Runaway (Chapter 1)

seasonal-florist1

Cast: Choi Sulli, Choi Minho, Kim Jongin

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

****

Kring…. Kring… Kring…

Perlahan tapi pasti, Sulli membuka matanya. Mengerjapkan matanya berkali-kali sebelum ia mengambil handphone-nya dan mematikan alarm.

Jongin juga ikut bangun. Ia menyibakan selimutnya, “Sudah jam enam pagi?”

Sulli mengangguk pelan menjawab pertanyaan Jongin. Kemudian, mereka berdua turun dari tempat tidur. Jongin bersegera mandi. Sulli pergi ke kamar Taemin, anaknya untuk membangunkannya. Setelah itu Sulli akan bergegas membuat sarapan untuk Jongin dan Taemin. Saat Taemin dan Jongin sarapan, Sulli baru akan mandi. Dia baru akan memakan sarapannya di kantornya, butik pakaiannya Seoul-Ri sesudah ia mengantar Taemin terlebih dahulu.

Inilah rutinitas Sulli setelah menjadi istri Jongin. Berusaha menjadi ibu yang baik bagi Taemin. Juga membangun karirnya sebagai fashion designer.

.

.

.

.

“Tentu saja kau harus ikut pertemuan ini. Astaga Sul…” Krystal menarik nafasnya yang sudah habis. Kemudian kembali berbicara dengan nada mendesak, “ Dengan pertemuan ini, butik kita dikenal oleh orang-orang penting dari majalah di Seoul. Jika mereka tertarik dengan rancangan kita, mereka bisa mengontrak kita. Itu adalah hal yang sangat-sangat-sangat-sangat-sangat sangat sangat sangat-“

Sulli meringis mendengar rentetan kalimat Krystal, sekertarisnya juga teman masa kecilnya yang baru menyelesaikan kuliah fashion designer-nya di Paris. Yang entah mengapa ingin bekerja dengan Sulli, dibawah kendali Sulli. Padahal gadis ini lebih cocok disebut co-worker sangking berkuasanya. Secara, tidak ada sekertaris yang berani menentang dan menyuruh-nyuruh atasannya.

Helaan nafas keluar dari mulut Sulli. Ia memijit pelipisnya yang sudah berdenyut sebelum pukul sepuluh pagi, “Aku mengerti… Tapi siapa yang akan menjaga Taemin? Pertemuan ini akan diadakan selama 5 hari….”

“Ayolah Sul…” Pinta Krystal dengan nada memohon, “Kau itu diundang oleh mereka. Jika kau menolaknya entah apa yang terjadi dengan butik kita. Juga, jika pakaianmu sudah digunakan di majalah, berarti dirimu sudah melangkah lebih dekat ke impian besarmu, runaway fashion!!

Kembali, Sulli menghela nafas. Sulli juga menatap Krystal dengan tatapan memohon, “Kau harus mengerti…”

“Kau bisa mengajaknya bukan? Ayolah dia masih TK. Bukan sebuah masalah jika ia bolos selama lima hari…. Benarkan?”

“Jongin tidak mengizinkannya…”
“Apa?!” Nada suara Krystal meninggi bersamaan dengan emosi yang meningkat, “Maksudmu…” Krystal mendelik, “Bagaimana bisa dia…”

Sulli menunggu Krystal dengan was-was. Takut jika emosi Krystal meledak.
Krystal mulai berbicara kembali, “Bagaimana….”

“Aku akan membicarakan ini dengan Jongin, okay? Kau tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja.” Sulli kemudian memasang senyum manisnya.

Krystal hanya bisa mendengus, “Awas saja jika Jongin tidak ingin menjaga Taemin.”

Sulli mengangkat kedua bahunya, “Kau kan bisa.”

“Apa?!” Krystal kembali mendelik ke arah Sulli. Dia sangat tidak menyukai anak-anak. No… No… No…

“Cepat kembali ke ruanganmu. Pekerjaan sudah menunggu!” Titah Sulli putus asa. Tidak berani menaikan emosi Krystal. Dasar, sekertaris terburuk! Untung saja teman dekat.

.

.

.

.

.

Flash kamera menyambut Sulli dan Krystal ketika mereka keluar dari mobil. Panasnya busan langsung terasa, seakan menyambut mereka. Perkumpulan para fashion designer seluruh Korea, baik yang sudah terkenal hingga ke mancanegara sampai yang seperti Sulli, beberapa kalangan saja diadakan. Acara selama lima hari ini dimaksudkan sebagai ajang berbagi pengalaman juga mengenalkan koleksi mereka ke khalayak yang lebih luas.

Mereka berdua, Krystal dan Sulli menggunakan koleksi S/S Collection terbaru butik Seoul-Ri. Sulli menggunakan Summer Dress bermotif yang di dominasi oleh putih gading. Rambutnya ia ikat sederhana. Juga dilengkapi oleh makeup minimalis. Sedangkan Krystal menggunakan Jumpsuit bermotif bunga-bunga. Rambutnya ia biarkan tergerai, dengan make up yang juga tidak terlalu tebal. Gelang di tangan kanannya melengkapi gaya chick nya.

Nafas Sulli mulai memendek ketika ia mulai berjalan mendekati wartawan. Ia menghembuskan nafasnya secara perlahan. Tidak boleh gugup! Tidak boleh gugup! Tidak boleh gugup! Ucapnya dalam hati menyemangati dirinya.

“Bisa di wawancarai sebentar….” Sulli bersumpah jika detik itu juga, tanggannya langsung menjadi dingin.

.

.

.

.

.

Oemma! Oemma!” Suara riang Taemin berhasil menyadarkan Sulli kembali. Perlahan, ia memukul kecil pipinya agar tersadar.

Nde….” Jawab Sulli mengantuk berbalik dengan Taemin yang masih sangat riang. Sulli menggerutu. Pasti Taemin sekarang sedang di jaga oleh Eunso, adik tirinya Jongin. Sedangkan Jongin pasti belum pulang. Hal ini melanggar perjanjian mereka dimana Jongin akan selalu menemani Taemin dari jam lima sore. Karena Taemin orangnya sangat rewel dan tidak bisa diatur kecuali oleh Sulli dan Jongin.

“Tadi di sekolah Taemin kedatangan guru baru. Guru yang menggantikan Jung Seongsangnim!”

“Taemin semangat sekali menceritakannya. Padahalkan Taemin sedih ketika Jung Seongsangnim keluar.”

“Iya itu karena gurunya lebih asik dan seru! Terus perhatian, ramah, gak pernah marah…. Pokoknya seru banget! Habis itu dia ngerti lagi apa yang Taemin tanyakan. Lukisannya juga bagus… Pokoknya Taemin seneng banget!”

“Taemin tahu dari mana jika gurunya gak pernah marah? Nanti kalau dia marah gimana?”
“Ih… Gak. Pokoknya Min Seongsangnim gak pernah marah!”

Sulli terkekeh kecil. Namanya juga anak kecil.

.

.

.

.

.

Sekarang Sulli bertanya-tanya. Ia bingung dengan Taemin. Selama lima hari di Busan selama itu pula Taemin menceritakan guru barunya.

“Taemin entah mengapa sangat menyukai Min Seongsangnim.”

“Melebihi suka Taemin kepada Appa?”

“Iya. Melebihi Appa!”
Itulah yang membuat Sulli bingung. Apa sih yang dilakukan oleh guru baru itu hingga Taemin sangat menyukainya? Pikiran Sulli kembali melayang ke hari selanjutnya, dengan tema yang masih sama, Min Seongsangnim.

Kenapa Taemin sangat menyukai Min Seongsangnim? Memangnya Min Seongsangnim pernah melakukan hal-hal berbeda yang tidak dilakukan oleh guru-guru yang lainnya?”
“Gak ada sih… Sama seperti yang lain. Tapi begini
Oemma, Taemin itu suka aja ngeliat Min Seongsangnim. Inginnya dekat-dekat dengan dia.

Tambah bingung kan? Krystal bercanda mengatakan jika Taemin mungkin tertarik dengan guru barunya. Yang membuat Sulli langsung tak bisa tidur nyenyak selama di Busan. Amit-amit deh…. Sulli belum bisa membayangkan jika anaknya memiliki perilaku seksual yang menyimpang.

Tidak dapat dipungkiri, Sulli mulai mempercayai perkataan Krystal. Ia sampai-sampai membayangkan jika guru baru itu juga tertarik dengan Taemin. Amit-amit…. Maka dari itu, hari ini, Sulli yang baru saja menginjakan kakinya ke Seoul langsung memutuskan untuk menjemput Taemin.

Krystal hanya tersenyum jahil kepada Sulli. Sangat bahagia karena Sulli masuk ke dalam perangkapnya. Sulli sih masa bodoh. Mau Krystal anggap dia apapun hingga disebut terlalu parno Sulli tidak peduli. Soalnya ini masalah anaknya. #Eaaa

.

.

.

.

Terlalu bersemangat hingga Sulli terlalu cepat sampai. Ia mendesah. Bingung ingin melakukan apa. Akhirnya Sulli memutuskan untuk memainkan hp-nya. Mengabari info ini kepada Krystal yang menyebabkan gadis itu kembali mengetawai Sulli. Sulli hanya bisa mendengus dan membalas, ‘Kau akan seperti diriku jika sudah punya anak!” dan Krystal langsung menjawab dengan satu kata, “Diamlah!”

Berganti, Sulli-lah yang tertawa. Temannya itu sangat tidak menyukai anak kecil, bahkan sampai tidak mau punya anak. Menurutnya mereka itu rewel, berisik, cengeng, intinya menganggu. Benar sih… Tapikan beda rasa antara anak sendiri dengan orang lain.

“Yeaaayy…”

Suara ramai menandakan anak-anak sudah pulang. Sulli segera menutup chat-nya, meletakan handphone-nya, dan keluar dari mobilnya. Menunggu Taemin dengan hati yang berdebar-debar. Menahan rindunya kepada Taemin. Ia menunggu cukup lama karena Taemin selalu keluar yang paling terakhir. Taemin sangat suka bermain di TK-nya hingga harus diseret pulang oleh guru-gurunya.

Akhirnya Taemin datang. Taemin melambaikan tanggannya kepada Sulli. Sulli langsung tersenyum sangat lebar dan membalas lambaian tangan Sulli. Tetapi Taemin tiba-tiba berbalik. Kemudian mendengus.

Oemma tunggu sebentar ya!”

Dahi Sulli bekerut. Kenapa Taemin tiba-tiba berbalik? Ia menghela nafasnya dan berjalan searah dengan Taemin.

“Tapi Min Seongsangnim harus bertemu dengan Oemma! Taemin tidak mau tahu!” Suara Taemin langsung terdengar dari lorong-lorong TK yang sepi. Remang-remang, tetapi Sulli bisa melihat Taemin berbicara dengan seseorang. Orang tersebut berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan Taemin sehingga Sulli tidak dapat melihat wajahnya yang tertutup dengan badan Taemin.
“Taemin…” Panggil Sulli lembut.

Taemin segera berbalik dengan senyum lebarnya, “Oemma ayo berkenalan dengan Min Seongsangnim!

Sulli langsung tersenyum excited . Akhirnya rasa penasaran terjawab.

Dengan pelan, orang yang dipanggil Min Seongsangnim berdiri.

“Minho?!” Gumam Sulli tanpa sadar.

.TBC.