruk.”

“Aku tahu kau sibuk. Tapi tidak sampai seperti ini.”

“Ada sedikit kehebohan di kantor majalah. Sepertinya semua shock karena Miranda Kerr menjadi model untuk majalah bulan ini. Aku harus mengangkat ini-itu sehingga seperti ini.”

Sehun menghentikan kegiatan makannya, ia menatap Krystal berbinar, “Kau punya fotonya? Boleh aku minta?”

Diluar dugaannya, Krystal bukanlah mencibir tetapi gadis itu tertawa terbahak-bahak. “Aku pikir kau hanya melihat Irene Oennie. Wah ini tidak kusangka-sangka.”

“Hey, aku ini fans Miranda.”

Lagi, Krystal tertawa sepuas hati mendengar jawaban Sehun. “Tidak kusangka. Biasanya kau akan mengingat Irene terus menerus. Irene suka ini. Irene tidak suka itu. Biasanya Irene begitu. Irene tidak pernah melakukan hal itu.”

“Irene itu pusat ku.”

Kali ini Krystal tersedak mendengar bualan Sehun.

“Kalau di ibaratkan, Irene itu adalah matahari dan aku adalah bumi. Aku akan selalu mengorbit disekitarnya.”

“Ya, ya, ya…” Ujar Krystal malas mendengar bualan Sehun. “Tapi aku bingung akan satu hal. Bagaimana jika suatu hari kau punya pacar baru? Pacar mu jadi apa? Meteor?” Belum puas mengejek Sehun Krystal berkata, “Ia menjadi meteor ku karena ia melintasi ku diwaktu-waktu tertentu. Begitu?”

Sehun menatap Krystal datar, “Bumi mengorbit matahari karena matahari mempunyai gaya gravitasi yang kuat sehingga bumi mengitarinya. Suatu hari, jika hubungan ini tidak berhasil, ibaratnya gravitasi Irene semakin melemah hingga suatu saat, aku tidak mengorbit dirinya lagi dan menempuh jalan baru. Termasuk mengorbit di bintang baru. Pacar baru ku, jika itu ada, adalah bintang baru yang akan ku orbit selanjutnya.”

Krystal tercengang mendengar penjalasan panjang kali lebar Oh Sehun. “Biasanya seorang pacar akan mengeluarkan bualan seperti pujangga dadakan. Tapi kau seperti professor yang menerangkan materi gravitasi dan sebagainya.”

Sehun mendengus keras karena kesal akibat ejekan Krystal.

“Aku penasaran apa Irene Oennie pernah tersipu mendengar bualan mu.”

Sehun menghentikan kegiatan makannya. Tersipu…. Irene tidak pernah tersipu sedikit pun. Kekasihnya akan tertawa kecil. Hanya itu.

Lamunan Sehun kembali buyar ketika Krystal berbicara, “Tapi menjadi bintang selanjutnya terdengar bagus. Aku berpikir kau akan mengibaratkan bulan.”

“Kenapa?” Ujar Sehun sedikit malas. Kenapa moodnya menjadi buruk mengingat Irene tidak pernah tersipu? Jujur, dia tidak pernah mempermasalahkannya hingga sekarang.

“Karena setelah tidak adanya matahari, bulan yang akan menemani mu. Ia yang akan mengorbit mu.”

Sehun menaikan alis kanannya, “Kau lebih buruk dariku sepertinya.”

“Apa makud mu?”

“Teknisnya, bulan juga mengorbit pada matahari. Jadi ia mengitari matahari karena mengikuti bumi yang mengitari matahari. Jika diibaratkan sebagai hubungan, aku tetap berpacaran dengan Irene tetapi berselingkuh dengan perempuan lain.”

Krystal langsung terbatuk keras ketika kalimat sensitive terucap dari bibir Sehun.

“Makan pelan-pelan saja.” Gantian, Sehun yang mencibir Krystal.

“Hentikan bualan mu, jika itu bisa disebut bualan. Kau malah mengerikan seperti professor ku.”

“Aku ini cukup jenius untuk menjadi seorang professor.”

“Oh, astaga, mulai lagi kegiatan menyombongkan dirimu yang tak seberapa itu.”

Sehun tidak dapat menahan dirinya untuk tidak mendebat Krystal. Tentu saja, Krystal akan balik mengeluarkan percakapan baru untuk di debat. Sepertinya, Krystal sudah sehat karena perempuan itu tengah menjulurkan lidahnya untuk mengejek Sehun. Sehun sontak memukul lengan Krystal dan itu juga di balas kembali oleh Krystal. Membuat laki-laki itu mengaduh keras.

“Aku akan membalas mu besok!” Ancamnya dan meringis kesakitan. Sehun menatap Krystal sebal.

Tetapi Krystal hanya menatap santai dan berkata, “Akan ku tunggu.”

.TBC.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s