State of Grace (Chapter 24)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Sorak tepuk tangan menghiasi lantai dansa. Krystal mengundurkan diri dari hadapan Sehun. Ia kembali ke teman-temannya.

“Kyaaa….” Teman-teman Krystal berteriak menyambut Krystal.

Krystal meringis. Tentu dia sudah tahu apa maksud teman-temannya.

“Kau masih hidup bukan? Masih bernafas?” Hyeri menghampirinya.

Krystal mendengus, “Apa maksud kalian?”

“Kalau tidak salah tadi dirimu yang sama sekali tidak semangat berdansa!” Eunji melipat kedua tangannya, “Tapi kau mendapatkan Oh Sehun…”

“Itu hanya kebetulan!” Dalam hati Krystal meringis. Kebetulan apa? Ia yakin Sehun memang sudah menargetkannya dari awal. “Jangan berlebihan teman-teman…”

Choa mengerang, “Ugh! Kami tidak bisa Krystal!”

“Aku memotret mu! Kau mau melihatnya?!”   Chanmi mengeluarkan handphone-nya.

Krystal terperanjat. Ini… Dia mengambil handphone Chanmi. Teman-temannya juga ingin melihatnya.

“Kalian terlihat seperti sepasang kekasih!” Komen Eunji.

“Ya ampun… Ini sangat romantis!”

“Cara dia menatap mu Krystal! Dia adalah laki-laki yang hangat!”

“Beruntung sekali yang menjadi kekasihnya!”

Krystal terdiam melihat potretan Chanmi. Bagaimana bisa seperti ini? Maksud Krystal, ia hanya menatap Sehun sekali. Itupun dengan tatapan yang ia usahakan seperti biasa. Tetapi di foto ini sangat kentara.

Chanmi mengambil handphone-nya, “Aku akan mengirimkannya kepada dirimu, Krys.”

Krystal hanya terdiam.

“Permisi semuanya…”

Tiba-tiba hening ketika suara Tifanny terdengar. Tifanny kembali di atas panggung.

“Ku harap kalian menikmati pesta pembukaan ku…” Lanjut Tifanny sambil tersenyum. “Sebelum kita melanjutkan pesta ini, izinkan saya untuk mengucapkan terimakasih terlebih dahulu… Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada sahabat-sahabat yang telah mendukung saya, yang selalu memberikans saya saran. Terimakasih kepada Kim Taeyoen, Kim Hyoyeon, Im Yoonah, Kwon Miran, dan Min Hyorin.”

Orang-orang yang disebutkan oleh Tifanny mengangkat gelas mereka. Hadirin yang lain bertepuk tangan.

“Juga, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada keluarga saya. Suami Saya Oh Siwon dan anak saya Oh Sehun!”

Para hadirin kembali bertepuk tangan. Kali ini sangat keras. Tidak disangka-sangka, Siwon dan Sehun maju ke panggung. Mereka membungkukan badan mereka, menyapa para hadirin yang lain.

“Terimakasih kepada semuanya yang telah hadir disini…” Kata Sehun tanpa disangka-sangka.

Krystal terperangah untuk beberapa saat. Apalagi ketika melihat Sehun tersenyum.

“Aku baru ingat!” Tifanny kembali berbicara. “Sehun disini bersama kekasihnya!”

Krystal menahan nafasnya. Kekasihnya? Dia? Ia tertawa dalam hati. Tifanny mengakuinya atau….
“Biar kupanggilkan dia untuk datang ke panggung.”
Sehun terlihat bingung. Ia berbicara sesuatu ke Tifanny yang juga ditimpali oleh Siwon. Tifanny terlihat tidak peduli.

“Kemana dia ya?” Kata Tifanny lagi. Mata menyapu kerumunan, “Ah, itu dia!”

Jantung Krystal serasa meledak ketika mendengar lanjutan kalimat Tifanny.

.

.

.

.

.

“Krys, kau baik-baik saja?” Tanya Eunji yang melihat Krystal tiba-tiba pucat.

Krystal menoleh. Ia menghirup nafas, setelah beberapa detik tidak. “Baik…” Katanya serak. “Aku baik-baik saja…” Lanjutnya masih sama.

“Kau terlihat tidak.” Kata Eunji masih memperhatikan Krystal.

Krystal menggeleng lemah. “Tenang saja..” Ia kembali menatap ke panggung. Menahan getaran di tangannya seiring dengan Wendy berjalan mendekat.   Senyuman Wendy sangat indah apalagi gaunnya. Krystal mengigit bibirnya. Gaunnya pasti mahal tidak seperti gaun miliknya.

Tifanny kembali berbicara. Tapi kali ini Krystal tidak mendengarkan. Ia bahkan sudah mengalihkan tatapannya dari panggung. Menahan diri tidak menatap Sehun dan berusaha masuk ke pembicaraan teman-temannya.

Chanmi heboh, “Jadi itu kekasihnya?”

“Dia anak Kwon Miran kalau tidak salah…” Eunji kemudian kembali menoleh ke Wendy, “Tapi tidak mempunyai bakat melukis sama sekali…”

“Jangan-jangan mereka bertemu karena latar belakang orangtua mereka?” Tanya Minah.

“Ah, so sweet…” Seru Hyeri.

“Berarti Krys, tadi dirimu sudah termasuk sangat beruntung!” Pekik Seolhyun melihat Krystal.

“Tapi mengapa Sehun mau mengajak Krystal berdansa jika ia sudah punya kekasih?”

Ucapan Chanmi membuat semua menoleh ke Krystal. Krystal terdiam beberapa saat. Kenapa? Karena itu hak-hak Sehun. Dia bahkan tidak tahu jika Wendy disitu. Kalau boleh jujur, dia juga berhak berdansa dengan Sehun. Dia kekasihnya! Kekasih sebenarnya yang tidak diakui oleh ibunya! Krystal mengerjap. Berusaha menghalau air matanya yang ingin terjatuh. “Aku… Tidak… Tahu…” Jawab Krystal pada akhirnya.

“Itu benar. Mana dia tahu. Yang tahu alasan sebenarnya adalah Sehun bukan?” Tanggap Eunji. “Sudahlah jangan terlalu dipikirkan alasannya. Menurutku itu hak-hak Sehun juga. Itu tidak jadi masalah jika Wendy tidak keberatan. Buktinya Krystal baik-baik saja, berarti Wendy tidak keberatan bukan?” Lanjutnya memberikan beberapa alasan.

Tepat setelah itu, alunan musik kembali terdengar. Membuat semuanya menoleh ke atas panggung. Ketika itu Sehun menatap Krystal. Krystal segera mengalihkan pandangannya dari tatapan Sehun. Ia melihat Tifanny dan Siwon mulai berdansa. Suasana jadi sangat canggung sekali di panggung. Dengan Sehun dan Wendy di situ.

“Berdansa! Berdansa! Berdansa!” Teriak orang-orang melihat Sehun dan Wendy.
“Ayo berdansa!!! Apalagi yang mereka tunggu?!” Teriak Chanmi greget melihat mereka.

Sehun terlihat enggan. Ia menggelengkan kepalanya. Masih berusaha tersenyum. Cepat-cepat turun dari panggung. Menjauhi Wendy.

“Ayo berdansalah dengan Wendy!” Seru Tifanny tiba-tiba menghentikan Sehun.

“Ayo!!!!” Krystal menoleh ke teman-temannya, teman-temannya pada menunggu. Krystal menggigit bibirnya. Ini tidak baik. Ia kembali mengalihkan pandangannya ke panggung.

Wendy mendekat ke Sehun dan menarik Sehun agar berdansa dengannya. Krystal tidak dapat melihat ekspresi Sehun. Semua orang bersorak gembira melihatnya, kecuali Krystal tentunya.

Setelah itu, beberapa teman-temannya ikut lagi berdansa. Krystal terdiam. Ia menghela nafas. Ia hanya ingin pulang sekarang. Diam-diam ia pergi dari ruangan dansa. Berjalan gontai menuju mejanya yang sangat sepi. Semua orang menikmati dansa kecuali dia.

Krystal kemudian duduk. Pandangannya mengabur. Ia menutupi mukanya.

Tes!

Tes!

Air matanya mulai berjatuhan. Sial! Rasanya sakit sekali melihat Wendy bisa berdekatan dengan Sehun. Sedangkan dirinya harus menahan diri agar bisa berdekatan dengan Sehun.

“Ini…” Krystal mendongak mendengar suara seseorang.

Seojoon tersenyum lembut. Memberi sapu tangannya ke Krystal, “Tidak apa-apa jika kau ingin menangis…”

Krystal cepat-cepat menghapus air matanya.

.

.

.

.

.

Seojoon sudah bilang ke Sehun. Tifanny pasti akan menyerang Krystal disana. Tidak secara langsung. Tapi melalui Sehun.   Ucapannya terbukti benar.

Dari bangkunya, Seojoon menoleh ke arah Krystal di ujung sana. Gadis itu terlihat biasa-biasa saja––dari jangkauan tempat duduknya––.
“Apa yang Tifanny lakukan?” Ucap Donghae khawatir melihat ia mengumumkan Wendy sebagai kekasih Sehun. Laki-laki disampingnya terlihat sangat marah.

“Aku tidak tahu paman.” Jawab Seojoon jujur. “Tapi jika seperti ini berarti ada yang harus ku urus.” Ia segera bangkit dari tempat duduknya. Berjalan mendekati Krystal, tidak terlalu dekat tetapi dapat melihat ekspresi wajah Krystal.

Gadis itu berusaha menahan semuanya. Ia tetap disitu. Saat Sehun turun dari panggung, ia tetap disitu. Sampai Wendy dan Sehun mengajaknya berdansa. Krystal terdiam cukup lama. Tiba-tiba ia berbalik.

Seojoon mengikuti Krystal. Gadis itu duduk di bangkunya. Menelungkupkan tangannya di wajahnya. Bahunya mulai bergetar. Seojoon menghela nafas. Ia berjalan mendekati Krystal. Mengeluarkan sapu tangannya.

“Ini…” Katanya menyodorkan sapu tangannya ke Krystal.

Krystal menatapnya. Hal itu membuat Seojoon tersenyum, memberikan sapu tangannya ke Krystal, “Tidak apa-apa jika kau ingin menangis…”

Krystal cepat-cepat menghapus air matanya, “Oppa?!”

Seojoon duduk di samping Krystal, “Tidak apa-apa jika kau ingin menangis…” Katanya lagi.

Krystal menghela nafasnya, “Menangis di depan orang bukanlah kesukaan ku.” Katanya jujur. Ia menatap Seojoon, “Aku orang yang suka tenggelam dalam kesedihanku. Kemudian merasa baikan ketika aku selesai menangis.”
Seojoon menganggukan kepalanya, “Seseorang memang butuh menangis Krys. Kau tahu, menurut Psychology, seseorang wanita menangis jika ada yang salah dan merasa benar ketika ia selesai menangis. Kau tidak perlu malu akan hal itu.”

“Entahlah…”

Ia tersenyum. Setidaknya Krystal tidak terlalu rapuh seperti tadi, “Jadi, ingin berdansa dengan ku?”

Krystal menatap Seojoon bingung.

“Aku tadi memprediksi hal ini ke Sehun. Jika Tifanny akan menyiksamu melalui Sehun. Dan ia melakukan hal itu dengan mengenalkan Wendy. Aku memprediksi jika kau tidak kembali lagi ke sana, Sehun akan segera kesini untuk mencari mu. Aku juga memprediksi dia lagi melihat segela arah mencari mu. Jadi…”

Krystal menundukan kepalanya, “Baiklah…” Ia dan Seojoon bangkit. Menuju kembali ke tempat berdansa dan mulai berdansa.

Sepanjang ia berdansa, ia berusaha untuk tidak melihat Sehun dan Wendy. Rasanya terlalu menyakitkan.

“Apa kau tahu jika Sehun sadari tadi menatap mu?”

Krystal menoleh ke Seojoon dengan tatapan bingung. Ragu-ragu, melihat ke Sehun dan… Seojoon benar. Sehun sedang melihat ke arahnya. Cepat-cepat Krystal mengalihkan pandangannya.

Seojoon kembali berbicara, “Kau lihat tangan Sehun? Dia menyalurkan segala emosinya dalam cengraman tangannya. Aku bingung kenapa Wendy tidak meringis sama sekali…”

Krystal melihat tangan Sehun yang sangat terkepal.

“Aku juga bingung kenapa ia sangat berani menatap Sehun. Sehun sama sekali tidak ingin menatapnya!”
Krystal menunduk. Dia diam-diam tersenyum, “Oppa tidak harus menghina Wendy agar membuatku tersenyum….”

“Setidaknya aku tahu apa yang akan membuat mu tersenyum.”
Krystal mendongak melihat Seojoon, “Oppa!” Dia tersenyum.

Seojoon ikut tersenyum, “Apalagi ya agar kau tertawa? Bagaimana jika kita berdoa agar leher Wendy sakit sehabis ini? Atau ada tulangnya yang salah akibat ia terus mendongak?!”
Jahat memang. Tapi Krystal tertawa mendengarnya.

“Hak sepatunya patah? Gaunnya terinjak?”
Lagu selesai. Seojoon melepaskan tangan Krystal. “Kau tersenyum lebar lagi…”

Krystal menggelengkan kepalanya.

“Sehabis ini kau duduk bersama ku okay? Untuk jaga-jaga. Entah apa yang akan ibuku buat sehabis ini.” Tanpa persetujuan atau apa, Seojoon menarik tangan Krystal.

.

.

.

.

.

Wendy bersumpah, ia membenci Krystal Jung. Sangat membencinya. Lihatlah sekarang! Karena gadis itu Sehun tidak menatapnya sama sekali! Lehernya pegal karena terus mendongak menatap Sehun dan Sehun sama sekali tidak membalasnya! Wendy bersumpah jika sekarang Sehun sedang menatap Krystal Jung.

Bagaimana Wendy tahu? Karena ketika Krystal Jung mulai berdansa dengan laki-laki yang tidak ia kenal, cengkraman tangan Sehun mengencang. Oh, itulah kenapa ia mencari-cari siapa yang Sehun tatap. Karena cengkraman tangan Sehun sangat kencang hingga tangannya dipastikan memerah.

“Sehun!” Wendy mencoba memanggil Sehun.

Tidak ada respon.

“Sehun!”

Masih sama, tidak ada respon.

“Aw!”

Wendy yang kesal akhirnya menginjak kaki Sehun. Membuat pemilik kaki tersebut meringis.

“Apa?!” Tanya Sehun tajam.

Prok! Prok! Prok!
Lagu dansa selesai. Sehun dengan cepat melepaskan tangan Wendy. Ia dengan cepat berjalan melewati Wendy.
“Tunggu!” Wendy terpakasa mengekor dari belakang. Sedikit tergesa-gesa karena jalan Sehun yang sangat cepat.

Hyung!” Sehun memanggil seseorang. Orang tersebut sedang duduk dan akhirnya berdiri.

“Sehun siapa dia?” Tanya Wendy dan melingkarkan tangannya di tangan Sehun.
Sehun menatap Wendy risih.

“Oh Seojoon.” Ucap Seojoon tiba-tiba. Melihat gelagat Sehun, sepertinya adiknya akan menyemburkan semua emosinya kepada Wendy. “Nama ku Oh Seojoon.” Katanya sekali lagi.

Wendy menunduk, “Aku Wendy Son…”

“Aku tahu.” Ujar Seojon santai.

“Dari mana Anda tahu?” Wendy bingung. “Apa kita pernah bertemu.”

“Pernah.”

“Kapan?”

“Di sini.”

Wendy menghela nafasnya. Astaga…. Cukup Sehun yang membuat kesabarannya habis. Lelaki ini tidak usah membuat kesabarannya habis.

Seojoon terkekeh, “Tentu saja tidak pernah. Jika pernah Anda pasti tidak menanyakan siapa saya.”

Nah, ucapan Seojoon malah semakin membuat kesabaran Wendy menipis. Mata Wendy kemudian teralihkan dengan perempuan yang duduk bersama Seojoon. Krystal Jung rupanya.

Wendy tersenyum, “Oh, Krystal? Kenapa kau disini? Bukannya kau seharusnya bersama teman-teman mu?”

“Diamlah dan pergi dari sini!” Sehun menatap Wendy tajam.

Wendy semakin kesal. “Kau menghabiskan waktu dengan lelaki lain? Ku kira kau sudah punya kekasih. Tidak kusangka jika—“

Argh!”

Wendy meringis tak kala Sehun menamparnya.

“Sehun…” Ucap Wendy tidak percaya.

Seojoon menghela nafasnya. “Sehun… Ingat apa yang ku katakan tadi…”

Sehun mengertakan giginya, “Ini terakhir kalinya ku katakan. Pergi dari sini sekarang!”

Tatapan Wendy menyalak, “Kenapa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya! Apa yang salah?!”

Sehun mengerang, “Kau…”

“Sehun…”   Krystal bangun dan menyentuh pundak Sehun. Membuat Sehun menghentikan langkahnya yang sedikit lagi siap menghajar Wendy.

Wendy terpana. Lagi-lagi tatapan Sehun ke Krystal. Kekesalnnya semakin menjadi-jadi.

Byur!

Refleks, Wendy menyiramkan sampanye terdekat yang bisa ia jangkau ke Krystal. Semuanya tersentak hebat.

“Ada apa ini?” Tepat sebelum situasi semakin runyam, Tifanny datang. Menembus kerumunan yang lain. Matanya menatap tajam Krystal ketika melihatnya.

Seojoon menghela nafasnya. Sepertinya suasana malah akan semakin tambah runyam.

“Pergi dari sini!” Seru Tifanny ke Krystal. “Kau membuat keributan disini jadi cepat pergi dari sini!”

“Tapi Wendy lah yang membuat keributan! Krystal sedari tadi hanya diam!” Seru Sehun kepada Tifanny. Ia kemudian menarik tangan Krystal. Membuat Krystal berada di sampingnya, “Krystal akan tetap disini. Bersama ku!”

“Wendy tidak akan membuat keributan jika tidak ada dia!” Tifanny masih tidak ingin mundur. Dia menunjuk ke arah Krystal, “Aku bos mu bukan? Turuti perintah ku!”

Mommy bukan bos Krystal lagi. Dia sudah mommy pecat bukan? Jadi sekarang hak-hak dia ingin berada disini atau tidak!”

Tifanny menatap Krystal semakin tajam, “Wanita jalang! Lihat yang kau buat? Kau membuat anak ku berpihak kepada mu!” Ia kemudian mengerang. “Aku membenci mu!”

Semuanya terkejut mendengar perkataan Tifanny, bahkan Wendy sekalipun. Tak disangka-sangka juga, air mata Krystal turun.

Krystal segera menghapusnya, “Aku pulang duluan. Permisi…” Ia membungkukan badannya dan segera pergi dari situ.

.

.

.

.

.

“Krys, ada apa?” Eunji panik melihat Krystal berlari dari ruangan dansa. Tanganya mencekal tangan Krystal.

Krystal menggeleng, “Tidak apa-apa. Aku harus pulang!” Ia kemudian melepaskan cekalan tangan Krystal.

“Hei—“ Eunji ingin mengejar Krystal jika saja ia tidak melihat pemandangan yang sangat unik. Oh Sehun juga ikut mengejar Krystal.

“Hey, bukan kah itu Krystal?” Seru Choa melihat Krystal keluar. “Kenapa dia? Pulang?”

Eunji mengangkat kedua bahunya, “Entahlah. Dia seperti sangat tertekan.”

“Akhir-akhir ini ku lihat dia juga sangat tidak bersemangat.” Choa kemudian menghela nafasnya, “Ku harap dia tidak keluar. Aku menyukainya.”
Eunji menganggukan kepalanya, “Dia orang yang asyik.” Kemudian matanya menyapu arah lain, “Kemana teman-teman kita yang lain? Apakah mereka sudah selesai muntahnya?”

“Ku rasa kita harus menyusul mereka ke toilet.” Terdengar gerutuan dari Choa, “Mereka ini! Tidak bisa mabuk malah mabuk!”

.TBC.

A/N:

Disetiap kepahitan kan ujung-ujungnya akan hilang…..  Mungkin beberapa chapter akan ada pahitnya tapi juga akan ada manisnya..  We’ll see…  

State of Grace (Chapter 23)

State of Grace

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung | Red Velvet’s Wendy Son

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family, Hurt/Comfort

Length: Chaptered

Author: Ally

***

Love is Ruthless Escaped 

(Cinta Adalah Pelarian yang Berbahaya)

Unless You Play It Good and Right

(Kecuali Kamu Memainkannya dengan Baik dan Benar)

State of Grace –Taylor Swift-

Sehun bangun mencium aroma pancake yang lezat. Hmmm…. Dia akan terbiasa dengan hal ini. “Pagi…” Katanya kepada Krystal dengan suara serak khas bangun tidur.

Krystal yang sibuk memasak menoleh, “Pagi…” Balasnya kepada Sehun yang tertidur di sofa apartment Krystal.

Entah mengapa Sehun ingin tidur di apartment Krystal kemarin malam. Mungkin karena mereka pada akhirnya mengobrol hingga tengah malam? Maka dari itu Sehun memutuskan untuk menginap sekalian.
“Kita belum selesai berbicara kemarin Krystal Jung…” Kata Sehun berjalan ke dapur. Ia duduk di kursi meja makan dan meminum teh Krystal. Ugh! Greentea… Lain kali dia tidak akan meminumnya lagi.

Krystal masih sibuk memasak. Ketika pancake terakhir matang baru ia berkata,“Aku tahu… Tapi bukannya kau harus siap-siap pergi kerja?”

Sehun menyipitkan matanya, “Jangan menghindar dari pembicaraan ini… Aku bisa pergi dari sini pukul delapan dan sebelum pukul itu kita bisa berbicara. Ditambah kita bisa berbicara sambil makan!”

“Baiklah-baiklah…” Krystal kemudian menaruh pancake hangat beserta sirup maple. “Apa yang ingin kau ketahui tentang Jinyoung?” Tanya Krystal dan meletakan tiga pancake ke piring Sehun.

Setelah menghabiskan waktu bersama Krystal kemarin malam, suasana hati Sehun awalnya buruk lama-kelamaan menjadi baik membuat ia mengingat beberapa hal. Termasuk tentang Jinyoung. Ia sebenarnya sudah bertanya dari kemarin malam. Tapi Krystal berhasil mengelak dan mengatakan ia akan bercerita besok.

“Semuanya.” Ujar Sehun. Ia mulai memasukan pancake ke dalam mulutnya.

Krystal terlihat enggan, “Dan kau akan menceritakan semuanya tentang Mark?”

Sehun kali ini menghentikan kunyahan pancake-nya. Ragu sebelum akhirnya mengangguk. “Baiklah… Jadi…”

Krystal terdiam melihat kepulan pancake-nya, “Jadi… Jinyoung adalah mantan pacarku.” Kata Krystal dengan sangat enggan. “Itu sudah lama. Ketika awal SMA. Kami juga sudah putus lama.”

“Kau sangat enggan membicarakannya…”
“Itu karena…” Krystal mendesah, “Aku membencinya!”
Sehun melebarkan matanya. Masih terdiam karena menunggu kata-kata dari Krystal.

“Dia memutuskan ku demi orang lain. Maksudku dia jatuh cinta dengan wanita lain. Sepele memang kenapa aku sangat membencinya—“

“Kau hanyalah manusia bukan?” Potong Sehun meniru ucapan Krystal kemarin malam. “Lagiupla itu bukan alasan sepele.”

Krystal mengangkat kedua bahunya, “Aku sangat membencinya waktu itu sampai tidak ingin melihatnya lagi. Karena itulah aku pergi meninggalkan Busan ke Seoul. Meninggalkan orangtua ku. Kurasa aku terlalu berlebihan waktu itu.”

“Aku senang kau pergi ke Seoul…” Gumam Sehun sambil tersenyum.

Krystal menatap Sehun bingung.

“Kita jadi bisa bertemu karenanya. Coba bayangkan jika dirimu tetap di Busan?”

“Kau sedang menggombal bukan?” Dengus Krystal.

“Apa salahnya?” Sehun kemudian mengedipkan matanya.

Krystal tertawa, “Okay, sekarang giliran mu…” Kata Krystal setelah tawanya reda.

Sehun menghela nafasnya. Tangan kanan menopang dagunya. Sejenak, ia berhenti makan, “Mark adalah mantan pacar Wendy.”

“Aku tahu!” Seru Krystal sebal, “Aku ingin tahu tentang perkataannya di restaurant!”

Sehun kembali menghela nafas, “Aku dan Wendy putus karena dia. Wendy berpacaran dengan dia ketika ia masih berpacaran dengan ku. Jadi aku dan dia tidak berteman dengan baik dari awal. Walau hanya bertemu sekali, tapi kami memang…. bisa dikatakan saling membenci dari awal. Aku hanya melihatnya sekilas tetapi tidak pernah melupakan tampangnya. Kemarin adalah pertama kalinya kami berbicara.”

“Maaf… Aku memaksakan mu menceritakan hal yang tidak kau suka.”

Sehun melihat Krystal dan mendengus, “Aku juga.” Ia kemudian kembali makan, “Sepertinya kita harus membicarakan hal lain bukan? Bagaimana dengan kegiatan mu? Apa yang ingin kau lakukan hari ini?”

Krystla mengetuk-ngetukan jarinya, “Uhmmm…. Mencari pekerjaan baru mungkin?”

“Kau tidak perlu mencari pekerjaan baru Krystal…”

“Kenapa?”
“Biar aku saja yang membiayai mu…”

Krystal menatap Sehun intens, “Aku tidak suka dengan ide itu. Lagipula tidak ada yang perlu di khawatirkan. Aku telah bekerja sejak umur 15 tahun Sehun-ah…

“Aku pacar mu…”

“Terus?”

“Dengarkan perkataan ku. Tinggalah dirumah dan jangan capek-capek bekerja!”

“Aku mendengar perkataan mu. Tapi aku tidak ingin menurutinya!”
Sehun menghela nafas, “Baiklah kau boleh bekerja. Tapi ada syarat!”

“Syarat?”

“Bekerjalah dengan Victoria noona atau gak di Café Jonghyun. Di luar itu kau tidak boleh bekerja!”
Krystal mendengus, “Kenapa kau mengatur-ngatur jadinya?”

“Hey… Menurutlah kepada calon suami mu!”

“Apa?!”

Sehun tertawa melihat semburat merah di pipi Krystal.

.

.

.

.

.

Krystal menahan nafasnya. Melihat dirinya sekali lagi di cermin.

“Ayo! Pestanya sudah mau mulai!” Eunji menepuk pundaknya.

Krystal mengangguk. Bersiaplah Krystal Jung! Kau akan menghadapi hari paling mencekam dalam sejarah kehidupan mu. Ia akhirnya keluar dari toilet.

Ruangan pesta pembukaan gallery benar-benar ramai. Banyak orang yang ia kenal. Beberapa di antar mereka sangat terkenal di bidang seni di Korea. Termasuk gurunya, Kim Hyoyeon, orang yang merekomendasikan ia bekerja bersama Tifanny juga hadir.

“Krystal sayang!” Sapa Hyoyeon ceria. Ia terlihat sangat menawan malam ini. Long-sleeved dress bewarna putih dan perhiasan senada. “Kau sangat-sangat cantik menggunakan White dress mu!” Hyoyeon memeluknya.

Krystal membalas pelukan Hyoyeon, “Hyoyeon Seongsangnim… Saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda disini!”
“Bagaimana bekerja dengan Tifanny? Dia menakjubkan bukan? Kau juga menakjubkan! Lukisan mu Krystal! Astaga!!!”
Krystal tersenyum mendengar perkataan Hyoyeon. “Tifanny Sangjangnim memang menakjubkan.” Jawab Krystal jujur. Bagaimanapun juga, Tifanny sebenarnya orang yang sangat baik.

“Baiklah. Kita akan mengobrol lagi. Aku harus menyapa teman-teman ku.” Tunjuk Hyoyeon kepada segerombolan wanita yang lagi-lagi menggunakan dress putih. Termasuk disana ada Tifanny.

Krystal berjalan ke arah teman-temannya.

“Kau terlihat sangat gugup malam ini!” Kata Hyeri melihat gelagat Krystal.

Choa menoleh,“Tenanglah sedikit. Apakah kau gugup karena lukisan mu?”

“Kau menawan kau tahu itu?” Sambung Minah.

“Teman-teman…” Potong Krystal kepada teman-temannya. “Aku tidak apa-apa.” Katanya mencoba menenangkan teman-temannya. Ia tidak gugup karena lukisannya. Ia gugup karena harus satu ruangan dengan Tifanny.

Seolhyun tiba-tiba berseru, “Itu Sehun bukan? Anaknya Tifanny Sangjangnim?”

Semuanya menoleh. Itu Sehun! Sehun sudah datang rupanya. Tentu saja Krystal dan Sehun datang terpisah. Krystal memaksa agar mereka datang terpisah.

Tanpa ia sadari, Krystal menahan nafasnya. Astaga! Sehun sangat sempurna malam ini. Ia terlihat membalas sapaan wanita yang sangat cantik dan Krystal mengenalnya, Im Yoonah. Gurunya selain Hyoyeon.

“Itu Im Yoonah!” Ucap Eunji membuat Krystal menoleh kepadanya. “Dia seorang pelukis juga. Walaupun tidak terlalu terkenal.” Lanjutnya kepada yang lain.

“Yoonah Seonsangnim orang yang baik.” Krystal menanggapi omongan Eunji.

“Oh, kau muridnya?” Tanya Hyeri.

Krystal menganggukan kepalanya. “Ah!” Krystal terkesiap ketika handphone-nya berbunyi. Ia segera menjauh dari teman-temannya sebelum melihat siapa yang menelepon.

“Kau tahu betapa besar ke inginanku untuk mengenggam tangan mu?”

Krystal menahan nafasnya, Sehun…” Ucapnya lirih.

Sehun terkekeh, “Iya. Ini aku. Kau terlihat menawan malam ini.”

“Kau juga…”

“Aku tahu. Aku sengaja memilihnya agar kau terkesan. Bagaimana? Apakah kau terkesan?”

Krystal memutar bola matanya, “Aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini kau sering mengombal.”

“Kau tahu kenapa?”

“Apa aku harus tahu?”

“Itu karena dirimu…”

Lagi-lagi Krystal memutar bola matanya, “Pembohong!” Ia terkekeh.

“Wow! Aku tidak menyangka kalian berpacaran melalui telepon! Tidak ada yang bisa memisahkan dua insan yang sedang tergila-gila akibat cinta!”

Krystal langsung terkejut mendengar suara yang ia tidak kenal. “Sehun?”

“Ini aku! Seojoon!” Terdengar sedikit rusuh, “Hyung!” Teriak Sehun kepada Seojoon. Seojoon dengan mudahnya menjawab, “Tunggu aku ingin berbicara dengan adik ipar ku!” Terdengar lagi suara rusuh.

“Jadi Krystal,” Suara Seojoon kembali terdengar. Tidak ada lagi suara rusuh, “Kau pasti terkejut bukan kenapa aku kesini? Aku kesini diundang Sehun. Untuk jaga-jaga. Aku akan mengontrol Sehun dan membuatmu selamat dari ibu ku. Oh, Sehun menuju ku. Bye!”

Krystal terdiam beberapa saat. Membuatmu selamat dari ibu ku? Hufh… Ia segera kembali ke teman-temannya.

“Muka mu kembali tegang!” Komen Minah ketika Krystal kembali duduk.

Krystal ingin menjawab. Tetapi suara Tifanny terdengar. Oh, acara telah dimulai rupanya. Tifanny sudah berdiri di depan panggung sambil tersenyum.
“Selamat malam semuanya…” Sambut Tifanny diiringi tepuk tangan yang meriah.

.

.

.

.

.

Hyeri menguap untuk kesekian kalinya. “Kalian harus tahu jika aku tidur jam sembilan. Sekarang aku baru selesai makan malam…”

“Kau harus bertahan hingga pukul 12. Ku dengar sehabis ini ada hiburan dan terakhir foto-foto. Malam ini masih panjang!” Kata Choa. Ia menyesap anggurnya.

Pelayan-pelayan mengambil piring-piring kosong. Krystal menyesap anggurnya.

“Aku tidak butuh hiburan ataupun foto-foto.” Keluh Hyeri. “Aku butuh kasur, bantal, dan selimut!”
“Kalian-kalian…” Seolhyun berbisik. Membuat semua orang mendekat ke arahnya, “Apa kalian tidak melihat anak Tifanny Sangjangnim dari tadi?”

Semua memutar bola matanya. Termasuk Krystal.

“Kau terlihat sangat menyukainya…” Kata Minah.

Seolhyun tertawa, “Tentu. Kalian tidak?”

“Setidaknya kami bisa menahan agar tidak melihatnya sedari tadi.” Seru Eunji. “Ada apa?”
“Dia tidak menyesap anggur sedikit pun.”

Semuanya menghela nafas.

“Ini tidak seperti yang kupikirkan.” Ucap Chanmi. “Ku pikir ‘Dia tidak akrab dengan ibunya’ atau ‘Dia tidak menikmati pesta ini!’

“Maksudku adalah jika ia tidak meminum alkohol berarti dia pulang sendiri!”

Eunji mengangkat tangannya, “Cukup! Itu sama sekali tidak menarik. Dan kami tidak peduli.”

“Kenapa tidak pulang bersama ibunya? Atau dia ingin pulang bersama kekasihnya sehingga tidak meminum alkohol? Ayolah dari banyak orang disini pasti ada kekasihnya! Tidak mungkin dia sendirian tanpa kekasih!” Timpal Seolhyun masih tidak ingin mundur.

Untuk bebarapa saat terjadi perdebatan antara Seolhyun dan tujuh orang lainnya. Krystal hanya diam. Memang sudah menjadi kebiasaan dia jarang berkomentar.

“Atau ingin berpesta di tempat yang lain?”

Semuanya langsung menoleh ke Krystal.

“Apa?” Tanya Krystal bingung. “Aku hanya menyampaikan apa yang ku pikirkan.”
“Oh, menahan diri supaya tidak mabuk agar bisa mabuk ke tempat yang lain. Atau dia punya masalah terhadap alkohol sehingga menghindarinya?” Seolhyun kembali berbicara.

Semuanya ingin menyemburkan pendapatnya. Tertahan ketika mendengar alunan music. Dentingan piano mengalun lembut.

“Elsie…” Krystal tersenyum.

“Apa?”

Ia menoleh ke Eunji, “Ini lagu Elsie. Biasanya dipakai untuk berdansa.”

“Dansa?!” Mata Minah melebar. “Ingin mencoba keberuntungan?”

Semuanya terdiam menatap Minah.

Minah melanjutkan, “Kau tahu… Kita berdiri menuju lantai dansa dan…. Mana tahu kita diajak berdansa oleh orang!”

“Maksud mu ahjussi-ahjussi?! Tidak ada anak muda disini!” Seru Choa.

“Tidak ada salahnya!” Hyeri akhirnya berdiri. “Daripada aku tertidur disini akibat alunan piano.”

Satu-satu dari mereka akhirnya berdiri. Termasuk Krystal setelah dipaksa oleh Eunji.

“Memangnya siapa yang ingin mengajak aku berdansa?” Tanya Krystal ketika Eunji menariknya.

“Entahlah. Berharaplah yang tinggi-tinggi. Aku berharap Sehun.”

Krystal memutar bola matanya, “Kau tahu jika kau sudah punya kekasih bukan?”

Eunji terkekeh, “Aku tetaplah manusia yang tidak dapat menolak sebuah pesona.”

Ketika mereka sampai di tempat dansa, ruangan itu sangat penuh. Beberapa teman-temannya juga sudah berdansa. Sepertinya ada anak muda disini. Bukan hanya ahjussi.
“Kau lihat? Ada lelaki lain selain ahjussi! Berharaplah Krystal!” Pekik Eunji senang.

“Kau ingin berdansa dengan ku?” Tawar seseorang kepada Eunji yang disambut hangat oleh Eunji.

Eunji akhirnya meninggalkannya. Krystal terdiam melihat teman-temannya berdansa. Siapa yang akan mengajaknya berdansa? Sehun? Ditengah-tengah situasi seperti ini? Krystal tidak berani berharap. Orang lain? Well, dia pasti akan menolaknya. Pertama, Sehun akan cemburu. Kedua, Tifanny akan menganggapnya remeh.

“Ingin berdansa dengan ku?”

Krystal menoleh ke sumber suara. “Aku?” Tanyanya meyakinkan.

“Ya.”

Dan…. Hening….

.

.

.

.

.

Sehun segera menarik tangan Krystal. “Tidak ada penolakan!” Katanya dan mereka mulai berdansa.

“Sehun…” Krystal menahan nafasnya. Dia sama sekali tidak menatap Sehun. “Jangan menatap ku…” Kata Krystal lagi.

“Kenapa?”

“Karena orang-orang akan berpikiran aneh melihat tatapan mu.”

“Aku tahu… Aku sengaja. Ini adalah sebuah pernyataan!” Sehun kemudian terkekeh, “Kau tahu betapa berkeringatnya tangan mu?”

Krystal mendongak, “Tentu aku tahu!” Ia mengerutu.

“Aku berjanji kau tidak akan tersakiti Krys. Tidak akan untuk kedua kalinya.”

Krystal tidak berkomentar apa-apa. Tatapannya kembali lurus ke depan.

“Kau percaya kepada ku?”

Krystal kembali mendongak, “Aku percaya kepada mu…”

Tepat setelah itu alunan music berhenti.

.TBC.

I’m back…  Flipped entar ya di published nya lagi stuck di detik-detik terakhir.  Tapi aka usahain di post secepatnya… 😉😀

Flipped (Chapter 15)

flipped

If I would have known that you wanted me, the way I wanted you
Then maybe we wouldn’t be two worlds apart
But right here in each other’s arms 

And we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

Almost is Never Enough -Ariana Grande-

Janggal

Tok! Tok! Tok!

Bocah busuk! Hey! Buka pintunya!” Chanyeol terlihat kesal menatap pintu kamar Sehun. Merasa kesal karena tidak diberi tanggapan, ia kembali mengetuk pintunya.

Cklek~

“Chanyeol-ah, ada apa?” Suara serak Luhan mengangetkan Chanyeol.

Luhan masih sakit. Sudah tiga hari ini dia tergeletak di kamarnya. Kemarin ia sudah pergi ke dokter dengan Krystal. Dia terkena penyakit tipes dan wajib berisitirahat selama dua pekan full.

Chanyeol tersenyum malu karena telah membangunkan Luhan, “Tidak apa-apa. Seperti biasa, hari ini Sehun yang bertugas membeli makanan. Tapi dia tidak bangun-bangun.”

“Mungkin dia sakit. Kemarin ketika aku baru pulang dari rumah sakit Sehun terlihat sangat lemas.”

Chanyeol akhirnya menghela nafasnya, “Mungkin saja. Baiklah aku akan membelikan makanan. Kau seperti biasa bukan?”

Luhan mendengus, “Aku hanya memakan bubur selama dua pekan tidak selamanya.”

Chanyeol terkekeh kecil, “Sampai dua pekan kedepan seperti biasa bukan?”

Luhan menganggukan kepalanya.

.

.

.

.

Sehun tidak tertidur. Ia memang di tempat tidur, tetapi dia hanya tidur-tiduran di atas tempat tidurnya. Sehun mendengar ketukan pintu, ia mendengar obrolan Chanyeol dan Luhan, intinya ia mendengar semuanya. Tetapi dia malas membuka pintu. Setelah kejadian empat hari lalu, dia selalu focus terhadap satu hal.

“Aku tidak yakin kau mengerti perasaanmu karena mengerti perasaan orang saja tidak!”

Sehun mendesis tajam. Sial! Dia tidak bisa menghilangkan nada suara Krystal dari pikirannya ketika mengatakan hal itu. Tajam dan begitu menusuk. Ekspresinya yang berapi-api juga selalu terpatri di benak Sehun.

Apakah ia tidak mengerti dirinya sendiri?

Sehun bertanya-tanya mulai dari saat itu. Apakah dia mengerti dirinya sendiri?

Entahlah.

Dia tinggal di sini karena malu kepada orangtuanya. Tetapi ia merindukan orangtuanya. Jauh dilubuk hatinya, ia ingin berbaikan dengan orangtuanya. Dia menjadi seperti dirinya sekarang juga karena kebodohannya sendiri.

Jadi, apakah dia mengerti dirinya sendiri?

Sehun memejamkan matanya.

Tidak!

Dia tidak mengerti dirinya sendiri. Krystal benar. Dia hanyalah orang bodoh dan egois. Sehun kembali menghela nafasnya. Sepertinya dia harus melakukan hal penting agar bisa mengerti dirinya sendiri. Atau ia akan terpuruk kedalam kegelapan semakin dalam.

.

.

.

.

.

Tok! Tok! Tok!

Krystal meringis ketika mendengar suara ketukan pintu. Ia meringis karena hari ini hari minggu. Jam juga masih menunjukan pukul 7 pagi dan seseorang sudah menganggu tidurnya.

Ck!

Krystal mendecakan lidahnya, “Tunggu!” Teriaknya dan segera bangkit.

Trek~
“Oemma?!”
Mata Krystal terbelak melihat orang di depannya.

Oemma tersenyum lembut ke Krystal, “Hai, Princess…”

Oemma?!” Kata Krystal lagi masih tidak percaya.

Nyonya Jung masih tersenyum lembut, “Bagaimana tidurmu? Bangunlah dan cepatlah siap-siap. Oemma sudah membuatkan mu sarapan. Oemma tunggu di ruang makan ya?” Tanpa menunggu jawaban Krystal, Nyonya Jung berbalik.

Krystal terdiam beberapa saat, Apa yang sedang terjadi?

.

.

.

.

.

“Krystal Jung!”

Krystal tersentak ketika Luhan memanggil namanya. Ia mengerjapkan matanya, tersadar dari lamunannya. Menoleh dan tersenyum, “Maaf aku melamun.”

Luhan menghela nafasnya, “Akhir-akhir ini kau sering melamun. Ada yang ingin kau ceritakan?”

Krystal menarik nafasnya. Cerita? Tentu ada. Dia sedang pusing dengan kehidupannya belakangan ini. Semuanya sempurna tetapi membingungkan. Entah mengapa orangtuanya menjadi baik kepadanya lagi. Secara tiba-tiba tanpa menjelaskan alasan yang jelas. Itulah yang membuat diri Krystal gusar.

“Krys…”

Suara rendah Luhan membuat Krystal kembali tersentak. Ia kembali mengerjap kemudian menggeleng lemah, “Kurasa semuanya baik-baik saja.” Kemudian ia tersenyum kecil. “Kemana Sehun? Aku tidak melihatnya beberapa hari ini?” Tanya Krystal kemudian berusaha untuk mengalihkan topic.

“Oh?!” Luhan menatap Krystal seakan baru ingat akan sesuatu. “Sehun?!”
Krystal menganggukan kepalanya.

“Sehun pindah! Astaga bagaimana aku lupa memberi tahu dirimu!” Luhan tiba-tiba heboh. “Dia kembali lagi ke rumahnya. Sudah lima hari ini.”

“Apa?!” Tanya Krystal terkejut. Sehun kembali lagi kerumahnya? Bagaimana bisa? Bukannya hubungan Sehun dan orangtuanya juga tidak baik? Jangan-jangan…
“Krys…”

Krystal menoleh ketika Luhan memanggil namanya, “Iya?”

“Apa kau yakin kau tidak apa-apa?” Luhan menatap Krystal lembut. Nada suaranya tidak ada paksaan sama sekali.

Krystal lagi-lagi menggeleng lemah, “Tenang saja. Bukan apa-apa.” Kemudian ia kembali berkata, “Ku rasa aku harus pulang sekarang. Kau tidak keberatan bukan?”

Luhan mengerjap bingung sebelum mengulas senyum, “Tentu tidak. Terimakasih telah menemani orang sakit di tengah dirimu yang sedang sibuk-sibuknya kuliah. Jangan lupa meneleponku ketika sampai rumah, Okay?”

.

.

.

.

.

Krystal meletakan tasnya sembarangan ketika ia sampai rumah. Segera saja, ia menghempaskan tubuhnya ke kasur.

Drrrt~

Hufh!

Krystal menghela nafas bersamaan hp-nya bergetar. Dengan malas, ia mencoba untuk bangkit dan mengambil handphone-nya.

“Kau sudah sampai di rumah?”

Krystal mengulas sebuah senyum ketika mendengar suara Luhan, “Baru saja.”

“Syukurlah kau baik-baik saja.”

“Aku hanya pulang ke rumah. Tidak akan terjadi hal yang mengerikan Xi Luhan…”

Terdengar kekehan dari Luhan. Ia geli ketika Krystal memanggil dirinya “Xi Luhan”. Panggilannya dulu berarti rusa kecil karena larinya yang sangat cepat, “Tidak ada yang tahu bukan? Lagipula, tidak apa-apa jika aku mengkhawatirkan mu bukan?”
“Eh?” Krystal mengerjap bingung. “Ak—“

“Ku tutup dulu! Selamat malam Krystal Jung!” Luhan segera memotong omongan Krystal dan memutuskan telepon secara sepihak.

Krystal kembali mengerjap bingung. Keheningan mendadak menyelimuti dirinya. Aneh. Akhir-akhir ini Luhan juga aneh. Dia seperti orang yang ragu. Terkadang mengeluarkan gombalan yang sangat manis untuk Krystal, tetapi langsung mundur ketika selesai mengatakan hal itu.

Krystal memandang hp-nya. Menyipit selanjutnya menggelengkan kepalanya dengan keras. Dia juga aneh kali ini. Apa-apaan?! Ia terpikir untuk menelepon Sehun demi menanyakan hal ini. Hal apakah Sehun berhubungan dengan membaiknya hubungan orangtuanya dengan Krystal. Karena, kalau dipikir-pikir, kembalinya Sehun kerumah hampir sama dengan berbaiknya hubungan orangtuanya dengan dia, selama empat hari.

Ah, masa bodoh!

Pikir Krystal dan mulai memencet nomor Sehun. Masa bodoh dengan semua keanehan yang menyeliputinya. Sekali Krystal sudah memikirkannya, jarang dia bisa mundur dari pemikiran itu.

“Anyeonghaseyo?”
Krystal langsung berdehem ketika mendengar suara Sehun, “Eh… Ini aku…” Katanya ragu-ragu.

Terdengar suara kekehan dari seberang, “Aku tahu ini dirimu Krystal Jung.”

Krystal menghembuskan nafasnya, “Maaf menganggu.” Kata Krystal pendek. Dia terdiam sejenak, masih bingung ingin berbicara apa.

“Ada apa?” Tanya Sehun karena Krystal terdiam selama 15 detik penuh.

“Ah…. Kau baik-baik saja?”

Sedetik setelah berkata itu Krystal langsung merutuki dirinya. Ya ampun…. Kenapa dia tidak bisa mengatakan secara langsung? Malah sekarang ia berputar-putar.

“Aku?” Terdengar nada suara bingung. “Tentu. Aku baik-baik saja.”

Krystal memaksakan tawa hambar, “Aku tidak melihat mu 5 hari ini di apartment. Luhan berkata jika kau kembali ke rumah mu. Maka dari itu aku menanyakan hal ini.”

“Oh…” Sehun hanya mengunggam. “Aku memang kembali ke rumah ku. Maaf tidak memberi tahu mu tentang hal itu.”

“Ah, tidak apa-apa. Lagipula, kenapa aku harus tahu?”

Sehun tertawa, “Kau benar.”

Entah mengapa, jawaban Sehun yang sangat jujur membuat Krystal mendengus, “Oh ya, aku boleh bertanya sesuatu kepada mu?” Tanya Krystal dengan suara yang kembali serius.

“Euhm, tentu.” Jawab Sehun cepat dengan nada santai.

“Kenapa…” Krystal terlihat ragu. “Jika boleh tahu, kenapa kau kembali ke rumah mu?”

“Itu…” Terdengar helaan nafas, “Akan ku kasih tahu. Tapi ini rahasia.”
“Eh?” Krystal mengerjap bingung. Jantung langsung berdetak lebih keras.

Appa sakit.” Jawab Sehun pendek dengan nada yang sangat serius. Appa terkena gejala stroke. Lumayan parah. Oemma memberi tahu hal ini dan berharap jika aku dan Appa kembali berbaikan.”

“Ketika Oemma mu datang ke apartment itu ya?” Pikiran Krystal kembali ke hari itu. Sekitar dua minggu yang lalu. Ketika ia mendengar suara lembut Yura. Ketika ia membentak Sehun.

Ya.” Jawab Sehun pendek.

Krystal menghela nafasnya, “Aku minta maaf.”

“Huh?” Nada suara Sehun berubah menjadi bingung. “Maaf ? Kenapa?”

“Karena membentak mu pada waktu itu. Juga karena memancing kemarahan mu. Kau benar, seharusnya aku tidak ikut campur dalam masalah itu.”

Terdengar helaan nafas dari Sehun. Tapi entah mengapa, Krystal senang mendengarnya, “Aku juga minta maaf karena tidak dapat menahan emosi ku.” Berhenti sejenak, “Dan kau tidak perlu minta maaf. Aku senang kau ikut campur karena aku tersadar karena itu. Jadi terimakasih.”

Deg!

Deg!

Deg!

Krystal merasa detakan jantungnya tidak terbendung lagi, “Aku senang jika aku membantu.” Katanya menjadi gugup. Krystal berdehem, “Ngomong-ngomong, ada hal lain yang ingin aku bicarakan.”

“Tentu tentang apa?”

Nada suara Sehun yang begitu santai membuat Krystal rilex, “Jangan mentertawakan aku.”
“Aku tidak akan mengetawai mu…” Tapi Krystal sendiri mendengar Sehun terkekeh.

“Ini tentang orangtua kita. Jadi, kau berbaikan dengan orangtua mu? Kau menceritakan sesuatu kepada orangtua mu?”

“Kenapa?” Sehun bertanya dengan nada yang berubah. Menjadi sedikit gugup.

“Karena entah mengapa orangtua ku menjadi lebih baik pada ku. Bukan! Hubungan ku menjadi kembali seperti semula dan aku bertanya-tanya akan hal itu.”

“Ah yang itu…”

Respon Sehun yang pendek membuat Krystal bertambah penasaran, Jadi….”

Aku mengatakan yang sejujurnya kepada orangtuaku. Mengenai masalah itu. Bahwa aku yang memang tidak ingin dan kau hanya mengikuti ku. Entahlah. Kurasa Oemma ku telah berbicara kepada Oemma mu…” Jelas Sehun pada akhirnya.

“Kau mengatakan yang sejujurnya?”

Sehun hanya mengunggam.

Krystal tersenyum, “Kau mengatakan yang sejujurnya?”

“Ck! Iya. Iya.”

Krystal terkekeh kecil mendengar suara sebal Sehun, “Terimakasih…” Ucap Krystal tulus. Dia bersyukur karena dia tidak harus berbohong kepada orangtuanya lagi.

Bagai pembuka jalan dari semua kedinginan mereka, Krystal dan Sehun akhirnya berbicara panjang pada malam itu. Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun yang lalu. Semua jurang kecanggungan tertimbun dan sepertinya keadaan kembali seperti semula.

“Jadi bagaimana keadaan Luhan? Aku belum sempat menghubunginya sejak pindah.”

“Oh? Dia baik-baik saja. Sudah seperti biasa walaupun masih harus beristirahat. Malah akhir-akhir ini dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya yang datang ke apartment.”

“Dia itu cerdas atau bodoh? Jelas-jelas disuruh beristirahat….”

Krystal tertawa kecil, “Itu yang ku katakan padanya. Tapi ia bersikeras jika sakit bukan penghalang dalam mendapatkan nilai sempurna.”

Sehun berdehem, “Sekarang boleh aku bertanya?”

Krystal menganggukan kepalanya, “Tentu boleh.”

“Kau dan Luhan… Bagaimana?”

Mengerti arah bicara Sehun, Krystal menerawang langit-langit kamarnya, “Kenapa kau ingin tahu?”

“Kenapa kau tidak ingin aku tahu?”

“Karena…” Krystal terdiam. Menggigit bibirnya. Karena tidak terjadi apa-apa! “Itu rahasia. Aku tidak membicarakan masalah hati ke cowok. Aku membicarakannya ke cewek!”

“Aku mengerti. Tapi jika boleh aku berkata—“

Tidak! Aku tidak ingin mendengarnya! Krystal tahu apa yang akan Sehun katakan dan dia sangat berharap Sehun tidak mengatakannya. “Sehun—“

“Kau cocok dengan Luhan. Luhan sangat perhatian kepada mu. Aku yakin, dia akan melakukan apa saja untuk untuk mu dan segalanya agar bisa bersama mu.”

Suara Sehun membuat dada Krystal nyeri. Bukan suara menjengkelkan seperti yang lalu. Seperti perkataan yang berasal dari hatinya.

“Krys?” Sehun memanggil Krystal karena tidak ada tanggapan. “Kau tertidur?”

“Uhm!” Krystal menghela nafasnya, “Sudah larut malam.”
“Kau benar. Jangan lupa reuni SMA lusa!”

Krystal tersentak. Dia melupakan segalanya ketika Sehun membahas Luhan. Mereka baru saja membicarakan tentang reuni SMA 20 angkatan. “Oh tentu.   Kau akan datang bukan?”

“Ya. Aku akan datang.”

Setelah Sehun berkata seperti itu, Krystal memutuskan teleponnya. Dengan lusuh, ia meletakan handphone-nya. Krystal mendesah. Sebaiknya ia harus tidur.

.

.

.

.

.

.TBC.

Hullaaaa i’m back!!!  Waktu itu saya sendiri yang bilang mau hiatus sampai Julli awal tapi udah post di Juni awal…  Hehehe maafkan…  Saya baru updated Flipped Chapter 15 nih..  Gimana ceritanya?  Wkwkwk, ribet atau bolak-balik? Bagaimanapun sebentar lagi Flipped udah mau habis juga sama seperti State of Grace…  Mentok-mentok sampai 25 chapter..  Dan saya lagi ngembangin beberapa cerita baru salah satunya Wind of Change…  Castnya sama, masih Sestal.

Atau ada yang mau cast lain?  Komen aja dibawah ya….

Warm Regards

Allamanda Zahra

The Wind of Change (Chapter 1)

tumblr_inline_n5ww00jc5o1s2v6jx

Main Cast: EXO’s Oh Sehun | f(x)’s Krystal Jung

Rating: T (Teen)

Genre: Romance, Family,

Length: Chaptered

Author: Ally

***

I must confess
That my loneliness
Is killing me now
Don’t you know I still believe,
That you will be here
And give me a sign?

-Hit Me Baby One More Time- by Britney Spears

Kerutan di dahi laki-laki itu bertambah melihat laporan keuangan yang baru saja ia dapatkan.

Drrrt~

Merasa handphone-nya berbunyi, ia mengambil handphone-nya, tak jauh dari atas mejanya. Disamping tumpukan laporan yang belum ia baca.

Nde halmonie~” Jawabnya muram.

“Aigoo cucuku… Kau terlihat sangat depresi…” Suara halmonie terdengar bahagia di ujung sana.

“Bukan masalah penting.” Kata laki-laki itu acuh tak acuh.

Bukan masalah penting? Sebenarnya, kalau ia boleh jujur, semua yang tidak sesuai di perusahaannya adalah masalah penting. Tetapi berhubung halmonie sudah tua dan tidak mengerti apa yang ia bicarakan, lebih baik tidak mengatakan apa-apa.

“Bagaimana pesta sahabat halmonie? Apakah halmonie merasa disingkirkan?” Sehun kembali berbicara. Memutuskan untuk mengubah topic sebelum nenek tersayangnya kembali mengkhawatirkannya.

“Ah…” Halmonie mengerjap. Seperti baru tersadar akan sesuatu. “Pestanya mengasyikan Sehun-ah…” Jawab halmonie kembali bersemangat, “Aku bertemu dengan teman-teman lamaku. Dan tentu saja bahasa korea ku masih lancar. Kau ingin aku mencobanya?”

Sehun menggelengkan kepalanya sambil terkekeh kecil. “Tidak terimakasih halmonie…” Jawab Sehun menggunakan bahasa Inggris.

Keluarganya keturunan Korea yang sudah tinggal di Amerika sejak lama. Sehun merupakan generasi ke-5. Walaupun semua anggota keluarganya bisa berbahasa Korea bahkan ada yang memutuskan untuk kembali ke Korea, tetapi mereka lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris. Maka dari itu, ia yakin jika bahasa Korea halmonie tidak terlalu lancar. Kalau pun lancar pasti logatnya aneh. Sehun tidak ingin terbahak-bahak mendengarnya.

“Baiklah…” Halmonie menggumam. “Oh, aku juga bertemu dengan tunagan mu Sehun-ah!”

Alis Sehun terangkat. Tunangan? Sehun menggerang.
“Ada apa Sehun-ah?” Tanya halmonie yang khawatir dengan suara Sehun.

Sehun mendengus. Wajahnya kembali mengkerut. “Halmonie tidak mungkin melakukan hal ini kepadaku! Aku tidak ingin dijodohkan! Aku ini sudah dewasa dan juga, kita hidup di zaman apa yang masih ada perjodohan? Satu lagi, apakah Oemma dan Appa setuju?” Cecar Sehun kepada neneknya. Ia tidak bermaksud kurang ajar. Tapi yang benar saja.

Oemma dan Appa mu tidak mungkin melawan halmonie Sehun-ah…” Kata Halmonie dengan nada santai. “Lagipula ini demi kebaikan mu. Kau selalu sendiri tenggelam dalam pekerjaan mu. Tidak ada yang mengingatkan dan juga mengawasi mu. Kau butuh pendamping hidup cucuku tersayang…”

“Aku tidak butuh pendamping hidup!” Kata Sehun mencoba mengalahkan neneknya. “Sekertaris ku akan selalu mengingatkan ku dan aku juga mempunyai security yang selalu menjaga ku selama 24 jam.”

Halmonie meringis, “Dengar, kita bisa membicarakan ini dilain tempat dan waktu…”

Bagus! Kata Sehun dalam hati. Untunglah neneknya tersadar.

“Tapi…” Halmonie kembali berkata, “Kau harus menjemputku sekarang Oh Sehun.”

Sehun memicingkan matanya. Oh Sekyung tadi berangkat bersama supir yang sudah disewa orangtuanya. Kemana supirnya? Bukan itu juga. Walaupun umurnya sudah 65 tahun, Sekyung masih cekatan dan dapat mengingat hal dengan baik. Otak neneknya juga sangat tajam. Sehun merasa ada sesuatu di balik hal itu.

“Aku tidak bisa. Masih banyak pekerjaan yang harus ku urus.” Jawab Sehun pada akhirnya setelah sepuluh detik penuh terdiam.

“Jangan berbohong kepada halmonie…. Bukankah dirimu yang bilang masalah di kantor tidak penting? Maka dari itu cepat kesini. Halmonie tunggu ya!” Oh Sekyung langsung memutuskan teleponnya.

“Sial….” Desis Sehun. Ia menghembuskan nafasnya. Baiklah, dia sepertinya harus menjemput halmonie-nya sebelum neneknya melakukan hal-hal aneh.

“Irene-ssi,” Panggil Sehun kepada sekertarisnya melalui telepon kantor, “Aku harus pergi dulu. Ada yang perlu ku urus. Sepertinya aku juga tidak bisa mengikuti rapat pada malam ini. Tolong di resechedule…” Kata Sehun panjang lebar. Setelah menelepon orang-orang yang menurutnya penting, ia memakai jasnya dan keluar dari ruangannya.

.

.

.

.

.

Krystal meneguk segelas anggur merah. Ia mendesah keras.

“Apakah dirimu mengenal aku anak muda?”

Dahinya berkerut ketika ia mengingat seorang nenek tua entah siapa namanya tiba-tiba menghampirinya.

“Aku terbiasa datang ke rumah nenekmu ketika dirimu masih kecil. Kau sangat suka bermain kejar-kejaran bersama Jongin.”

Dahi Krystal kembali mengerut. Ini tidak benar! Katanya dalam hati. Krystal terjebak bersama neneknya dua jam belakangan ini. Ini karena neneknya ingin ia menjemput dirinya di pesta, tetapi nyatanya dua jam belakangan ini dia menghilang. Krystal malah bertemu dengan nenek-nenek aneh yang berbicara dengan bahasa Korea berlogat Inggris, yang tiba-tiba pura-pura akrab dengannya. Menceritakan hal-hal yang tidak ingin Krystal dengarkan dan ia terpaksa berbohong agar kabur dari nenek-nenek itu.

Krystal mengeluarkan handphone-nya. Ingin menelepon neneknya sekali lagi. Jika tidak dijawab, maka ia akan pulang dan menyuruh supirnya saja untuk menjemput neneknya.

“Nenek dimana?” Tanya Krystal ketika neneknya menjawab teleponnya untuk pertama kalinya selama dua jam. “Aku menunggu nenek selama dua jam! Dua jam!” Serunya dengan nada frustasi.

Terdengar neneknya tertawa kecil di sana, “Cepatlah kesini anak muda. Ke tempat ku. Aku di ruangan VIP dari tadi. Datanglah.”

“Apa?!” Tanya Krystal dengan nada tidak percaya. Apa-apaan? Setelah menunggu dia harus menjemput neneknya?!

“Cepatlah datang. Nenek menunggumu, Okay?” Setelah itu, nenek Krystal memutus sambungan teleponnya.

Krystal kembali menghela nafasnya. Sepertinya ia harus mengikuti permainan neneknya sebelum pulang kerumah.

.

.

.

.

.

Sehun menyereput kopi yang baru saja diberikan oleh pelayan. Memaksakan sebuah senyum sopan kepada orang di depannya, teman neneknya. Sehun yakin jika neneknya sedang merencanakan sesuatu. Dia yakin ini berhubungan dengan perempuan di jodohkan neneknya. Dia juga yakin jika teman neneknya yang duduk di depannya, yang sekarang sedang menelepon seseorang, yang ia juga yakini adalah cucunya, adalah komplotan neneknya.

“Sebentar lagi cucuku akan datang.” Teman neneknya berbicara kembali berbicara. “Oh, kita belum saling mengenakan diri bukan? Nama ku Elsie Jung anak muda. Siapa namamu?”

Sehun kembali memaksakan senyum sopan, “Oh Sehun.” Jawabnya pendek.

“Oh Sehun ya? Kudengar kau pernah tinggal di California. Cucuku juga tinggal di California. Yang akan datang ke sini sebentar lagi.” Kata Elsie Jung sama sekali tidak terlihat tersinggung dengan jawaban Sehun yang pendek.

Sehun hanya menganggukan kepalanya. California? Salah satu kota di Amerika yang pernah ia tinggali. Kota kedua terakhir, sebelum New York, kemudian ia dan keluarganya pindah ke Seoul. Sebenarnya banyak kota yang Sehun tinggali di sana. Hampir setiap tahun ia pindah ke setiap penjuru kota di Amerika seperti Houston, Boston, Chicago, Illinois, Minnesota, Michigan, California, dan terakhir New York. Tetapi California menyimpan kenangan tersendiri baginya.

Sehun melihat dengan seksama Elsie Jung. Rambut panjang wanita ini bewarna putih tetapi ia cat cokelat. Dengan jaket tebal bewarna cokelat tua yang melekat di tubuhnya. Tanpa ia sadari, Sehun mengerutkan keningnya. Dia seperti pernah melihat Elsie Jung. Atau Elsie Jung mengingatkannya kepada seseorang.

“Oh, anak muda, mungkin kau tahu siapa cucuku. Dia bernama Krystal Jung. Kau mengenalnya?”

Sehun tersedak ketika meminum kopinya. Krystal Jung? Krystal Soojung Jung?

“Dia sepertinya terkejut Elsie. Mungkin dia tidak menyangka jika akan dijodohkan dengan model terkenal Elsie.” Neneknya tertawa geli melihat Sehun yang tersedak. Ia mendekatkan dirinya ke Sehun yang masih menunjukan muka syok, “Aku memberikan jodoh yang baik bukan?”

Sehun mencengkram cangkir kopinya. Jodoh yang baik? Juga, apa yang dimaksud dengan model terkenal? Mana dia tahu Krystal Jung model terkenal. Menjadi seorang malaikat pun Sehun tidak terpana.

“Nenek! Ayo kita pulang!”

Sehun mengerutkan kedua keningnya ketika mendengar suara perempuan dari belakangnya. Manja dan tidak sopan. Persis seperti yang ia ingat dari seorang Krystal Jung.

“Krystal Jung…. Jangan tidak sopan!” Elsi mengingatkan Krystal Jung dengan nada tajam. Kemudian ia tersenyum minta maaf, “Cucuku sangat blak-blakan. Tetapi dia sebenarnya gadis yang manis.”

Sehun mencibir dalam hati. Gadis yang manis apanya? Gadis yang sepat dan kurang ajar baru benar.

“Nenek….” Krystal Jung memandang neneknya bingung. “Ayo kita pulang….”

Elsie tampak tidak peduli. Ia menepuk bangku kosong disampingnya, “Duduklah dulu di sini Krystal Jung. Ada yang nenek ingin bicarakan.”

Krystal memandang neneknya bingung. Tetapi dia tahu, dia tidak akan bisa pulang sebelum mengikuti permianan neneknya. Dengan malas, ia menuju bangku yang neneknya tunjuk.

Deg!

“Perkenakan ini cucuku, Krystal Jung. Krystal Jung, ini Oh Sehun.” Elsie Jung mengenalkan kedua anak muda dengan semangat.

Krystal Jung menatap Oh Sehun dengan tajam. Sebelum ia berdehem dan mengulurkan “Krystal Jung.”

“Oh Sehun.” Balas Sehun pendek dan segera menarik kembali tangannya sedetik setelah ia menempelkannya di tangan Krystal.

Apa-apaan? Kata Krystal jengkel ketika melihat gelagat Sehun. Kekesalannya semakin memuncak ketika Sehun mengelap tangan yang ia pakai untuk menyalami Krystal menggunakan celananya.

Mata Krystal kemudian ia alihkan ke orang sebelah Sehun. Ah, ia ingat. Nenek-nenek aneh tadi.

“Ini adalah neneknya Sehun, Oh Sekyung.” Elsie Jung kemudian memperkenalkan Sekyung.

Jadi begitu… Mungkin Oh Sekyung mendekati Krystal untuk memperkenalkan Sehun kepadanya. Ingin mencari tahu tentang Krystal sedikit.
“Hai, Krystal, nama halmonie Oh Sekyung. Senang bertemu kembali dengan mu nak!” Sekyung memperkenalkan dirinya dengan ramah.

Hal itu entah mengapa membuat Krystal senang. Ia tersenyum dan membalas jabatan tangan Sekyung, “Aku juga senang bertemu dengan halmonie kembali.” Diam-diam, Krystal melirik Sehun.Laki-laki di depannya tampak bingung. Tetapi ia beredehem dan mengalihkan tatapannya dari Krystal.

Sehun sendiri menghela nafasnya. Ini buruk. Neneknya tidak mungkin menjodohkan dia dengan Krystal Jung. Perempuan yang ia harapkan selalu jauh darinya. Berada di belahan bumi lainnya. Intinya, Sehun tidak ingin berdekatan dengan Krystal. Apalagi harus menghabiskan waktu dengan perempuan di depannya.

“Aku tahu ini baru pertemuan pertama kalian, tapi aku tidak bisa menahannya lagi…”

Sehun menahan gertakan giginya. Sebaiknya Elsie Jung tidak bertele-tele karena ia ingin segera pergi dari muka Krystal Jung.

“Kau dan Krystal kami jodohkan!”

“Nenek!” Seru Krystal dengan mata melotot. “Dijodohkan?! Apa maksud nenek?” Krystal bertanya dengan nada tinggi.

Teriakan Krystal membuat Sekyung dan Elsie sedikit terkejut melihat tingkah lakunya. Sehun juga tidak menyangka jika Krystal akan berteriak setinggi itu. Tapi itu membuat dirinya tambah yakin terhadap satu hal. Krystal Jung belum berubah.

“Begini Krystal-ah,” Sekyung mengambil alih keadaan.

Krystal sendiri menoleh dengan tatapan tajam. Tetapi tatapannya berubah, ketika Sehun menatapnya dengan melotot.

“Sudah sejak lama aku dan Elsie ingin melakukan hal ini. Tapi seperti yang kau tahu, anak kami dua-duanya perempuan. Maka dari itu, ketika mengetahui cucu kami laki-laki dan perempuan, kami ingin melakukan hal ini kembali.”

“Tapi…” Krystal mencoba menemukan kata yang tepat untuk bantahan. Bagaimana ini?

“Cucuku Oh Sehun. Dia adalah CEO dari perusahaan keluarga kami…” Jelas Sekyung yang kembali bergembira.

Krystal menaikan alisnya, CEO? Cih, yang benar saja!

Sehun melotot mendengar dengusan Krystal. Perempuan kurang ajar! Dia pikir dirinya lebih baik daripada dirinya? Dia hanya seorang model. Bodoh pun asal punya wajah bagus bisa menjadi seorang model.

“Kalau cucuku satu ini bekerja sebagai model.” Lanjut Elsie bersemangat.

Sepertinya yang sangat bersemangat adalah kedua nenek mereka. Krystal dan Sehun sudah sedari tadi ingin beranjak pergi dari sini.

“Model internasional lebih tepatnya…” Krystal akhirnya berbicara. “Sudah dua tahun ini aku keliling dunia untuk pekerjaanku.”

“Dia terlalu sibuk bekerja hingga tidak mempunyai teman. 6 bulan kedepan dia berlibur dan berada di Korea Selatan.” Sekarang Elsie lah yang kembali berbicara.

“Cucuku Oh Sehun hanya 6 bulan ini juga di Korea Selatan. Setelah itu ia akan kembali ke New York.” Kali ini, Sekyung lah yang berbicara.

Elsie mengerjap, seperti tersadar akan sesuatu, “Aku tidak tahu jika perusahaan kalian ada di New York, Sekyung-ah…”

Sekyung tertawa malu, “Sebenarnya dia hanya menjadi CEO pengganti disini. Ketika kakak iparnya sembuh dia akan kembali ke New York, melanjutkan kuliahnya.”

Pfft~ Ternyata hanya anak kuliahan! Seru Krystal dalam hati. Di dalam hatinya juga ia terbahak-bahak melihat keadaan Sehun, sudah sepuluh tahun berlalu semenjak masa SMA dan dia masih di dunia perkuliahan?!

“Bukan melanjutkan kuliah halmonie….” Sehun akhirnya membuka mulutnya. Nada suaranya yang tenang berlainan dengan keinginannya untuk menonjok Krystal, “Aku sedang belajar bersama senior ku dalam membangun restaurant.

“Ah, jadi sebenarnya Sehun bekerja sebagai apa?” Elsie bertanya.

Sehun memaksakan sebuah senyum, “Aku lulusan sekolah bisnis. Aku juga suka dengan makanan. Jadi membuat restaurant adalah kesukaanku. Terkadang aku menjalankannya atau hanya sebagai investor nya.”

“Oh, hebat!” Elsi bertepuk tangan, “Kau punya restaurant di sini anak muda?”

Sehun melirik Krystal yang sekarang terdiam kaku, ia tersenyum, “Tentu. Anda mengetahui Croquer?”

Mata Elsie terbelak, “Croquer? Bukankah waktu itu kita ingin makan kesana tetapi tidak mendapatkan tempat?”

Krystal hanya tersenyum sebagai jawaban. Dulu dia sangat ingin ke Croquer. Menurut teman-temannya, Croquer adalah restaurant dengan konsep makanan ringan, tetapi menyebabkan dirimu kenyang. Teman-teman sesama modelnya mengatakan jika makan disitu menyebabkan dirimu kenyang dengan berat yang tidak bertambah. Krystal benar-benar ingin kesana. Tetapi sekarang? Mengetahuinya saja tidak ingin!

“Ah, maafkan aku.” Ujar Sehun. “Beritahu aku kapan kalian ingin datang. Aku akan memastikan kalian mendapatkan meja disana.”

Krystal lagi-lagi hanya tersenyum. Sehun kembali tersenyum lebar melihat Krystal yang terdiam.

“Mungkin kita bisa kesana bukan Krystal? Mengingat dirimu sekarang libur?”

“Aku tidak bisa.” Jawab Krystal memaksa suaranya tidak ketus. “Tadi manajer ku menelepon.”

“Oh, jangan bilang kau ingin menurutinya untuk bermain film Krystal.” Keluh Elsie menatap datar cucunya.

“Entahlah. Lagian itu merupakan hal yang bagus jika aku mencobanya bukan? Kenapa nenek melarang ku?”

Sehun menatap Krystal datar. Benar-benar! Dia tidak mungkin serius mengajak neneknya berdebat di depan muka Sehun.

Drrrt~

Handphone Sehun yang bergetar menyebabkan ia tersentak. Sehun melihat sebentar dan segera permisi ke neneknya.

“Hai!” Balas Sehun ceria setelah merasa cukup jauh dari meja.

Hai!” Sapa perempuan di ujung sana. “Ku harap aku tidak menganggu pekerjaan mu.”

Sehun tertawa kecil, “Tidak sama sekali. Malah kau menyelamatkanku dari sesuatu yang cukup membosankan.”

“Membosankan?” Suara perempuan itu terdengar tidak percaya. “Rapat lagi hingga tengah malam dan mereka membicarakan hal yang tidak penting.”

“Bukan… Bukan itu.” Kata Sehun gantung, tidak ingin menceritakan yang sebenarnya.

Perempuan di ujung sana tertawa kecil, “Terserah dirimu jika ingin cerita atau tidak.”

“Bagaimana keadaan dirimu?”

Terdengar helaan nafas, “Masih sama.”

“Apa? Kau masih sakit?” Suara Sehun berubah menjadi khawatir.

“Hmm…. Aku masih merindukan mu Oh Sehun~”

Mendengar hal itu membuat Sehun tersenyum lebar, Aku juga merindukan mu Wendy Son~”

Wendy mendengus, “Cepatlah pulang~”

“Setelah semua ini selesai aku berjanji akan pulang.” Pandangan Sehun kembali ke meja. Ia melihat Sekyung menatapnya, segera ia berbalik, “Dengar Wendy, aku sedang bersama halmonie jadi aku tidak bisa berlama-lama.”

“Apakah halmonie tahu tentang diriku?”

Pertanyaan Wendy membuat Sehun menghela nafasnya.

“Sehun, kau tidak mungkin menyembunyikannya seumur hidup mu.”

“Aku tahu… Aku tahu….” Kata Sehun terdengar putus asa. “Sekarang aku benar-benar harus kembali ke halmonie sebelum halmonie datang ke sini, Okay?”

Sekarang Wendy yang menghela nafasnya, “Baiklah…”

Sehun kemudian tersenyum kecil, “Jangan tidur terlalu malam okay?”

Wendy tertawa kecil, “Ini masih pagi, bodoh!”

Sehun ikut tertawa, “Sampai jumpa Wendy Son~”

“Sampai jumpa Oh Sehun” Sebelum Sehun menutup teleponnya, Wendy kembali berkata, “Jangan lupa menelepon ku lagi, okay?”

“Tentu…”

.TBC.

A/N:

Haiiii….  I’m back with a new Sestal fan fiction.  Terakhir post fanfic  baru tenting Sestal sekitar bulan desember tahun 2015…  Hope you guys like it yaa….  

Warm Regards

Allamanda Zahra