After School Series #3: Happy Birthday Dolphin

3. hbd

Cast: Seventeen’s Jeon Wonwoo, Choi Vernon, Kim Minggyu, and Choi Sungcheol | Pristin’s Jung Eunwoo | G-Friend’s Jung Eunha and Hwang Sinbi and many more…

Rating: T (Teen)

Length: Series // Oneshoot

Another Series: Series #1 Vanilla Milkshake | Series #2 Walk You Home

Thanks to Freepik.com for Confetti Background and Cupcake Vector

Line

IMG_0433

pinky.kyulkyung Happy Birthday Dolphin @jung.enwoo . Teman ku sejak SD, yang dulu selalu kabur pas pelajaran bahasa inggris, eh, sampai sekarang deng… Selalu bareng ya hingga tua… #Dolphinday

 

IMG_0432

shannonwilliams Dolphin @jung.eunwoo, Happy Birthday kesayangan….  Vitamin kebahagian ku 🌟 Semoga selalu bahagia ya…  Gak usah galau-galau…  #Dolphinday

 

IMG_0436

jung_eunha Happy Birthday Dolphin @jung.enwoo .  Selalu cerewet pokoknya…  Gak boleh sedih!  Pokoknya kamu juga harus selalu cerewet biar aku gak sendirian cerewetnya…  Love you 💖💖💖 #Dolphinday

 

IMG_0435

sinbihh To @jung.enwoo , Met ultah ya kesayangan….  Teman seperkubangan gossip ku dengan @jung_eunha @pinky.kyulkyung Harus selalu berisik kedepannya dan tetap semangat #Dolphinday

 

IMG_0434

kkimdahyunn Happy Birthday Dolphin @jung.eunwoo  Terus ribut ya 😬😜🤗 Wish you all the best pokoknya #Dolphinday

 

Eunwoo tersenyum ketika teman-teman akrabnya mengucapkan ulang tahun kepadanya melalui instagram.  Ia kembali mengecek aplikasi chat-nya dan kemudian mendesah kecewa.  Padahal ada satu orang yang sangat ia harapkan mengirim pesan untuknya. Eunwoo baru saja akan menyimpan hp-nya untuk bersiap-siap mandi, tiba-tiba sebuah pesan masuk.  Ia lagi-lagi mendesah kecewa.  Bukan dari orang yang ia harapkan.

Vernon

Selamat ulang tahun dolphin…

Mau aku kasih hadiah apa tahun ini?

Gak usah kasih apa-apa

BTW, thanks ya…

Duh…  Yakin?

Tapi aku udah seneng sih…

Soalnya Wonwoo pasti belum ngasih ucapan kan?

Aku duluan dong?

Pacar kamu kalah dong sama aku…

Aku gak perduli  kamu atau dia duluan yang ngasih ucapan.

Yang aku tahu dia cinta sama aku.

Gitu juga aku.

Dia gak perduli sama kamu bukan?

Dia itu sibuk banget…

 Entar lagi mau kuliah.

Dia itu sibuk, tapi dia itu perduli sama aku.

You need to move on Vernon

Hidup ini berubah gak ada yang statis

Perasaan juga

I just want you to be happy

I’m happy now…

Udah dulu ya

Mau berangkat sekolah

Nah!

Kamu selalu mutus pembicaraan kita

Padahal kamu tahu aku benar

Kamu. Gak. Benar.

Karena kamu gak tahu apa-apa

Ini masih pagi, aku malas debat sama mantan pacar aku

Bye

Tanpa menunggu jawaban dari Vernon, Eunwoo segera mandi.  Limabelas menit kemudian, ia pun sudah selesai dan langsung memakan sarapannya. Setelah itu ia langsung pamit pergi. Sudah menjadi kebiasaan baginya, semenjak ia berpacaran dengan Wonwoo oppa, Eunwoo akan datang ke rumah Wonwoo oppa yang hanya beda nomor dari rumahnya dan mereka akan berangkat sekolah bersama-sama.  Meskipun nanti Eunwoo akan mempercepat langkahnya.  Soalnya Eunwoo gak mau sekolah tahu ia pacaran sama Wonwoo oppa.

Wonwoo oppa itu kakak kelasnya.  Mereka beda dua tahun.  Eunwoo sekarang kelas 10 dan Wonwoo kelas 12.  Mereka pacaran sejak enam bulan yang lalu.  Eunwoo ingat, ia baru saja putus dari Vernon karena masalah kecil.  Tapi Eunwoo keburu kesal dan ia bertemu Wonwoo yang ingin berangkat ke sekolah.  Mereka tetanggaan dan sering bermain bersama sejak kecil, ketika bertambah dewasa mereka menemukan dunia masing-masing hingga intensitas bermain mereka semakin berkurang.  Wonwoo awalnya menyapanya, menanyakan kenapa ia terlihat sangat bad mood.  Mereka mengobrol saat itu.  Lama-lama semakin dekat hingga Wonwoo mengutarakan perasaannya.  Eunwoo akhirnya menerimanya.

Karena Wonwoo, Eunwoo memutuskan untuk masuk SMA yang sama dengannya.  Ia sangat terkejut ketika tahu Wonwoo anak terkenal di SMA-nya. Wonwoo anak tim basket.  Sekarang pun ia masih menjadi anak tim basket. Fans Wonwoo itu banyak dan menurut Eunwoo sedikit mengerikan.  Makanya ia bersikeras menyembunyikan hubungan mereka.  Bagaimanapun, Eunwoo hanyalah murid baru.  Dia tidak mau masa SMA-nya rusak.

Wonwoo setuju-setuju saja. Hubungan mereka biasa saja sehabis itu. Maksudnya, mereka tetap berhubungan secara baik.  Walaupun Eunwoo harus kecewa karena Wonwoo sibuk akhir-akhir ini.  Wonwoo bilang sih ia lagi bingung sama jurusan kuliahnya. Terus, ia dikirim lagi untuk ikut lomba basket.  Jadi gitu… Hari sabtu-minggu latihan basket. Pulang sekolah latihan basket. Kalau malam, Eunwoo awalnya mau menelepon untuk mengobrol, tapi ia berpikir jika Wonwoo pasti capek. Akhirnya hanya mengirim pesan.

“Nak Wonwoo sudah berangkat, Eunwoo.”  Perkataan Eomma Wonwoo membuat Eunwoo terkejut bukan main.

“Berangkat?”  Seru Eunwoo.

Oemma Wonwoo menganggukan kepalanya, “Wonwoo tidak bilang memangnya? Dia ada latihan basket pagi ini.” Kemudian Eomma mendengus, “Padahal sebentar lagikan ujian.  Buat apa lomba basket lagi?  Oemma sudah bilang kepadanya tapi ia tetap tidak perduli.  Tolong ingatkan Wonwoo ya, Eunwoo….  Sebentar lagi ia ingin kuliah tapi fokusnya hanya main basket.”

Eunwoo menganggukkan kepalanya, “Tentu, Eomma.  Kalau begitu aku berangkat ke sekolah ya Eomma…”

“Hati-hati…”  Seru Eomma.

Eunwoo membuka aplikasi chat-nya lagi.  Wonwoo tidak mengirimkan ia pesan atau apa.  Tapi laki-laki itu berangkat pagi.  Ada apa dengan Wonwoo?  Entah mengapa, mood Eunwoo menjadi buruk.

.

.

.

.

.

“Latihan hari ini cukup!” Teriakan dari Lim Seongsangnim menghentikan permainan basket yang telah berjalan sejak satu jam yang lalu.

Setelah mengobrol sebentar dengan anak kelas sepuluh, Wonwoo memutuskan untuk berpamitan kepada kelas sebelas yang sedang asyik mengobrol sebelum pergi.  Beginilah nasibnya.  Menjadi anak kelas duabelas yang satu-satunya bertahan di tim basket.

“Jaehyun jangan lupa nanti malam istirahat!”  Teriaknya sebelum benar-benar pergi.

Jaehyun menganggukkan kepalanya.  Kemudian ia menoleh ke arah teman-temannya, “Kemarin itu benar-benar parah!”

“Eunha mengamuk kepada mu huh?”  Tanya Yugyeom penasaran.  Ia sangat penasaran dengan Jaehyun yang terlihat sangat lelah pagi ini.

“Dia tidak mengamuk. Tapi ia benar-benar merepotkan ku.” Jawab Jaehyun mengebu-gebu.  Ia merebahkan dirinya.  Berusaha meluruskan tulang-tulangnya yang sangat pegal.

“Bagaimana dia merepotkan mu?  Menyuruh mu membeli ini itu?”  Kali ini Minggyu yang bertanya.

Jaehyun menghela nafasnya, “Ini ide dari Chaeyeon sih…  Dia mengusulkan agar aku membelikan hadiah untuk Eunwoo.  Soalnya Eunha ngambek dan bilang ia ingin pulang.  Terus ya udah aku beli tapi Eunhanya bilang suruh foto dulu sebelum beli.  Aku muter-muter cari tempat pensil yang ada lumba-lumbanya.  Pulang baru jam Sembilan malam.  Pas sampai, ia bilang jika tempat pensilnya jelek terus marah-marah. Padahal dia sendiri yang memilih kan. Ngatain kamera hp aku jelek lagi.”

Teman-teman Jaehyun tertawa mendengar ceritanya.

“Yah begitulah punya adik perempuan.”  Kata Seokmin disela-sela tertawa.  “Untungnya aku tidak punya.”

Jaehyun mendengus, “Eh, tapi Oemma bilang jika Eunha pulangnya jam enam sore terus sama anak cowok. Kalian ada yang tahu tidak?”

Jungkook yang sedang asyik minum menghentikan minumnya sejenak.  Ia melirik Jaehyun kemudian melanjutkan kegiatan minumnya.

“Adik mu sudah besar Jaehyun.  Biarkan ia main bersama anak cowok.”  Yugyeom kali ini berbicara.

“Aku sih biasa-biasa saja sebenarnya…  Tetapi ia main sembunyi-sembunyi.  Pas tadi pagi aku tanya dia bilang gini, ‘Ih Jaehyun oppa kok kepo?  Jaehyun oppa aja deket sama cewek-cewek, masa aku gak boleh dekat.’”

“Biarkan saja dulu… Itu karena kamu terlalu galak sih sama anak cowok yang mau dekatin Eunha.”  Kali ini Minggyu yang memberikan pendapatnya.  “Kalau dia laki-laki sejati, dia pasti akan muncul kok gak sembunyi-sembunyi.”

“Kembali ke kelas yuk! Sebentar lagi masuk kita belum ganti baju.”  Seokmin mengajak teman-temannya untuk ke kelas.

Yugyeom, Seokmin, Minggyu, Jaehyun, dan Jungkook memutuskan untuk balik ke kelas.  Jungkook masih terdiam tidak memberikan komentar apa-apa. Ia masih memikirkan perkataan Jaehyun. Soalnya dia yang mengantarkan Eunha pulang.  Aneh, kenapa Eunha merahasiakannya?

.

.

.

.

.

Eunwoo mempunyai satu kebiasaan lagi yang berhubungan dengan Wonwoo.  Ia akan membawakan bekal lebih dan akan ia berikan ketika makan siang. Biasanya ia akan ditemani oleh Kyulkyung atau Eunha atau Sinbi.  Pokoknya teman-teman akrabnya.  Hari ini adalah hari pertamanya Eunwoo tidak memberikan bekal untuk Wonwoo.  Ia segera mengajak Kyulkyung ke kantin dan memakan bekalnya sendiri.

Teman-temannya hanya melihat Eunwoo dengan penasaran.  Mereka malas bertanya habisnya muka Eunwoo sangat bete.  Adanya nanti Eunwoo marah-marah.

“Eunwoo kenapa ih? Cemberut terus…”  Dahyun akhirnya berbicara.  Ia menunjukan muka jenakanya dengan memainkan alisnya.

Eunwoo menoleh, ia menghela nafasnya sebelum tertawa.  “Apaan sih?”

Akhirnya teman-teman yang lain mulai berbicara.  Mereka masih belum menanyakan alasan Eunwoo diam dan tidak memberikan makanan. Mereka lebih banyak bercanda. Berharap mood Eunwoo akan baik dan menceritakannya ke mereka.

“Kalau tidak mau di jambak ya botak saja!”  Seru Sinbi membalas argumen Kyulkyung.  Entah apa yang mereka bicarakan sehingga seperti ini.

Di lain pihak, Wonwoo mengerutkan keningnya ketika menemukan Eunwoo asyik tertawa.  Dia pikir gadis tersebut sakit sehingga tidak memberikan bekal makan siang.  Ia benar-benar berharap Eunwoo datang dan mungkin menghiburnya karena ia sangat lelah. Di kelas duabelas dan pertandingan basket membuat Wonwoo bertambah lelah.  Tapi Eunwoo asyik dengan dunianya sendiri.  Rasa kesal muncul di benaknya.

Dengan langkah lebar, Wonwoo segera ke meja Eunwoo.  “Permisi…” Katanya mengagetkan semua yang ada di meja, terutama Eunwoo.

“Ada apa sunbaenim?”  Itu Sinbi yang membuka suaranya.  Wajahnya terlihat sedikit takut.  Apalagi melihat raut wajah Wonwoo yang tidak bersahabat.

“Aku ingin berbicara dengan Jung Eunwoo!”  Seru Wonwoo dan langsung menarik tangan Eunwoo.

Tentu saja Eunwoo sangat shock.  Apa-apaan ini?  Pikirnya.  Teman-temannya diam menatap mereka berdua terkejut.  Seluruh isi kantin juga terkejut.  Apa yang terjadi antara Jeon Wonwoo, seorang sunbaenim rupawan yang terkenal dengan Jung Eunwoo, anak kelas sepuluh?

“Apa yang terjadi?” Bisik seorang siswi perempuan.

“Entahlah.  Tapi yang kudengar Eunwoo menyukai Wonwoo sunbaenim bukan?”  Kali ini temannya yang berbicara.

“Oh, ya!  Iya suka sekali memberi bekal untuk Wonwoo sunbaenim dan Wonwoo sunbaenim memakannya.”  Seru temannya yang lain.
“Aku berharap mereka tidak berpacaran!”

Di meja teman-temannya Eunwoo, mereka masih terdiam.

“Duh…  Ku harap mereka baik-baik saja.” Kata Eunha cemas.

“Tenanglah.  Kita akan menanyai Eunwoo sehabis ini.”  Ujar Daehyun menenangkan.

.

.

.

.

.

Wonwoo terus menarik Eunwoo. Ia terus berjalan mencoba menemukan tempat yang sepi.

“Yak lepas!”  Seru Eunwoo dan mencoba melepaskan pegangan tangan Wonwoo.  “Lepas!” Teriaknya dan Wonwoo akhirnya melepaskan tangannya.

Mereka sekarang sedang berada di dekat tangga.  Wonwoo dengan pelan menarik Eunwoo ke bawah tangga.  Ia menatap Eunwoo dengan dalam.

“Ada apa sunbaenim?”  Tanya Eunwoo dengan sedikit takut.  Rasa takut dan kesalnya bercampur sehingga ia memakai kata sunbaenim bukan oppa.

“Bukankah aku yang harusnya bertanya seperti itu?  Ada apa Jung Eunwoo?”  Balas Wonwoo pelan tapi sarat akan kemarahan.

Eunwoo menatap Wonwoo bingung.  Kenapa Wonwoo marah-marah  kepadanya? Bukannya harusnya dirinya yang marah? Laki-laki di depannya itu jelas tidak mengingat ulang tahunnya.

“Aku tidak tahu. Bukankah sunbae yang menarik ku kesini?”  Ujar Eunwoo setelah berdiam beberapa saat.

Wonwoo mengerjap beberapa kali.  Tidak percaya dengan jawaban Eunwoo.  “Bagaimana bisa kau berkata seperti itu disaat kau lupa memberikan bekal makan siang kepada ku?  Ku pikir kau sakit tetapi kau jelas tertawa bahagia bersama teman-teman mu!”  Seru Wonwoo dengan deru nafas yang kencang.

Air mata Eunwoo menetes, “Sebenarnya….  Sebenarnya…” Dia menelan ludahnya sebelum kembali berbicara, “Sebenarnya aku ini pacar sunbae atau pembantu sunbae? Apa aku seseorang yang mempunyai kewajiban memberi bekal makan siang ke sunbae?”

“Apa yang terjadi dengan mu?”  Kali ini Wonwoo tidak menahan suaranya.  “Kau pacar ku dan aku ingin setidaknya kau menemui ku untuk memberikan semangat kepada ku. Aku sangat senang setiap kali kau memberi bekal kepada ku dan mengobrol sebentar.  Karena itu yang memberiku semangat.  Apalagi dengan pertandingan basket yang semakin mendekat.  Apa aku salah?”

“Hari ini tanggal berapa?” Tanya Eunwoo menatap Wonwoo tajam.

“Apa?”  Tanya Wonwoo bingung.

“Hari ini tanggal berapa?” Tanya Eunwoo lagi.  “Hari ini ulang tahun ku.  Aku tahu sunbae sibuk dan aku berusaha untuk mendukung sunbae.  Walau aku sedikit kecewa karena kesibukan sunbae tapi aku berharap setiap aku menemui ketika jam makan siang, ketika mengobrol dengan mu, aku bisa mengangkat beban sunbae.  Tapi salahkah aku sedikit berharap sunbae mengingat ulang tahun ku?  Apa itu menjadi sebuah beban bagi sunbae untuk mengingatnya?”

Wonwoo terdiam. Sial!  Kenapa dia bisa lupa. “Eunwoo….”  Ia mencoba memegang tangan Eunwoo.  Eunwoo yang sekarang sedang di ambang batas kekesalannya menepis tangan Wonwoo.

“Teman-teman ku mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku.  Bahkan Vernon juga mengucapkan.  Vernon, mantan pacar ku.”  Eunwoo masih mengeluarkan kekesalannya.  “Sudahlah… Aku ingin balik ke kelas!”  Ia segera pergi meninggalkan Wonwoo yang masih terdiam.

Wonwoo menatap kepergian Eunwoo.  Sial! Dia harus cepat-cepat berbaikan dengan Eunwoo.

.

.

.

.

.

Eunwoo kembali ke kelas dengan mata yang bengkak.  Kyulkyung sudah menanyakan ada apa.  Tetapi Eunwoo menggeleng.  Berkata jika ia akan membicarakannya nanti.  Kyulkyung menatap datar sahabat sejatinya itu.  Ini pasti karena Jeon Wonwoo.  Lihat saja, Kyulkyung akan membuat perhitungan dengannya.

Dan Eunwoo benar-benar diam selama sisa pelajaran. Tentu teman sebangkunya, Yeein menatapnya aneh. Yeein menoleh ke Kyulkyung. Bertanya dengan tatapan kenapa Jung Cerewet Eunwoo bisa seperti ini.  Kyulkyung hanya menggelengkan kepalanya.  Berbicara pelan agar jangan mengganggunya terlebih dahulu.

Jung Eunwoo benar-benar diam sampai pulang.  Teman-temannya yang menyadari aura Eunwoo memutuskan untuk mentraktir Eunwoo milkshake.  Eunha, Sinbi, Dahyun, Shannon, dan Kyulkyung bergabung di dalam jajaran minum milkshake.  Baru saja ingin memesan milkshake, suara Jaehyun oppa menginterupsi.  Jaehyun berteriak dengan Minggyu, dan Sungcheol oppa, kakak alumni yang menjadi asisten pelatih basket, mengikutinya.

“Jung Eunha!  Jung Eunha!”  Teriaknya kepada adik perempuannya itu.  Jaehyun sampai di depan cewek-cewek dengan terngah-engah. Ia menatap Eunha, “Jangan pulang dulu, okayOppa harus mengurus sesuatu.”

Eunha menatap kakaknya sebal, “Terus saja seperti itu.  Kemarin ada rapat.  Sekarang apa lagi, huh?  Lagipula aku bisa pulang sendiri.  Ada yang menemani ku.”

“Jungkook tidak bisa menemani mu.  Dia dengan ku akan mengurusi masalah ini.”  Seru Jaehyun. “Pokoknya jangan pulang.”

Muka Eunha tiba-tiba memerah.  Sedangkan teman-temannya menatap Eunha penasaran, “Yak!  Apa maksud oppa?!  Maksudku Sinbi atau Kyulkyung! Dan dari mana oppa tahu jika Jungkook oppa yang menemani ku pulang?!”  Sehabis itu Eunha langsung memejamkan matanya frustasi.  Waduh…  Ia pasti diinterogasi oleh teman-temannya.

“Tentu.  Jungkook yang memberi tahu ku.”  Ujar Jaehyun bangga.

Sungcheol menatap Jaehyun sebal,  “Sudah… Sudah…  Ini ada masalah Wonwoo lebih penting.”

“Ada apa dengan Wonwoo oppa?”  Eunwoo akhirnya membuka suaranya.  Ia kesal, tapi rasa khawatir langsung melingkupi dirinya.

Minggyu menatap Sungcheol dan Jaehyun.  Meminta persetujuan mereka agar memberi tahu masalah Wonwoo.  Sungcheol mengangguk.

“Wonwoo hyung kakinya terkilir.  Kami baru mulai latihan dan kejadian sangat cepat hingga kakinya terkilir. Kami akan segera membawanya ke rumah sakit.”  Jelas Minggyu.

“Maka dari itu Eunha tidak boleh pulang duluan!”  Kata Jaehyun lagi dan segera berbalik.  Minggyu mengikutinya.

Sungcheol menatap Eunwoo, “Kau tidak ingin ikut ke rumah sakit?”  Ya, Sungcheol mengetahui hubungan antara Wonwoo dan Eunwoo. Sebagai sahabat dekat Wonwoo, apasih yang tidak ia ketahui?
Eunwoo menatap Sungcheol ragu.  Tapikan ia masih marah.

“Ayolah Eunwoo… Kasihan Wonwoo oppa…  Aku tahu kau khawatir.”  Bujuk Kyulkyung.

Eunwoo menghela nafasnya kemudian mengangguk.  “Baiklah…”

Mereka berdua langsung menuju ke lapangan.  Di lapangan, beberapa anak basket membentuk lingkaran sambil berbisik-bisik.
“Permisi…  Permisi…” Sungcheol memberi jalan buat Eunwoo.

Eunwoo langsung memasuki lingkaran dengan wajah panik hanya menemukan Wonwoo sedang duduk dan tersenyum melihatnya.  Anak-anak basket yang tadi mengerubungi Wonwoo perlahan berbalik.  Mereka sepertinya akan pulang.  Begitupula Sungcheol.

“Mengkhawatirkan ku?” Tanya Wonwoo masih sambil tersenyum.

Eunwoo mendecih.  Jadi ia sedang ditipu gitu?  Raut wajahnya berubah kesal, ia segera berbalik.

Grab~

Wonwoo memegang tangan Eunwoo.  Ia sekarang sudah berdiri.

“Mau kemana, huh?  Mau kemana? Jangan pulang dulu…”  Bujuk Wonwoo dengan suara yang ia imut-imutkan.

Eunwoo kembali menoleh. Wonwoo langsung mengerjapkan matanya berkali-kali, mencoba memberikan puppy eyes.  Eunwoo menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan senyuman yang ingin mengembang.

“Baiklah.”  Eunwoo duduk di lantai kayu lapangan basket mereka yang indoor.

Wonwoo tersenyum tambah lebar, “Tunggu.  Tunggu disitu.”

Eunwoo akhirnya tersenyum  dan menganggukkan kepalanya.

Wonwoo pergi ke ruang ganti sebentar.  Dia membawa tasnya dan sebuah kotak.  Ia langsung saja duduk di depan Eunwoo dan membuka kotaknya.

“Selamat ulang tahun!” Serunya gembira.

Eunwoo menatap Wonwoo terkejut.  Bagaimana tidak?  Wonwoo bukan memberikan kue tart. Tapi Sembilan buah cupcake yang dihias bermacam-macam toping.

Wonwoo menarik nafasnya,“Aku tahu, dibandingkan teman-teman mu aku bukan yang pertama.  Dibandingkan mantan pacar mu, aku lebih buruk karena lupa akan ulang tahun mu.”

Eunwoo masih terdiam.

Wonwoo memegang tangan Eunwoo, “Jadi aku ingin minta maaf karena melupakan ulang tahun mu. Terimakasih telah bersabar menghadapi ku yang sangat sibuk.  Terimakasih telah menyemangati ku setiap hari dan membawakan ku bekal.  Terimakasih mengirim ku pesan setiap malam untuk mengingatkan ku segera istirahat.”

Air mata Eunwoo kembali menetes.  Ia mencubit lengan Wonwoo.

“Aw!  Kenapa bar-bar sekali?”  Kata Wonwoo sambil mengaduh kesakitan.

Eunwoo kemudian melihat cupcake-nya, “Lezat sekali!  Darimana oppa membelinya?”

“Aku meminta bantuan Kim Yerin.”  Jawab Wonwoo kemudian menutup kotak cupcake-nya.

Yak kenapa ditutup?”  Tanya Eunwoo sebal.  “Aku kan belum makan apa-apa.”

“Aku akan membukanya lagi. Tapi ada syaratnya.” Wonwoo mendekat ke arah Eunwoo.

Hal ini membuat Eunwoo menahan nafasnya.  “Yak, oppa!  Jangan macam-macam ya…”  Katanya dengan suara sedikit bergetar.

Wonwoo berhenti tepat sedikit lagi bibirnya menyentuh bibir Eunwoo.  Ia menatap Eunwoo, “Aku ingin satu sekolah ini tahu bahwa kita pacaran.”
Eunwoo menjauhkan wajahnya.

Mukanya sangat memerah, “Tapi….”

Lagi, Wonwoo mengenggam tangan Enwoo, “Aku akan melindungi mu. Aku berjanji.  Ada Yerin sepupu ku yang akan melindungi mu dari anak kelas 12. Aku bisa meminta bantuan Jaehyun dkk untuk menyuruh teman perempuannya melindungi mu dari anak kelas 11.  Terus ada Eunha dan Sinbi yang galak akan melindungi mu dari kelas 10.”

Kenapa jadi menghina teman-teman ku?”  Protes Eunwoo sebal.

Wonwoo terkekeh, “Pokoknya ada yang melindungi mu.  Jadi boleh ya?”

“Kenapa?”

“Karena aku ingin menghabiskan waktu lebih bersama mu.  Dengan satu sekolah tahu, aku jadi mudah dekat dengan mu.  Tidak harus sembunyi-sembunyi.”  Wonwoo mengeratkan genggamannya, “Jadi bagaimana?”

“Baiklah…” Putus Eunwoo pada akhirnya.  Ia kembali tersenyum, “Jadi kapan kita memakan cupcake-nya?”

“Nanti.”  Wonwoo berdiri, “Di rumah mungkin.  Sekarang aku ingin mentraktir mu. Aku sudah izin dengan Oemma-mu dan Oemma mengizinkannya.”

Eunwoo ingin protes. Tapi ia memilih diam dan mengikuti Wonwoo yang sudah duluan berjalan, “Bukankah besok ada latihan basket lagi, oppa?”

Wonwoo merangkul Eunwoo, “Ada.  Tapi apa salahnya merayakan ulang tahun pacar ku?”

Eunwoo mendengus karena pipinya memerah.  “Terserah…”

“Oh, ya, aku baru sadar jika kita memakai baju couple.”

Eunwoo melihat baju yang dipakai Wonwoo.  Baju hitam dengan strip garis-garis putih. “Tapi aku memakai sweater.”

“Pokoknya sama!”

“Oh, iya, ingatkan aku untuk berterimakasih kepada Yerin Oennie ya…”

“Dia tidak usah di ucapkan terimakasih.”

Eunwoo memutar bola matanya, “Gini amat sih jadi orang….”

“Gini-gini juga kamu cinta sama aku.”

Eunwoo hanya bisa mengerucutkan bibirnya sangkin sebelnya.  Mau gimana lagi, dia gak bisa bantah kan.

Wonwoo menatap Eunwoo gemas, “Eunwoo…”  Panggilnya dan membuat Eunwoo menoleh.

“Apa?”  Tukas Eunwoo galak.

Happy birthday dolphin!”

finish

Ini update-an terakhir.  Beneran. Besok State of Grace dan Unwanted Reverie.

Dan kita bertemu dengan couple yang langsung pacaran.  Bukan yang baru ketemu (Eunwoo x Dahyun di Vanilla Milk). Atau yang coba pdkt (Jungkook x Eunha di Walk You Home).  Ntar di chapter depannya ada lagi cerita baru dan masih special…  Walau aku mau nambahin babeh S.Coups di cerita.  Tapi masih mikir soalnya dia 95 line asalkan disini mau 97-98 line.  Untuk ini kasus unik soalnya Eunwoo yang 98 line aku ship-in sama Wonwoo yang 96 line jadi gitu deh…

2Woo itu couple favorite ku di Pledis hehehe…  Walau namanya Eunwoo dan Wonwoo bikin pusing pas bikin cerita, tapi mereka masuk list couple favorite kuuu

Okay, segitu aja bacotnya.

See you soon

IMG_0421

Jung Eunwoo pas lagi makan ditraktor Wonwoo

Anak kelas 10 dan merupakan kekasih Wonwoo.  Panggilan dolphin dan mulutnya sangat hiperaktif.  Orangnya juga sih….

IMG_0427

Jean Wonwoo dengan baju yang katanya couple

Pacarnya Eunwoo yang dipercaya sebagai anggota tim basket padahal sudah kelas 12.  Teman akrabnya Suncheol, kakak alumni dan sepupunya, Kim Yerin sekelas dengannya. Kelihatannya cool tapi 180 derajat berbalik di depan Eunwoo.

IMG_0431

Choi Vernon sang Mantan

Mantan pacarnya Eunwoo yang masih menyimpan perasaan dengan Eunwoo.  Dia beda sekolah sama Eunwoo.  Ya kalau sama pasti Wonwoo dan Vernon udah perang hehehe….

IMG_0430

Zhou Kyulkyung 

Gadis kelahiran Taizhou yang tumbuh besar di Korea Selatan. Teman Eunwoo sejak SD dan tahu seluk beluk Eunwoo.

IMG_0428

Choi Sungcheol

Kakak kelas Wonwoo dan merupakan teman dekan Wonwoo.  Walau sudah lulus, ia tetap terkenal di kalangan murid karena menjadi asisten pelatih.

IMG_0429

Kim Yerin

Sepupu dari Wonwoo.  Punya hate-relationship gitu sama Wonwoo tapi baik banget sama Eunwoo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s