After School Series #2: Walk You Home

wyh.png

Author: Ally

Cast: BTS’s Jeon Jungkook | GFriend’s Jung Eunha | Astro’s Cha Eunwoo | NCT’s Jung Jaehyun | Blackpink’s Lisa

Rating: T (Teen)

Length: Series // Oneshoot

Another Series: Seris #1 Vanilla Milkshake

Building Vector: Freepik.com

Line

Jeon Jungkook.  Salah satu siswa ternakal dan juga yang dibanggakan di sekolah.  Di satu sisi, Jungkook banyak melanggar aturan seperti sering terlambat, pakaian yang tidak rapi, jarang mengerjakan tugas, dan sering tertidur di kelas.  Di sisi yang lain, Jungkook berhasil menjadi atlet basket di sekolahnya.  Penyerang utama yang menjadikan ia kunci dalam tim basket.

Dari pandangan murid-murid terutama perempuan, Jungkook itu manis tapi tipikal bad boy, pintar ngalus juga sih….  Kalau untuk anak cowok, dia itu anak yang supel dan punya banyak hobi. Jadi enak aja di ajak ngobrol.

Eunwoo menghela nafas saat mendapati Jungkook tertidur di kelas.  Bahkan bel belum berbunyi dan sahabatnya sejak SMP sudah tertidur pulas.

Ia membangunkan Jungkook, “Jun…. Jungkook…”

Jungkook menggerang, “Ada apa sih?” Ia membuka matanya dan mendapati Eunwoo di depannya.

“Kau sudah melihat group klub fotografi belum?” Tanya Eunwoo.
Selain basket, Jungkook juga mengikuti klub fotografi.  Walau harus dibilang, dibandingkan Jaehyun ataupun Eunwoo, kemampuan fotografinya belum bagus.

Jungkook segera melihat hp-nya.  Tak sampai tiga detik, ia menoleh ke Eunwoo, “Baterai ku habis.”

Eunwoo menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya itu.  “Ini bacalah. Penting soalnya.”  Kata Eunwoo memberikan hp-nya.

Jungkook mengambil hp Jungkook dan segera membacanya.  Dia mengerutkan keningnya.  Mengambil foto bertema sunset dan beberapa ketentuannya.  Dia mengangguk sekilas.  Memencet tombol balik dan hampir saja membalikkannya ke Eunwoo kalau saja ia tidak melihat sebuah nama asing di line Eunwoo.  “Ddubbu”.Siapa itu?

Berteman dengan Eunwoo sejak SMP membuat Jungkook terkadang melewati batasnya.  Ia pun melihat isi chat mereka.

IMG_0406

Ini foto tadi ya

Oh, iya.

Hampir aja lupa

Thanks oppa…

IMG_0415

IMG_0416

Ihhh kok jelek banget sih

Teknik ku itu sudah bagus kok…

Mungkin orangnya yang kurang 😁

😑

Nyebelin ya 🙃

IMG_0418

Suka banget yang ini…

Bisaan padahal motretnya pas mau naik bis.

IMG_0417

Done..

Loh, udah?

Hehehe

Kok dikit ya..

Tadi mau dipotret banyak kamunya marah-marah.

Sekarang protes..

Eh?

Gak kok, enggak…

Cuman nanya hehehe..

IMG_0411

Gantian foto oppa

Thanks sekali lagi ya, oppa ☺️

Anytime Kim Dahyun ☺️

“Heh!”  Eunwoo segera mengambil hp-nya.

Jungkook tersenyum sangat lebar, “Cieee….”

“Apaan sih!” Eunwoo memasukkan hpke kantong celananya.

“Ciee….  Motret cewek selain Chaeyeon.  Siapa namanya tadi? Kim Dahyun.  Oppa?  Waduh…. Mainnya langsung sama adik kelas.”

Eunwoo pura-pura tidak mendengar dan segera ke bangkunya.  Meninggalkan Jungkook yang sedang tersenyum lebar.

.

.

.

.

.

Jungkook benar-benar menguji kesabaran Eunwoo.  Dia dengan gamblang menanyakan Kim Dahyun ke Chaeyeon, yang kebetulan duduk di belakangnya.

“Itu adik kelas yang kemarin gak sengaja kena bola Eunwoo.  Kenapa?” Jawab Chaeyeon pada saat itu.

Jungkook hanya menggeleng sambil tersenyum.  Senyumannya menjadi sangat lebar ketika melihat Eunwoo.  Eunwoo sih menatap datar saat Jungkook menoleh kepadanya. Pura-pura tidak perduli.

Saat makan siang ini, Jungkook berencana membeberkan Kim Dahyun ini kepada sahabat-sahabatnya yang lain. Biar Cha Eunwoo tidak kelihat jomblo-jomblo amat.  Melihat Jungkook yang memanggilnya pada saat istirahat, Eunwoo tahu ada yang tidak beres. Tapi ia tidak mungkin menolak panggilan teman-temannya yang lain yang mengajaknya makan bersama.  Akhirnya ia ikut bergabung.

“Eunwoo memotret gadis lain selain Chaeyeon!”  Benar saja, Jungkook langsung membeberkan hal ini kepada sahabat-sahabatnya yang lain. Ada Yugyeom, Seokmin, Minggyu, dan Donghyuk.  Jaehyun belum kelihatan karena dia di panggil ke ruang guru bersama Chaeyeon.  Semenjak Jaehyun menjadi ketua kelas dan Chaeyeon sekertaris kelas, mereka menjadi lebih-lebih dekat lagi.

Para laki-laki menatap jahil Eunwoo.

“Wah….  Siapa itu? Mina?”  Tanya Minggyu iseng yang dihadiahi tatapan tajam dari Yugyeom.

“Kenapa tidak Minkyung saja?” Balas Yugyeom.

“Yuju?”  Kali ini Seokmin yang bertanya.

Donghyuk mencebik, “Baru kali ini ada orang sebodoh mu.”  Katanya ke Seokmin.  Habis gimana lagi, dia suka Yuju tapi berkata seperti menjodohkan Yuju dengan Eunwoo.

Jungkook sudah cengengesan. Tebakkan teman-temannya tidak ada yang benar.  “Kim Dahyun. Adik kelas kita.”

Semuanya menatap Eunwoo terkejut sebelum menggodanya.

“Wah…  Langsung ke adek kelas ya?”  Goda Donghyuk.

“Adik kelas yang kemarin terkena bola mu bukan?”  Seru Yugyeom. “Minta maaf tapi jadinya seperti itu,,,”

Eunwoo diam tidak menanggapi perkataan teman-temannya.  Ia memakan kimbap-nya dalam diam. Soalnya dia bingung ingin menceritakan ke teman-temannya.  Adanya nanti ia akan semakin diejek.

“Eh…  Itu ada Dahyun!”  Seru Seokmin.

Jungkook menoleh dan tersenyum, “Oh, ya benar.  Mau aku panggilkan tidak?”

“Apaan sih!”  Seru Eunwoo sebal dan tetap asyik memakan makanannya.

“Kim Dahyun, ada yang mencari mu!” Teriak Jungkook tiba-tiba.

Dahyun yang baru saja memesan kimbab segera menoleh.  Ia menatap bingung Jungkook.

“Cha Eunwoo mencari mu!” Teriak Jungkook lagi.

Eunwoo segera mengangkat kepalanya dan menatap Jungkook sebal.  Sedangkan teman-temannya yang lain menahan tawa mereka.  Ia menoleh ke Dahyun yang sekarang menatapnya bingung.  Langsung saja Eunwoo mengibas-ngibaskan tangannya.

“Cih, jangan suka ganggu anak baru!”  Teriak Eunha dan langsung merangkul Dahyun.  Mengajaknya untuk segera duduk.

Jungkook langsung terdiam.

“Kau juga suka adik kelas!” Seru Eunwoo.

Teman-temannya langsung tertawa keras.

“Kalau kau suka yang ngomong. Ini diam-diam saja.”  Kali ini Yugyeom yang berbicara.

“Ngaca bisa?”  Tukas Jungkook kasar.

“Dia takut dengan Jaehyun sepertinya…”  Seokmin tertawa.

Gantian, Jungkook lah yang terdiam. Dia memakan ramyun-nya.  Sedangkan teman-temannya sudah membicarakan hal-hal lain.  Seperti fotografi.  Karena mereka bertujuh  (Jungkook, Eunwo, Jaehyun, Minggyu, Seokmin, Yugyeom. dan Donghyuk) sama –sama mengikuti fotografi.  Sesekali, ia melirik Eunha yang sibuk mengobrol dengan teman-temannya.  Tanpa ia sadari, sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.

.

.

.

.

.

Eunha menoleh ketika suara Jungkook terdengar berteriak ke Dahyun.  Ia mengerutkan keningnya kemudian berdecih.  Dasar playboycap ikan asin.  Kenapa suka sekali menggoda adik kelas?

“Cih, jangan suka ganggu anak baru!”  Serunya dan segera menarik Dahyun pergi.

“Cieee….  Di cariin kak Eunwoo.”  Sinbi menggoda Dahyun.

Dahyun mendengus, “Gak kok. Tadi cuman iseng doang.”

“Tau tuh!  Jungkook kebanyakan iseng jadi orang.”  Tukas Eunha dan memakan ramyun-nya.

“Kenapa jadi marah-marah, huh?”  Shannon menatap Eunha iseng.  “Kau selalu marah-marah setiap membahas Jungkook.”

“Ah sudahlah.  Dimana Kyulkyung dan Eunwoo?”  Eunha berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Eunwoo?”

Sinbi tertawa terbahak-bahak melihat muka bingung Dahyun.  “Ini Jung Eunwoo bukan Cha Eunwoo.  Kemarin Eunwoo tidak masuk sih…  Dia masih diare kemarin.”

“Ngomong-ngomong, kudengar kau kemarin pulang bersama Eunwoo oppa?” Shannon kali ini bertanya.

Akhirnya Dahyun menceritakan kejadian kemarin.  Sontak saja, meja mereka menjadi sangat ramai.  Apalagi Eunha dan Sinbi mengeluarkan godaannya untuk Dahyun. Keadaan pun menjadi sangat heboh ketika Kyulkyung dan Eunwoo bergabung.  Eunha sedang tertawa terbahak-bahak saat matanya tidak sengaja menatap Jungkook sedang menatapnya.  Eunha langsung menghentikan tawanya karena melihat tatapan Jungkook yang aneh. Sedangkan Jungkook, langsung kembali memakan ramyun-nya.

.

.

.

.

.

Brak~

Dengan kasar, Jaehyun meletakan burger yang baru ia duduk.  Ia memakan burger-nya sambil merengut.

“Kenapa tidak makan sama Chaeyeon?” Minggyu menatap Jaehyun iseng.

“Kenapa memangnya?  Apa aku harus selalu makan bareng Chaeyeon?!” Jaehyun menatap Minggyu tajam.

Donghyuk tertawa canggung, “Tidak juga.”

“Hey, ada apa?”  Jungkook menyenggol lengan Jaehyun.

Jaehyun menghela nafasnya, “Maaf…” Katanya menatap Minggyu.  “Aku hanya sedikit pusing.  Eunha merengek padaku agar menemaninya membeli kado ulang tahun Jung Eunwoo.  Sayangnya aku tidak bisa.  Tadi ketika aku di panggil ke ruang guru, YooSeonsangnimmengumumkan akan ada rapat besar antar kelas untuk pemilihan ketua osis nanti.”

“Wah…  Kakak yang baik.  Kau sangat pengertian sekali dengan Eunha.”  Ujar Seokmin.

“Daripada kakak yang baik, aku rasa Jaehyun takut diamuk oleh Eunha.”

Perkataan Yugyeom membuat semua orang di meja menjadi tertawa, termasuk Jaehyun.  Jungkook kembali mencuri pandangnya ke Eunha.  Apa ia harus mengambil kesempatan ini?

.

.

.

.

.

Jaehyun tidak kena amuk Eunha. Bagaimana mau di amuk Eunha kalau Jaehyun mengatakannya di depan Yoo Seongsangnim?  Eunha hanya bisa menahan kekesalan terhadap kakaknya.  Menatap Jaehyun dengan cemberut dan bersumpah akan mengamuk kakaknya ketika di rumah.

Apa yang harus ia lakukan? Sinbi dan Dahyun sudah pergi duluan. Kyulkyung juga.  Shannon sudah pulang.  Kenapa sih oppa-nya harus dengan tiba-tiba mengatakan ia tidak bisa?  Eunha terduduk di café samping sekolah.  Rencananya ia ingin meminum milkshake dulu sebelum pergi sendiri.

Ahjumma, aku pesan Strawberry milkshake-nya satu ya…  Es-nya yang banyak.”

Setelah itu, Eunha pun langsung duduk di bangku yang ahjumma sediakan.  Ia mengeluarkan hp-nya.  Kira-kira yang bagus beli apa ya?  Bando?  Apa baju? Kalau boneka?

Ahjumma, Chocolate milkshake-nya ya…”

Mendengar suara orang tersebut membuat Eunha mendongak tapi langsung melihat hp-nya kembali.

“Sombong sekali.  Tidak ingin menyapa kakak kelas mu?”  Jungkook duduk di sebelah Eunha.

Eunha kembali menoleh, “Hai.” Kemudian melihat hp-nya lagi.

“Hai juga Jung Eunha.”  Balas Jungkook.  “Sedang menunggu Jaehyun oppa?”

Eunha menghembuskan nafasnya kasar. Kekesalannya kembali muncul, “Oppa ada rapat jadi aku pulang sendiri.” Jawabnya sedikit ketus.

Jungkook menggaruk kepalanya yang tidak gatal.  Sebenarnya dia sudah tahu.  “Oh…”

“Dia berjanji akan menemani ku membelikan kado buat Eunwoo.  Tapi dia membatalkannya di menit-menit terakhir.  Padahal aku yakin Jaehyun oppa sudah mengetahuinya dari lama.  Kenapa tidak bilang huh?”  Eunha mengeluarkan unek-uneknya.  “Kalau beginikan aku jadi ditinggal teman-teman ku.  Kalau oppa bilang dari tadi, aku bisa meminta Sinbi atau Kyulkyung atau siapalah menemani ku!”

Ahjummadatang dan menganggu Jungkook yang ingin berbicara.  “Ini Strawberry milkshake dan Chocolate milkshake-nya.”  Ia pun melihat Eunha sejenak, “Semoga milkshake-nya menghilangkan kekesalan nak Eunha yah…”

Eunha tersenyum sambil meringis sedangkan Jungkook menatap Eunha sambil tersenyum.  Lucu.

“Mau aku temenin gak?”  Tanya Jungkook dan meminum milkshake-nya.

“Ih…  Bilang aja modus.” Dengus Eunha.

Jungkook tertawa kecil. Memang.  Kapan lagi coba dia bisa dekat dengan Eunha?  Kalau mau dekat ada Jaehyun yang setia menatap tajam.

“Apaan sih kamu.  Kalau jadi cewek itu jangan kepedean.  Nanti cowok illfeel.”Balas Jungkook pada akhirnya.

“Cowok-cowok memang gak mau dekat sama aku.  Gimana mau dekat?  Jaehyun oppa kan protektif banget.”

Benar.  Jaehyun protektif banget sama adiknya ini.  Apalagi Eunha satu-satunya anak perempuan di keluarganya. Adiknya Jinyoung, juga laki-laki.

“Ya kan tetap ada cowok yang dekat dengan Eunha.”  Dan aku berharap salah satunya diriku. Lanjut Jungkook dalam hati.

“Iya sih…  Cuman Eunwoo oppa. Itu juga karena Eunwoo oppa suka sama Chaeyeon Oennie.”

Jungkook menghela nafasnya. Jadi ia bukan termasuk salah satunya? “Gak ada lagi selain Eunwoo oppa?”

Eunha menatap Jungkook jahil, “Kenapa?”  Tanyanya sambil tersenyum lebar.  “Oppa mau ku anggap dekat?”

“Apaan sih!”  Jungkook segera mengalihkan mukanya.  Menatap jalan.  Bisa gawat kalau Eunha melihat mukanya memerah.  Astaga!!  Dia merasa pipinya sangat panas.

Eunha tertawa melihat reaksi Jungkook, “Aku hanya bercanda oppa.” Ia kemudian berdiri, “Ya sudah ayo. Temani aku membeli kado Jung Eunwoo.”

“Eh tunggu…”  Jungkook mengejar Eunha yang sudah jalan duluan. “Mau beli apa?”  Tanyanya ketika berhasil mengejar Eunha.

Eunha mengangkat kedua bahunya cuek, “Entahlah.  Aku bingung.”

“Bagaimana boneka?”

“Terlalu kekanak-kanakan.” Tolak Eunha.

“Baju?”

Eunha menggeleng, lagi, “Sepertinya budget-ku tidak cukup.”

“Kue?”

Lagi, Eunha menggeleng, “Ada yang ingin memberikan kue buat Eunwoo.”  Katanya sok misterius.

“Siapa?”

Eunha tersenyum, “Rahasia…” Kemudian ia menepukkan tangannya, “Bagaimana jika kerabu, huh? Kita ke Sinchon yuk!”

Waduh!  Nemenin perempuan belanja.  Jungkook gak punya kakak perempuan.  Tapi dia punya banyak ‘mantan’dan gebetan.  Dia tahu perempuan itu kalau belanja pasti muter-muter dulu.  Apalagi Jungkook tahu, kalau Sinchon merupakan tempat favorite Eunha. Siapa lagi kalau gak Jaehyun yang ngasih tahu.  Jaehyun bilang ia lebih suka kena omelan Oemmadaripada nemenin Eunha belanja.

“Kok diam aja sih?  Gak mau?  Ya udah aku balik aja.”  Seru Eunha dan mem-poutkan bibirnya.

“Eh..  Eh..  Gak kok…” Kila Jungkook.  “Ya udah ayo.”

Sekarang gantian Eunha yang terdiam ketika Jungkook menarik tangannya.  Segera saja ia melepaskan pegangan tangan mereka.  “Aku bisa jalan sendiri.”  Katanya sedikit dingin.

Jungkook terdiam dan berdehem, untuk menghilangkan kegugupannya.  Setelah itu, ia lebih memilih berjalan agak di belakang Eunha. Untuk mengawasi Eunha tentunya. Juga, ia tidak dapat menahan dirinya yang akan terus memandangi Eunha.

.

.

.

.

.

“Bagaimana ini oppa?”  Eunha dengan semangat menunjukan kotak pinsil berbentuk lumba-lumba.  “Lucu bukan?”

Jungkook lagi-lagi tersenyum dan mengangguk.  Ini adalah toko ke lima yang mereka datangi. Anehnya, ia belum merasakan lelah sama sekali. Eunha suka berceloteh dan Jungkook suka mendengarkannya.  Eunha mungkin protes dengan apa yang Jungkook katakan.  Seperti memberi gantungan kunci itu tidak berguna, lebih berguna kotak pinsil. Eunha awalnya mencibir, tapi akhirnya mengurungkan niatnya utuk membeli gantungan kunci.  Menarik Jungkook ke toko alat tulis.

“Ish… Oppa dari tadi mengangguk terus atau gak protes.  Sama sekali tidak membantu.”  Eunha kembali meletakkan kotak pinsilnya tersebut.

Ia memilih untuk berkeliling-keliling dengan Jungkook yang setia mengikutinya. Matanya tidak sengaja menangkap sebuah gelang.  Ya, gelang di sebuah toko alat tulis.  Gelang dengan bandul kelinci.  Mata Eunha berseri-seri dan ia segera mengambil gelang tersebut.  Tapi tak berapa lama, ia kembali meletakkannya lagi dan memilih melihat benda-benda yang lain.

Jungkook memutuskan untuk melihat gelang tersebut.  Ah…. Ia jadi mengerti kenapa Eunha tidak jadi membelinya.  Untuk gelang yang simpletersebut harganya 10.000 Won.  Bagaimanapun juga, Jungkook memutuskan untuk mengambil gelang tersebut.  Ia segera membayarnya.  Senyumannya kembali mengembang memikirkan reaksi Eunha.

“Oppa…”

Jungkook perlahan menoleh. “Sial!”  Desisnya.  Kenapa harus bertemu di saat seperti ini.

“Aku tidak menyangka dapat bertemu oppa disini.”  Lisa, salah satu mantan pacarnya Jungkook.  Mereka bertemu saat kompetisi basket dan kemudian menjadi dekat sebelum pacaran.  Masalahnya, Lisa dan Eunha itu musuhan.  Jungkook tidak tahu bagaimana detailnya.  Hanya saja, pertama kali mereka bertemu, mereka berakhir jambak-jambakan.  Jaehyun menyerah untuk mengorek informasi alasan Eunha berantem.

“Aku juga.  Sedang apa disini?”  Jungkook tersenyum sedikit.  Mereka putus karena tim sekolah Lisa kalah dari tim basket Jungkook. Kekanank-kanakan.  Walaupun begitu, hubungan mereka sangat baik. Jika saja tidak ada Eunha disini, Jungkook tidak akan sepanik ini.

“Aku berjalan-jalan bersama teman ku.  Kau tahu Chaeyoung kan oppa?”

Jungkook mengangguk.  Tentu ia tahu Chaeyoung.  “Yang suka sama Jaehyun bukan?”  Sangking sukanya, dia perempuan pertama yang membuat Chaeyeon cemburu dan ngambek ke Jaehyun.

“Hahaha….  Iya.  Yang buat Chaeyeon ngambek ke Jaehyun.”  Lisa pun menambahkan, “Kok lucu ya…  Chaeyeon dan Chaeyoung.  Hanya beda satu huruf doang.”
Jungkook tertawa kecil, “Benar.  Eh ka—“  Omongan Jungkook terhenti ketika ia menemukan Eunha tengah menatapnya dengan tajam. Lisa yang bingung kenapa Jungkook berhenti bicara menoleh ke arah pandangan Jungkook.  Hanya saja Eunha sudah pergi dari situ.  “Aku harus pergi.”  Putus Jungkook pada akhirnya dan langsung meninggalkan Lisa.

“Yak Jung Eunha tunggu!” Teriaknya ketika melihat punggung Eunha. Membuat Lisa yang mendengar teriakan Jungkook terkejut bukan main.  Eunha? Jung Eunha?

Bukannya berhenti, Eunha malah berlari tambah kencang.

Eunha menggerutu.  Sial! Kenapa harus bertemu, eh salah, melihat Lisa sih?  Eunha tidak menyukai Lisa.  Dulu, pas ia suka sama Yugyeom oppa, Lisa yang malah berpacaran dengan Yugyeom.  Sudah itu sombong lagi padahal baru jadi pacar.  Lisa membuang hadiah ulang tahun Yugyeom yang dikasih Eunha.

Terus tadi, Jungkook ngapain ngobrol pakai acara ketawa sama Lisa?  Eunha awalnya ingin menghampiri Jungkook tapi Lisa duluan yang menghampirinya. Mau ngajak pulang tapi takut nanti berantem sama Lisa.  Jadi dia diem dulu ngeliatin Jungkook dan Lisa ngobrol.  Eh, malah tambah kesal.

Hosh~ Hosh~  Hosh~
Eunha berjongkok dan mengatur nafasnya.  Dia tidak tahu dimana ia sekarang dan ia tidak perduli dimana ia sekarang.  Pokoknya Eunha tidak mau ketemu sama Jungkook.

Tring~

Sebuah pesan masuk ke hp-nya.  Dari Jaehyun oppa.

Eunha masih marah ya?

Sudah sampai rumah kan?  Gak kemana-mana kan?

Kalau gitu, nanti habis pulang rapat oppa yang membelikannya.

Mau ngasih Eunwoo apa?

Aku mau tempat pensil.

Pokoknya yang ada lumba-lumbanya.

Harus bagus.

Kirim fotonya dulu ke aku baru beli.

Kalau gak, sampai rumah opaaaku amuk!

Iya deh iya.

Seorang berjongkok tepat di depan Eunha.  “Yak, Jung Eunha.”

Eunha menatap Jungkook datar. Ia kemudian berdiri.  Segera saja, Jungkook memegang kedua bahu Eunha.

“Jangan kabur lagi…”  Katanya parau.  Masih tersengal-sengal akibat lari terlalu lama.

Eunha segera menepis tangan Jungkook, “Aku mau pulang.”

“Bagaimana dengan hadiahnya?” Jungkook mensejajarkan langkahnya dengan Eunha.

“Jaehyun oppa yang akan membelikannya.  Dia tidak mau kena amuk aku.”

Jungkook jadi terkekeh mendengar perkataan Eunha.  “Ya udah. Ayo pulang.  Aku antar ya?”  Tangannya kembali ingin merangkul Eunha.  Tapi terpaksa ia tahan.

Eunha melihat Jungkook yang ingin merangkulnya.  Ia menghentikan langkahnya, “Oppa jalan di depan saja.  Aku gak suka oppa jalan di belakang. Rasanya mengerikan.”

Jungkook akhirnya berjalan di depan.  Ia jadi gugup karena pasti Eunha melihatinya.  Loh, kok jadi pede banget?  Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.  Kalau bukan Eunha ia pasti sudah iseng.  Eh, iseng?

Jungkook mengeluarkan hp-nya, “Eunha foto bareng yuk?  Biar senyum gak cemberut terus.”

“Apaan sih!”  Eunha mengelak dan makin cemberut.  “Gak mau foto sama oppa. Gak level.”

Ckrek~

Jungkook mengambil foto Eunha yang sedang cemberut.  Sontak saja, Eunha mendekati Jungkook dan memukul-mukul lengannya.

“Hapus gak?!  Ih!  Iseng banget jadi orang!”

“Ya…  Ya…  Ya… Ini mau dihapus.”  Kata Jungkook pasrah.  Ia sedikit meringis karena pukulan Eunha.

“Kalau gitu foto yang bagus dong…” Jungkook masih membujuk Eunha. “Senyum…  Biar Eunhanya gak jelek.”
Eunha memutar bola matanya.  Tapi ia akhirnya tersenyum.

Jungkook terdiam melihat Eunha tersenyum.  Kiyowo!

“Kenapa diam?!”  Teriak Eunha membuat Jungkook tersadar.  Tangannya sengaja memencet tombol foto dan memfoto Eunha dengan pose cemberut.

“Tuh kan iseng!”  Teriak Eunha lagi dan kembali berjalan cepat.

Jungkook menghela nafas. Merutuki kebodohannya. Ia segera berlari kecil untuk menyejajarkan langkahnya.  Kali ini, Jungkook memberanikan diri memegang tangan Eunha.

“Jangan jalan terlalu cepat. Aku masih lelah akibat mengejar mu.” Katanya dan menatap Eunha.

Eunha menghela nafasnya.  Ia mengalihkan pandangannya menatap jalanan yang masih ramai.  Juga langit yang mulai gelap.

Deg!

Jungkook terkejut ketika Eunha membalas pegangan tangannya.  Ya, kalau kayak gini bagusan ia berlari-lari.  Jantungnya berdetak sangat kencang. Ia menoleh menatap Eunha yang memeperhatikan sekitar.  Jungkook kemudian menunduk, menyembunyikan pipinya memerah.

Eunha juga seperti itu.  Ia menyembunyikan pipinya yang juga memerah. Ini pertama kalinya ia berjalan bersama cowok selain kakaknya. Pertama kalinya ia di gandeng oleh cowok yang lagi-lagi bukan kakaknya.  Pertama kalinya ia membalas pegangan tangan cowok tersebut.

Hari itu, di saat Jungkook memutuskan untuk mengantarkan Eunha pulang, baik Jungkook dan Eunha merasakan hal baru yang tak pernah mereka lupakan.

finish

What a wonderful chapter…  Awalnya aku mau publish sehari setelah Vailla Milkshake tapi malas…. Jadinya sekarang.  Habis ini aku focus ke State of Grace dulu baru series yang lain.  Pokoknya dua series berikutnya special.. Hehehe…

BTW, i love my bunny couple.  They are just cute to be true.

Okay see you guys soon…

77b4763bdf1ff282218745ece6840b66

Jung Eunha hasil potretan Jungkook

Adiknya Jaehyun dengan sifat yang sangat berkebalikan.  Cerewet dan supel.  Merasa di kekang oleh ke proktektifan Jaehyun

843e2244c1a97cf0517af2e38598ffd7

Jeon Jungkook mau ngambil selfie sama Eunha

Senakal-nakalnya dia, Jungkook tetaplah seorang golden boy di sekolahnya.  Yang selalu kicep jika berhadapan dengan Eunha.

IMG_0423

Park Chaeyoung

Perempuan yang menambah daftar panjang sebagai fans Jaehyun.  Satu-satunya yang membuat Chaeyeon cemburu.

IMG_0422

Jung Eunwoo

Teman sekelas Eunha yang akan berulang tahun esok.  Mempunyai panggilan dolphin dengan kadar ribut yang sama dengna Eunha.

 

 

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s