Unwanted Reverie (Chapter 6)

unwantedreverie

Poster By : NJXAEM@ POSTERCHANNEL

Author: Ally

Cast: f(x)’s Krystal Jung | EXO’s Oh Sehun | RV’s Bae Irene |

Rating: T (Teen)

Length: Chaptered

Previous Chapter: Prologue | 1 | 2 | 3 | 4

Line

“Bumbu kari.  Kita butuh bumbu kari.”

“Bumbu steak juga.”

“Bagaimana dengan makaroni dan keju?”

Krystal yang sudah kesal akhirnya berbalik menatap Sehun galak, “Kau ingin memasak untuk beberapa tahun, sih?”  Ia tinggal dua minggu lagi di sana.  Sedangkan Sehun membeli bahan makanan untuk berbulan-bulan.

“Aku hanya berpikir untuk mengganti menu setiap hari.”  Jawab Sehun cuek.  “Jadi bagaimana?  Makaroninya jadi?  Mac and cheese terdengar sangat menggiurkan.”
Krystal menghela nafasnya, “Daripada membeli bahan satu-satu, kau bisa membeli mac and cheese instan.  Itu lebih mudah dan murah.”

Sehun menggerutu.  Tapi ia kembali melangkahkan kakinya mencari mac and cheese instan.  Ia pun mengambil lima kotak mac and cheese instan.  “Bagaimana jika kau membuat Cheese cake?”

Aku bukan juru masak mu!”  Seru Krystal kesal.  “Aku hanya memasak apa yang menurutku mudah.”  Ia mendorong troli yang sudah diisi banyak bahan makanan.  “Sudahlah.  Ayo kita pulang.  Sudah hampir dua jam kita berkeliling-keliling.”

Krystal langsung meninggalkan Sehun.  Ia melirik jam tangannya.  Sudah hampir jam dua belas.  Perutnya sudah berbunyi sedari tadi.  Tapi sepertinya ia harus menahan rasa laparnya lagi.  Jam dua siang ini dia akan bertemu dengan dosennya untuk membahas fashion show.  Sebelum itu, ia harus mengantar Sehun ke Juliard.  Laki-laki itu ada acara reuni dan berkata jika naik taksi lebih mahal daripada di antar.

“Aku ke suatu tempat sebentar.  Kau yang bayar, okay?”  Bisik Sehun dan langsung pergi.
Krystal mengerang malas.  Kalau saja Sehun tidak meninggalkan kartu kredit kepadanya, ia pasti sudah marah-marah.

Selama 45 menit Krystal mengantri, akhirnya selesai juga.  Sehun menunggu di depan kasir dan sibuk dengan hp-nya.

“Sudah seleai.”  Kata Krystal membuat Sehun mengalihkan pandangannya dari hp.

Sehun mengambil alih troli, “Aku akan makan siang bersama teman ku nanti.”

“Aku akan langsung ke Parsons.”  Krystal kemudian menoleh ke Sehun, “Cepatlah.  Ini sudah hampir jam satu.”
Line
Lagi-lagi, kesabaran Krystal harus di uji saat memasuki Lincoln Center.

“Kau tahu, memang agak susah mencari tempat parkir di sini.”  Ujar Sehun ketika melihat ekspresi kesal Krystal.  “Sebentar lagi kita sampai di lobi.  Kau bisa menurunkan ku di situ.”

“Aku berharap mobil mu cepat selesai.”

“Seharusnya sudah selesai.  Tapi aku belum menghubungi bengkelnya.”  Sehun menambahkan, “Tenanglah.  Ini yang terakhir kau mengantarkan ku.”

“Sebenarnya tidak apa-apa.  Hanya saja aku harus bertemu dengan  professor ku.”

“Aku merasa agak bersalah karena agak lama berbelanja bahan makanan tadi.”

“Agak?” Krystal mendelik tepat setelah ia mengentikan mobilnya di depan lobi.

Sehun terkekeh.  Ia pun menoleh ke belakang untuk mengambil plastik besar.  Dari aromanya Krystal tahu itu roti.  Sehun membeli roti tersebut saat ia mengantri untuk membayar bahan makanan.  Boleh kali ya Sehun ngasih satu roti ke dia?

“Ini untuk mu.”  Sehun memberikan dua bungkus roti ke Krystal.  “Sebagai perminta maaf ku membuat mu tidak bisa makan siang.”

Krystal menerima bungkusan roti dalam diam.  “Sehun…”  Panggilnya ketika Sehun ingin menutup pintu, “Haruskah aku menjemput mu nanti?”

“Tidak usah.  Aku akan meminta teman ku untuk mengantarkan ku.  Kecuali kau ingin menjemput mu.”  Jawab Sehun dengan nada menggoda.

Kekesalan kembali mengampiri Krystal, “Tidak bisa.  Aku sangat sibuk!”
Line
Krystal tidak bisa membayangkan saat nanti ia mempunyai acara fashion show sendiri.  Saat ini saja kepalanya serasa mau pecah.  Padahal tempat di urusi oleh orang lain dan ia hanya mengurusi model-model.  Tetap saja ia merasa kewalahan.

“Kerja yang bagus semuanya.  Kita akan bertemu besok tepat pukul sembilan pagi untuk pemotretan.”  Kata Krystal kepada para modelnya.

Ia pun melihat jam tangannya dan mendesah frustasi.  Professor Clark belum datang.  Padahal ini sudah 5 jam berlalu dari jam dua siang.  Krystal memijat pelipisnya yang pusing.  Dia juga belum makan siang.  Akhirnya, setelah menahan lapar sedari jam dua belas, Krystal makan siang pada malam hari.  Dia melahap roti rasa moka dengan penuh semangat.

“Sepi sekali…”

Akhirnya…  Professor Clark akhirnya datang.  Ia menatap Professornya dengan tatapan tidak percaya.

“Ada rapat dengan para dosen tiba-tiba dan baru selesai tadi.  Saya langsung ke sini.”

Seperti biasa, tidak ada permintaan maaf.

Krystal meminum kopinya yang sudah dingin, “Saya mengerti Professoe Clark.”  Apa lagi yang bisa ia katakan.

“Kemana model-modelnya?  Saya ingin melihat pakaian mu ketika di pakai oleh para model.”

Krystal perlahan menghela nafasnya, “Mereka sudah pulang Professor Clark.  Itu tertulis di perjanjian bahwa mereka harus pulang pukul tujuh malam.”

“Tapi bukannya saya sudah bilang tentang rencana saya?”

Krystal menahan nafasnya.  Anda sendiri yang mengancurkan rencana Anda.  “Besok akan ada photoshoot untuk para model.”

“Tidak bisa!”  Ia pun berkacak pinggang, “Nyonya Jung, harus saya ingatkan jika hanya saya yang dapat mengatur jadwal saya dengan mahasiswa?”  Professor Clark terlihat berpikir, “Kalau begitu….  Anda saja yang memakai baju rancangan Anda.”

“Maaf Professor Clark?”

“Saya rasa saya sudah mengatakannya dengan jelas.  Ayo cepat ganti baju Anda!”
.
.
.
.
.
Krystal akhirnya memakai 12 pasang baju yang ia buat.  Professor Clark hanya melihat selama sepuluh detik kemudian mengibaskan tangannya.  Tanda agar Krystal mengganti baju yang memakan waktu sekitar empat menit.

“Ini sudah bisa ditampilkan.”  Komentar Professor Clark diakhir.  Sedari tadi ia memang hanya diam.  Tapi itu pertanda bagus.  Karena bisa dipastikan kalau dosennya mengeluarkan komentar pasti yang nyelekit.  “Semoga sukses pemotretannya besok Nona Jung.”

Krystal berbasa-basi sejenak sebelum dosennya bilang harus pulang.  Krystal pun memutuskan untuk pulang. Jam sudah menunjukan pukul delapan malam.  Sepertinya ia akan membeli makanan untuk makan malam.

Ting~

Sebuah pesan masuk.  Dari Sehun.

Kau sudah pulang?

Belum.  Baru mau
Kenapa?
Berubah pikiran?

Huh?

Kau mau ku jemput?

Kau keberatan?

Tidak juga
Arahnya searah dengan apartment mu

Baiklah
Kau yang terbaik ❤️

Krystal menyeringit, sejak kapn Sehu memakai emoticon?  Tapi ia tidak peduli.  Mungkin Oh Sehun sudah mabuk.
Line
Krystal sekarang bertanya-tanya.  Apa keputusannya benar?

Masuk saja ya
Aku bingung nanti kau parkir dimana

Itulah pesan dari Sehun.  Apa sekarang dia harus mengurusi orang mabuk?  Sehun tak lupa memberi tahu dimana tempatnya.  Krystal sudah menolak masuk tetapi tidak ada balasan dari Sehun.  Ia bisa saja memutuskan pulang, tetapi langkah kakinya memasuki Juliard.  Beruntung dia masih memakai baju rancangannya.  Jadi dia tidak terlihat seperti orang nyasar.

Sesudah memasuki ruangan, Krystal langsung mencari Sehun di tengah banyak orang.

“Sehun!”  Teriaknya ke Sehun yang sedang menyesap wine.

Krystal?  Sedang apa kau di sini?”  Tanyanya bingung ketika Krystal sampai di depannya.

Krystal juga menatap Sehun bingung.  Ia melihat Sehun dengan seksama untuk membuktikan hipotesisnya jika laki-laki di depannya mabuk.

“Kau sendiri yang mengirimkan pesan kepadaku untuk menjemput mu.  Kemudian menyuruhku masuk kesini.”

“Astaga!”  Sehun meletakan gelas wine dan langsung merogoh saku celananya, “Handphone-ku..”

“Hilang?”

“Akhirnya…”  Krystal dan Sehun dikejutkan oleh tiga orang yang tiba-tiba datang ke mereka.  Dua orang tersenyum ke mereka,  yang di tengah-tengah dan temannya yang lebih tinggi.  Satu orang lagi hanya menatap Sehun dan Krystal malas.

“Baekhyun!”  Seru Sehun ke laki-laki yang di tengah.

Baekhyun tersenyum santai dan menoleh ke Krystal, “Kau pasti Krystal Jung?  Aku Byun Baekhyun.”

“Aku Park Chanyeol.”  Laki-laki yang lebih tinggi mengulurkan tangannya.

“Do Kyungsoo…” Kata laki-laki yang tidak tersenyum.  Ia kemudian tersenyum sedikit.

Dengan ragu-ragu Krystal berkata, “Senang bertemu dengan kalian.”  Apa lagi yang bisa ia katakan?

“Baekhyun hp ku!”  Sehun berkata dengan nada yang sangat kesal.

Baekhyun terkekeh.  Ia memberi hp Sehun yang ia simpan di kantongnya.  “Maaf menipu mu. Kami sangat ingin bertemu dengan mu.”

“Apa?”  Itu pasti suara Krystal.  Sehun hanya menatap datar teman-temannya.  Tidak percaya temannya melakulan ini kepadanya.

“Kami selalu membicarakan mu.  Sehun bercerita banyak tentang mu.”  Itu Chanyeol yang berbicara.

Krystal langsung menoleh ke Sehun yang menatap datar ketiga temannya.  “Kalian yang selalu bertanya.”  Ia pun menoleh ke Krystal, “Itu karena kau selalu mengantarkan makan siang untuk ku.”

“Kami hanya bertanya sedikit tapi kau menjelaskannya panjang lebar.”  Bantah Kyungsoo.  “Dia tidak pernah berkomentar panjang lebar sebelumnya.”

“Kami selalu meminta dia menunjukkan foto mu tapi ia selalu menolak.”  Seru Baekhyun heboh.

“Itu karena dia tidak punya foto ku.”  Krystal mulai menatap Baekhyun aneh.

“Dan aku tidak akan mau memfotonya.”  Seru Sehun memotong Chanyeol yang ingin berbicara.

Baekhyun kembali berbicara, “Tapi tenang saja.  Kami tahu kalian gak punya hubungan apa-apa.  Ku dengar kau jomblo bukan?”

Krystal kembali menatap Sehun, “Aku belum tertarik dengan sebuah hubungan.”  Ia kembali menoleh ke teman-temannya Sehun.

“Mungkin dengan datang ke sini kau dapat menemukan pasangan yang cocok.”  Ujar Chanyeol.

Krystal tertawa canggung, “You’re guys so….  generous at me.”  Ia pun menambahkan, “Tapi, wine dan tidur yang nyenyak sudah sangat cukup bagi ku.”

“Tenanglah.  Mana tahu tidak dapat menemukan pasangan untuk kencan, kau dapat pasangan untuk one night stand.  Kau tahu, itu melibatkan wine dan dapat membuat tidur mu nyenyak sehabis ‘Ooh-aah-ooh-aah’.”

“Baekhyun!”  Seru Sehun memperingati temannya.

“Sepertinya Sehun sudah marah.  Kami pamit.”  Kata Chanyeol dan mereka bertiga langsung pergi.

“You’re friends are fantastic.” Ujar Krystal dan menatap Sehun geli.

Sehun hanya bisa menggelengkan kepalanya, “Acara selesai pada pukul sepuluh malam.  Apa yang ingin kau lakukan?”

“Untuk acara reuni, ini sangat lama.”

“Itulah yang kau harapkan ketika memilih Byun Baekhyun dan Park Chanyeol sebagai ketua pelaksana dan wakil pelaksana.”

Krystal kemudian menatap Sehun ragu, “Aku lapar.  Ada makanan bukan di sini?”

Sehun terkekeh, “Tentu.  Kau ingin makan apa?”

Mereka berjalan menuju counter makanan.  Sehun terus berada di sampinh Krystal.  Bahkan saat gadis itu asik makan.  Ia hanya diam sambil menyesap wine keduanya.

“Kau sepertinya bersiap-siap untuk mabuk.”  Komentar Krystal ke Sehun.

“Aku punya toleransi yang tinggi.  Lagipula kau yang mengemudi bukan?”

“Hahahaha…  Tentu.”  Krystal kembali makan.  “Tugasku selain menjadi juru masak juga menjadi supir mu bukan?”

“Kau bisa mencari cowok seperti yang Baekhyun usulkan.”

“Tentu.  Aku akan melakukannya setelah tenaga ku terisi.”

Sehun tertawa kecil, “Baiklah kalau begitu.  Aku akan mengobrol dengan teman-teman ku.”  Sehun kemudian berdiri dan meninggalkan Krystal.
.
.
.
.
.
Di lain pihak, Chanyeol dengan heboh menceritakan Krystal.

“Ia orang yang baik.”  Kata Kyungsoo merangkum omongan panjang lebar Chanyeol.

“Itu mereka!”  Teriak Baekhyun heboh pada Sehun dan Krystal yang berjalan beriringan kemudian duduk di sebuah bangku tak jauh dari mereka.

Krystal mulai makan sedangkan Sehun duduk di sampingnya kemudian menyesap wine-nya.

Sehun lebih cocok dengannya.”  Ujar Chen.

Kai tidak bisa melepaskan pandangannya ke Krystal Jung.  Well…  Well….  Dia tidak mengangka dapat bertemu Krystal Jung di sini.  Sehun tetap diam dan asyik meminum wine-nya hingga Krystal mengajak mengobrol dan diakhiri Sehun meninggalkan Krystal.  Kai terus memperhatikan Krystal.  Dia tidak akan melewatkan kesempatan ini.

“Aku pergi dulu.  Ada sedikit masalah untuk acara selanjutnya.”  Ucap Chanyeol yang di ikuti Baekhyun.

Kai juga ikut pergi mengambil wine sebelum melangkahkan kakinya ke meja Krystal.

Long time no see…  Krystal Jung.” 

“Oh, kau…”  Ucap Krystal tidak menyangka.

“Kau?”  Tanya Kai tidak percaya.

Krystal mengangkat bahunya tidak perduli, “Aku tidak mengingat nama mu.”

“Tidak mengingat?  Tidak cukupkah kau menolak ku?”

“Karena aku menolak mu lah aku tidak mengingat mu.”

Kai tertawa.  Such a unique girl.  “Kau temannya Sehun?”

“Kau tahu Sehun?”

“Tentu.  Laki-laki yang membuat hariku sempat buruk adalah dia.”  Kai kembali mengesap wine-nya sebelum suatu hal terbesit di pikirannya, “Jangan bilang…”

Krystal masih sibuk makan.

“Dia laki-laki yang akan menjadi tunangan teman mu?”

Krystal menghentikan kegiatan makannya sejenak sebelum memutuskan untuk pura-pura tidak tahu.

Senyum langsung terbentuk oleh bibir Kai, “I guess i’m right…”

“Mind your own business mister…” Krystal melirik Kai tajam.

“Kai.  Itu nama ku.  Seseorang model yang tidak terlalu terkenal.”  Kekehnya.  “Kau mengambil keputusan yang sulit.  Jadi bagaimna?  Apa kau berhasil menggodanya?”

“Tentu saja tidak.  Apa kau gila?”  Krystal langsung mencebik.  Kenapa dia keceplosan.  “Well like i said before—”

“Mind my own business.”  Potong Kai.  “Tapi kau terlalu dekat dengan bencana besar.”

“Aku melakukannya sesuai saran mu!”

Kai kembali terkekeh, “Cara itu berhasil untuk orang selain Sehun.”  Ia kemudian memegang tangan kanan Krystal. Menghentikan kegiatan makan Krystal.  Tangannya yang bebas memegang dagu Krystal.  Membuat Krystal yang sibuk mengunyah menatapnya.  “What a cute…”  Komentar Kai melihat noda saus di pinggir bibir Krystal.

Krystal semakin menatap Kai dengan sengit.  Ia akan menyemburkan makanannya jika Kai berniat untuk menciumnya.

Kai semakin mendekatkan wajahnya.  Menipiskan jarak di antara mereka.  Jika saja tangan Kai tidak menyentuh wajahnya, tepat sedikit di atas bibirnya, Krystal dudah pasti menyemburkan makanannya.  Nafas Krystal berubah tercekat.

He has a charm..  Pesona Sehun sangat kuat bahkan mengalahkan ku.”

“Kau mempunyai tingkat kepedean yang sama dengan Sehun.”

Kai menatap Krystal, “Aku sangat tidak suka ketika disamakan dengannya.”  Tanganya menyapi permukaan bawah bibir Krystal.

“You hate him.”

“Aku tidak membencinya.  Dia teman ku tapi kami sangat sportif.  Sangking sportifnya aku tidak ingin disamakan dengannya.”

“Aku tidak mempercayai mu.”

“Kau selalu tidak mempercayai ku.  Tapi kau akan mempercayaiku ketika aku mengatakan pesona Sehun sangat kuat.  Ada saat kau tidak bisa bernafas dengan normal karena perlakuannya.  Akan sangat meyakitkan karena ia laki-laki yang sangat tidak peka.”

“Kau juga sangat tidak peka karena melakukan hal ini di saat tunangan mu ada di sini.  I bet she’s in here too.”

Kai tertawa, “Kau membelanya.  Entah karena kau membenci ku atau kau mulai menyukainya.”  Kai kemudian menjauh dan menjilat jempol yang ia gunakan untuk menghapu saus di bibir Krystal.  “Ada seseorang mengatakan kepada ku.  Kau baru tahu arti dari seseorang saat orang itu menghilang.”  Ia kemudian berbisik ke Krystal, “Bye miss jung.  Oh Sehun is coming.”

Krystal terbelak menatap Kai, “What a jerk.”

“Kai…”. Itu suara Sehun.  Krystal menoleh ke Sehun.  Sehun sedang menatap Kai dengan tatapan yang sulit di artikan, “You already meet my friend, Krystal.”  Sehun melingkarkan tangannya ke pundak Krystal.

Melihat hal tersebut membuat Kai menyeringai, “Don’t be too offensive, Sean.  I just talk with my old friend Krystal Jung.”  Ia kembali menoleh ke Krystal, “We’ll meet again soon.”   Kemudian mengecup pipi Krystal sebelum pergi.

Sehun duduk di bangku Kai.  Ia menatap Krystal.  Tiba-tiba mendekat ke Krystal dan jempol tangan kananya menghapus sisa saus di atas bibir Krystal.  “What a kid.”

Krystal terdiam untuk beberapa saat.  Sehun mampu memberikan efek yang lebih dahsyat dari Kai.  Oh, tidak.  Bahkan Kai tidak memberikan efek apa-apa selain rasa jengkel.

“An old friend?”  Tanyanya dingin.

Krystal menatap Sehun tidak percaya, “Ini tidak seperti yang kau pikirkan.”

“Memangnya apa yang ku pikirkan?  Aku hanya melihat kalian mengobrol.”  Senyum sinis tersemat di wajah Oh Sehun.

Krystal menghela nafasnya, “Kau boleh memikirkan apapun.  Apa acara mu masih lama?  Ku rasa aku akan pulang saja.”  Krystal langsung berdiri.

Sehun menahan Krystal.  Ia mencengkram lengan Krystal.  “Kai has a fiancé.  Dan tunangannya adalah sepupu ku.”

Krystal kembali menatap Sehun dengan tatapan menyalak, “Aku tahu dia sudah mempunyai tunangan.  Aku bahkan tidak menyukainya.  Dan aku tidak berencana menjadikannya sebagai teman one night stand ku seperti ia melakukannya ke banyak perempuan.”

Sehun cukup terkejut karena Krystal mengetahui fakta tentang Kai.  “Darimana kau tahu?”

‘Cause he is an old jerk friend.”

Sehun mulai mengendurkan cengkran tangannya,  “Aku hanya ingin memastikannya.  Bagaimana pun Seulgi adalah sepupu ku.”

“Dan aku bukan sepupu ku!”  Seru Krystal kesal.  Ia mengusap mukanya kasar,  “Aku sangat lelah hari ini.  Aku akan pulang.”

Melihat wajah kesal dan tatapan Krystal yang entah kenapa sedih membuat Sehun merasa bersalah.  Bodoh.  Kenapa ia langsung menuduh Krystal saat ia sangat mengenal bagaimana sifat temannya itu.

Ia kembali menahan Krystal,  “I’m sorry..”  Ucap Sehun tulus.

Suara Sehun yang entah kenapa terdengar tulus berhasil menahan kekesalan Krystal.  Krystal menatap Sehun,  “Aku ingin pulang Sehun…”  Ia pun berusaha melepaskan tangan Sehun.

Sehun kembali mengeratkan pegangan tangannya, “Kau sudah di rumah.”

Krystal sedikit tersenyum, “Jangan bercanda, please…”

“Apa aku terlihat bercanda?”  Tanyanya dengan serius.  “Stay with me..  Pulanglah bersama ku.  Tinggalah hingga pesta ini selesai.”

Krystal memejamkan matanya sejenak.  Ia berpikir, “Kenapa?”

Sehun terdiam.  Karena rasanya salah melihat mu pergi ketika kau masih marah.  Ia ingin melihat Krystal kembali tersenyum.  Walau Krystal menggerutu, senyum masih terpatri di bibirnya.

“Karena aku harus menebus kesalahan ku setelah membuat mu marah?”  Kata Sehun akhirnya jujur.

Senyum kembali mengembang di wajah Krystal, “Kau akan memperbaiki mood ku yang hancur?”

“Jika itu mau mu.”  Sehun kemudian menarik tangan Krystal ke kerumunan orang-orang.

“Memangnya apa yang akan kau lakukan?”

“Nanti kau akan tahu.”  Ujar Sehun menampilkan wajah misterius.

Krystal menghela nafasnya.  Tetapi sebuah senyum telah muncul lagi.

“Ladies and Gentleman….”  Suara Baekhyun terdengar lantang.  “Kita sampai di acara penutupan reuni kita.”  Kemudian alunan musik bertempo sedang terdengar.  “Sebelum mengakhiri acara reuni kita, ada baiknya kita menunjukan kemampuan menari kita…  Ayo jangan malu-malu.”  Baekhyun mulai ikut menari.

Sehun tertawa melihat ekspresi Krystal.

“Kau bercanda?”  Tanya Krystal menatap datar Sehun.

“Ayolah.  Menari membuat semua orang bahagia.”  Sehun juga mulai menari.  Ia menunjukan Tap dance ke Krystal.

“Maksud mu membuat dirimu bahagia?  Aku benci menari.”

“Semua orang suka menari.  Ketika kau mendengarkan musik, pasti ada bagian dari dirimu yang ingin bergerak.”

“Aku biasanya mengetukan kaki ku…  Jangan bilang aku harus mengetukan kaki ku saat orang-orang menari dengan gilanya?”

Sehun tertawa mendengar perkataan Krystal, “Bisa saja.”

Krystal menatap Sehun datar.

“Oh ayolah…  Kau pasti pernah menari.  Tidak harus ada tekniknya.”

Krystal berpikir, “Aku pernah belajar Salsa ketika liburan ke Meksiko.”  Ia pun langsung menggelengkan kepalanya melihat Sehun mengajaknya menari, “No…  No…  No…  Sehun…”

Sehun terlihat tidak perduli dan menarik tangan Krystal.

“I’m so tired Sehun…”  Ia pun menghentakan kakinya karena kesal.

“Kau sedang menari sekarang.”

Krystal menatap sebal Sehun, “Limabelas menit paling lama.”

“As you wish….”

Krystal mulai bergerak pelan-pelan.  Itu sudah lima tahun yang lalu.  Ia tidak akan melakukannya lagi jika Sehun tidak bersikeras.

“Kau pintar dalam menari.”  Puji Sehun ketika menangkap Krystal ketika ia berputar.  Tangan laki-laki itu berada di pinggang Krystal.

Nafas Krystal tersengal.  “Sudah ya?”

Waltz then?”  Tanya Sehun ketika tempo musik berubah menjadi lambat.

“Lagu yang tepat untuk tidur.”  Krystal kemudian mendongak.  Menatap Sehun yang berada sangat dekat dengannya.  Ini tidak benar.  Posisi mereka sangat tidak benar.  Dengan tangan Krystal yang berada di genggaman tangan Sehun dan bahu laki-laki itu.  Sedangkan tangan Sehun yang bebas melingkar sempurna di pinggang Krystal.

Yang sangat-sangat tidak benar adalah ia mulai sulit untuk bernafas dengan benar.

“Aku bisa menyetir jika kau mau.”

Nafas Sehun menerpa wajah Krystal.  Ia dapat mencium bau wine dari nafas Sehun, “I think i little bit drunk.”

Sehun tertawa, “Kau mengantuk atau mabuk?  Kau sudah mulai meracau sepertinya.”

“I’ve told you I’m tired!”  Seru Krystal dengan kesal.  “Dan aku tidak akan membiarkan mu menyetir.  Ku rasa kita akan pulang naik taksi.”

“As you wish…”  Sehun kembali menatap Krystal, “I’m sorry…”

Krystal memutar matanya, “Kau yang mabuk sekarang.”

“Aku tidak mabuk.  Aku bisa menunjukannya kepada mu.”  Sehun melepaskan kedua tangannya dari Krystak dan mulai menari.  “Tap dance.  Jazz.  Ballet.  Kontemporer..,”

Krystal tidak bisa menahan tawanya, “Kurasa kita harus pulang.”

That girl’s laugh…

Sweet

Membuat Sehun lupa kepada pemilik hatinya

Sehun ikut tertawa, “Sebentar lagi saja…”  Ia kembali mengenggam tangan Krystal. Mengajaknya untuk kembali menari.

Krystal kembali merasa sesak.

His charms…

Apakah Krystal akan terjerembab jatuh pada pesona Sehun?

Atau….

Ia sudah terjatuh tanpa ia sadari?

.TBC.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s