State of Grace (Chapter 24)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Sorak tepuk tangan menghiasi lantai dansa. Krystal mengundurkan diri dari hadapan Sehun. Ia kembali ke teman-temannya.

“Kyaaa….” Teman-teman Krystal berteriak menyambut Krystal.

Krystal meringis. Tentu dia sudah tahu apa maksud teman-temannya.

“Kau masih hidup bukan? Masih bernafas?” Hyeri menghampirinya.

Krystal mendengus, “Apa maksud kalian?”

“Kalau tidak salah tadi dirimu yang sama sekali tidak semangat berdansa!” Eunji melipat kedua tangannya, “Tapi kau mendapatkan Oh Sehun…”

“Itu hanya kebetulan!” Dalam hati Krystal meringis. Kebetulan apa? Ia yakin Sehun memang sudah menargetkannya dari awal. “Jangan berlebihan teman-teman…”

Choa mengerang, “Ugh! Kami tidak bisa Krystal!”

“Aku memotret mu! Kau mau melihatnya?!”   Chanmi mengeluarkan handphone-nya.

Krystal terperanjat. Ini… Dia mengambil handphone Chanmi. Teman-temannya juga ingin melihatnya.

“Kalian terlihat seperti sepasang kekasih!” Komen Eunji.

“Ya ampun… Ini sangat romantis!”

“Cara dia menatap mu Krystal! Dia adalah laki-laki yang hangat!”

“Beruntung sekali yang menjadi kekasihnya!”

Krystal terdiam melihat potretan Chanmi. Bagaimana bisa seperti ini? Maksud Krystal, ia hanya menatap Sehun sekali. Itupun dengan tatapan yang ia usahakan seperti biasa. Tetapi di foto ini sangat kentara.

Chanmi mengambil handphone-nya, “Aku akan mengirimkannya kepada dirimu, Krys.”

Krystal hanya terdiam.

“Permisi semuanya…”

Tiba-tiba hening ketika suara Tifanny terdengar. Tifanny kembali di atas panggung.

“Ku harap kalian menikmati pesta pembukaan ku…” Lanjut Tifanny sambil tersenyum. “Sebelum kita melanjutkan pesta ini, izinkan saya untuk mengucapkan terimakasih terlebih dahulu… Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada sahabat-sahabat yang telah mendukung saya, yang selalu memberikans saya saran. Terimakasih kepada Kim Taeyoen, Kim Hyoyeon, Im Yoonah, Kwon Miran, dan Min Hyorin.”

Orang-orang yang disebutkan oleh Tifanny mengangkat gelas mereka. Hadirin yang lain bertepuk tangan.

“Juga, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada keluarga saya. Suami Saya Oh Siwon dan anak saya Oh Sehun!”

Para hadirin kembali bertepuk tangan. Kali ini sangat keras. Tidak disangka-sangka, Siwon dan Sehun maju ke panggung. Mereka membungkukan badan mereka, menyapa para hadirin yang lain.

“Terimakasih kepada semuanya yang telah hadir disini…” Kata Sehun tanpa disangka-sangka.

Krystal terperangah untuk beberapa saat. Apalagi ketika melihat Sehun tersenyum.

“Aku baru ingat!” Tifanny kembali berbicara. “Sehun disini bersama kekasihnya!”

Krystal menahan nafasnya. Kekasihnya? Dia? Ia tertawa dalam hati. Tifanny mengakuinya atau….
“Biar kupanggilkan dia untuk datang ke panggung.”
Sehun terlihat bingung. Ia berbicara sesuatu ke Tifanny yang juga ditimpali oleh Siwon. Tifanny terlihat tidak peduli.

“Kemana dia ya?” Kata Tifanny lagi. Mata menyapu kerumunan, “Ah, itu dia!”

Jantung Krystal serasa meledak ketika mendengar lanjutan kalimat Tifanny.

.

.

.

.

.

“Krys, kau baik-baik saja?” Tanya Eunji yang melihat Krystal tiba-tiba pucat.

Krystal menoleh. Ia menghirup nafas, setelah beberapa detik tidak. “Baik…” Katanya serak. “Aku baik-baik saja…” Lanjutnya masih sama.

“Kau terlihat tidak.” Kata Eunji masih memperhatikan Krystal.

Krystal menggeleng lemah. “Tenang saja..” Ia kembali menatap ke panggung. Menahan getaran di tangannya seiring dengan Wendy berjalan mendekat.   Senyuman Wendy sangat indah apalagi gaunnya. Krystal mengigit bibirnya. Gaunnya pasti mahal tidak seperti gaun miliknya.

Tifanny kembali berbicara. Tapi kali ini Krystal tidak mendengarkan. Ia bahkan sudah mengalihkan tatapannya dari panggung. Menahan diri tidak menatap Sehun dan berusaha masuk ke pembicaraan teman-temannya.

Chanmi heboh, “Jadi itu kekasihnya?”

“Dia anak Kwon Miran kalau tidak salah…” Eunji kemudian kembali menoleh ke Wendy, “Tapi tidak mempunyai bakat melukis sama sekali…”

“Jangan-jangan mereka bertemu karena latar belakang orangtua mereka?” Tanya Minah.

“Ah, so sweet…” Seru Hyeri.

“Berarti Krys, tadi dirimu sudah termasuk sangat beruntung!” Pekik Seolhyun melihat Krystal.

“Tapi mengapa Sehun mau mengajak Krystal berdansa jika ia sudah punya kekasih?”

Ucapan Chanmi membuat semua menoleh ke Krystal. Krystal terdiam beberapa saat. Kenapa? Karena itu hak-hak Sehun. Dia bahkan tidak tahu jika Wendy disitu. Kalau boleh jujur, dia juga berhak berdansa dengan Sehun. Dia kekasihnya! Kekasih sebenarnya yang tidak diakui oleh ibunya! Krystal mengerjap. Berusaha menghalau air matanya yang ingin terjatuh. “Aku… Tidak… Tahu…” Jawab Krystal pada akhirnya.

“Itu benar. Mana dia tahu. Yang tahu alasan sebenarnya adalah Sehun bukan?” Tanggap Eunji. “Sudahlah jangan terlalu dipikirkan alasannya. Menurutku itu hak-hak Sehun juga. Itu tidak jadi masalah jika Wendy tidak keberatan. Buktinya Krystal baik-baik saja, berarti Wendy tidak keberatan bukan?” Lanjutnya memberikan beberapa alasan.

Tepat setelah itu, alunan musik kembali terdengar. Membuat semuanya menoleh ke atas panggung. Ketika itu Sehun menatap Krystal. Krystal segera mengalihkan pandangannya dari tatapan Sehun. Ia melihat Tifanny dan Siwon mulai berdansa. Suasana jadi sangat canggung sekali di panggung. Dengan Sehun dan Wendy di situ.

“Berdansa! Berdansa! Berdansa!” Teriak orang-orang melihat Sehun dan Wendy.
“Ayo berdansa!!! Apalagi yang mereka tunggu?!” Teriak Chanmi greget melihat mereka.

Sehun terlihat enggan. Ia menggelengkan kepalanya. Masih berusaha tersenyum. Cepat-cepat turun dari panggung. Menjauhi Wendy.

“Ayo berdansalah dengan Wendy!” Seru Tifanny tiba-tiba menghentikan Sehun.

“Ayo!!!!” Krystal menoleh ke teman-temannya, teman-temannya pada menunggu. Krystal menggigit bibirnya. Ini tidak baik. Ia kembali mengalihkan pandangannya ke panggung.

Wendy mendekat ke Sehun dan menarik Sehun agar berdansa dengannya. Krystal tidak dapat melihat ekspresi Sehun. Semua orang bersorak gembira melihatnya, kecuali Krystal tentunya.

Setelah itu, beberapa teman-temannya ikut lagi berdansa. Krystal terdiam. Ia menghela nafas. Ia hanya ingin pulang sekarang. Diam-diam ia pergi dari ruangan dansa. Berjalan gontai menuju mejanya yang sangat sepi. Semua orang menikmati dansa kecuali dia.

Krystal kemudian duduk. Pandangannya mengabur. Ia menutupi mukanya.

Tes!

Tes!

Air matanya mulai berjatuhan. Sial! Rasanya sakit sekali melihat Wendy bisa berdekatan dengan Sehun. Sedangkan dirinya harus menahan diri agar bisa berdekatan dengan Sehun.

“Ini…” Krystal mendongak mendengar suara seseorang.

Seojoon tersenyum lembut. Memberi sapu tangannya ke Krystal, “Tidak apa-apa jika kau ingin menangis…”

Krystal cepat-cepat menghapus air matanya.

.

.

.

.

.

Seojoon sudah bilang ke Sehun. Tifanny pasti akan menyerang Krystal disana. Tidak secara langsung. Tapi melalui Sehun.   Ucapannya terbukti benar.

Dari bangkunya, Seojoon menoleh ke arah Krystal di ujung sana. Gadis itu terlihat biasa-biasa saja––dari jangkauan tempat duduknya––.
“Apa yang Tifanny lakukan?” Ucap Donghae khawatir melihat ia mengumumkan Wendy sebagai kekasih Sehun. Laki-laki disampingnya terlihat sangat marah.

“Aku tidak tahu paman.” Jawab Seojoon jujur. “Tapi jika seperti ini berarti ada yang harus ku urus.” Ia segera bangkit dari tempat duduknya. Berjalan mendekati Krystal, tidak terlalu dekat tetapi dapat melihat ekspresi wajah Krystal.

Gadis itu berusaha menahan semuanya. Ia tetap disitu. Saat Sehun turun dari panggung, ia tetap disitu. Sampai Wendy dan Sehun mengajaknya berdansa. Krystal terdiam cukup lama. Tiba-tiba ia berbalik.

Seojoon mengikuti Krystal. Gadis itu duduk di bangkunya. Menelungkupkan tangannya di wajahnya. Bahunya mulai bergetar. Seojoon menghela nafas. Ia berjalan mendekati Krystal. Mengeluarkan sapu tangannya.

“Ini…” Katanya menyodorkan sapu tangannya ke Krystal.

Krystal menatapnya. Hal itu membuat Seojoon tersenyum, memberikan sapu tangannya ke Krystal, “Tidak apa-apa jika kau ingin menangis…”

Krystal cepat-cepat menghapus air matanya, “Oppa?!”

Seojoon duduk di samping Krystal, “Tidak apa-apa jika kau ingin menangis…” Katanya lagi.

Krystal menghela nafasnya, “Menangis di depan orang bukanlah kesukaan ku.” Katanya jujur. Ia menatap Seojoon, “Aku orang yang suka tenggelam dalam kesedihanku. Kemudian merasa baikan ketika aku selesai menangis.”
Seojoon menganggukan kepalanya, “Seseorang memang butuh menangis Krys. Kau tahu, menurut Psychology, seseorang wanita menangis jika ada yang salah dan merasa benar ketika ia selesai menangis. Kau tidak perlu malu akan hal itu.”

“Entahlah…”

Ia tersenyum. Setidaknya Krystal tidak terlalu rapuh seperti tadi, “Jadi, ingin berdansa dengan ku?”

Krystal menatap Seojoon bingung.

“Aku tadi memprediksi hal ini ke Sehun. Jika Tifanny akan menyiksamu melalui Sehun. Dan ia melakukan hal itu dengan mengenalkan Wendy. Aku memprediksi jika kau tidak kembali lagi ke sana, Sehun akan segera kesini untuk mencari mu. Aku juga memprediksi dia lagi melihat segela arah mencari mu. Jadi…”

Krystal menundukan kepalanya, “Baiklah…” Ia dan Seojoon bangkit. Menuju kembali ke tempat berdansa dan mulai berdansa.

Sepanjang ia berdansa, ia berusaha untuk tidak melihat Sehun dan Wendy. Rasanya terlalu menyakitkan.

“Apa kau tahu jika Sehun sadari tadi menatap mu?”

Krystal menoleh ke Seojoon dengan tatapan bingung. Ragu-ragu, melihat ke Sehun dan… Seojoon benar. Sehun sedang melihat ke arahnya. Cepat-cepat Krystal mengalihkan pandangannya.

Seojoon kembali berbicara, “Kau lihat tangan Sehun? Dia menyalurkan segala emosinya dalam cengraman tangannya. Aku bingung kenapa Wendy tidak meringis sama sekali…”

Krystal melihat tangan Sehun yang sangat terkepal.

“Aku juga bingung kenapa ia sangat berani menatap Sehun. Sehun sama sekali tidak ingin menatapnya!”
Krystal menunduk. Dia diam-diam tersenyum, “Oppa tidak harus menghina Wendy agar membuatku tersenyum….”

“Setidaknya aku tahu apa yang akan membuat mu tersenyum.”
Krystal mendongak melihat Seojoon, “Oppa!” Dia tersenyum.

Seojoon ikut tersenyum, “Apalagi ya agar kau tertawa? Bagaimana jika kita berdoa agar leher Wendy sakit sehabis ini? Atau ada tulangnya yang salah akibat ia terus mendongak?!”
Jahat memang. Tapi Krystal tertawa mendengarnya.

“Hak sepatunya patah? Gaunnya terinjak?”
Lagu selesai. Seojoon melepaskan tangan Krystal. “Kau tersenyum lebar lagi…”

Krystal menggelengkan kepalanya.

“Sehabis ini kau duduk bersama ku okay? Untuk jaga-jaga. Entah apa yang akan ibuku buat sehabis ini.” Tanpa persetujuan atau apa, Seojoon menarik tangan Krystal.

.

.

.

.

.

Wendy bersumpah, ia membenci Krystal Jung. Sangat membencinya. Lihatlah sekarang! Karena gadis itu Sehun tidak menatapnya sama sekali! Lehernya pegal karena terus mendongak menatap Sehun dan Sehun sama sekali tidak membalasnya! Wendy bersumpah jika sekarang Sehun sedang menatap Krystal Jung.

Bagaimana Wendy tahu? Karena ketika Krystal Jung mulai berdansa dengan laki-laki yang tidak ia kenal, cengkraman tangan Sehun mengencang. Oh, itulah kenapa ia mencari-cari siapa yang Sehun tatap. Karena cengkraman tangan Sehun sangat kencang hingga tangannya dipastikan memerah.

“Sehun!” Wendy mencoba memanggil Sehun.

Tidak ada respon.

“Sehun!”

Masih sama, tidak ada respon.

“Aw!”

Wendy yang kesal akhirnya menginjak kaki Sehun. Membuat pemilik kaki tersebut meringis.

“Apa?!” Tanya Sehun tajam.

Prok! Prok! Prok!
Lagu dansa selesai. Sehun dengan cepat melepaskan tangan Wendy. Ia dengan cepat berjalan melewati Wendy.
“Tunggu!” Wendy terpakasa mengekor dari belakang. Sedikit tergesa-gesa karena jalan Sehun yang sangat cepat.

Hyung!” Sehun memanggil seseorang. Orang tersebut sedang duduk dan akhirnya berdiri.

“Sehun siapa dia?” Tanya Wendy dan melingkarkan tangannya di tangan Sehun.
Sehun menatap Wendy risih.

“Oh Seojoon.” Ucap Seojoon tiba-tiba. Melihat gelagat Sehun, sepertinya adiknya akan menyemburkan semua emosinya kepada Wendy. “Nama ku Oh Seojoon.” Katanya sekali lagi.

Wendy menunduk, “Aku Wendy Son…”

“Aku tahu.” Ujar Seojon santai.

“Dari mana Anda tahu?” Wendy bingung. “Apa kita pernah bertemu.”

“Pernah.”

“Kapan?”

“Di sini.”

Wendy menghela nafasnya. Astaga…. Cukup Sehun yang membuat kesabarannya habis. Lelaki ini tidak usah membuat kesabarannya habis.

Seojoon terkekeh, “Tentu saja tidak pernah. Jika pernah Anda pasti tidak menanyakan siapa saya.”

Nah, ucapan Seojoon malah semakin membuat kesabaran Wendy menipis. Mata Wendy kemudian teralihkan dengan perempuan yang duduk bersama Seojoon. Krystal Jung rupanya.

Wendy tersenyum, “Oh, Krystal? Kenapa kau disini? Bukannya kau seharusnya bersama teman-teman mu?”

“Diamlah dan pergi dari sini!” Sehun menatap Wendy tajam.

Wendy semakin kesal. “Kau menghabiskan waktu dengan lelaki lain? Ku kira kau sudah punya kekasih. Tidak kusangka jika—“

Argh!”

Wendy meringis tak kala Sehun menamparnya.

“Sehun…” Ucap Wendy tidak percaya.

Seojoon menghela nafasnya. “Sehun… Ingat apa yang ku katakan tadi…”

Sehun mengertakan giginya, “Ini terakhir kalinya ku katakan. Pergi dari sini sekarang!”

Tatapan Wendy menyalak, “Kenapa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya! Apa yang salah?!”

Sehun mengerang, “Kau…”

“Sehun…”   Krystal bangun dan menyentuh pundak Sehun. Membuat Sehun menghentikan langkahnya yang sedikit lagi siap menghajar Wendy.

Wendy terpana. Lagi-lagi tatapan Sehun ke Krystal. Kekesalnnya semakin menjadi-jadi.

Byur!

Refleks, Wendy menyiramkan sampanye terdekat yang bisa ia jangkau ke Krystal. Semuanya tersentak hebat.

“Ada apa ini?” Tepat sebelum situasi semakin runyam, Tifanny datang. Menembus kerumunan yang lain. Matanya menatap tajam Krystal ketika melihatnya.

Seojoon menghela nafasnya. Sepertinya suasana malah akan semakin tambah runyam.

“Pergi dari sini!” Seru Tifanny ke Krystal. “Kau membuat keributan disini jadi cepat pergi dari sini!”

“Tapi Wendy lah yang membuat keributan! Krystal sedari tadi hanya diam!” Seru Sehun kepada Tifanny. Ia kemudian menarik tangan Krystal. Membuat Krystal berada di sampingnya, “Krystal akan tetap disini. Bersama ku!”

“Wendy tidak akan membuat keributan jika tidak ada dia!” Tifanny masih tidak ingin mundur. Dia menunjuk ke arah Krystal, “Aku bos mu bukan? Turuti perintah ku!”

Mommy bukan bos Krystal lagi. Dia sudah mommy pecat bukan? Jadi sekarang hak-hak dia ingin berada disini atau tidak!”

Tifanny menatap Krystal semakin tajam, “Wanita jalang! Lihat yang kau buat? Kau membuat anak ku berpihak kepada mu!” Ia kemudian mengerang. “Aku membenci mu!”

Semuanya terkejut mendengar perkataan Tifanny, bahkan Wendy sekalipun. Tak disangka-sangka juga, air mata Krystal turun.

Krystal segera menghapusnya, “Aku pulang duluan. Permisi…” Ia membungkukan badannya dan segera pergi dari situ.

.

.

.

.

.

“Krys, ada apa?” Eunji panik melihat Krystal berlari dari ruangan dansa. Tanganya mencekal tangan Krystal.

Krystal menggeleng, “Tidak apa-apa. Aku harus pulang!” Ia kemudian melepaskan cekalan tangan Krystal.

“Hei—“ Eunji ingin mengejar Krystal jika saja ia tidak melihat pemandangan yang sangat unik. Oh Sehun juga ikut mengejar Krystal.

“Hey, bukan kah itu Krystal?” Seru Choa melihat Krystal keluar. “Kenapa dia? Pulang?”

Eunji mengangkat kedua bahunya, “Entahlah. Dia seperti sangat tertekan.”

“Akhir-akhir ini ku lihat dia juga sangat tidak bersemangat.” Choa kemudian menghela nafasnya, “Ku harap dia tidak keluar. Aku menyukainya.”
Eunji menganggukan kepalanya, “Dia orang yang asyik.” Kemudian matanya menyapu arah lain, “Kemana teman-teman kita yang lain? Apakah mereka sudah selesai muntahnya?”

“Ku rasa kita harus menyusul mereka ke toilet.” Terdengar gerutuan dari Choa, “Mereka ini! Tidak bisa mabuk malah mabuk!”

.TBC.

A/N:

Disetiap kepahitan kan ujung-ujungnya akan hilang…..  Mungkin beberapa chapter akan ada pahitnya tapi juga akan ada manisnya..  We’ll see…  

Advertisements

State of Grace (Chapter 23)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Sehun bangun mencium aroma pancake yang lezat. Hmmm…. Dia akan terbiasa dengan hal ini. “Pagi…” Katanya kepada Krystal dengan suara serak khas bangun tidur.

Krystal yang sibuk memasak menoleh, “Pagi…” Balasnya kepada Sehun yang tertidur di sofa apartment Krystal.

Entah mengapa Sehun ingin tidur di apartment Krystal kemarin malam. Mungkin karena mereka pada akhirnya mengobrol hingga tengah malam? Maka dari itu Sehun memutuskan untuk menginap sekalian.
“Kita belum selesai berbicara kemarin Krystal Jung…” Kata Sehun berjalan ke dapur. Ia duduk di kursi meja makan dan meminum teh Krystal. Ugh! Greentea… Lain kali dia tidak akan meminumnya lagi.

Krystal masih sibuk memasak. Ketika pancake terakhir matang baru ia berkata,“Aku tahu… Tapi bukannya kau harus siap-siap pergi kerja?”

Sehun menyipitkan matanya, “Jangan menghindar dari pembicaraan ini… Aku bisa pergi dari sini pukul delapan dan sebelum pukul itu kita bisa berbicara. Ditambah kita bisa berbicara sambil makan!”

“Baiklah-baiklah…” Krystal kemudian menaruh pancake hangat beserta sirup maple. “Apa yang ingin kau ketahui tentang Jinyoung?” Tanya Krystal dan meletakan tiga pancake ke piring Sehun.

Setelah menghabiskan waktu bersama Krystal kemarin malam, suasana hati Sehun awalnya buruk lama-kelamaan menjadi baik membuat ia mengingat beberapa hal. Termasuk tentang Jinyoung. Ia sebenarnya sudah bertanya dari kemarin malam. Tapi Krystal berhasil mengelak dan mengatakan ia akan bercerita besok.

“Semuanya.” Ujar Sehun. Ia mulai memasukan pancake ke dalam mulutnya.

Krystal terlihat enggan, “Dan kau akan menceritakan semuanya tentang Mark?”

Sehun kali ini menghentikan kunyahan pancake-nya. Ragu sebelum akhirnya mengangguk. “Baiklah… Jadi…”

Krystal terdiam melihat kepulan pancake-nya, “Jadi… Jinyoung adalah mantan pacarku.” Kata Krystal dengan sangat enggan. “Itu sudah lama. Ketika awal SMA. Kami juga sudah putus lama.”

“Kau sangat enggan membicarakannya…”
“Itu karena…” Krystal mendesah, “Aku membencinya!”
Sehun melebarkan matanya. Masih terdiam karena menunggu kata-kata dari Krystal.

“Dia memutuskan ku demi orang lain. Maksudku dia jatuh cinta dengan wanita lain. Sepele memang kenapa aku sangat membencinya—“

“Kau hanyalah manusia bukan?” Potong Sehun meniru ucapan Krystal kemarin malam. “Lagiupla itu bukan alasan sepele.”

Krystal mengangkat kedua bahunya, “Aku sangat membencinya waktu itu sampai tidak ingin melihatnya lagi. Karena itulah aku pergi meninggalkan Busan ke Seoul. Meninggalkan orangtua ku. Kurasa aku terlalu berlebihan waktu itu.”

“Aku senang kau pergi ke Seoul…” Gumam Sehun sambil tersenyum.

Krystal menatap Sehun bingung.

“Kita jadi bisa bertemu karenanya. Coba bayangkan jika dirimu tetap di Busan?”

“Kau sedang menggombal bukan?” Dengus Krystal.

“Apa salahnya?” Sehun kemudian mengedipkan matanya.

Krystal tertawa, “Okay, sekarang giliran mu…” Kata Krystal setelah tawanya reda.

Sehun menghela nafasnya. Tangan kanan menopang dagunya. Sejenak, ia berhenti makan, “Mark adalah mantan pacar Wendy.”

“Aku tahu!” Seru Krystal sebal, “Aku ingin tahu tentang perkataannya di restaurant!”

Sehun kembali menghela nafas, “Aku dan Wendy putus karena dia. Wendy berpacaran dengan dia ketika ia masih berpacaran dengan ku. Jadi aku dan dia tidak berteman dengan baik dari awal. Walau hanya bertemu sekali, tapi kami memang…. bisa dikatakan saling membenci dari awal. Aku hanya melihatnya sekilas tetapi tidak pernah melupakan tampangnya. Kemarin adalah pertama kalinya kami berbicara.”

“Maaf… Aku memaksakan mu menceritakan hal yang tidak kau suka.”

Sehun melihat Krystal dan mendengus, “Aku juga.” Ia kemudian kembali makan, “Sepertinya kita harus membicarakan hal lain bukan? Bagaimana dengan kegiatan mu? Apa yang ingin kau lakukan hari ini?”

Krystla mengetuk-ngetukan jarinya, “Uhmmm…. Mencari pekerjaan baru mungkin?”

“Kau tidak perlu mencari pekerjaan baru Krystal…”

“Kenapa?”
“Biar aku saja yang membiayai mu…”

Krystal menatap Sehun intens, “Aku tidak suka dengan ide itu. Lagipula tidak ada yang perlu di khawatirkan. Aku telah bekerja sejak umur 15 tahun Sehun-ah…

“Aku pacar mu…”

“Terus?”

“Dengarkan perkataan ku. Tinggalah dirumah dan jangan capek-capek bekerja!”

“Aku mendengar perkataan mu. Tapi aku tidak ingin menurutinya!”
Sehun menghela nafas, “Baiklah kau boleh bekerja. Tapi ada syarat!”

“Syarat?”

“Bekerjalah dengan Victoria noona atau gak di Café Jonghyun. Di luar itu kau tidak boleh bekerja!”
Krystal mendengus, “Kenapa kau mengatur-ngatur jadinya?”

“Hey… Menurutlah kepada calon suami mu!”

“Apa?!”

Sehun tertawa melihat semburat merah di pipi Krystal.

.

.

.

.

.

Krystal menahan nafasnya. Melihat dirinya sekali lagi di cermin.

“Ayo! Pestanya sudah mau mulai!” Eunji menepuk pundaknya.

Krystal mengangguk. Bersiaplah Krystal Jung! Kau akan menghadapi hari paling mencekam dalam sejarah kehidupan mu. Ia akhirnya keluar dari toilet.

Ruangan pesta pembukaan gallery benar-benar ramai. Banyak orang yang ia kenal. Beberapa di antar mereka sangat terkenal di bidang seni di Korea. Termasuk gurunya, Kim Hyoyeon, orang yang merekomendasikan ia bekerja bersama Tifanny juga hadir.

“Krystal sayang!” Sapa Hyoyeon ceria. Ia terlihat sangat menawan malam ini. Long-sleeved dress bewarna putih dan perhiasan senada. “Kau sangat-sangat cantik menggunakan White dress mu!” Hyoyeon memeluknya.

Krystal membalas pelukan Hyoyeon, “Hyoyeon Seongsangnim… Saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda disini!”
“Bagaimana bekerja dengan Tifanny? Dia menakjubkan bukan? Kau juga menakjubkan! Lukisan mu Krystal! Astaga!!!”
Krystal tersenyum mendengar perkataan Hyoyeon. “Tifanny Sangjangnim memang menakjubkan.” Jawab Krystal jujur. Bagaimanapun juga, Tifanny sebenarnya orang yang sangat baik.

“Baiklah. Kita akan mengobrol lagi. Aku harus menyapa teman-teman ku.” Tunjuk Hyoyeon kepada segerombolan wanita yang lagi-lagi menggunakan dress putih. Termasuk disana ada Tifanny.

Krystal berjalan ke arah teman-temannya.

“Kau terlihat sangat gugup malam ini!” Kata Hyeri melihat gelagat Krystal.

Choa menoleh,“Tenanglah sedikit. Apakah kau gugup karena lukisan mu?”

“Kau menawan kau tahu itu?” Sambung Minah.

“Teman-teman…” Potong Krystal kepada teman-temannya. “Aku tidak apa-apa.” Katanya mencoba menenangkan teman-temannya. Ia tidak gugup karena lukisannya. Ia gugup karena harus satu ruangan dengan Tifanny.

Seolhyun tiba-tiba berseru, “Itu Sehun bukan? Anaknya Tifanny Sangjangnim?”

Semuanya menoleh. Itu Sehun! Sehun sudah datang rupanya. Tentu saja Krystal dan Sehun datang terpisah. Krystal memaksa agar mereka datang terpisah.

Tanpa ia sadari, Krystal menahan nafasnya. Astaga! Sehun sangat sempurna malam ini. Ia terlihat membalas sapaan wanita yang sangat cantik dan Krystal mengenalnya, Im Yoonah. Gurunya selain Hyoyeon.

“Itu Im Yoonah!” Ucap Eunji membuat Krystal menoleh kepadanya. “Dia seorang pelukis juga. Walaupun tidak terlalu terkenal.” Lanjutnya kepada yang lain.

“Yoonah Seonsangnim orang yang baik.” Krystal menanggapi omongan Eunji.

“Oh, kau muridnya?” Tanya Hyeri.

Krystal menganggukan kepalanya. “Ah!” Krystal terkesiap ketika handphone-nya berbunyi. Ia segera menjauh dari teman-temannya sebelum melihat siapa yang menelepon.

“Kau tahu betapa besar ke inginanku untuk mengenggam tangan mu?”

Krystal menahan nafasnya, Sehun…” Ucapnya lirih.

Sehun terkekeh, “Iya. Ini aku. Kau terlihat menawan malam ini.”

“Kau juga…”

“Aku tahu. Aku sengaja memilihnya agar kau terkesan. Bagaimana? Apakah kau terkesan?”

Krystal memutar bola matanya, “Aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini kau sering mengombal.”

“Kau tahu kenapa?”

“Apa aku harus tahu?”

“Itu karena dirimu…”

Lagi-lagi Krystal memutar bola matanya, “Pembohong!” Ia terkekeh.

“Wow! Aku tidak menyangka kalian berpacaran melalui telepon! Tidak ada yang bisa memisahkan dua insan yang sedang tergila-gila akibat cinta!”

Krystal langsung terkejut mendengar suara yang ia tidak kenal. “Sehun?”

“Ini aku! Seojoon!” Terdengar sedikit rusuh, “Hyung!” Teriak Sehun kepada Seojoon. Seojoon dengan mudahnya menjawab, “Tunggu aku ingin berbicara dengan adik ipar ku!” Terdengar lagi suara rusuh.

“Jadi Krystal,” Suara Seojoon kembali terdengar. Tidak ada lagi suara rusuh, “Kau pasti terkejut bukan kenapa aku kesini? Aku kesini diundang Sehun. Untuk jaga-jaga. Aku akan mengontrol Sehun dan membuatmu selamat dari ibu ku. Oh, Sehun menuju ku. Bye!”

Krystal terdiam beberapa saat. Membuatmu selamat dari ibu ku? Hufh… Ia segera kembali ke teman-temannya.

“Muka mu kembali tegang!” Komen Minah ketika Krystal kembali duduk.

Krystal ingin menjawab. Tetapi suara Tifanny terdengar. Oh, acara telah dimulai rupanya. Tifanny sudah berdiri di depan panggung sambil tersenyum.
“Selamat malam semuanya…” Sambut Tifanny diiringi tepuk tangan yang meriah.

.

.

.

.

.

Hyeri menguap untuk kesekian kalinya. “Kalian harus tahu jika aku tidur jam sembilan. Sekarang aku baru selesai makan malam…”

“Kau harus bertahan hingga pukul 12. Ku dengar sehabis ini ada hiburan dan terakhir foto-foto. Malam ini masih panjang!” Kata Choa. Ia menyesap anggurnya.

Pelayan-pelayan mengambil piring-piring kosong. Krystal menyesap anggurnya.

“Aku tidak butuh hiburan ataupun foto-foto.” Keluh Hyeri. “Aku butuh kasur, bantal, dan selimut!”
“Kalian-kalian…” Seolhyun berbisik. Membuat semua orang mendekat ke arahnya, “Apa kalian tidak melihat anak Tifanny Sangjangnim dari tadi?”

Semua memutar bola matanya. Termasuk Krystal.

“Kau terlihat sangat menyukainya…” Kata Minah.

Seolhyun tertawa, “Tentu. Kalian tidak?”

“Setidaknya kami bisa menahan agar tidak melihatnya sedari tadi.” Seru Eunji. “Ada apa?”
“Dia tidak menyesap anggur sedikit pun.”

Semuanya menghela nafas.

“Ini tidak seperti yang kupikirkan.” Ucap Chanmi. “Ku pikir ‘Dia tidak akrab dengan ibunya’ atau ‘Dia tidak menikmati pesta ini!’

“Maksudku adalah jika ia tidak meminum alkohol berarti dia pulang sendiri!”

Eunji mengangkat tangannya, “Cukup! Itu sama sekali tidak menarik. Dan kami tidak peduli.”

“Kenapa tidak pulang bersama ibunya? Atau dia ingin pulang bersama kekasihnya sehingga tidak meminum alkohol? Ayolah dari banyak orang disini pasti ada kekasihnya! Tidak mungkin dia sendirian tanpa kekasih!” Timpal Seolhyun masih tidak ingin mundur.

Untuk bebarapa saat terjadi perdebatan antara Seolhyun dan tujuh orang lainnya. Krystal hanya diam. Memang sudah menjadi kebiasaan dia jarang berkomentar.

“Atau ingin berpesta di tempat yang lain?”

Semuanya langsung menoleh ke Krystal.

“Apa?” Tanya Krystal bingung. “Aku hanya menyampaikan apa yang ku pikirkan.”
“Oh, menahan diri supaya tidak mabuk agar bisa mabuk ke tempat yang lain. Atau dia punya masalah terhadap alkohol sehingga menghindarinya?” Seolhyun kembali berbicara.

Semuanya ingin menyemburkan pendapatnya. Tertahan ketika mendengar alunan music. Dentingan piano mengalun lembut.

“Elsie…” Krystal tersenyum.

“Apa?”

Ia menoleh ke Eunji, “Ini lagu Elsie. Biasanya dipakai untuk berdansa.”

“Dansa?!” Mata Minah melebar. “Ingin mencoba keberuntungan?”

Semuanya terdiam menatap Minah.

Minah melanjutkan, “Kau tahu… Kita berdiri menuju lantai dansa dan…. Mana tahu kita diajak berdansa oleh orang!”

“Maksud mu ahjussi-ahjussi?! Tidak ada anak muda disini!” Seru Choa.

“Tidak ada salahnya!” Hyeri akhirnya berdiri. “Daripada aku tertidur disini akibat alunan piano.”

Satu-satu dari mereka akhirnya berdiri. Termasuk Krystal setelah dipaksa oleh Eunji.

“Memangnya siapa yang ingin mengajak aku berdansa?” Tanya Krystal ketika Eunji menariknya.

“Entahlah. Berharaplah yang tinggi-tinggi. Aku berharap Sehun.”

Krystal memutar bola matanya, “Kau tahu jika kau sudah punya kekasih bukan?”

Eunji terkekeh, “Aku tetaplah manusia yang tidak dapat menolak sebuah pesona.”

Ketika mereka sampai di tempat dansa, ruangan itu sangat penuh. Beberapa teman-temannya juga sudah berdansa. Sepertinya ada anak muda disini. Bukan hanya ahjussi.
“Kau lihat? Ada lelaki lain selain ahjussi! Berharaplah Krystal!” Pekik Eunji senang.

“Kau ingin berdansa dengan ku?” Tawar seseorang kepada Eunji yang disambut hangat oleh Eunji.

Eunji akhirnya meninggalkannya. Krystal terdiam melihat teman-temannya berdansa. Siapa yang akan mengajaknya berdansa? Sehun? Ditengah-tengah situasi seperti ini? Krystal tidak berani berharap. Orang lain? Well, dia pasti akan menolaknya. Pertama, Sehun akan cemburu. Kedua, Tifanny akan menganggapnya remeh.

“Ingin berdansa dengan ku?”

Krystal menoleh ke sumber suara. “Aku?” Tanyanya meyakinkan.

“Ya.”

Dan…. Hening….

.

.

.

.

.

Sehun segera menarik tangan Krystal. “Tidak ada penolakan!” Katanya dan mereka mulai berdansa.

“Sehun…” Krystal menahan nafasnya. Dia sama sekali tidak menatap Sehun. “Jangan menatap ku…” Kata Krystal lagi.

“Kenapa?”

“Karena orang-orang akan berpikiran aneh melihat tatapan mu.”

“Aku tahu… Aku sengaja. Ini adalah sebuah pernyataan!” Sehun kemudian terkekeh, “Kau tahu betapa berkeringatnya tangan mu?”

Krystal mendongak, “Tentu aku tahu!” Ia mengerutu.

“Aku berjanji kau tidak akan tersakiti Krys. Tidak akan untuk kedua kalinya.”

Krystal tidak berkomentar apa-apa. Tatapannya kembali lurus ke depan.

“Kau percaya kepada ku?”

Krystal kembali mendongak, “Aku percaya kepada mu…”

Tepat setelah itu alunan music berhenti.

.TBC.

I’m back…  Flipped entar ya di published nya lagi stuck di detik-detik terakhir.  Tapi aka usahain di post secepatnya… 😉😀